Penyebab Stroke Iskemik dan Cara Mengatasinya

2741

Stroke merupakan suatu penyakit yang terjadi akibat gangguan pada sebagian sel-sel otak yang mengalami kematian karena pembuluh darah di otak pecah atau mengalami penyumbatan. Dalam dunia medis dikenal ada dua jenis jenis stroke, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Dalam artikel kali ini akan dibahas mengenai stroke iskemik. Stroke iskemik adalah salah satu jenis stroke yang terjadi karena sel-sel di otak kekurangan oksigen dan nutrisi. Hal tersebut terjadi karena pembuluh darah (arteriosklerosis) mengalami penyempitan atau penyumbatan.

Gejala Awal Stroke Iskemik

Stroke iskemik biasanya memiliki gejala awal yang sering tidak diperhatikan oleh penderitanya. Akibatnya, kebanyakan akan mengalami dampak yang fatal. Berikut ini beberapa gejala stroke yang ditunjukkan pada seseorang yang terkena stroke iskemik:

  • Kepala terasa nyeri, biasanya akan diikuti oleh penurunan kesadaran bahkan bisa mengalami koma karena otak mengalami pendarahan. (baca : Kepala Sering Terasa Berat, Pusing dan Mual)
  • Lengan, tungkai, atau salah satu sisi tubuh terasa melemah atau mengalami kelumpuhan.
  • Seluruh tubuh mendadak akan merasa lemas tanpa hilang kesadaran atau pada beberapa kasus akan disertai hilangnya kesadaran sejenak.
  • Salah satu mata atau kedua mata akan mengalami gangguan penglihatan (kabur).
  • Tubuh akan mengalami gangguan keseimbangan seperti tarasa sempoyongan atau mengalami gejala vertigo.
  • Biasanya wajah atau pada salah satu sisi atau seluruh sisi tubuh akan mengalami baal.
  • Wajah atau beberapa anggota tubuh akan mengalami kelumpuhan.
  • Terjadi gangguan bicara, bisa sebagian atau bahkan seluruh kemampuan berbicara akan hilang.
  • Akan terjadi gangguan pada daya ingat (amnesia).
  • Kesulitan mengenali tempat, orang, dan waktu.
  • Biasanya akan mengalami kesulitan menelan cairan atau beberapa jenis makanan yang padat.

Salah satu penyebab stroke iskemik disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya terjadinya proses pembekuan pembuluh darah, terjadi gangguan pada pembuluh-pembuluh darah kecil di otak, dan karena adanya gumpalan atau pembekuan darah. Berdasarkan berbagai penyebab stroke iskemik yang telah disebutkan tersebut, stroke iskemik dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:

1. Trombosis

Stroke trombosis terjadi karena adanya pembekuan darah. Biasanya terjadi di bagian pembuluh-pembuluh darah yang besar. Stroke trombosis terjadi ketika pembuluh darah besar di otak mengalami penyumbatan yang disebabkan oleh gumpalan atau plak yang terbentuk karena proses pengerasan arteri. Sekitar 40% penderita stroke mengalami stroke jenis ini. Pengerasan arteri tersebut menyebabkan pembuluh darah di otak mengalami penyumbatan sehingga pasokan oksigen ke otak akan mengalami gangguan atau bahkan kegagalan dan akan mengganggu kesehatan sistem saraf otak. Akibatnya, otak akan kekurangan pasokan oksigen.

Pengerasan pembuluh darah arteri biasanya akan terjadi di sekitar leher atau di dasar otak. Proses pengerasan pembuluh arteri biasanya akan terjadi lebih cepat jika disebabkan oleh beberapa faktor seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, kadar kolesterol tinggi, juga pola hidup yang tidak sehat. Proses pengerasan pembuluh arteri tersebut biasanya terjadi karena adanya penimbunan lemak dan juga kolesterol.  (baca : ciri ciri kolesterol tinggi gejala kolesterol tinggi)

2. Lakunar

Stroke lakunar biasanya terjadi karena adanya gangguan pada pembuluh-pembuluh darah kecil di bagian otak. Kasus stroke lakunar biasanya akan menimpa pada 20% kasus penderita stroke. Stroke lakunar biasanya akan terjadi karena adanya luka pada pembuluh darah yang terletak pada daerah subkortikal, kapsula interna, batang otak, dan juga sereblum. Terjadinya stroke lakunar biasanya akan semakin rentan dengan adanya penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Namun, stroke lakunar merupakan jenis stroke yang tidak menimbulkan dampak fatal seperti stroke trombosis.

3. Emboli Serebral

Stroke emboli serebral merupakan stroke iskemik yang disebabkan adanya gumpalan atau pembekuan darah. Gumpalan atau darah yang membeku tersebut biasanya berasal dari jantung dan akan mengikuti aliran darah hingga mencapai otak. Di bagian otak, gumpalan darah tersebut akan menyebabkan penyumbatan sehingga terjadilah stroke karena oksigen yang hendak menuju otak akan mengalami gangguan.

Komplikasi oleh Stroke Iskemik

Stroke iskemik dapat menimbulkan komplikasi atau gangguan lain pada penderitanya, seperti:

  • Adanya gangguan/kesulitan berbicara.
  • Terjadi perubahan perilaku seperti lebih menarik diri dari pergaulan dan lebih impulsif.
  • Pada bagian tubuh tertentu akan mengalami nyeri.
  • Penderita akan mengalami kesulitan memahami konsep dan kesulitan membuat keputusan.
  • Mengalami hilang ingatan (amnesia).
  • Kesulitan melakukan aktifitas sehari-hari.

Pengobatan Medis terhadap Stroke Iskemik

Pengobatan medis biasanya adalah langkah utama yang dilakukan untuk menangani kasus stroke iskemik. Adapun langkah medis dan merupakan pertolongan pertama serangan stroke yang bisa dilakukan adalah:

  • Pemberian obat-obatan kepada penderita stroke iskemik. Jenis obat-obatan yang bisa diberikan biasanya berupa aspirin, TPA, Alteplase, atau injeksi intravena aktivator jaringan plasminogen. Obat jenis aspirin biasanya akan diberikan agar serangan stroke tidak semakin parah. Pemberian aspirin biasanya juga akan dilakukan untuk mencegah terjadinya penggumpalan/pembekuan darah. Dosis dari pemberian obat ini bisasanya akan bervariasi. Salah satu efek samping yang timbul karena konsumsi obat aspirin adalah tekstur darah yang menjadi terlalu encer.
  • Untuk obat jenis TPA, biasanya akan diberikan oleh dokter dengan cara menyuntikkannya di bagian lengan penderita. Jenis obat TPA biasanya akan diberikan kepada penderita stroke yang telah mengalami serangan selama sekitar 4 jam. Langkah tersebut diambil dengan alasan keamanan pasien. Sama halnya dengan aspirin, TPA juga berguna untuk mencegah terjadinya penggumpalan/pembekuan darah dan melancarkan aliran darah.
  • Jika stroke iskemik telah berada dalam tingkatan darurat, biasanya dokter akan mengambil tindakan langsung menuju ke otak. Dokter akan menyelipkan tabung panjang dan tipis atau berupa kateter ke pembuluh darah arteri di area pangkal paha hingga mencapai ke bagian otak.
  • Pemulihan stroke iskemik yang lain akan dilakukan dengan membuang bekuan mekanik. Kateter yang telah diselipkan di otak akan mengambil dan menghilangkan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah. Ketika gumpalan darah dihilangkan, aliran darah akan menjadi lebih lancar.
  • Langkah lain yang bisa dilakukan untuk penanganan stroke iskemik ialah dengan melakukan pembelahan pembuluh darah yang mengalami penimbunan plak. Beberapa metode yang diambil biasanya adalah Endarterektomi, stent dan angioplasti. Langkah endarterektomi biasanya dilakukan pada pembuluh darah karotid yang terletak di bagian otak hingga sisi leher. Metode seperti ini akan dilakukan untuk menghilangkan timbunan plak pada pembuluh darah. Selanjutnya dokter akan melakukan jahitan pada pembuluh darah yang telah dibedah. Sayangnya, metode ini dapat menimbulkan resiko pada penderita gangguan jantung atau gangguan medis lainnya.
  • Tindakan medis lainnya adalah stent dan angioplasti. Tindakan medis tersebut dilakukan dengan menyelipkan kateter dengan balon di bagian ujungnya. Penyelipan dilakukan di bagian pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Sayangnya, pemulihan stroke iskemik dengan metode ini relatif mahal dan adanya resiko kegagalan operasi.

Demikian beberapa informasi mengenai penyebab stroke iskemik dan pengobatan penyakit stroke iskemik. Dari berbagai penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa stroke iskemik terjadi karena pola hidup yang tidak sehat sehingga menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri. Untuk mencegah stroke iskemik, ada baiknya mulai sekarang Anda menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang seimbang dan rutin berolah raga.

baca juga artikel halo sehat lainnya