Kepala Kesemutan – Penyebab, Gejala Penyakit dan Cara Mengatasi

Kesemutan biasanya terjadi di bagian tangan atau kaki karena kita memang lebih banyak menggunakan kedua bagian tubuh ini secara lebih aktif. Terkadang kita memosisikan kaki maupun tangan di posisi yang sama selama beberapa jam yang akhirnya menyebabkan kesemutan, tapi bagaimana dengan kepala kesemutan? Pada umumnya, kesemutan di kepala itu terjadi bukan di kepala bagian atas, melainkan area dekat leher di mana akan ada rasa pegal dan sepertinya aliran darah hanya mengalir beberapa detik saja.

(Baca juga: kaki sering kesemutan saat duduk bersila)

Penyebab Kepala Kesemutan

Kesemutan di daerah kepala kita bisa jadi merupakan gejala sebuah penyakit tertentu dan kesemutan ini pada dasarnya dipicu oleh adanya saraf yang tertekan dalam waktu lama sehingga otomatis darah yang melaju ke area tersebut menjadi macet. Kesemutan pada kepala lebih dikenal sebagai sebuah ciri atau gejala akan kondisi sakit kepala tegang. Keadaan ini pada umumnya bakal ditambah dengan adanya otot belakang kepala yang tegang juga berikut bagian leher sehingga saraf tepi yang mempersarafi kulit kepala menjadi tertekan dan gejala kesemutan pun terjadi.

Meski begitu, kepala yang kesemutan juga dapat digambarkan sebagai salah satu akibat dari adanya penyakit di dalam tubuh kita, berikut merupakan penyakit-penyakit yang bisa memicu kepala kesemutan:

  1. Sakit kepala cluster.
  2. Migrain

Kedua kondisi sakit kepala tersebut masih masuk dalam kategori sakit kepala primer yang artinya tidak ada hubungannya dengan penyakit lain.

  1. Sinusitis
  2. Tumor otak (Baca juga: pendarahan otak)
  3. Infeksi gigi
  4. Glaukoma
  5. Otitis media atau infeksi di bagian telinga tengah.
  6. Penyumbatan pada pembuluh darah otak

Sedangkan untuk penyebab dari nomer 3 hingga 8 tersebut diketahui sebagai golongan sakit kepala sekunder yang artinya ada penyakit lain yang menyebabkan kondisi ini terjadi.

(Baca juga: penyebab kaki terasa panas dan kesemutan)

Kepala Kesemutan Gejala Penyakit Apa?

Kesemutan yang terjadi di bagian kepala dapat menjadi gejala penyakit tertentu dan berikut ini merupakan beberapa jenis penyakit yang diketahui memiliki gejala kepala kesemutan:

  1. Serangan Jantung Iskemik

Jika membandingkannya dengan stroke, kondisi levelnya masih ada di bawah. Namun gejalanya dapat begitu mengkhawatirkan sehingga patut untuk diwaspadai, yaitu seperti kepala yang kesemutan, pingsan mendadak, tubuh yang lemah, serta cepat lelah. Keadaan ini menggambarkan adanya pasokan darah yang terganggu saat melaju ke bagian otak dan terjadi dalam sekejap.

(Baca juga: muka kesemutan)

  1. Herpes Zoster

Kondisi ini dapat dialami secara dadakan pada bagian sepanjang saraf dan biasanya keadaan ini ditambah juga dengan gejala neuralgia yang cukup serius. Kepala yang kesemutan terjadi disebabkan adanya saraf serviks dan trigeminal yang memengaruhi herpes zoster ini dan selain kepala mengalami kesemutan, salah satu sisi kepala pun akan mati rasa, entah itu di sebelahkanan maupun kiri. Tambahan gejala yang menyertai antara lain gangguan penglihatan serta flu.

(Baca juga: tangan bergetar sendiri)

  1. Meningitis

Hati-hati apabila merasakan kepala sering kesemutan karena ini bisa jadi ada kaitannya dengan meningitis yang menular. Penyakit meningitis sendiri diketahui sebagai kondisi yang dipicu oleh bakteri sehingga meniges otak pun menjadi rusak. Selain kesemutan di kepala, gejala lain yang kiranya bakal dialami adalah nyeri kepala, mati rasa juga di daerah kepala, demam dan disertai mual-mual.

  1. Multiple Sklerosis

Ada lagi kondisi yang bisa memunculkan gejala kepala kesemutan, yakni multiple sklerosis di mana ini masih tergolong gangguan neurologis autoimun. Pada keadaan ini, selubung myelin di mana serabut saraf kita dikelilingi olehnya akan hilang dan akhirnya berimbas buruk pada sumsum tulang belakang serta otak kita. Gejalanya antara lain adalah kaburnya penglihatan, sakit kepala, serta lumpuh secara parsial pada level yang lebih serius selain dari kepala merasa kesemutan.

(Baca juga: penyebab stroke iskemik)

  1. Penyakit Stroke

Kesemutan yang biasanya terjadi di bagian kaki maupun tangan memang bisa menjadi salah satu gejala penyakit stroke, tapi apakah kesemutan di kepala juga menjadi tanda penyakit tersebut? Bisa jadi, dan gejala lainnya yang timbul antara lain adalah otot yang sulit dikendalikan serta sering sakit kepala.

  1. Trigeminal Neuralgia

Gangguan ini terjadi pada saraf dan termasuk dalam level serius apabila terjadi secara intens. Cenderung menyerang orang dewasa, penyakit trigeminal neuralgia ini penyebab secara jelasnya belumlah ketahuan, tapi yang pasti saraf trigeminal akan dipengaruhi oleh hal tersebut. Tak hanya kepala saja yang akan kesemutan sebagai gejalanya, namun area wajah pun juga terkadang bisa kebas dan rasanya akan seperti ditusuk-tusuk.

(Baca juga: lidah kesemutan)

  1. Epilepsi

Epilepsi atau yang kita kenal juga dengan nama penyakit ayan adalah gangguan yang terjadi di bagian sistem saraf pusat di mana tanda terjadinya adalah kehilangan kesadaran serta kejang-kejang. Gejala yang bakal dialami selain kepala kesemutan, adalah kejang-kejang pada otot dan mati rasa di bagian kepala.

  1. Hiperkalemia

Kadar kalium yang ada di dalam darah dapat meningkat dan bahkan berpotensi kelebihan sehingga hiperkalemia akan otomatis terpicu. Dengan demikian, kepala bisa kesemutan sebagai salah satu gejalanya, diikuti dengan kondisi denyut nadi yang tak teratur, suka lambat dan melemah. Bahkan mati rasa juga berkemungkinan terjadi. Hiperkalemia ini adalah suatu keadaan yang dipicu oleh pemakaian obat diuretik, namun dapat juga dikarenakan penyakit ginjal seperti gagal ginjal.

(Baca juga: bahaya kesemutan)

Metode Diagnosis Kepala Kesemutan

Untuk pengobatan secara medis, dokter biasanya akan melakukan diagnosis terlebih dulu. Hal ini jelas sangat diperlukan supaya pengobatan yang tepat dapat diberikan kepada penderita. Berikut di bawah ini adalah tahapan dari diagnosis yang dijalankan oleh dokter:

  • Biopsi saraf.
  • Tingkat HB.
  • Konduksi saraf.
  • CT Scan.
  • Proses X-Ray.
  • Tingkat thiamin, vitamin B12, kalsium dan magnesium.
  • Proses elektromiografi.

(Baca juga: ciri-ciri kolesterol tinggi dan cara mengatasinya)

Cara Mencegah/Mengatasi Kepala Kesemutan

Kepala yang kesemutan sebenarnya bisa dicegah dan diatasi secara alami tanpa harus sering-sering minum obat berbahan kimia. Berikut adalah sejumlah anjuran untuk mencegah keadaan kesemutan :

  • Meningkatkan Kualitas Tidur. Tidur merupakan suatu solusi yang tepat bagi orang yang sakit kepala karena terkadang sakit kepala yang tegang juga dapat berasal dari tubuh kita yang terlalu capek karena kegiatan sehari-hari. Jadi, mengambil waktu yang cukup untuk istirahat dan tidur adalah keputusan yang tepat untuk mencegah kondisi kepala kesemutan dan tegang menjadi semakin buruk.
  • Minum Air Putih Banyak. Demi mencegah kepala kesemutan dan sakit yang terlalu berat, minum air putih paling tidak 2 liter atau setara 8 gelas setiap harinya akan membuat kondisi tubuh jauh lebih baik. Terkadang sakit pada bagian kepala bisa diperparah karena keadaan dehidrasi pada tubuh, maka penting adanya untuk menghidrasi tubuh kita dengan air putih. (Baca juga: bahaya akibat kurang minum air putih)
  • Olahraga Ringan secara Rutin. Kepala kesemutan yang disertai dengan rasa nyeri dapat juga terjadi karena kita kurang olahraga, maka melakukan olahraga secara rutin sangat dianjurkan. Olahraga tak hanya menyehatkan tubuh, tapi juga akan membuat kepala kita lebih segar dan mengurangi rasa stres. Pilih saja olahraga ringan bila tak ingin melakukan sesuatu yang berat, dan asalkan dilakukan rutin, tubuh pasti akan merasakan kebaikannya. (Baca juga: akibat kurang olahraga)
  • Berpikir Positif. Kesemutan serta sakit pada kepala dipicu oleh banyak hal, termasuk stres akan suatu keadaan atau seseorang. Masalah apapun itu tidak akan membuat kepala kita sakit kalau kita meresponnya secara positif. Berpikir positif adalah salah satu cara terbaik dalam mengelola stres kita.
  • Konsumsi Obat Pereda Nyeri. Bila tak hanya sekadar kesemutan, tapi juga timbul rasa nyeri di kepala, alangkah baiknya untuk mencegah keadaan menjadi lebih buruk dengan menggunakan ibuprofen atau paracetamol yang merupakan obat pereda nyeri. Obat-obat tersebut termasuk cukup gampang ditemukan karena dijual secara bebas, tapi ketahui takaran tepatnya dan jangan terlalu sering mengandalkan obat semacam ini supaya tak menyebabkan penyakit lainnya. (Baca juga: obat sakit kepala)
  • Menghindari Alkohol. Kepala kebas serta rasa nyeri yang muncul bisa disebabkan oleh adanya kebiasaan dalam mengonsumsi minuman berkandungan alkohol. Selain minuman ini tak berkalori sehingga tak berguna bagi tubuh, alkohol mampu merusak kesehatan sistem saraf otak di mana ada banyak orang yang kemudian bukan sekadar sakit kepala tapi juga terkena gangguan jiwa mental.
  • Menghindari Rokok. Sakit kepala tetap saja ada hubungannya dengan rokok, apalagi kalau sudah memasuki level kecanduan dan sulit berhenti. Kepala terasa kesemutan serta pusing bisa juga dipicu oleh kebiasaan merokok secara berlebihan, maka menghindarinya adalah yang terbaik supaya gejala kepala kesemutan dan nyeri dapat dihindari juga. (Baca juga: bahaya merokok bagi alat pernafasan manusia)
  • Makan Makanan Bergizi. Kepala pusing dan sering kesemutan perlu juga dicegah dengan cara makan makanan serta minuman yang penuh nutrisi serta gizi seimbang. Melewatkan waktu makan pun sebaiknya jangan agar tubuh tak menerima efek buruknya.
  • Jangan Bangun Mendadak. Ketika awalnya kita dalam posisi tidur, lalu kemudian bangkit dari tempat tidur secara tiba-tiba, ketegangan bakal muncul di daerah kepala yang bisa menyebabkan kesemutan maupun nyeri. Oleh karena itu dianjurkan supaya perubahan posisi dilakukan pelan-pelan saja supaya tubuh dan kepala tidak kaget.
  • Menggunakan Bantal Tebal. Kalau bisa cobalah untuk menggunakan bantal tebal atau bantal tipis tapi berlapis atau bertumpuk sehingga saat tidur kepala dapat disangga dengan baik agar tak mudah kesemutan atau sakit.

(Baca juga: tangan kebas)

Apabila cara-cara alami dalam mencegah dan mengatasi kepala kesemutan di atas kurang begitu efektif bagi Anda dan keluhan tidak sembuh-sembuh juga, periksakan segera diri Anda ke dokter. Biarkan dokter bekerja untuk mengetahui penyebabnya, baru obat yang tepat dapat diberikan.