Home Penyakit dan KelainanRematik 5 Jenis Rematik dan Gejalanya

5 Jenis Rematik dan Gejalanya

by Gin Aini

Rematik merupakan jenis penyakit persendian yang sering diderita oleh orang dengan usia lanjut. Penyakit ini biasanya menyebabkan rasa nyeri karena otot atau persendian mengalami radang dan pembengkakan. Hingga saat ini banyak orang yang memberikan banyak spekulasi mengenai penyebab rematik dan bahaya rematik. Namun kebanyakan peneliti menyebutkan bahwa rematik disebabkan oleh pola makan dan juga pola hidup yang tidak sehat. Beberapa peneliti juga menghubungkan munculnya penyakit rematik dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Di Indonesia, penyakit rematik hampir diderita oleh setiap orang dengan usia lanjut. Mereka biasanya mengeluh rasa sakit yang luar biasa pada persendian mereka. Pada beberapa kasus, rasa sakit pada bagian persendian tersebut disertai dengan pembengkakan. Penyakit rematik ternyata dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Bahkan dalam bidang kedokteran, ada lebih dari 100 jenis rematik. Namun, dalam tulisan kali ini akan dipaparkan beberapa jenis rematik yang paling sering dialami oleh orang Indonesia, antara lain:

1. Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis merupakan jenis penyakit rematik yang paling umum diderita oleh kebanyakan orang. Bahkan banyak yang sering menyatakan penyakit rematik dengan rheumatoid arthritis. Rheumatoid arthritis terjadi karena sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan-jaringan pada persendian. Sendi-sendi yang diserang oleh sistem kekebalan tubuh akan mengalami radang dan menimbulkan rasa sakit.

GEJALA

  • Pembengkakan pada area persendian karena adanya penumpukan cairan pada persendian.
  • Sendi terasa kaku, terutama ketika bangun tidur pada pagi hari dan juga saat lama tidak digerakkan.
  • Kulit di persendian berwarna merah dan terasa panas.
  • Rasa sakit pada persendian karena adanya peradangan yang aktif.

Pada kasus yang sudah parah, rheumatoid arthritis dapat menyebabkan kerusakan dan juga perubahan bentuk permanen pada area persendian. Jika hal tersebut terjadi, pergerakan sendi akan mengalami gangguan bahkan tidak dapat berfungsi sama sekali. Selain rasa sakit pada area persendian, rheumatoid arthritis juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti tubuh cepat lelah, demam, penurunan nafsu makan, dan juga nyeri otot. Ternyata, rheumatoid arthritis tidak hanya berkembang pada area sendi saja. Rheumatoid arthritis juga dapat menyerang area mata, kulit, ginjal, dan juga jantung sehingga menimbulkan gangguan pada kesehatan mata, kesehatan kulit, kesehatan ginjal, dan kesehatan jantung.

DIAGNOSIS

Dokter biasanya akan memberikan diagnosis rheumatoid arthritis melalui gejala dan juga perubahan fisik pada area persendian yang diderita oleh pasien. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan medis, seperti:

  • Pemeriksaan sinar X untuk mengetahui kondisi persendian dan juga tulang yang ada di sekitarnya.
  • Tes darah dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh dan juga untuk memeriksa keberadaan faktor rheumatoid yang dimiliki oleh penderita rheumatoid arthritis.
  • Pemeriksaan ultrasound untuk melihat kondisi persendian.
  • Pemeriksaan menggunakan MRI scan untuk mengetahui kondisi persendian secara lebih detail.

2. Osteoartritis

Osteoartritis merupakan jenis penyakit rematik (persendian) yang akan menyebabkan rasa sakit dan juga membatasi gerakan persendian dan lambat laun dapat menyebabkan kerusakan tulang rawan. Biasanya, daerah persendian di leher, jari, kaki, pinggang, lutut, dan juga pinggul merupakan lokasi yang sering terkena radang osteoartritis. Rematik jenis ini biasanya akan muncul seiring pertambahan usia.

GEJALA

  • Rasa sakit pada area persendian terutama saat digunakan untuk berjalan. [baca juga: nyeri sendi lutut]
  • Persendian terasa kaku, tidak stabil, dan juga membengkak.
  • Persendian yang mengalami osteoartritis akan terasa sakit ketika disentuh.

Orteoartritis dapat menyebabkan semakin melemahnya otot dan membuat pergerakan untuk membungkuk semakin sulit. Bahkan aktivitas harian seperti mengenakan pakaian, duduk, dan juga menggunakan tangan untuk menggenggam juga akan terganggu.

DIAGNOSIS

Untuk mendiagnosis penderita osteoartritis biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang dilanjutkan dengan beberapa jenis tes, di antaranya:

  • Tes darah untuk mengetahui keberadaan penyebab lain yang menimbulkan osteoartritis.
  • Sinar X untuk mengecek kondisi taji tulang yang ada di area persendian.
  • Menganalisis cairan persendian untuk mengetahui apakah rasa sakit pada persendian disebabkan oleh infeksi atau karena adanya kristal asam urat
  • MRI untuk mengetahui kondisi jaringan lunak, tulang, dan juga tulang rawan secara lebih rinci.

3. Sindrom Sjogren

Jenis penyakit rematik selanjutnya adalah sindrom sjogren. Sindrom sjogren adalah penyakit radang persendian yang terjadi karena sistem kekebalan di dalam tubuh keliru menyerang jaringan yang sehat. Penyebab utama dari sindrom sjogren ini belum diketahui secara pasti. Namun, penyakit ini kebanyakan diderita oleh wanita.

GEJALA

Sindrom sjogren ini juga akan menyerang organ bagian dalam dan membuat area persendian terasa nyeri.

DIAGNOSIS

  • Melakukan tes darah untuk mengetahui pengaruh penyakit terhadap kekebalan tubuh. Hal tersebut dilakukan dengan memeriksa keberadaan antibodi anti-La dan anti-Ro. [baca juga: cara meningkatkan antibodi]
  • Melakukan tes schirmer dan juga tear break up untuk mengetahui jumlah air mata yang diproduksi oleh kelenjar air mata.
  • Melakukan tes produksi rata-rata air liur untuk memastikan jumlah air liur yang diproduksi berada di bawah batas normal atau tidak.
  • Melakukan pemeriksaan sampel kecil dari bibir (biopsi). Biopsi tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah ada sejenis sel darah putih (limfosit) di dalam jaringan atau tidak. Jika ada maka bisa jadi kondisi tersebut menandakan adanya sindrom sjogren. [baca juga: penyebab kelebihan sel darah putihpenyebab tingginya sel darah putih]

4. Ankylosing Spondylitis

Jenis penyakit rematik selanjutnya adalah ankylosing spondylitis. Jenis penyakit rematik tersebut merupakan penyakit peradangan yang kronis yang menjangkiti area tulang belakang dan juga bagian tubuh lainnya. Penderita ankylosing spondylitis biasanya adalah orang-orang yang berada di usia remaja hingga usia 30-an tahun.

GEJALA

  • Punggung akan terasa sakit ketika berdiri dan juga ketika beristirahat.
  • Rasa sakit biasanya akan muncul dari bagian bawah tulang belakang hingga ke bagian atas tulang belakang.
  • Ketika selesai melakukan aktivitas biasanya rasa nyeri atau sakit akan berkurang.
  • Rasa sakit pada pantat dan punggung bagian bawah akan muncul secara perlahan.
  • Bagian tubuh yang berada di antara leher dan tulang belikat sering terasa nyeri.
  • Beberapa bagian tubuh yang sering mengalami penyakit rematik jenis ini adalah persendian pada bahu, ruas tulang belakang, ruas rawan antara tulang rusuk dan tulang dada, persendian antara tulang panggul dan pangkal tulang belakang, dan juga ligamen dan tendon pada area persendian tulang belakang dan di belakang tumit.
  • Seseorang yang mengalami penyakit rematik jenis ini biasanya akan kesulitan untuk membungkuk dan merasa punggungnya terasa kaku.

DIAGNOSIS

Beberapa jenis pemeriksaan seperti pemeriksaan fisik, seperti:

dapat dilakukan untuk memastikan kondisi penyakit rematik ini.

5. Rematik Gout

Rematik gout merupakan radang persendian yang juga sering disebut dengan asam urat. Kebanyakan orang yang berusia lanjut atau pada usia di atas 45 tahun sering mengalami kondisi ini. Rematik asam urat terjadi karena jumlah asam urat pada persendian terlalu banyak. Asam urat sendiri merupakan limbah dari pemecahan zat purin yang berada di dalam sel-sel tubuh.

baca juga: penyebab asam uratciri-ciri asam uratcara mengatasi asam uratpantangan asam uratbahaya asam urat tinggi bagi tubuhobat asam urat

PENYEBAB

Seseorang dalam kondisi tertentu sangat rentan untuk mengalami rematik asam urat, antara lain:

  • Seseorang dengan berat badan berlebih (obesitas).
  • Usia lanjut.
  • Kebiasaan mengonsumsi makanan yang tinggi akan kandungan purin seperti otak, hati, ginjal, kaldu, ikan makarel, ikan sarden, dan juga kerang-kerangan.
  • Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Memiliki riwayat hipertensi dan atau diabetes.
  • Memiliki masalah pada fungsi ginjal sehingga mengganggu proses pembuangan asam urat.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat yang sama (keturunan/genetik).

GEJALA

  • Terjadi pembengkakan di area persendian yang mengalami radang.
  • Kulit yang berada di atas sendi terlihat memerah dan mengkilap.
  • Rasa sakit luar biasa pada sendi yang mengalami radang ketika disentuh, bahkan jika hanya disentuh dengan selimut.
  • Ketika radang sendi mereda, kulit pada area persendian akan terlihat mengelupas dan terasa gatal.

Beberapa area persendian yang sangat rentan terkena rematik asam urat biasanya pada area pergelangan kaki, kaki bagian tengah, lutut, pergelangan tangan, jari tangan, dan juga siku.

Demikian beberapa jenis dan juga gejala penyakit rematik. Ternyata, penyakit rematik tidak hanya berpotensi diderita oleh orang-orang yang berusia lanjut saja. Beberapa jenis rematik ternyata dapat menyerang seseorang yang berusia muda. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu memperhatikan setiap aktivitas yang dilakukan setiap hari. Jika mengalami gangguan maupun gejala seperti yang telah dijelaskan di atas, maka sebaiknya segera memeriksakan diri secara medis.

Makanan untuk Penderita Rematik

Bagi seseorang yang positif menderita penyakit rematik maka ada baiknya untuk memperhatikan pola asupan makanan harian. Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari, namun ada juga beberapa jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi.

1. Makanan yang Harus Dihindari

Untuk menghindari rasa nyeri pada persendian semakin parah, hindari beberapa jenis makanan yang dapat memicu inflamasi dan juga dapat memicu peningkatan kadar purin pada persendian. Sebagaimana telah diketahui bersama, salah satu penyebab rematik juga dapat dipicu oleh jumlah purin pada persendian yang terlalu tinggi dan menyebabkan pengapuran. Adapun beberapa jenis makanan penyebab rematik adalah:

  • Daging merah: daging sapi, daging kambing, dan juga daging bebek. [baca juga:
  • Jeroan: hati, ampela, otak, ginjal, dan juga jantung.
  • Ikan laut: ikan sarden, tuna, dan juga makarel.
  • Makanan laut: kepiting dan udang. [baca juga: bahaya makanan laut]
  • Minuman ringan yang memiliki kadar fruktosa dalam jumlah tinggi.
  • Makanan yang memiliki kandungan ragi seperti roti.
  • Minuman beralkohol, terutama bir.
  • Sayur tinggi purin. Beberapa jenis sayuran dengan kadar purin tinggi seperti bayam, jamur, bunga kol, kacang polong, kacang panjang, dan juga kacang merah. [baca juga: sayur yang dilarang untuk asam urat]

2. Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi

Makanan yang baik untuk dikonsumsi bagi penderita rematik adalah jenis makanan yang rendah kandungan purin dan juga mampu menurunkan tingkat inflamasi sehingga mampu meredakan rasa nyeri pada persendian. Adapun beberapa jenis makanan yang baik bagi penderita rematik adalah:

  • Buah: jeruk, melon, dan juga apel.
  • Sayur: sayuran hijau (kecuali bayam), wortel, dan juga tomat.
  • Air putih. Minumlah air putih setidaknya 2 liter atau 8 gelas per harinya agar purin yang ada di area persendian lebih mudah meluruh.
  • Makanan dengan sumber karbohidrat kompleks: kentang, beras merah, dan juga oatmeal.
  • Produk olahan biji-bijian. Makanan yang mengandung atau terbuat dari biji-bijian utuh.
  • Susu dan yogurt dengan kandungan lemak yang rendah atau pilih yang tidak memiliki kandungan lemak.

Selain mematuhi saran asupan makanan di atas, penderita rematik sebaiknya juga rutin melakukan olahraga ringan yang sifatnya tidak mengganggu persendian. Untuk menentukan jenis olahraga yang cocok sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

You may also like