Home Penyakit dan KelainanAnemia 24 Bahaya Anemia Bagi Ibu Hamil dan Komplikasi Penyakit

24 Bahaya Anemia Bagi Ibu Hamil dan Komplikasi Penyakit

by Ana Rohma

Anemia adalah suatu penyakit dimana kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari normal. Hemoglobin adalah molekul eritrosit ( sel darah merah ) yang bertugas mengangkut oksigen. Kualitas darah dan warna merah pada darah ditentukan pada kadar hemoglobin.

Nilai Normal Hemoglobin :

Pria12 – 16 gr/DL
Wanita14 – 18 gr/DL
Anak – anak10 – 14 gr/ DL
Bayi Baru Lahir12 – 24 gr/DL

Pada dasarnya gejala anemia timbul karena,  dua hal sebagai berikut :

  1. Anoksia Organ Target karena berkurangnya jumlah oksigen yang dapat dibawa oleh jaringan darah.
  2. Mekanisme kompensasi tubuh terhadap anemia.

Selain dua hal tersebut ada beberapa hal yang menyebabkan gejala anemia yaitu :

1. Kandungan zat besi dari makanan yang dikonsumsi tidak memenuhi kebutuhan – Kondisi ini karena kekurangan :

  • Makanan yang kaya kandungan zat besi adalah makanan yang berasal dari hewani ( daging, ikan, hati ayam )
  • Makanan nabati ( tumbuh – tumbuhan ) seperti sayuran hijau tua, walau banyak mengandung zat besi. Tetapi hanya sedikit yang mampu diserap oleh usus.

2. Meningkatnya pengeluaran zat besi pada tubuh – Pendarahan atau kehilangan dapat menyebabkan anemia, Hal ini terjadi pada penderita :

  • Kecacingan ( terutama cacing tambang ), infeksi akibat cacing tambang dapat menyebabkan pendarahan pada dinding usus, meskipun sedikit namun terjadi secara terus-menerus dan mengakibatkan kehilangan darah atau zat besi.
  • Kehilangan darah pada saat haid, berarti mengeluarkan zat besi yang ada dalam darah, yang mengakibatkan seseorang mengalami anemia.

Bahaya anemia dapat memberikan dampak negatif pada tubuh, terutama bagi remaja, diantaranya :

  1. Menurunkan kemampuan dan konsentrasi belajar – Akibat kurangnya hemoglobin dalam darah, membuat seseorang menjadi lesu dan berpengaruh juga terhadap konsentrasi seseorang
  2. Mengganggu pertumbuhan sehingga tinggi badan tidak tumbuh secara optimal
  3. Menurunkan kemampuan fisik olahraga
  4. Mengakibatkan wajah menjadi pucat
  5. Daya tahan tubuh akan menurun sehingga mudah diserang penyakit.

Bahaya Anemia Menimbulkan Penyakit

Penyakit anemia juga dapat mengakibatkan komplikasi seperti :

  1. Gagal jantung kongesif
  2. Parestesia
  3. Konfungsi kanker
  4. Penyakit ginjal
  5. Gondok
  6. Gangguan pembentukan heme
  7. Penyakit infeksi kuman
  8. Thalasemia
  9. Kelainan Jantung
  10. Rematoid
  11. Meningitis
  12. Gangguan sistem imun

Bahaya Anemia pada Ibu Hamil 

Anemia dalam masa kehamilan memberikan pengaruh kurang baik bagi ibu hamil, baik dalam masa kehamilan, saat persalinan, nifas dan proses selanjutnya. Dampak berbahaya akibat anemia, adalah sebagai berikut :

  1. Keguguguran ( Abortus )
  2. Kelahiran prematurs
  3. Persalinan yang lama akibat kelelahan otot rahim di dalam berkontraksi ( inersia utari )
  4. Perdarahan akibat tidak adanya kontraksi otot rahim ( atonia uteri )
  5. Syok
  6. Infeksi saat bersalin maupun pasca bersalin
  7. Hipoksia – Anemia yang berat yaitu  < 4 gram dapat menyebabkan dekompensasi kordis. Akibat anemia ini, dapat menyebabkan syok dan kematian pada ibu saat persalinan.

Faktor yang menyebabkan anemia pada ibu hamil, adalah sebagai berikut :

1. Umur Ibu

Ibu hamil yang umurnya kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun, sekitar 74,1 % mengalami anemia. Bahaya anemia ini dapat mengancam keselamatan ibu serta janinnya, karena sangat beresiko mengalami pendarahan dan menyebabkan ibu menderita anemia.

2. Paritas tinggi

Seorang wanita yang mengalami paritas (kelahiran) tinggi, mempunyai resiko 1.454 kali lebih besar mengalami anemia, dibanding dengan paritas rendah.

3. Kurang Energi Kronis ( KEK )

Ibu hamil KEK adalah ibu hamil yang mempunyai LILA ( Lingkar lengan atas ) <23,5 cm. Deteksi dengan ukuran LILA  yang rendah mencerminkan kekurangan energi dan protein dalam asupan makanan sehari-hari. Hal ini biasanya diiringi juga dengan kurangnya zat gizi lain termasuk, kekurangan makanan yang mengandung zat besi pembentuk darah.

Dapat diasumsikan bahwa ibu hamil yang menderita KEK berpeluang untuk menderita anemia.

4. Infeksi dan Penyakit

Ibu yang sedang hamil sangat rentan terhadap virus dan penyakit menular. Beberapa infeksi virus penyakit paling mematikan walau tidak hanya mengancam nyawa ibu tetapi juga dapat memberikan dampak berbahaya bagi janin. Misalnya, pertumbuhan janin terhambat, bayi mati dalam kandungan serta cacat bawaan.

Pada saat terinfeksi penyakit, ibu hamil akan kekurangan banyak cairan dan zat besi. Penyakit ibu yang berupa penyakit menular dapat mempengaruhi kesehatan janin apabila plasenta rusak akibat bakteri atau virus yang terdapat pada penyakit.

5. Jarak Kehamilan Terlalu Dekat

Jarak kehamilan yang terlalu dekat menyebabkan ibu mempunyai waktu yang sangat singkat untuk memulihkan kondisi ke sebelumnya. Pada ibu hamil dengan jarak dekat beresiko terjadi anemia dalam kehamilan, karena cadangan zat besi ibu hamil pulih akhirnya berkurang untuk keperluan janin yang dikandungnya.

Pencegahan Anemia

Untuk menghindari anemi yang terjadi pada ibu hamil, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Mengkonsumsi pangan yang lebih banyak dan beragam, seperti sayuran warna hijau, kacang-kacangan, protein hewani terutama hati.
  2. Mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, tomat, mangga dan lain-lain yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi.
  3. Apabila menunjukkan kondisi anemia, lakukan pemeriksaan dengan tenaga medis untuk tindakan pengobatan lebih lanjut.

Tentunya tindakan pencegahan, menjadi lebih baik dari mengobati bukan??

You may also like