12 Penyebab Jari Kaki Kram dan Nyeri

9726

Kram adalah suatu kondisi kejang yang terjadi pada otot dan hal ini bisa muncul sewaktu-waktu secara mendadak yang akan menimbulkan rasa yang begitu sakit. Pada umumnya, bagian tubuh yang bisa kena kram adalah otot betis dan juga leher, namun jari juga bisa mengalami kram. Kram dapat menyebabkan rasa nyeri yang tingkat keparahannya bisa berbeda-beda dengan waktu kram yang juga bervariasi, bisa hanya beberapa detik tapi juga bisa sampai beberapa menit. Penyebab jari kaki kram dan nyeri bisa dilihat sebagai berikut ini untuk menambah pengetahuan Anda.

(Baca juga: kaki sering kram saat tidur malam)

1. Alas Kaki yang Tidak Cocok

Bagi para wanita yang suka memakai sepatu hak tinggi, kemungkinan jari menjadi kram memang lebih tinggi. Banyak wanita yang meski sudah banyak kali memakai sepatu hak tinggi tetap merasa tidak nyaman. Bukan hanya wanita, pria pun juga bisa mengalami kram pada jari kakinya ketika memakai alas kaki yang kurang pas.

Alas kaki, terutama sepatu tertutup bisa menaikkan risiko kram pada jari, khususnya jika Anda membeli sebuah sepatu yang ukurannya terlalu kecil. Sepatu yang terlalu sempit otomatis tidak memberikan ruang lebih untuk jari dan ketika jari saling terdempet, maka kemungkinan menjadi kram bisa terjadi. Sepatu yang sempit dan dipakai begitu lama jelas tidak akan nyaman bagi jari-jari kaki sehingga kram dapat dipicu.

(Baca juga: bahaya dehidrasi)

2. Dehidrasi

Tubuh yang tidak mendapat cukup asupan cairan maka dapat memengaruhi kondisi kaki, termasuk jari-jari di mana kram akan dapat menyerang. Untuk mencegah tubuh kehilangan cairan, tentu berikan tubuh air putih lebih dari biasanya agar kram tidak mudah menyerang.

(Baca juga: bahaya akibat kurang minum air putih)

3. Tidak Memadainya Suplai Darah

Aliran darah yang tidak lancar memang menyebabkan berbagai kondisi penyakit, bahkan kram pada kaki serta jari kaki bisa saja disebabkan oleh suplai  darah yang tidak memadai. Arteri yang menyempit akan menimbulkan rasa nyeri karena darah tak dapat dialirkan ke kaki sehingga saat Anda misalnya olahraga, kram dapat terjadi secara tiba-tiba. Hanya saja, ketika Anda berhenti melakukan olahraga, maka kram akan berhenti secara otomatis juga sehingga keadaan seperti ini tidak akan bertahan terlalu lama.

4. Kekurangan Kalium

Vitamin dan mineral adalah asupan penting bagi tubuh yang sama sekali tidak bisa diabaikan karena salah satu akibatnya jika tidak memenuhi asupan kalium adalah kram. Kalium impuls listrik di dalam tubuh dilakukan oleh kalium. Tugas kalium jugalah untuk mempertahankan kontraksi otot, sehingga tidak heran jika Anda kekurangan asupan satu ini maka tentu kram akan terjadi, tidak hanya pada bagian jari kaki, namun kram juga bisa menyerang bagian jari-jari tangan.

(Baca juga: makanan yang mengandung kalium tinggi dan manfaatnya)

5. Kekurangan Magnesium

Kurangnya asupan mineral jenis magnesium akan menghambat fungsi otot. Oleh sebab itulah, penting bagi Anda untuk tidak melewatkan mengonsumsi sumber makanan yang mengandung mineral dan vitamin, termasuk magnesium supaya otot tubuh tidak mudah sakit, nyeri dan kram. Apabila dirasa sulit mendapatkan sumber makanan bermagnesium, suplemen dapat menjadi pilihan selama Anda sudah mengonsultasikannya dengan dokter.

(Baca juga: makanan yang mengandung magnesium tinggi)

6. Kekurangan Kalsium

Kalsium juga adalah salah satu kebutuhan tubuh yang masih masuk ke dalam golongan mineral di mana tidak hanya berguna untuk kesehatan serta pertumbuhan tulang. Untuk otot, kalsium juga memegang peranan penting, maka sebaiknya Anda tidak kekurangan kalsium agar otot, terutama di bagian jari kaki tidak mudah kram.

(Baca juga: buah yang mengandung kalsium tinggi)

7. Kekurangan Vitamin D

Asupan vitamin yang juga sangat penting bagi tubuh adalah vitamin D di mana jika kekurangan vitamin ini, penyerapan kalsium akan terhambat. Apabila kalsium tidak dapat terserap dengan baik, otomatis otot pun akan mengalami kram; tidak hanya bagian tangan saja yang akan sering kram, bagian kaki entah itu betis atau jari juga bisa terkena kram secara mendadak ketika Anda bergerak.

(Baca juga: makanan yang mengandung vitamin D super tinggi)

8. Tekanan Saraf Tulang Belakang

Kram yang terjadi di bagian kaki, termasuk jari-jari atau betis atau belakang lutut bisa dikarenakan adanya tekanan terhadap saraf tulang belakang. Rasa nyeri kram bisa semakin serius dan bahkan memburuk jika Anda memaksakan diri untuk tetap berjalan. Apabila ini menjadi penyebab kaki kram, ubahlah posisi berjalan Anda menjadi agak membungkuk condong ke depan supaya rasa nyeri dapat berkurang, atau beristirahatlah lebih dulu dengan mencari tempat duduk terdekat

9. Kurang Olahraga

Jika Anda adalah salah satu tipe orang yang tidak suka membiarkan tubuh aktif atau malas berolahraga, kram pada bagian kaki dan jari kaki bisa terjadi dengan mudah. Olahraga adalah cara untuk membuat otot sehat dengan bergerak aktif, jika malas bergerak otot pun menjadi kaku sehingga saat sekalinya digerakkan dapat menjadi kram. Hal ini akan sangat terasa ketika Anda mencoba meregangkan tubuh, jadi selain memenuhi asupan vitamin dan mineral, olahraga pun sebenarnya sangat penting untuk dilakukan rutin.

10. Kelelahan Otot

Sebaliknya dari poin sebelumnya, terlalu lama berolahraga atau berjalan yang menyebabkan otot menjadi lelah akan berakibat pada timbulnya kram pada bagian kaki maupun jari-jarinya. Jadi, pilihlah jenis olahraga yang sesuai dengan kemampuan fisik Anda dan tidak perlu sampai lama-lama hingga otot sangat kelelahan. Bahkan ketika berjalan, apabila sudah lelah jangan paksakan dan cobalah berhenti sejenak untuk membuat kaki dan jari-jari kaki lebih rileks.

(Baca juga: penyebab leher kaku dan tegang)

11. Terkena Suhu Dingin

Kaki yang terkena air dingin bisa menjadi kram. Entah itu karena tersiram air es/dingin, atau Anda habis kehujanan, atau mungkin mandi menggunakan air yang bersuhu dingin, kaki bisa mudah kram. Tak hanya bagian kaki saja karena otot tubuh yang tidak kuat bisa-bisa memang mengalami nyeri kram.

12. Kondisi Medis

Jari-jari kaki yang kerap tiba-tiba kram dapat disebabkan oleh adanya gangguan kesehatan di bagian kaki, seperti tendonitis serta plantar fasciitis. Masalah tiroid dan diabetes pun mampu menjadi pemicu jari kaki mudah kram. Hal ini dikarenakan impuls listrik tidak bisa sampai ke bagian otot jari kaki yang padahal berasal dari otak, dan kemudian akhirnya membuat kaki kram yang juga disertai dengan nyeri dan kesemutan.

(Baca juga: penyebab gondok)

Cara Menangani Jari Kaki Kram

Rasa kram yang tiba-tiba datang tidak seharusnya membuat Anda panik, tetap tenang dan tanganilah dengan berbagai langkah berikut ini:

  • Memanfaatkan obat penghilang rasa sakit dengan mengoleskannya ke bagian yang kram agar rasa nyeri bisa berkurang.
  • Oleskan minyak pijat atau salep khusus untuk otot ke bagian jari kaki yang kram secara merata dan pijat-pijat secara lembut supaya otot yang kram akibat kelelahan bisa lebih baik.
  • Berhenti sejenak dan ambil waktu istirahat dari kegiatan yang sedang dilakukan dan lemaskan otot dengan melakukan peregangan pada jari-jari kaki Anda. Gerakkan jari-jari kaki pelan-pelan dan cobalah untuk berjalan karena dengan begini Anda dapat mengirimkan sinyal di dalam tubuh bahwa kontraksi dan relaksasi sama-sama dibutuhkan oleh otot tubuh Anda.
  • Pindahkan jari kaki atau bagian kaki yang semput ke arah berlawanan sehingga otot yang mengalami peregangan berlebihan bisa lebih ringan.
  • Gunakan air panas untuk mengompres agar otot menjadi lemas. Hanya saja cara ini tidak dianjurkan bagi yang memiliki cedera saraf tulang belakang, diabetes maupun kondisi medis lainnya.

(Baca juga: tangan kram dan kakupenyebab kram perut bagian kiri)

Cara Mencegah Jari Kaki Kram

Untuk mencegah kram datang kembali, ada langkah-langkah penting yang bisa Anda pertimbangkan dan lakukan seperti yang diulas di bawah ini:

  • Minum air putih atau mengonsumsi minuman berkandungan elektrolit akan membuat tubuh senantiasa terhidrasi. Inilah langkah pencegahan sederhana yang memang membutuhkan waktu lama, tapi risiko mengalami kram berikutnya pun akan menurun.
  • Mengonsumsi makanan bermagnesium tinggi, berkalsium, berkalium dan bervitamin sangat penting. Biji-bijian dan kacang-kacangan bisa dijadikan cemilan terbaik di kala lapar yang juga sekaligus membantu pencegahan kram di bagian kaki. Namun khusus untuk ibu hamil, tanyakan kepada dokter lebih dulu sebelum mengonsumsi suplemen magnesium supaya aman bagi janin.
  • Berolahraga secara rutin adalah langkah pencegahan yang juga boleh dibuktikan efektivitasnya.
  • Perkuat otot dengan melakukan diet seimbang dan latihan-latihan otot.
  • Kenakan alas kaki yang nyaman dan pas untuk kaki Anda sehingga tidak menyiksa bagian jari-jarinya.