11 Penyebab Kram Kaki – Gejala Penyakit, Cara Mengobati dan Mencegah

12867

Kram pada bagian kaki artinya adalah bahwa otot-otot kaki Anda terasa nyeri dan menjadi sulit untuk digerakkan. Kram ini bisa terjadi karena beberapa hal dan menegangnya otot kaki ini perlu menjadi perhatian sebab hal ini dapat menjadi tanda bahwa Anda tengah mengalami penyakit serius. Ada sejumlah penyebab kram yang bisa terjadi pada kaki kiri maupun kaki kanan atau justru keduanya, seperti berikut ini:

(Baca juga: bahaya kesemutan)

  1. Saraf Mendapat Tekanan

Apabila bagian tulang belakang, khususnya saraf, terkena tekanan sehingga hal ini akan memicu kram di bagian kaki sehingga ketika Anda terus memakainya berjalan, kondisi kaki akan memburuk. Jika Anda mengalami keadaan seperti ini, nyeri dapat teringankan apabila Anda mencoba untuk berjalan dengan posisi tubuh agak maju dan membungkuk.

(Baca juga: penyebab jari kaki kram)

  1. Kurangnya Asupan Mineral

Magnesium, kalsium dan kalium adalah serangkaian mineral yang Anda perlu penuhi untuk tubuh. Mineral adalah salah satu yang paling penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Jika tak terpenuhi atau kekurangan asupan jenis mineral tersebut, kaki kram adalah akibatnya.

  1. Hamil

Kondisi kehamilan pun bisa menjadi pemicu terjadinya kram pada bagian kaki karena para ibu hamil kemungkinan besar mengalami kekurangan magnesium dan kalsium. Saat menjelang persalinan alias pada masa hamil tua, kram akan lebih sering muncul sehingga para ibu hamil wajib untuk memenuhi kebutuhan mineral dan nutrisi seimbang.

(Baca juga: penyebab kram perut normal dan pada wanita hamil)

  1. Tidak Memadainya Suplai Darah

Apabila kurang memadainya suplai darah terjadi, maka kram kaki akan dapat Anda alami, entah itu bagian kiri atau kanan terutama saat berolahraga. Ini dikarenakan aliran darah ke bagian kaki tidak lancar di mana pemicu utamanya adalah penyempitan arteri. Setelah Anda berhenti berolahraga, biasanya kram pun akan memudar sehingga ini artinya kram tidak akan terjadi secara terus-menerus.

  1. Cedera

Otot yang Anda gunakan secara berlebihan tanpa memberikan waktu istirahat yang cukup maka akan membuatnya cedera. Saat cedera, otot kaki akan mudah kram dan menegang entah terlalu lama duduk, ketika tidur dengan posisi yang tak nyaman, atau bahkan selama berdiri di atas permukaan yang keras. Cedera juga merupakan salah satu efek dari bahaya olahraga yang berlebihan.

  1. Efek Samping Obat Tertentu

Mengonsumsi obat-obatan tertentu bisa memicu berbagai kondisi berbahaya yang mungkin Anda tak menyangka sebelumnya. Kram juga bisa dipicu oleh konsumsi obat-obatan seperti steroid, statin, diuretik, obat antisikotik serta pil kontrasepsi di mana kram adalah efek sampingnya.

  1. Dehidrasi

Kurang minum air putih sementara Anda terus bergerak aktif dan mengeluarkan keringat akan membuat tubuh mudah kehilangan cairan banyak. Kram adalah salah satu efek dari dehidrasi, maka sangat penting memberikan tubuh asupan cairan yang cukup.

(Baca juga: bahaya dehidrasi)

  1. Air Dingin

Kram pada kaki bisa juga dikarenakan terpapar air dingin. Mandi terlalu malam dengan menggunakan air dingin di mana suhu udara lebih dingin juga dapat mendukung munculnya kram. Sehabis kehujanan dan juga mandi air dingin bisa meningkatkan risiko kram kaki lebih tinggi.

  1. Jarang Bergerak/Berolahraga

Gampang terkena kram juga bisa dikarenakan tubuh yang sangat jarang dibuat bergerak. Apabila Anda hampir tidak pernah berolahraga, otomatis otot-otot pun menjadi kaku dan bahkan bisa lebih mudah mengalami kontraksi sedikitnya Anda bergerak. (Baca juga: penyebab kaki terasa panas dan kesemutan)

  1. Hormon

Kaki yang kram juga bisa dipicu oleh adanya gangguan tingkat hormon yang didahului oleh terjadinya pembengkakan. Inilah yang kemudian memicu adanya saraf yang mengalami tekanan baru setelah itu menyebabkan asam laktat menumpuk serta oksigenasi memburuk dan kram pun sangat gampang terpicu.

  1. Penuaan

Ketika usia seseorang bertambah dan semakin menua, otomatis akan berkuranglah massa otot pada tubuh sehingga tak heran bila akhirnya otot akan gampang tertekan dan menjadi lemah. Otot pun akhirnya lebih rentan mengalami kram di bagian kaki. Itulah mengapa sangat penting untuk memenuhi setiap nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

(Baca juga: kaki sering kram saat tidur malam)

Kram Vs. Sindrom Kaki Gelisah

Banyak orang yang mengaitkan antara kram kaki yang dialami setiap malam dengan restless legs syndrome atau yang juga diartikan sebagai sindrom kaki gelisah. Kenyataannya, kedua kondisi ini sangatlah berbeda karena tidak ada rasa sakit yang disebabkan oleh sindrom kaki gelisah. Hanya saja, memang kram pada bagian kaki bisa muncul dikarenakan adanya sindrom ini.

Sindrom kaki gelisah bisa juga dikarenakan faktor genetik yang bisa terjadi pada orang-orang yang masih muda meski penyebab pastinya belumlah diketahui. Apabila kram bisa dikarenakan kekurangan kalium, magnesium serta kalsium, maka kondisi sindrom kaki gelisah bisa terjadi karena kekurangan zat besi di dalam tubuh. Bahkan dengan menambah asupan zat besi pun kadang tak membantu dan tak memberikan efek apapun pada tubuh.

Sama seperti kram yang bisa muncul di kaki maupun tungkai, lalu juga bisa di lengan dan badan, sindrom kaki gelisah pun demikian. Namun jika kram bisa dirasakan setiap saat, penderita sindrom kaki gelisah pada umumnya akan mengalami sensasi satu ini di justru saat di malam hari ketika tidur. Ada dorongan seperti ingin menggerakan kaki terus-menerus dan justru akan merasa tak nyaman ketika kaki diam saja.

(Baca juga: tangan kram dan kaku)

Penyakit dengan Gejala Kram Kaki

Kram yang terjadi pada bagian kaki bisa saja menunjukkan adanya berbagai kondisi penyakit yang Anda tengah alami tapi tidak Anda sadari. Kram dapat menjadi gejala penyakit-penyakit di bawah ini.

  1. Neuropati Diabetes. Apabila Anda merasakan adanya rasa kebas di bagian tungkai atau kaki, di mana Anda sudah terlalu sering kesemutan dan kram, maka Anda sebenarnya tengah mengalami komplikasi diabetes satu ini. Adanya keluhan seperti ini dipicu oleh kerusakan yang terjadi di bagian sistem saraf perifer yang diakibatkan oleh tidak terkontrolnya kadar gula darah dalam tubuh.
  2. Vasculitis. Mungkin Anda juga pernah mendengar kondisi ini di mana vasculitis ini sendiri adalah sebuah peradangan pembuluh darah yang disebabkan oleh penyakit serta infeksi. Keadaan ini kemudian dapat membentuk adanya jaringan parut pada pembuluh darah Anda. Efeknya pun akhirnya sirkulasi darah terganggu sehingga kram otot kaki timbul yang juga disertai dengan seringnya kesemutan. (Baca juga: pendarahan otak)
  3. Rheumatoid Arthritis. Kesemutan dan kram di kaki juga bisa menjadi gejala adanya penyakit rheumatoid arthritis, apalagi kalau kram maupun kesemutan kerap dirasakan di bagian pergelangan kaki. Sebelumnya akan ada pembengkakan sehingga kesemutanlah yang akan terjadi lebih dulu sehingga sangat dianjurkan untuk mengangkat kaki ke atas demi membuat gejala lebih ringan. Hanya saja, jika kram dan kesemutan berlangsung terlalu lama dan menjadi kronis, operasi adalah jalan yang akan ditawarkan oleh dokter.
  4. Penyakit Hati. Kram yang terjadi pada kaki Anda juga bisa menjadi tanda bahwa Anda tengah mengalami gangguan atau penyakit pada bagian liver. Saat fungsi organ hati tidak begitu baik, hal ini justru memicu adanya peningkatan racun di dalam darah sehingga dapat memberikan efek kram pada otot kaki. (baca juga: bahaya penyakit hati)

(Baca juga: penyebab kram perut bagian kiri)

Cara Mengobati Kram Kaki

Kram selalu terjadi tanpa adanya peringatan dan munculnya selalu mendadak serta mengejutkan. Apabila kram menyerang sewaktu-waktu ke bagian kaki Anda, jangan panik meski Anda tengah melakukan aktivitas Anda. Panik hanya akan membuat ketegangan otot bertambah frekuensinya sehingga akan makin terasa nyeri dan tidak nyaman.

  1. Istirahat dan memijat bagian yang kram. Entah itu bagian kaki kiri atau kanan, kram akan makin sakit apabila Anda panik dan tidak berbuat sesuatu. Cobalah untuk melakukan pemijatan, baik itu kram yang terjadi di bagian betis, jari atau pergelangan kaki. Cara ini sangat baik untuk memberikan ketegangan otot waktu untuk bersantai. Dengan memijat bagian kram secara perlahan, Anda tengah meregangkannya sehingga tak akan menjadi serius.
  2. Menahan posisi Anda beberapa waktu. Jangan terlalu banyak bergerak apabila ingin menghilangkan kram kaki Anda, justru Anda perlu menahan posisi tersebut selama beberapa detik supaya otot yang tegang dapat menjadi lebih regang. Apabila rasa nyeri kram telah reda, Anda bisa melanjutkan dengan memberikan pijatan demi otot yang tegang lebih lemas. Dengan memijat, ada kehangatan yang Anda berikan untuk kaki yang baru saja kram.
  3. Mengompres dengan menggunakan ice pack. Mungkin kram di kaki terjadi sewaktu-waktu, terutama di sata Anda tengah sibuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga atau bahkan terlalu lama berolahraga. Menggunakan ice pack untuk mengompres adalah solusi yang sudah banyak digunakan dan dibuktikan efektivitasnya. Hanya saja, perlu diingat bahwa mengompres yang benar bukanlah di bagian atas area yang kram, melainkan mengompreslah di sekitar bagian yang kram.

(Baca juga: penyebab leher kaku dan tegang – cara mengobati tangan keseleo dan bengkak)

Cara Mencegah Kram Kaki

Lebih baik mencegah daripada harus merasa kebingungan tentang bagaimana mengobati kaki kram yang bisa timbul secara tiba-tiba. Maka, hal-hal berikut ini kiranya bisa Anda lakukan demi pencegahan kaki kram.

  1. Melakukan peregangan. Stretching adalah hal yang paling penting untuk mencegah kram pada bagian kaki. Gerak-gerakkan kaki sehabis bangun tidur di pagi hari atau saat Anda memiliki waktu luang karena ini akan membuat peredaran darah lancar serta mampu menurunkan risiko kontraksi.
  2. Mengonsumsi air putih. Kalau kram bisa disebabkan oleh dehidrasi, itu artinya asupan cairan Anda selalu harus dipenuhi. Minum air putih banyak setiap harinya juga mampu menurunkan kolesterol tinggi. Meminumnya sebelum maupun setelah Anda berolahraga juga adalah yang sangat dianjurkan.
  3. Tidak melakukan kegiatan/olahraga berat mendadak. Tubuh yang tidak pernah atau jarang bergerak lalu dibuat bergerak terlalu lama akan dapat menimbulkan rasa kaget pada otot. Olahraga tak perlu lama asalkan dilakukan beberapa kali seminggu sehingga otot pun dapat menyesuaikan dan kram pun bisa dicegah. (Baca juga: cara mengatasi keseleo pergelangan kaki)
  4. Pelemasan otot sebelum tidur. Apabila kram lebih sering terjadi ketika Anda sudah dalam keadaan tidur, tak ada salahnya sebelum tidur Anda melakukan pelemasan otot. Sewaktu tidur pun, usahakan jari dan telapak kaki tidak dalam posisi menghadap ke bawah saat tidur.
  5. Merendam kaki di air hangat. Pada waktu luang, Anda bisa mengisinya dengan melakukan perendaman kaki atau jari-jari kaki di dalam sebuah baskom berisi air hangat. Hal ini akan membantu supaya peredaran darah lebih lancar dari biasanya. Setelah beraktivitas seharian, kesibukan mampu membuat peredaran darah menjadi kurang baik kinerjanya, maka cara ini kiranya bisa menolong.