Tes Mantoux – Manfaat, Prosedur, Biaya dan Bahaya

4638

Tes mantoux atau TST kulit adalah tes standar atau screening kulit untuk mengetahui apakah seseorang pernah terpapar Mycobacterium yang menjadi penyebab penyakit TBC atau tidak. Tes ini biasanya dilakukan dengan cara disuntikkan di kulit sehingga disebut juga TST kulit.  Dan mengapa perlu diketahui seseorang pernah atau tidak terpapar bakteri jenis ini? Karena meskipun seseorang belum terlihat atau menampakkan gejala TBC, virus ini memang dapat berada dalam jangka waktu lama pada tubuh. Ketika daya tahan tubuh seseorang melemah, dia baru diserang penyakit ini. Bahkan Mycobacterium dapat bertahan sekitar 6 bulan.

Tes mantoux dilakukan dengan prinsip melihat respon imun (kekebalan tubuh). Hasil tes mengukur dampak tubuh melawan Mycobacterium dengan membentuk antibodi untuk mencegah masuknya bakteri lebih lanjut.  Dampak pembentukan antibodi inilah yang kemudian diukur pada tes.

Penyakit TB sendiri merupakan infeksi yang sangat mudah menular, sehingga banyak orang yang terkena. Bahkan di negara-negara miskin di dunia 80 persen penduduknya dinyatakan menderita TB. Cara penularan TBC tidak dengan kontak langsung seperti berjabat tangan, bersentuhan, dan lain-lain. Bakteri TB dapat menular melalui orang yang bersin, batuk, dan bicara memercikkan ludah atau meludah. Bakteri ini dapat hidup di udara berjam-jam dan terhirup siapa saja yang kebetulan berada di dekatnya.

Ketika bakteri terhirup dan sistem imun tubuh tidak dapat / gagal menolaknya, maka bakteri akan mengendap berbulan-bulan dalam organ tubuh. Orang akan terinfeksi dan menimbulkan gejala-gejala sakit TB saat tubuh menurun daya tahannya. Itu sebabnya bakteri ini kebanyakan dapat dengan mudah ditularkan oleh orang yang berkali-kali atau sering berinteraksi, bukan dengan orang yang kebetulan lewat. meskipun kemungkinan tersebut tetap ada.

Artikel terkait :

Manfaat Tes Mantoux

Seperti telah disebutkan di atas, tes mantoux adalah tes yang bertujuan untuk mengetahui seseorang terpapar atau tidak dengan Mycobacterium.  Manfaat tes antara lain sebagai berikut :

  • Mengetahui secara lebih dini orang yang positif menderita TBC sehingga dapat dilakukan pengobatan lebih dini dan pencegahan terhadap orang-orang di sekitarnya.
  • Mengetahui lebih dini orang yang terpapar atau terinfeksi / ada Mycobacterium di tubuhnya, meskipun orang tersebut belum / tidak menunjukkan gejala sakit.  Dengan demikian, orang yang seperti ini dapat melakukan pencegahan agar infeksi bakteri yang sudah berada pada tubuhnya berkembang.
  • Mengetahui lebih dini ada atau tidaknya penyakit TBC pada seseorang yang mempunyai resiko tinggi terhadap penyakit TBC.

Tes mantoux disarankan / wajib dilakukan selain foto rontgen terhadap orang-orang yang beresiko tinggi terpapar Mycobacterium.  Orang-orang yang termasuk beresiko tinggu yaitu :

  • Orang yang sering melakukan kontak dengan penderita TBC
  • Orang yang bekerja / tinggal di lingkungan padat penduduk, sehingga mudah terpapar bakteri TB tanpa disadari.
  • Orang yang mengkonsumsi / meminum obat-obatan yang menekan atau membuat sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi baik.  Contoh obat yang dimaksud misalnya obat steroid.
  • Pasien penyakit lain yang kronis dan mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh.  Contoh pasien seperti ini adalah pasien penderita kanker, penderita HIV / AIDS, dan orang yang menerima organ tranplantasi.
  • Orang yang menunjukkan gejala-gejala batuk TBC.  Gejala-gejala tersebut, adalah nafsu makan menurun, berat badan tidak naik / cenderung menurun juga, mudah sakit, lemah, letih, lesu, dan tidak bersemangat ketika beraktivitas, batuk berulang / berdahak lebih dari 3 minggu, ada bejolan di leher, berkeringat di malam hari, demam, dan sering mengalami diare.

Sebelum membahas lanjut tes mantoux, sebaiknya kita mengetahui beberapa istilah dalam penyakit TBC :

  • Positive tuberculin skin test.  Atau orang yang telah dilakukan tes mantoux atau TST dan hasilnya positif.  Orang tersebut kemungkinan tertular bakteri Mycobacterium tuberculosis atau Mycobacterium bovis.  Reaksi positif akan tampak apabila seseorang telah terinfeksi 2 sampai 12 minggu atau biasanya dilakukan tes pada minggu ke 3 dan ke 4.
  • Exposed person.  Orang yang terpapar Mycobacterium.  Adalah orang yang  baru melakukan kontak dengan orang yang diduga TBC atau orang yang sudah positif TBBC, tetapi sebelumnya hasil tes mantoux pada orang yang melakukan kontak negatif, dengan gejala fisik normal / sehat, begitu pula dengan hasil foto rontgen.
  • Latent tuberculosis infection / infeksi tuberkolosis laten / tersembunyi.  Orang yang di dalam tubuhnya terdapat Mycobacterium, dibuktikan dengan hasil tes mantoux yang positif.  Namun orang tersebut mempunyai fisik yang normal / sehat dan hasil foto radiologi tidak menunjukkan kelainan pada paru-parunya.  Orang dengan kategori Ini harus mewaspadai penyakit TBC dengan terus berusaha mencegah Mycobacterium pada tubuhnya berkembang. Orang dengan kondisi seperti ini datpat juga menderita TB jenis lain atau Mycobacterium yang menyerang bagian tubuh lain. Hal ini perlu pemeriksaan lanjutan.
  • Tubercolosis disease, yaitu seseorang yang sudah jelas mempunyai penyakit TBC, baik berdasarkan hasil tes mantoux, hasil foto rontgen, dan ciri fisik yang ditunjukkannya.  Penyakit TBC yang diderita bisa berupa TBC (paru) atau TB di luar organ paru (TB tulang, misalnya).  Orang ini mempunyai potensi menularkan Mycobacterium kepada orang-orang di sekitarnya.
  • Directly Observed Therapy, yaitu program pengobatan kepada penderita TBC dengan petugas kesehatan / orang terdekat yang bertugas mengawasi dan menyediakan obat.

Prosedur Tes Mantoux

Tes mantoux dilakukan dengan menyuntikkan reagen atau campuran bahan kimia yang disebut PPD 5 TU atau PPD 2 TU. Reagen / anti gen ini berisi protein dari bakteri TBC. Dengan menyuntikkan reagen sebesar 0,1ml berarti dokter telah memasukkan jenis bakteri ke dalam tubuh melalui kulit untuk mengetahui reaksinya.

Suntikan mantoux dilakukan pada pertengahan bagian atas, lengan bawah kiri yang menghadap depan. Menyuntik antigen yang diapkan sampai bagian dalam kulit. Setelah selesai melakukan suntikan, dokter akan menandai tempat / daerah menyuntik dengan spidol.  Hasil pemeriksaan akan diperiksa 48 sampai 72 jam kemudian.

Dokter akan meminta Anda untuk kembali untuk mengukur benjolan yang terbentuk di area penyuntikan yang ditandai spidol.  Suntikan ini bisa dilakukan mulai dari bayi berusia minimal 1 bulan. Bayi yang belum berusia 1 bulan tidak dapat melakukan tes ini, karena sistem imun tubuh bayi belum sempurna, sehingga dikhawatirkan menghasilkan tes negatif salah. Apa yang harus dilakukan dengan bekas suntik mantoux? Ini yang harus Anda lakukan apabila mengalaminya :

  • Area / atau tempat suntikan yang telah ditandai oleh dokter tidak boleh ditutup dengan perban atau plester. Penutupan dengan perban atau plester akan membuat kulit menghasilkan reaksi yang berbeda dari yang diharapkan.
  • Tidak menggaruk atau menggosok area suntikan meskipun terasa gatal. Bisa diusap dengan lembut apabila tidak tahan dengan gatal pada bagian ini.
    Sebagai cara mengatasi daerah suntik yang gatal, boleh dikompres dengan air dingin di atasnya bekas suntikan. Menggaruk bagian bekas suntikan dapat menyebabkan infeksi kulit karena bakteri lain dan hasil tes akan berubah dari yang seharusnya.
  • Bagian bekas suntikan atau lengan boleh terkena air atau dicuci atau ikut serta ketika mandi, asal tidak menggosoknya. Bekas suntikan tidak boleh digosok, dan sebagainya karena pembengkakan / benjolan yang terjadi di atas bagian tersebut yang akan diukur dan mengindikasikan ada atau tidaknya Mycobacterium.  Jadi Anda tetap harus kembali ke dokter, walaupun tidak nampak ada perubahan pada bagian bekas suntikan di lengan.

Interprestasi Tes Mantoux

Ada beberapa interprestasi yang mungkin diberikan oleh dokter setelah tes mantoux.  Interprestasi tersebut umumnya dikombinasikan dengan semua hasil diagnosis yang ada. Interprestasi terhadap tes ini, yaitu :

1. Apabila pada bekas suntikan tidak terjadi pembengkakan atau tidak ada benjolan yang terjadi sampai 72 jam setelahnya, berarti tidak ada reaksi dari imun tubuh terhadap antigen yang masuk. Ini berarti dalam tubuh pasien tidak ada Mycobacterium atau hasil tes mantoux negatif.

2. Apabila ada benjolan / indurasi dengan ukuran sekitar 5 mm, yang diukur melintang dari lengan, berarti ada reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap antigen yang masuk. Adanya benjolan / indurasi dengan ukuran sekitar 5 mm, berarti  positif terinfeksi Mycobacterium. Indurasi 5 mm dianggap positif oleh dokter apabila pasien memenuhi kriteria berikut :

  • Penderita HIV, yang menurunkan kekebalan tubuh.
  • Kontak langsung dengan sengaja atau tidak dengan penderita TBC.
  • Orang yang pernah mengalami sakit TBC sebelumnya, sehingga apabila dilihat hasil foto rontgen paru-paru terjadi perubahan fibrotik.
  • Orang yang pernah menerima tranplantasi organ / pemindahan organ dari orang  lain ke dalam tubuhnya,
  • Orang yang memang mempunyai daya tahan tubuh / imunitas yang rendah karena sebab tertentu.  Penyebab imun rendah misalnya konsumsi obat tertentu, seperti jenis prednisone dan steroid.

3. Indurasi sekitar 10 mm, dianggap positif oleh dokter apabila pasien memenuhi keriteria di bawah ini :

  • Baru pindah tempat tinggal, kurang dari 5 tahun, dari negara atau daerah yang endemik atau banyak memiliki penderita TBC.
  • Pengguna narkotika dan napza yang menggunakan jarum suntik, terutama penggunaan secara bergantian merupakan salah satu  cara penularan HIV dan Mycobacterium.
  • Orang yang bekerja atau bertempat tinggal di daerah yang padat penduduknya. Tempat seperti ini meningkatkan resiko kontak dengan penderita TBC.
  • Pekerja laboratorium yang pernah memeriksa bakteri Mycobacterium atau di laboratorium terdapat bakteri jenis ini.
  • Orang yang sakit dan menyebabkan daya tahan tubuhnya menurun.
  • Anak di bawah usia 4 tahun, sangat beresiko terpapar Mycobacterium karena daya tahan tubuhnya masih lemah.
  • Balita, anak, dan dewasa yang melakukan hubungan langsung atau tidak langsung dengan penderita TBC.

Interprestasi atau pembacaan tes mantoux dilakukan setelah 48 sampai 72 jam. Apabila pasien datang dan hasilnya positif maksimal sampai 96 jam setelah disuntik, maka hasilnya dianggap valid / benar. Namun  sebaliknya, jika pasien datang lebih ari 72 jam sampai 96 jam dan hasilnya negatif, maka tes harus diulang.

Biaya dan Bahaya Tes Mantoux

Biaya tes mantoux tidaklah terlalu mahal, kecuali dikombinasikan dengan tes lain untuk diagnosis. Misalnya, ditambah dengan foto rontgen.  Biaya tes yang dilakukan di Puskesmas atau pasien BPJS bahkan gratis.  Tergantung tempat / rumah sakit / klinik tempat dilakukan tes mantoux, biaya bervariasi antara Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu di mana biaya tersebut tidaklah mahal bukan? Apalagi sampai saat ini tes mantoux dapat dianggap sebagai tes yang paling tepat untuk menentukan infeksi Mycobacterium tuberkolosis atau penyakit TBC paru.

Dengan semakin berkembangnya teknologi kedokteran atau teknologi kesehatan, tes mantoux sebenarnya hampir tidak memiliki efek samping yang berarti. Rasa nyeri, panas, gatal, dan pembengkakan yang terjadi  di bagian bekas suntikan adalah efek biasa. Efek tersebut akan hilang setelah beberapa hari.  Namun, bila ditemui efek selain yang telah disebutkan di atas atau efek biasa tersebut tidak hilang lebih dari seminggu, segeralah berkonsultasi dengan dokter agar cepat diatasi.

Tes  mantoux akan menjadi berbahaya apabila merupakan hasil positif yang salah. Karena ketika seseorang mendapatkan hasil positif dari tes ini, dokter segera memberi obat TBC minimal 6 bulan lamanya, beserta 2 macam antibiotik. Bahaya dari kesalahan ini, yaitu :

  • Gangguan fungsi hati, akibat terlalu lama meminum obat yang sebenarnya tidak perlu.
  • Gangguan darah, ini juga terjadi karena penggunaan obat yang salah dalam jangka waktu lama dan terus menerus, padahal obat tersebut tidak diperlukan.
  • Gangguan fungsi pendengaran, gangguan jenis ini bisa diakibatkan karena berlebihan dalam mengkonsumsi efek samping antibiotik.

Bahaya ini bisa terjadi karena orang beranggapan gejala cepat lelah, nafsu makan menurun, dan lain-lain identik dengan penyakit TBC. Kenyataannya ada beberapa penyakit lain yang mempunyai gejala sama.  Apabila orang tidak berpenyakit TBC diberi obat TBC, maka dampaknya tidak akan terasa. Setelah 6 bulan pengobatan pertama orang tersebut tetap mempunyai gejala yang sama ; nafsu makan menurun, cepat lelah, malas, dan berat badan kurang.

Penyakit yang mempunyai siri atau gejala sama dengan infeksi Mycobacterium tuberculosis di antaranya gagal tumbuh, ciri batuk asma, penderita alergi saluran pernapasan, dan picky eaters (penyakit tidak nafsu makan). Perlu diketahui tes mantoux belum bisa mengetahui infeksi Mycobacterium secara spesifik. TBC atau TB paru merupakan salah satu dari penyakit yang disebabkan virus ini dan umumnya disimpulkan hampir pada setiap hasil positif tes. Penyakit TB selain menyerang paru-paru dapat menyerang kulit (TB kulit / skrofuloderma), TB tulang dan sendi, TB tulang punggung, TB mata, dan TB Otak dan syaraf.

TB tulang mempunyai gejala gibbus tulang panggul (koksitis), pincang, pembengkakan di pinggul, tulang lutut pincang dan atau bengkak, begitu pula dengan tulang kaki dan tangan. TB mata mempunyai gejala konjungtifitis dan tuberkel kolid, yang hanya dapat didiagnosis dengan funduskopi. Sementara TB otak mempunya gejala meningitis, iritabel, kaku kuduk / leher, muntah terus menerus, dan kesadaran penderita yang terus menurun.

Artikel terkait :

Demikian artikel yang membahas tentang tes mantoux ini. Di Indonesia, penyakit TBC paru masih merupakan penyakit yang diderita banyak orang dan menjadi salah satu penyakit yang menakutkan karena penularannya yang mudah dan bakteri yang dapat bertahan berbulan-bulan. Semoga dengan ulasan mengenai tes mantoux pada artikel secara lengkap mampu membantu dan dapat bermanfaat bagi pembaca sebagai bahan pertimbangan perlu atau tidaknya dilakukan tes mantoux dalam menjaga kesehatan.