Home Tips KesehatanKesehatan Telinga Gendang Telinga Pecah : Penyebab – Gejala – Pengobatan

Gendang Telinga Pecah : Penyebab – Gejala – Pengobatan

by Septi Haryani

Gendang telinga pecah mengacu pada suatu kondisi ketika gendang telinga robek sehingga membuatnya berlubang. Kondisi semacam ini biasanya akan menyebabkan rasa tidak nyaman pada telinga dan juga membuat pendengaran terganggu. Namun kondisi tersebut biasanya akan sembuh setelah beberapa minggu atau beberapa bulan ketika penyebab dari pecahnya gendang telinga tersebut telah hilang.

Gendang telinga merupakan jaringan tipis yang berguna sebagai pembatas antara telinga tengah dengan saluran telinga luar. Nama ilmiah dari gendang telinga adalah membran timpani. Sementara itu, nama ilmiah atau istilah yang sering disebutkan untuk menunjukkan pecahnya gendang telinga adalah perforasi membran timpani. Adapun manfaat dari gendang telinga atau membran timpani tersebut adalah untuk menangkap gelombang suara kemudian menghantarkannya ke telinga bagian tengah dan juga dalam. Alhasil terjadilah proses ketika seseorang bisa mendengarkan bunyi. Untuk itulah ketika gendang telinga seseorang pecah atau robek sudah tentu pendengaran akan terganggu, bahkan bisa jadi seseorang tidak bisa mendengarkan suara apapun. Pada kasus yang tergolong sangat parah, gendang telinga pecah atau robek bisa menyebabkan gangguan pendengaran secara permanen.

Penyebab

Gendang telinga memiliki bentuk yang sangat tipis sehingga sangat rentan terhadap kerusakan. Lalu apa saja yang bisa menyebabkan gendang telinga pecah? Berikut ini beberapa faktor yang bisa menyebabkan kerusakan atau robeknya gendang telinga.

1. Infeksi

Infeksi merupakan penyebab paling umum mengapa gendang telinga pecah. Kondisi tersebut umumnya dialami oleh anak-anak. Infeksi yang terjadi di telinga akan menyebabkan adanya penumpukan cairan di belakang gendang telinga. Kondisi tersebut menyebabkan tumpukan cairan yang ada di telinga tengah akan meningkatkan tekanan di dalam telinga tengah. Akibatnya gendang telinga akan terdorong ke telinga luar sehingga menyebabkan robeknya gendang telinga. Kondisi itulah yang sering disebut dengan pecahnya gendang telinga pecah.

2. Cedera

Penyebab mengapa gendang telinga bisa pecah selanjutnya adalah karena mengalami cedera. Cedera yang dimaksud di sini bisa beraneka ragam. Misalnya karena sisi kepala yang terbentur dengan benda keras sehingga menyebabkan retaknya tulang tengkorak, tidak berhati-hati ketika membersihkan telinga menggunakan cotton bud, atau bisa juga karena masuknya benda kecil ke dalam telinga. Meskipun sangat jarang terjadi, mendengarkan suara yang sangat keras, seperti suara tembakan atau ledakan, juga bisa menyebabkan robeknya gendang telinga.

3. Perubahan Tekanan

Gendang telinga akan tertekan ketika tekanan udara di telinga bagian tengah dan lingkungannya tidak seimbang. Dalam dunia medis kondisi semacam itu sering disebut dengan barotrauma. Jika tekanan yang dihasilkan tergolong cukup berat maka barotrauma bisa saja menyebabkan pecahnya gendang telinga. Barotrauma bisa terjadi pada beberapa kondisi, seperti:

  • Menyelam dengan menggunakan scuba.
  • Sedang naik pesawat terbang.
  • Sedang mengemudi di dataran tinggi.

Gejala

Ada beberapa gejala yang akan muncul ketika gendang telinga pecah. Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Nyeri

Munculnya rasa nyeri pada telinga bagian dalam merupakan gejala paling umum ketika gendang telinga pecah. Rasa nyeri tersebut biasanya akan muncul dengan rasa yang sangat menusuk namun biasanya akan cepat surut. Namun pada beberapa kasus, rasa nyeri tersebut juga bisa bertambah buruk atau bisa juga bersifat konstan sepanjang hari.

2. Keluar Cairan dari Dalam Telinga atau Telinga Berair

Keluarnya cairan dari dalam telinga merupakan gejala pecahnya gendang telinga akibat infeksi telinga bagian tengah. Akibat infeksi tersebut, gendang telinga akan pecah dan menyebabkan keluarnya cairan dari dalam telinga. Ketika cairan keluar dari dalam telinga biasanya rasa nyeri akan hilang. Rasa nyeri biasanya akan muncul menjelang keluarnya cairan dari dalam telinga. Pada kondisi semacam ini, gendang telinga yang bocor sekaligus akan menyebabkan keluarnya cairan dari dalam telinga berupa nanah yang berwarna kekuningan atau berupa darah yang berwarna merah.

(Baca juga: bahaya telinga bernanah)

3. Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran akibat rusaknya gendang telinga bisa bersifat ringan hingga parah. Parah atau tidaknya gangguan pendengaran sangat bergantung pada tingkat kerusakan pada gendang telinga. Jika kerusakan pada gendang telinga tergolong parah maka gangguan pendengaran biasanya juga akan parah, bahkan seseorang bisa saja kehilangan pendengarannya. Pada kasus yang tergolong ringan, pecahnya gendang telinga mungkin hanya akan menyebabkan adanya sedikit penurunan pendengaran. Gangguan pendengaran juga bisa berupa tinnitus atau telinga yang berdengung.

(Baca juga: penyebab telinga berdengungcara mengobati telinga berdengungcara mengatasi telinga bindeng)

4. Vertigo

Vertigo dan juga kerusakan struktur pada telinga merupakan dua gangguan kesehatan tubuh yang saling berkaitan. Vertigo merupakan penyakit yang menyebabkan penderitanya mengalami gangguan keseimbangan. Kondisi tersebut berkaitan erat dengan fungsi utama dari telinga. Selain sebagai indra pendengaran, telinga juga berfungsi sebagai pengatur keseimbangan tubuh. Karena itulah ketika struktur telinga mengalami kerusakan maka akan terjadi gangguan keseimbangan yaitu vertigo.

(Baca juga: bahaya penyakit vertigopenyebab vertigo kambuhcara menyembuhkan vertigo)

5. Mual dan Muntah

Kondisi ini memang cukup jarang terjadi. Namun ketika kerusakan gendang telinga sudah menyebabkan rusaknya sistem keseimbangan (vertigo) maka akan muncul gejala mual dan muntah. Jadi mual dan muntah tersebut sebenarnya adalah dampak langsung dari vertigo.

(Baca juga: penyebab mual setelah mengkonsumsi kopimakanan untuk penderita vertigo)

Itulah beberapa gejala yang umumnya akan muncul ketika gendang telinga pecah. Selain beberapa gejala di atas, gejala tambahan juga bisa saja muncul, seperti pusing atau kelemahan pada otot-otot di sekitar wajah.

Pengobatan

Pengobatan gendang telinga pecah bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit dan juga untuk menghilangkan dan/atau mencegah infeksi. Jika pecahnya gendang telinga menyebabkan rasa nyeri pada telinga maka Anda bisa mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit atau obat analgesik. Namun bagi Anda yang tidak terlalu suka mengkonsumsi obat maka Anda bisa memanfaatkan kompres air hangat untuk mengurangi rasa sakit pada telinga.

Selain mengkonsumsi obat analgesik, ada beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan untuk menangani pecahnya gendang telinga, di antaranya:

1. Antibiotik

Penggunaan obat antibiotik akan dilakukan jika pecahnya gendang telinga disebabkan oleh infeksi. Obat antibiotik yang digunakan bisa berupa pil atau dalam bentuk obat tetes. Penggunaan antibiotik tersebut tidak hanya menghilangkan infeksi, tetapi juga bertujuan untuk mencegah kembalinya infeksi akibat rusaknya gendang telinga.

(Baca juga: jenis-jenis antibiotik dan manfaatnyabahaya antibiotik)

2. Penambalan

Apabila lubang pada gendang telinga tidak mampu menutup dengan sendirinya maka kemungkinan besar dokter akan menambal gendang telinga yang robek tersebut. Ada sejenis lapisan khusus yang bisa digunakan untuk menambal lubang pada membran timpani dan lapisan khusus tersebut mampu merangsang pertumbuhan membran timpani yang mengalami kerusakan.

3. Operasi atau Pembedahan

Jika kedua metode di atas tidak mampu memberikan kesembuhan pada penderita gendang telinga pecah maka kemungkinan besar dokter akan mengambil langkah operasi atau pembedahan. Teknik operasi gendang telinga pecah ini dilakukan dengan cara mengambil jaringan dari tubuh lain yang kemudian akan dicangkokkan ke gendang telinga yang berlubang. Teknik ini sebenarnya juga menyerupai teknik menambal gendang telinga yang berlubang. Teknik operasi ini juga sering disebut dengan teknik timpanoplasti.

(baca juga: makanan yang cepat menyembuhkan luka operasi)

Kebanyakan kasus penderita gendang telinga pecah biasanya akan mendapatkan pendengaran normal kembali meskipun tidak melakukan pengobatan seperti metode pengobatan di atas. Beberapa teknik pengobatan di atas biasanya akan dilakukan ketika gendang telinga pecah tergolong pada tingkatan yang sangat mengganggu pasien. Seseorang yang mengalami gendang telinga pecah biasanya akan mengalami gejala gangguan pendengaran, namun kondisi tersebut biasanya akan sembuh dengan sendirinya selama 8 minggu.

Untuk mempercepat proses penyembuhan pada gendang telinga pecah, hendaknya Anda mengikuti beberapa tips berikut ini:

  • Jangan membuang ingus secara kuat-kuat melebihi daripada yang diperlukan sebab cara tersebut akan memberikan tekanan di telinga dari dalam. Tekanan yang terlalu kuat akan menyebabkan rasa sakit dan tentu saja memperlambat proses penyembuhan gendang telinga.
  • Untuk mencegah terjadinya infeksi lebih lanjut maka sebaiknya Anda menjaga kondisi telinga agar selalu kering. Salah satu cara yang bisa dilakukan ialah dengan memasang kapas pada telinga ketika Anda hendak mandi. Untuk mempercepat proses penyembuhan gendang telinga, hindarilah melakukan olah raga renang sebelum gendang telinga Anda benar-benar sembuh. (Baca juga: telinga kemasukan air)

Itulah beberapa hal terkait dengan pecahnya gendang telinga. Untuk mencegah pecahnya gendang telinga penting kiranya bagi Anda untuk menjaga kesehatan telinga. Adapun beberapa metode yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan telinga adalah:

  • Hindari menggunakan cotton bud ketika membersihkan telinga. Menggunakan cotton bud bisa meningkatkan resiko kerusakan gendang telinga. Jika ingin membersihkan telinga maka gunakan alat khusus pembersih telinga yang banyak dijual di apotek. (Baca juga: cara membersihkan telinga tersumbat – bahaya kapas tertinggal di telinga)
  • Kunyahlah makanan dengan baik, karena tanpa Anda sadari ternyata mengunyah makanan dengan baik dan benar secara otomatis bisa mengeluarkan kotoran dari dalam telinga.
  • Saat telinga gatal hindari godaan untuk menggaruknya karena hal tersebut bisa saja memicu infeksi.
  • Tutuplah telinga Anda ketika melakukan perjalanan udara sehingga telinga tidak terasa sakit. (Baca juga: cara mengatasi telinga berdengung karena naik pesawat)

Demikian beberapa metode yang bisa Anda lakukan untuk merawat kesehatan telinga. Jika Anda merasakan adanya gejala kerusakan pada gendang telinga seperti terganggunya pendengaran serta keluarnya cairan dari dalam telinga maka sebaiknya Anda segera melakukan pemeriksaan pada dokter khusus spesialis THT. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan sekitar agar kemungkinan terjadinya infeksi akibat lingkungan yang tidak bersih bisa dihindari.

You may also like