11 Tanda tanda Asam Urat – Tahap dan Metode Diagnosis

Gout adalah nama lain dari kondisi asam urat yang bisa menjadi pemicu timbulnya gejala nyeri di mana kita tak akan bisa menahannya. Rasa nyeri yang terjadi biasanya bisa terjadi di semua sendi seluruh tubuh akibat asam urat dan rupanya para prialah yang lebih cenderung berisiko besar terserang penyakit asam urat apabila membandingkannya dengan wanita, apalagi kalau sudah memasuki usia 30 tahun ke atas. Khusus untuk perempuan, penyakit biasanya akan mudah datang setelah masa menopause, tak hanya jenis-jenis penyakit jantung tapi juga asam urat.

Penting untuk mengetahui bahwa gejala dari penyakit asam urat bisa berkembang dengan cepat hanya dalam beberapa jam di mana rasa nyeri yang dirasakan bisa dialami sekitar 3-10 hari lamanya. Kalau kita mengira bahwa di sendilah pembengkakan akan terjadi, tapi sebenarnya tak hanya itu saja, tapi ada juga warna kemerahan yang bakal muncul menyertai nyeri sendi. Kondisi ini cukup berbahaya dan mengganggu karena para penderitanya tak akan mampu melakukan gerakan secara bebas.

Di negara kita, kebanyakan orang kerap menganggap bahwa penyakit asam urat sama dengan rematik yang padahal sebenarnya keduanya berbeda. Rematik sendiri adalah istilah umum yang orang gunakan untuk menjelaskan adanya rasa nyeri di bagian otot atau sendi di mana sendi atau otot tersebut mengalami peradangan. Sementara itu, penyakit gout atau asam urat ini masih termasuk di dalam pemicu nyeri di bagian sendi, itulah mengapa mengenali setiap tanda-tanda asam urat sangat penting untuk kita mampu membedakan dengan kondisi lainnya.

(Baca juga: gejala asam urat tinggi)

  1. Nyeri di Bagian Pergelangan Kaki

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sendi akan terasa nyeri dengan begitu mudah dan bagian kaki pun juga tak terelakkan. Bagian yang paling sering terasa nyeri adalah pergelangan kaki di mana ini adalah sebuah gejala awal yang menimbulkan rasa kurang nyaman bagi penderitanya karena otomatis mengganggu kegiatan. Kita bisa ingat-ingat lagi bagaimana para orang tua ada yang memiliki keluhan tentang sendinya yang terasa lemah untuk digerakkan.

Tak hanya sendi di pergelangan kaki terasa lemah, tapi ada juga rasa panas yang menyerang sehingga makin tak nyaman saja bila kaki harus digunakan beraktivitas seperti normalnya. Walau akan merasa terganggu selama pagi hingga sore hari, terkadang saat kita sudah tidur di malam hari, kita akan dapat terbangun karena nyeri di bagian pergelangan kaki kembali terasa secara tiba-tiba. Rasa sakit atau nyeri itu sendiri cukup bervariasi dan itulah yang kerap disebut rematik oleh para orang tua kita. Untuk mengetahui apakah benar kondisi ini adalah asam urat, kita perlu memeriksakan diri melalui tes darah supaya penanganan dini dapat diberikan.

(Baca juga: jenis rematik)

  1. Nyeri pada Jempol Kaki

Pergelangan kaki bukan satu-satunya bagian yang terserang rasa nyeri karena bagian jempol kaki pun berkemungkinan besar turut merasakan nyeri dan ketidaknyamanan. Khusus untuk rasa nyeri di bagian jempol ini, pada umumnya orang akan merasakannya ketika di malam hari di mana kita sedang enak-enaknya beristirahat. Rasa sakit yang dimaksudkan di sini adalah adanya perasaan tak nyaman yang ada di bagian jempol kaki.

Rasa nyeri yang sering terasa dalam waktu yang lama bakal membuat kondisi psikis seseorang ikut terganggu dan bermasalah. Seseorang dengan ketidaknyamanan pada anggota tubuhnya juga akan sulit untuk tidur kembali ketika rasa sakit itu menyerang. Pada waktu seperti ini, jempol kaki pun tak dapat digerakkan dan penderita akan merasakan kelemahan pada tubuhnya. Untuk benar-benar memastikan asam uratlah yang tengah diderita, ada baiknya memeriksakan kadar asam urat pada darah secepatnya setelah rasa nyeri ini muncul berkali-kali dan sudah terlalu sering dalam beberapa hari.

(Baca juga: nyeri sendi lutut)

  1. Sulit Tidur

Kesulitan tidur memang bisa saja disebut dengan istilah insomnia di mana ini dapat terjadi ketika orang terlalu banyak pikiran dan kekhawatiran akan suatu hal. Namun tidak bisa tidur enak pada malam hari juga dapat dikarenakan adanya rasa nyeri di bagian pergelangan atau jempol kaki sehingga membuatnya sulit digerakkan. Rasa sakit yang terus-menerus dan mengganggu tidur kita sebaiknya langsung dikonsultasikan ke dokter sebelum berlanjut ke gejala-gejala lainnya yang lebih parah sehingga makin sulit penanganannya.

(Baca juga: penyebab tidak bisa tidur)

  1. Gampang Marah

Sudah dikatakan sebelumnya bahwa akibat dari adanya rasa nyeri yang muncul dan hilang secara sering tentu akan memicu masalah lain yang berhubungan dengan psikis penderitanya. Mudah emosi atau marah dikarenakan rasa sakit yang tak tertahankan adalah hal yang lumrah. Ini karena intinya seseorang tersebut merasa marah karena sulit baginya untuk bergerak atau melakukan hal-hal lainnya.


Rasa stres akan mudah menghampiri ketika seseorang menjadi lebih terbatas saat hendak melakukan aktivitas yang biasa ia lakukan secara normal. Untuk mengetahui benar tidaknya seseorang mengalami masalah asam urat, memeriksakan diri dengan tes darah akan sangat menolong sehingga masalah emosi pun bisa teratasi lebih awal juga.

(Baca juga: cara menghilangkan stres)

  1. Rasa Terbakar pada Kaki

Waspadai kondisi kaki terasa seperti terbakar di mana rasanya bakal sangat panas yang disebabkan oleh kadar yang sudah terlalu tinggi pada asam urat di dalam darah kita. Perasaan panas seperti terbakar ini dapat terjadi dimulai dari bagian jempol kaki yang kemudian akan menjalar ke seluruh bagian kaki sehingga makin tak nyaman bagi kita menggerakan kaki seperti normalnya. Segera pergi ke dokter karena ini bukan tanda yang baik.

Dikarenakan rasa nyeri yang begitu hebat ditambah dengan rasa panas terbakar otomatis akan membuat penderitanya kekurangan kualitas tidur sehingga bisa berimbas pada kesehatan organ tubuh lainnya. Selain itu, tingkat performa kita selama bekerja juga akan menjadi menurun diakibatkan oleh rasa tak nyaman tersebut. Memeriksakan ke dokter secepatnya akan membantu supaya kadar asam urat normal lagi.

  1. Sendi Kaku

Sebagian orang yang memiliki gejala asam urat dengan kadar yang amat tinggi perlu mewaspadai akan keadaan sendi tubuh. Ada sejumlah gejala lanjutan yang perlu diperhatikan, seperti misalnya bagian sendi yang nyeri dan kemudian menjadi kaku tak bisa digerakkan. Ini dikarenakan adanya pengerasan pada jaringan sendi sehingga akhirnya sulit untuk menjadi lebih aktif dengan keadaan kaki atau tangan yang kaku. Apabila tidak segera datang ke dokter atau menerima bantuan medis, sendi bisa berlanjut menjadi lebih parah, seperti misalnya mulai sering kesemutan yang dilanjut dengan mati rasa dan memicu pada risiko kelumpuhan.

(Baca juga: penyebab encok)

  1. Pembengkakan pada Sendi

Di bagian sendi, pembengkakan pun dapat terjadi yang dipicu oleh adanya asam urat yang menumpuk pada bagian sendi kita. Penumpukan asam urat di sirkulasi darah kita bakal melaju sampai ke sendi-sendi kita sehingga malah menjadi pemicu bengkak yang menyertai rasa nyeri. Setelah asam urat sudah agak lama dan sering terjadi pada kita, gejala sendi bengkak akan kemudian timbul menyusul.

Gejala pembengkakan pada sendi mungkin sebenarnya kerap dianggap sebagai adanya masalah pada organ jantung. Seperti yang kita tahu, pembengkakan di mana terjadi penumpukan cairan juga menjadi gejala penyakit jantung koroner dan juga gejala serangan jantung sehingga bakal sulit memastikannya. Bahkan seseorang yang usianya telah lanjut dan memiliki kadar gula darah tinggi pun dapat mengalami gejala pembengkakan sendi.

  1. Sendi Berwarna Merah

Warna kemerahan dapat terjadi di bagian sendi kita selain adanya rasa nyeri tak berkesudahan yang amat mengganggu setiap pergerakan tubuh kita. Sendi akan kemerahan yang menyertai rasa terbakarnya bagian yang sakit tersebut dan ini bukan lagi dianggap sebagai gejala awal, melainkan sudah terbilang gejala yang lebih kompleks. Kadar asam urat diperkirakan sudah sangat tinggi sehingga muncul kemerahan dan rasa seperti terbakar.

Kemerahan yang terjadi ini akan mengikuti dari gejala lainnya, seperti pembengkakan pada sendi, kekakuan pada sendi, dan juga rasa terbakarnya sendi tersebut sehingga ini bukan lagi gejala yang bisa disepelekan. Sepertinya banyak orang dengan asam urat tak begitu memerhatikan gejala seperti ini, itulah alasan mengapa terkadang penanganan yang didapat pun telah terlambat dan sudah menjadi serius. Ketika rasa panas dirasakan terus-menerus dan sudah terlalu sering, maka warna kemerahan akan muncul; jadi, jika rasa panas tidaklah terlalu terasa gejala sendi kemerahan belum akan begitu terlihat.

(Baca juga: penyebab kaki terasa panas dan kesemutan)

  1. Sisik dan Gatal pada Sendi

Kemunculan sisik dan rasa gatal di bagian sendi yang nyeri dapat terjadi, terutama apabila penderita telah merasakan sensasi terbakar atau panas pada sendi tersebut. Panas dan nyeri sendi bakal lebih jauh lagi dan makin mengganggu aktivitas kita ketika muncul sisik di jaringan kulit atau permukaan kulit kita. Sisik tersebut akan menimbulkan efek warna kemerahan yang juga diikuti rasa gatal tak biasa.

Gejala seperti ini memang masih terbilang gejala awal tapi bila kita tak memerhatikannya atau bahkan tahu tapi mengabaikannya, ini bisa berujung buruk bagi kesehatan dan fungsi tubuh kita. Saat terjadi pengerasan pada kulit sendi kita, inilah saat yang tepat bagi kita untuk mengendalikan kadar asam urat yang sudah terlalu tinggi. Gejala berisiko memburuk dan bahkan terjadi penyebaran ke sendi-sendi lain, khususnya sendi yang ada di sekelilingnya.

(Baca juga: gejala dermatitis)

  1. Pergerakan Sendi Terbatas

Ini bukan kabar baik karena pergerakan sendi yang terbatas bisa terjadi pada para penderita asam urat yang masih ada hubungannya juga dengan adanya penumpukan kristal asam urat. Inilah yang lalu memicu pergerakan sendi lama-lama menjadi tak sebebas dulu sebelum asam urat tinggi. Pada umumnya, pergerakan yang menjadi terbatas lebih sering dialami di bagian kaki karena jempol dan pergelangan kaki adalah bagian yang diserang rasa nyeri. Saat sudah masuk ke level berikutnya alias lebih parah , penyebaran bakal terjadi secepatnya ke sendi lainnya yang membuat kita tak hanya tak bisa tidur, tapi juga tak dapat beraktivitas maksimal.

(Baca juga: kopi bagi penderita asam urat)

  1. Sendi Tidak Nyaman

Kalau nyeri dan ketidaknyamanan pada sendi yang disebutkan sebelumnya bisa dirasakan pada malam hari, sebetulnya pada siang hari pun sendi bisa menjadi tak nyaman. Dalam sekali serangan, perasaan ketidaknyamanan pada bagian kaki ini bisa terasa sampai tiga hari lebih. Namun setelah masa itu lewat, sendi bakal kembali normal tanpa rasa nyeri dan seperti tak pernah sakit. Hati-hati karena hal ini kemudian bisa kambuh, jadi lebih baik periksakan ke dokter secepatnya.

(Baca juga: madu untuk penderita asam urat)

Tahapan Tanda-tanda Asam urat

Setelah kita mengetahui satu per satu gejala atau tanda dari adanya asam urat yang kita derita, kita pun penting untuk mengetahui adanya 3 tahapan tanda asam urat, seperti ulasan berikut ini:

  • Tahap Pertama

Pada tahap yang pertama, kondisi ini disebut juga dengan tahap arthritis gout akut, namun boleh juga menyebutnya dengan radang asam urat akut. Ada serangan arthritis yang dialami oleh penderita dan serangan ini tidaklah terus-terusan muncul karena sekalinya muncul bakal bertahan selama 3 hari yang kemudian bisa hilang tanpa diobati dalam jangka waktu 5-7 hari. Karena bisa menghilang sendiri inilah yang menjadikan kita kerap mengira tanda tersebut adalah bagian dari kaki yang keseleo, bukan karena adanya asam urat.

Tak perlu diri kita sendiri, dokter juga terkadang tak sampai menduga penderita memang terkena penyakit asam urat di tahap awal. Terlalu singkatnya serangan pertama yang kemudian disusul dengan pemulihan tanpa obat di mana kondisi bisa kembali seperti semula tampak seperti tidak pernah sakitlah yang membuat keadaan ini sulit diduga. Tapi tak hanya sampai di situ, tahap pertama belumlah selesai karena setelah itu penderita bakal masuk ke gout interkritikal.

Keadaan inilah yang membuat penderita dalam kondisi sehat seperti tidak terjadi apa-apa dalam waktu tertentu di mana antara satu penderita dengan penderita lainnya memiliki jangka waktu yang berbeda-beda. Ada yang bisa sampai 10 tahun, tapi ada yang begitu singkat selama 1 tahun saja. Pada jangka waktu ini karena terlalu panjang bisa saja malah membuat penderita melupakan akan serangan arthritis yang pernah terjadi, dan biasanya kita pun tak akan mengira bahwa gejala itu merupakan tanda asam urat sungguhan.

(Baca juga: cara mengatasi keseleo pergelangan kaki)

  • Tahap Kedua

Tanda yang berada di tahap kedua lebih dikenal sebagai tahap arthritis gout akut intermiten di mana sesudah melalui masa 1-2 tahun akan gout interkritikal tadi, tanda berikutnya adalah kambuhnya serangan. Munculnya serangan satu dengan berikutnya semakin lama bakal semakin sering, lama dan rapat serta panjang. Bahkan ada lebih banyak sendi yang bakal terkena serangan.

Memasuki tahap kedua inilah banyak penderita yang kemudian sadar bahwa ia telah terjangkit asam urat. Memang pada tahap kedua ini belumlah terlambat untuk mengatasi dan mengobati penyakit asam urat dari tanda-tanda yang muncul, tapi perlu diketahui juga bahwa tingkat penanganan di tahap kedua bakal lebih sulit. Jika membandingkan dengan tahap pertama, proses penanganan tahap kedua memang relatif lebih kompleks karena gejala dianggap sudah cukup serius.

(Baca juga: makanan penyebab rematik)

  • Tahap Ketiga

Masih ada tahap ketiga dari tanda-tanda asam urat dan pada tahap terakhir ini, istilah yang diberikan adalah tahap arthritis gout kronik bertofus. Tahap ketiga sebenarnya lebih cenderung ke para penderita yang sudah mengalami sakit ini selama kurang lebih 10 tahun. Tak lagi sendi yang terasa nyeri, tapi mulai ada benjolan-benjolan pada sendi di mana akan terjadi peradangan yang terlalu sering dan kita dapat menyebutnya dengan istilah tofus.

Bagi yang belum tahu dan familiar dengan istilah tofus, tofus ini adalah benjolan keras di mana di dalamnya ada serbuk seperti kapur yang adalah deposit dari kristal monosodium urat. Bila sendi mengalami kerusakan berikut juga tulang yang ada di sekitarnya, keadaan ini diakibatkan oleh tofus. Penderita yang tidak lagi bisa mengenakan sepatu, itu tandanya ia tengah berada pada tahap ketika dan kakinya telah berubah menjadi lebih besar dengan tofus yang banyak di organ tersebut.

(Baca juga: bahaya rematik)

Metode Diagnosis Asam Urat

Gejala-gejala tersebut bila ditilik dan dirasakan satu per satu mungkin masih belum terasa meyakinkan bahwa kita tengah mengalami penyakit asam urat. Maka dari itu, penting untuk segera mendapatkan penanganan medis sehingga kondisi tidak memburuk dan kekambuhan gejala tidaklah terjadi. Memastikan kondisi asam urat tidaklah sulit, karena kita hanya perlu ke dokter dan menjalankan tes-tes khusus supaya kadar asam urat dapat diukur.

Dengan tes-tes khusus yang disebutkan sebelumnya, beberapa hal akan ditanyakan oleh dokter kita, yaitu sebagai berikut:

  • Riwayat kesehatan dari anggota-anggota keluarga kita.
  • Lokasi nyeri sendi yang terjadi.
  • Berapa lama perkembangan gejala yang dirasakan dan seberapa sering kita merasakan gejala tersebut.
  • Minuman dengan kadar gula fruktosa tinggi atau minuman beralkohol tinggi yang kiranya kita kerap konsumsi.
  • Makanan berkandungan kadar tinggi akan purin yang kemungkinan kita kerap konsumsi. (Baca juga: makanan yang mengandung zat purin tinggi)
  • Apakah kita mengidap penyakit di mana penyakit asam urat sebagai komplikasinya.
  • Obat-obatan yang sekiranya memicu asam urat yang kiranya kita tengah konsumsi.

Dari serangkaian pertanyaan berikut, kita perlu menjawabnya dan jawaban kita akan dokter gunakan demi hasil tes yang kita tempuh.

(Baca juga: makanan untuk menurunkan asam urat)

Tes cairan sendi. Tes ini merupakan salah satu jenis tes yang mampu menolong dokter agar keberadaan kristal asam urat bisa terdeteksi. Pada tes jenis ini, sampel cairan sinovial yang ada pada sendi perlu diambil oleh dokter dan kalau memang ada penyakit asam urat yang diderita oleh pasien, pada umumnya, akan tampak kristal-kristal natrium urat di sampel cairan sinovialnya.

Pemeriksaan dengan cara ini pun akan menolong dokter untuk memberikan jaminan kepada kita bahwa gejala yang kita rasakan tak dipicu oleh adanya penyakit lain, seperti misalnya kondisi yang dinamakan septic arthritis dengan gejala rasa nyeri, demam, dan pembengkakan. Tes ini akan sangat membantu sebelum kita bisa beralih pada tes yang kedua.

USG atau pemindaian ultrasound. Tes jenis ini sebenarnya sedang banyak digunakan sebab memang termasuk simpel serta dijamin keamanannya untuk melakukan pendeteksian adanya kristal natrium urat pada sendi yang terkena peradangan atau mencari kristal asam urat pada lapisan kulit dalam milik kita.

Tes darah. Tes darah perlu dilakukan oleh dokter untuk melakukan pengukuran kadar asam urat pada darah kita dan biasanya tes ini ditempuh sekitar 2-4 minggu setelah gejala menyerang kita. Dokter menyarankan kita untuk menunggu selama itu karena memang ada kalanya masa penurunan kadar asam urat terjadi saat berlangsungnya serangan. Jadi, lebih baik tetap melakukannya sesuai dengan apa kata dokter.

Pemeriksaan X-ray. Metode satu ini dokter akan gunakan dengan tujuan pengesampingan dan ini disebabkan walau memang keberadaan kristal asam urat tak begitu mampu terdeteksi lewat tes ini, ada kondisi lain yang rupanya bisa dideteksi dengan gejala yang mirip dengan asam urat. Contoh kondisi adalah chonrocalcinosis atau radang sendi yang diakibatkan terbentuknya kristal kalsium. Jika tak dijumpai kondisi lainnya dalam kaitannya dengan kerusakan sendi, asumsi dokter selanjutnya pasti menyatakan bahwa pasien memang sedang menderita asam urat dan ini menjadi lebih positif setelah melalui proses X-ray.

(Baca juga: sayur yang dilarang untuk asam urat)

Setelah mengetahui segala tanda-tanda asam urat berikut juga tahapannya, disarankan untuk secepat mungkin menempuh metode diagnosis yang sudah disebutkan. Memeriksakan gejala di tahap awal mampu menyelamatkan kita dari asam urat yang lebih parah. Bila ingin mencegahnya, coba untuk mengonsumsi vitamin C setiap harinya 500 mg serta menaikkan performa ginjal dalam proses pembuangan asam urat dari tubuh kita.

Namun sebelum konsumsi vitamin C, memang lebih baik ada konsultasi yang dilakukan dengan dokter mengenai hal ini agar jelas dan tak salah. Dikhawatirkan kemungkinan kita memiliki gangguan kesehatan lainnya yang bisa menjadi parah bila mengonsumsi vitamin C. Harap selalu mengikuti apa kata dokter, berikut juga pantangan asam urat supaya cepat pulih.

, , ,
Oleh :
Kategori : Asam Urat