9 Gejala Batuk TBC – Penularan, Penyebab, dan Pengobatannya

12405

TBC atau TB atau tuberculosis merupakan sebuah kondisi serius dimana terjadinya infeksi yang menyerang paru-paru. TBC disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini memang biasanya hanya menyerang organ paru-paru, namun tidak menutup kemungkinan jika bakteri tersebut juga bisa menyerang organ-organ vital lainnya di dalam tubuh seperti organ ginjal atau otak.

TBC juga merupakan salah satu penyakit yang sangat menular. Penyebar penyakit TBC pun sangat mudah. Bakteri penyebab TBC dapat menular dari satu penderita ke orang yang berada di sekitarnya melalui air liur yang keluar pada saat bersin atau batuk. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat gejala batuk tbc bukan tidak mungkin akan cepat menyebar.

Cara Penularan Batuk TBC

Gejala batuk TBC menular melalui udara dari satu orang ke orang lainnya. Bakteri penyebab TBC ini menyebar ke udara saat penderita TBC batuk, bersin atau pun berbicara. Lalu, orang yang menghirup bakteri tersebut pun dapat terinfeksi bakteri penyebab TBC tersebut. Hal tersebutlah yang menjadi satu-satunya cara penyebaran dan penularan dari bakteri TBC, sedangkan banyak orang mengira berbagai hal lainnya juga dapat menjadi penyebab tertularnya penyakit TBC, padahal berbagai hal tersebut sebenarnya tidak berpengaruh dalam hal penularan gejala batuk TBC.

Hal apa saja yang sering dianggap sebagai cara penularan dari TBC, namun padahal tidak? Ini dia:

  • Berjabat tangan dengan penderita TBC.
  • Berbagi makanan atau minuman dengan orang yang menderita TBC.
  • Berciuman.
  • Menyentuh bagian toilet atau wastafel.
  • Memakai sikat gigi bersama.

Untuk beberapa hal yang telah disebutkan, Anda tidak perlu khawatir karena hal-hal tersebut tidak akan menularkan bakteri penyebab TBC.

Jenis Batuk TBC

Tidak semua orang yang terinfeksi bakteri TBC menjadi sakit. Ini karena sistem imun tubuh yang baik bisa menjaga tubuh dari gejala yang mungkin ditimbulkan infeksi bakteri tersebut. Untuk itu, dokter membedakan batuk TBC ini menjadi dua jenis yaitu:

Batuk TBC laten

Jika terjadi kondisi TBC laten, ini berarti di dalam tubuh memang sudah terinfeksi bakteri penyebab TBC. Namun, bakteri tersebut tidak dalam kondisi yang aktif serta tidak menimbulkan gejala apapun. TBC laten juga sering disebut dengan istilah TBC pasif, atau infeksi TBC. Tetapi perlu diingat, TBC yang tidak aktif ini pun tetap bisa menjadi aktif kembali. Sehingga, penanganan yang segera sangat penting guna membunuh bakteri TBC yang terdapat di dalam tubuh.

TBC aktif

Kondisi TBC aktif menyebabkan berbagai gejala. Bakteri TBC menjadi aktif apabila sistem imun tubuh tidak dapat mencegah pertumbuhan bakteri penyebab penyakit batuk TBC tersebut. Pada kondisi ini, bakteri TBC dapat menular ke orang lain. TBC aktif dapat terjadi setelah minggu pertama seseorang terinfeksi bakteri TBC, atau bahkan pada kasus TBC tertentu, TBC aktif bisa terjadi bertahun-tahun setelah infeksi bakteri TBC terjadi.

Gejala dari Batuk TBC

Batuk TBC yang laten biasanya tidak menyebabkan gejala apa pun. Bahkan seseorang yang mengalami infeksi TBC atau TBC laten tidak akan terlihat jika ia sedang menderita penyakit mematikan tersebut. Namun, bagi penderita TBC aktif, maka akan merasakan berbagai gejala yang bisa sangat mengganggu. Gejala-gejala tersebut di antaranya:

  1. Batuk-batuk yang berlangsung selama lebih dari tiga minggu.
  2. Batuk dengan disertai darah.
  3. Sakit pada dada yang disertai batuk.
  4. Sakit pada dada ketika bernafas.
  5. Turunnya berat badan secara drastis dan tiba-tiba.
  6. Letih dan lesu.
  7. Keringat berlebihan di malam hari.
  8. Demam.
  9. Kehilangan nafsu makan.

Tuberculosis sebenarnya juga bisa menginfeksi berbagai organ tubuh lainnya. Gejala yang timbul apabila TBC terjadi pada organ lain selain paru-paru sangat beragam dan berbeda-beda. Jika bakteri TBC menginfeksi ginjal, misalnya dapat menyebabkan adanya darah dalam air seni. Tidak hanya itu, jika TBC tidak di tangani secara tepat, dapat menimbulkan penyebab muntah darah pada saat batuk terjadi.

Siapa Saja yang Beresiko Tinggi Terkena Batuk TBC?

Hampir semua orang memiliki kemungkinan untuk terkena gejala batuk TBC. Namun beberapa orang memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita salah satu penyakit mematikan ini. Berdasarkan beberapa faktor di bawah ini, orang-orang yang berkaitan dengan faktor tersebut bisa sangat beresiko tinggi terkena TBC;

a. Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah

Pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat, biasanya bakteri TBC tidak akan dapat berkembang biak dan bahkan akan mati dengan sendirinya. Namun, pada mereka yang memiliki kekebalan tubuh yang rendah, bakteri TBC dapat berkembang dan memperbanyak diri dengan cepat. Kekebalan tubuh seseorang dapat menjadi sangat lemah, apabila:

  • Menderita penyakit HIV/AIDS.
  • Pernah terinfeksi bakteri TBC paling tidak dua tahun sebelumnya.
  • Menderita diabetes, karena mempengaruhi tubuh dalam melawan bakteri penyebab TBC.
  • Sering mengkonsumsi minuman beralkohol.
  • Mengkonsumsi obat-obatan terlarang.
  • Tidak mendapatkan penanganan yang tepat pada kasus TBC sebelumnya.
  • Menderita penyakit kanker.
  • Sedang menjalani pengobatana untuk penyakit kanker seperti kemoterapi.
  • Menderita penyakit ginjal yang sudah masuk tahap lanjut.
  • Mengkonsumsi obat-obatan yang digunakan pada pasien yang baru melakukan transplantasi organ.
  • Mengkonsumsi beberapa jenis obat yang digunakan untuk mengobati penyakit rematik, psiorasis, dan penyakit Crohn.
  • Balita atau bayi baru lahir.
  • Mengalami malnutrisi.

b. Tinggal atau Mengunjungi Negara-negara Tertentu

Resiko terkena TBC juga lebih tinggi pada mereka yang berada baik hanya berkunjung sementara atau pun tinggal menetap di wilayah negara tertentu. Berdasarkan banyak riset yang sudah dilakukan, berbagai wilayah di bawah ini merupakan wilayah yang menjadi endemic TBC dan bakteri TBC pun sudah resisten terhadap berbagai obat-obatan TBC. Wilayah-wilayah tersebut, yaitu:

  • Rusia
  • India
  • Cina
  • Wilayah Afrika sub Sahara
  • Pakistan

c. Kemiskinan dan Paparan Zat Kimia Berbahaya

Faktor kemiskinan juga sangat berpengaruh pada tinggi atau tidaknya resiko terkena batuk TBC. Ini karena pada kondisi tertentu, bakteri TBC mungkin bisa berkembangbiak dengan cepat. Berikut ini beberapa alasan mengapa kemiskinan menjadi faktor yang membuat resiko batuk TBC lebih tinggi:

  • Kurangnya Perawatan Medis

Kondisi seperti ini dapat dialami oleh mereka yang tinggal di daerah kumuh atau tinggal di daerah terpencil, serta pada orang – orang yang kurang mampu pula akses untuk mendapatkan bantuan kesehatan sangat kurang.

  • Paparan Terhadap Zat Kimia atau Obat-obatan Terlarang

Orang-orang yang terpapar zat kimia tertentu atau merupakan pecandu obat – obatan terlarang kemungkinan besar memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, sehingga bakteri TBC dapat mudah masuk ke dalam tubuh, menginfeksi dan berkembang biak.

  • Merokok

Rokok merupakan faktor penyebab berbagai penyakit berbahaya, dan bahkan rokok bisa membunuh. Dan rokok juga bisa meningkatkan resiko terkena batuk TBC.

Harus diingat bahwa, sekali seseorang terkena batuk TBC maka sangat tinggi kemungkinan untuk penyakit batuk TBC ini untuk kembali diderita.

d. Tempat Bekerja

Dimana anda bekerja dapat menjadi faktor yang sangat berpengaruh menjadikan resiko batuk TBC lebih tinggi. Dimana saja tempat bekerja yang dapat meningkatkan resiko terkena batuk TBC?

  • Bekerja di rumah sakit atau sebagai tenaga medis.
  • Tinggal di tempat pengungsian.
  • Bekerja di lembaga pemasyarakatan.
  • Tinggal di tempat padat penduduk.

Penyebab Terjadinya Batuk TBC

Batuk TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis di udara dan terhirup masuk ke dalam tubuh. Jika kondisi sistem kekebalan tubuh sedang tidak baik, TBC yang masih dalam tingkat infeksi dapat menjadi TBC aktif dalam waktu yang lebih cepat.

Seperti contoh penyakit seperti HIV/AIDS juga dapat menyebabkan batuk TBC. Ini karena penyakit ini menyerang kekebalan tubuh penderitanya, dan kondisi tersebut sangat rentan terhadap bakteri apapun termasuk bakteri TBC. Salah saru penyebab AIDS yang berhubungan dengan TBC adalah gejala sesak nafas dan turunnya berat badan secara drastis.

Pengobatan Batuk TBC

Pengobatan untuk menyembuhkan batuk TBC memerlukan waktu yang cukup lama. Tidak seperti penyakit lain yang sama-sama disebabkan oleh bakteri, penyembuhan penyakit TBC memakan waktu yang tidak sebentar hingga penyakit tersebut benar-benar sembuh. Hingga tidak ada lagi kemungkinan untuk bakteri TBC menjadi aktif kembali.

Jika menderita batuk TBC, seseorang harus tetap mengkonsumsi anti biotik selama tidak kurang selama enam bulan. Meski terdapat efek samping antibiotik jika di konsumsi terus menerus, akan tetapi untuk penderita batuk TBC memang memerlukan antibiotik untuk kondisi tubuh yang lebih stabil. Untuk jenis obat serta treatmennya akan disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan secara menyeluruh, jenis TBC yang diderita serta apakah bakteri TBC di dalam tubuh resisten terhadap obat-obatan TBC.

Jika jenis batuk TBC yang diderita merupakan TBC laten, maka anda hanya perlu mengkonsumsi satu jenis obat TBC saja. Tetapi jika TBC yang di derita sudah tergolong dalam TBC aktif, akan dibutuhkan beberapa obat sekaligus dalam satu kali minum. Berikut ini beberapa obat-obatan yang biasa dikonsumsi penderita TBC aktif:

  • Ethambutol, seperti Myambutol.
  • Isoniazid.
  • Pyrazinamide.
  • Rifampin, seperti Rifadin, Rimactane.

Namun jika kondisi TBC yang diderita kebal terhadap obat-obatan TBC, maka kombinasi obat anti biotik, obat-obatan yang disuntikan, serta obat TBC lainnya adalah obat-obatan yang recommended selama paling tidak dua puluh bulan mulai dari saat infeksi TBC terjadi. Selain itu, jenis obat-obatan yang diberikan pada penderita batuk TBC juga dapat menimbulkan efek samping seperti berikut ini:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Menyebabkan kulit menjadi berwarna kuning, ini karena obat untuk mengobati TBC memiliki dampak pada kerja liver.
  • Air seni berwarna sangat keruh.
  • Demam selama tiga hari atau lebih dengan penyebab yang tidak jelas.
  • Kehilangan nafsu makan.

Menjalani pengobatan dan meminum obat TBC dengan teratur dan dalam waktu yang sudah disarankan dokter adalah hal yang sangat penting guna menyembuhkan batuk TBC. Setelah beberapa minggu, penderita batuk TBC mungkin sudah dalam kondisi yang tidak dapat menularkan penyakit tersebut pada orang lain.

Kondisi seperti ini bisa jadi akan membuat penderita batuk TBC ingin menghentikan pengobatan yang sedang dijalani, namun ingat, jangan lakukan hal tersebut. Menghentikan pengobatan TBC di saat seperti itu dapat membuat bakteri TBC yang masih hidup di dalam tumbuh menjadi lebih aktif dan lebih berbahaya. Jadi, selesaikan pengobatan hingga bakteri TBC benar-benar mati.

Cara Mencegah Batuk TBC

TBC aktif sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Selain itu, jenis TBC yang sudah aktif dapat membahayakan orang lain yang berada di sekitar penderita TBC. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia PBB atau WHO, mengatakan jika satu pertiga penduduk dunia sudah terinfeksi oleh bakteri penyebab penyakit batuk TBC.

Untuk menghindari infeksi bakteri TBC menjadi TBC aktif, lakukan hal-hal berikut ini:

  • Hindari berada dalam ruangan penderita TBC lain yang TBC-nya sudah masuk dalam kategori TBC aktif.apalagi jika ruangan tersebut penuh dengan berbagai barang, dan kurang ventilasi.
  • Gunakan masker.
  • Melakukan vaksin TBC.