Kadar Asam Urat Normal – Cara Pengecekan dan Tips Sehatnya

Asam urat merupakan sebuah penyakit yang disebabkan menumpuknya kristal yang ada pada bagian sendi, diantaranya adalah sendi kaki, tangan, tumit, jari jemari, dan sebagainya. Dampak dari penyakit ini jika sudah menyerang tubuh kita adalah pembengkakan yang terjadi di bagian persendian disertai dengan radang. Tentunya asam urat tidak datang tiba-tiba, penyakit ini datang saat berlebihan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat purin tinggi. Disamping kelebihan purin (protein tinggi) bisa menyebabkan asam urat, juga ada penyakit lain yang akan mengintai. Salah satunya adalah gagal ginjal. Ya, hal ini diakibatkan karena ginjal yang tak dapat lagi menyaring asam urat yang berlebih kadarnya.

Sebagian besar orang berpendapat atau mengatakan asam urat sebagai penyakit, akan tetapi nyatanya asam urat senyawa alami yang dihasilkan tubuh. Sejauh kadar asam urat masih normal, maka tidak jadi masalah. Akan tetapi beda kasus jika kadar asam urat dalam tubuh tinggi. Hal ini berakibat pada terjadinya gangguan berupa gagal ginjal atau rematik asam urat yang lebih dikenal dengan sebutan gout. Asam urat ini dibetuknya dari zat purin yang diuraikan kemudian disaring oleh ginjal. Sisanya dibuang melalui air seni. Kalau kadarnya berlebih maka ginjal tak dapat membuang asam urat tersebut, dampaknya akan terjadi peradangan sendi.

Baca juga : Gejala Asam Urat Tinggi

Cara Cek Kadar Asam Urat

Berikut adalah cara untuk mengetahui kadar asam urat dalam tubuh.

  1. Cek Kadar Asam Urat dalam Darah

Pengujian asam urat ini untuk melihat kemungkinan terkena sakit asam urat atau tidak, setelah melakukan tes, biasanya hasilnya akan diketahui setelah 2 hari. Bahkan ada yang satu hari sudah keluar. Acuan yang dipakai oleh laboratorium satu dengan yang lainnya terkadang ada perbedaan, akan tetapi kita tak perlu cemas karena laboratorium akan membubuhkan sumber atau acuan yang dipakainya. Berikut adalah contoh acuan tersebut :

  • Pria : 3,4-7 mg/dl (milligram/desiliter)
  • Wanita : 2,4-6 mg/dl (milligram/desiliter)
  • Anak : 2,0-5,5 mg/dl (milligram/desiliter)

Kalau kadar asam urat normal tetapi ada keluhan (gout/radang sendi karena asam urat tinggi) maka Anda perlu ditangani dan itu artinya juga asam urat sudah perlu diobati dan sudah jadi kristal. Sementara jika kadar asam urat dalam darah tinggi akan tetapi tak ada keluhan (gout) mungkin belum perlu penanganan dan pengobatan. Keluhan peradangan karena asam urat tinggi banyak dirasakan oleh lansia atau pria. Berikut adalah gejala rematik akibat asam urat yang membutuhkan penanganan tenaga medis :

  1. Cek Kadar Asam Urat dalam Urin

Tes urin juga bisa mengetahui tentang seseorang terkena asam urat atau tidak. Fungsi tes urin adalah untuk mengetahui apakah ada asam urat yang menumpuk dalam darah. Ketika tes urin dilakukan maka kadar asam urat didalam air seni akan turun. Hal ini disebabkan ginjal tak dapat membuang asam urat yang menumpuk di darah lewat urin dengan normal. Asam urat dalam urin yang tinggi juga berperan dalam pembentukan batu ginjal. Karena itu tes urin pun memiliki fungsi mengetahui adanya batu ginjal yang terbentuk karena asam urat atau tidak. Cara mengecek kadar asam urat yang ada di urin ini adalah dengan mencatat pertama kali Anda kencing di pagi hari sebagai penanda waktu awal pengumpulan urin selama 24 jam. Urin yang keluar saat buang air kecil pertama kali di pagi hari tak perlu untuk disimpan. Akan tetapi simpanlah urin kedua dan selanjutnya selama 24 jam. Selanjutnya Anda bisa membawanya ke laboratorium untuk pemeriksaan. Setelah dikumpulkan selama 24 jam, kadar asam urat di air seni yang normal berkisar antara 250-750 mg.


Faktor Penyebab Asam Urat

  • Gaya Hidup yang Kurang Sehat

Seseorang yang mempunyai gaya hidup buruk, kadar asam uratnya pun cenderung tinggi. Beberapa contoh gaya hidup tak sehat, diantaranya adalah banyak konsumsi makanan yang memiliki kandungan purin tinggi (seperti yang sudah dibahas sebelumnya), miras/minuman beralkohol.

  • Mengkonsumsi Obat-obatan Tertentu

Salah satunya adalah minum obat diuretik, aspirin, harus dikonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu karena obat-obatan tersebut bisa memicu kenaikan kadar asam urat.

  • Keadaan Medis Seseorang

Seperti terkena diabetes atau darah tinggi, hiperkolesterolemia, ketiga kasus tersebut sering dihubungkan dengan kenaikan kadar asam urat (asam urat yang cenderung tinggi).

  • Faktor Genetik

Seseorang yang dalam riwayat keluarganya memiliki sejarah penyakit asam urat, tentu memiliki resiko yang lebih besar terkena asam urat.

Baca juga : Kelainan Genetika – Jenis dan Penyakit

  • Jenis Kelamin dan Usia

Kebanyakan pria punya resiko yang lebih besar dibandingkan wanita dalam mengalami peradangan karena sakit asam urat, akan tetapi pada kondisi tertentu wanita pun memiliki resiko yang sama besar dengan pria. Kondisi tersebut adalah ketika wanita memasuki masa menopause.

Makanan yang Dilarang bagi Penderita Asam Urat

  • Jeroan (usus, hati, paru, otak, limpa, dan sebagainya)
  • Makanan laut (cumi-cumi, udang, sotong, tiram, ikan sarden, ikan teri, dan sebagainya)
  • Kalkun, angsa, bebek
  • Makanan sungai seperti ikan lele, kepiting, udang, dan belut
  • Es krim, krim, kuah daging maupun kaldu
  • Ekstrak daging (dendeng, abon)
  • Kelelawar, burung
  • Kacang-kacangan
  • Sayuran (asparagus, daun singkong, buncis, kembang kol, jamur kuping, bayam, kangkung, dan sebagainya)
  • Buah (durian, air kelapa, nanas)
  • Makanan yang mendandung protein super tinggi dan makanan berlemak
  • Makanan yang pemasakannya menggunakan margarine
  • Makanan bersantan
  • Gorengan ( baca : Bahaya Mengkonsumsi Gorengan Bagi Kesehatan )
  • Makanan kaleng (sarden, kornet, dll)
  • Daging sapi, kambing, kerbau, kuda, anjing, babi, dsb.

Menu yang Dapat Menurunkan Kadar Asam Urat

Berikut adalah makanan dan minuman untuk menurunkan asam urat tinggi dalam tubuh :


1. Air Putih

Ini bermanfaat untuk mengeluarkan asam urat juga racun dari dalam tubuh melalui air seni. Yang diperlukan untuk menurunkan kadar asam urat adalah meminum air putih sebanyak 10 sampai dengan 12 gelas dalam satu hari.

Baca juga : Diet Air Putih


2. Apel

Buah segar yang satu ini mengandung asam malat yang bermanfaat untuk membuat kadar asam urat netral kembali. Dalam sehari Anda perlu mengkonsumsi minimal 1 buah apel dalam 1 hari.


3. Kacang Panjang Perancis

Makanan yang satu ini pun bermanfaat untuk menurunkan kadar asam urat. Cara konsumsinya yaitu dengan dibuat menjadi jus kacang panjang perancis dan diminum secara rutin sehari dua kali.


4. Ceri

Buah mungil yang satu ini memiliki kandungan zat yang mampu mencegah inflamasi atau peradangan bernama zat antosianin. Antosianin bisa mengurangi kadar asam urat dalam tubuh dan membantu mengatasi dan mencegah asam urat mengkristal pada persendian. Untuk hasil maksimal diperlukan konsumsi buah ceri ini sebanyak 200 gram sehari.


5. Jeruk Nipis

Jeruk nipis mengandung zat asam sitrat dan zat yang satu ini merupakan pelarut asam urat alami. Untuk mendapat hasil maksimal, minum air perasan jeruk nipis sehari dua kali. Ini sekaligus untuk menjaga kesehatan.

Baca juga : Bahaya Jeruk Nipis Bagi Penderita Maag dan Kesehatan


6. Ekstrak Biji Seledri

Pengobatan yang satu ini termasuk dalam pengobatan tradisional rumahan yang sudah terkenal untuk mengatasi sakit asam urat/penurun kadar asam urat.


7. Buah Berry

Buah berry, temasuk blueberry, stroberi, acai berry bersifat anti inflamasi atau anti radang sehingga baik untuk penderita asam urat.

Baca juga : Buah-Buahan Untuk Mengecilkan Perut Buncit dengan Cepat


8. Jus Sayur mayur

Dalam hal ini sayuan yang efektif dan tepat diberikan pada penderita asam urat adalah jus sayur campuran dari wortel, timun, dan bit.

Baca juga : Sayur yang Dilarang untuk Asam Urat


9. Cuka Apel

Selanjutnya adalah cuka apel. Ya, Anda dapat menambahkan cuka apel sebanyak 3 sendok teh ke dalam 8 ons air dan dikonsumsi secara teratur, sehari sebanyak 2-3 kali.


10. Kacang Pinto

Kacang pinto adalah makanan yang mengandung asam folat super tinggi sehingga bagus untuk menurunkan kadar asam urat dengan cara yang alami. Selain itu biji bunga matahari pun bisa Anda masukkan dalam menu makanan sehat Anda.


11. Sayur mayur dan Buah-buahan yang Kaya Kandungan Vitamin C

Jeruk, termasuk jeruk nipis dan lemon, jambu, tomat, kiwi, sayuran yang memiliki daun hijau, selain itu makanan lain yang banyak kandungan vitamin C serta suplemen makanan yang mengandung vitamin C paling tinggi sangat bermanfaat bagi penderita asam urat untuk membantu mengeluarkannya dari tubuh lewat air seni.


12. Susu Rendah Lemak

Susu rendah lemak juga dapat menjadi alternatif yang baik untuk asam urat tinggi.

Baca juga : Khasiat Susu Sapi Murni Bagi Kesehatan


13. Pisang

Buah yang kebanyakan memiliki warna kulit kuning dengan daging yang lembut ini sangat familiar di kalangan masyarakat. Ternyata selain rasa yang lezat, buah pisang juga baik dikonsumsi oleh penderita asam urat tinggi. Diperlukan konsumsi 8 sampai dengan 9 pisang dalam 1 hari dan hal ini bisa dilakukan dalam kurun waktu 3 sampai dengan 4 hari. Manfaat konsumsi buah berkulit kuning ini adalah untuk mengurangi bahkan menghilangkan peradangan sendi yang disebabkan tingginya kadar asam urat di badan.

Artikel terkait : Khasiat Buah Pisang untuk Kesehatan


14. Makanan Berserat Tinggi

Berdasarkan salah satu penelitian yang dilakukan, Anda perlu menambah porsi makanan berserat dalam menu harian karena ternyata makanan yang mengandung serat tinggi dapat membuat kadar asam urat tubuh yang mulanya tinggi menjadi normal kembali. Serat memang dapat menyerap asam urat yang ada di darah. Jadi kelebihan asam urat bisa dibuang lewat ginjal. Makanan serat tinggi tersebut antara lain adalah apel, pir, stroberi, blueberry, oats, brokoli, wortel, timun, barley, serat akasia.


15. Black Plum

Serat alami yang terkandung dalam buah yang satu ini baik untuk Anda penderita asam urat tinggi.


16. Cokelat Hitam

Salah satu senyawa yang terkandung dalam cokelat hitam adalah teobromin. Senyawa ini bagus untuk menjaga kadar asam urat tetap stabil.

Baca juga : Bahaya Cokelat Bagi Kesehatan dan Ibu Hamil


17. Teh Hijau

Konsumsi teh hijau setiap hari bisa membuat kadar asam urat tetap stabil.


18. Ikan Salmon

Siapa yang tak tahu ikan salmon, ikan yang memiliki segudang kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Ikan salmon adalah makanan yang mengandung omega 3 tinggi. Ini bagus untuk mengurangi radang dan sendi yang bengkak karena asam urat.


19. Tomat, Brokoli, dan Timun

Ketiganya patut untuk dimasukkan dalam list menu sehat harian Anda.


20. Sayur Mentah (Kentang dan Jagung)

Keduanya baik untuk menurunkan asam urat tubuh. Apabila Anda tak dapat konsumsi mentah, maka bisa alternatif dengan uap atau tim.


Terapi bagi Penderita Asam Urat

  1. Hindari bahan-bahan makanan yang dapat memicu asam urat tinggi seperti yang disebutkan di atas (jeroan, seafood, kuah daging kental, makanan kaleng, dan sebagainya)
  2. Hindari emping, melinjo, kangkung, bayam, kacang-kacangan, daun singkong, daun jambu mete, kembang kol, buncis, asparagus, susu kedelai
  3. Hindari alpukat, nanas, durian, serta air kelapa ( baca : Akibat kelebihan Air Kelapa bagi Kesehatan )
  4. Jangan minum miras (alkohol)
  5. Makanlah jenis makanan seperti ikan yang memiliki sirip dan sisik, nasi, susu, telur, daging ayam, sampai dengan keju
  6. Rajin olahraga untuk menurunkan berat badan, terutama bagi Anda yang memiliki bobot tubuh berlebih atau obesitas
  7. Konsumsi air putih lebih banyak dalam sehari. Karena dengan minum air putih yang banyak, dapat membantu buang purin yang terdapat dalam tubuh
  8. Intinya adalah melakukan diet protein tinggi. Purin merupakan protein tinggi yang harus Anda waspadai. Khususnya jika tengah terjadi pembengkakan di bagian sendi, Anda harus benar-benar melakukan pengurangan konsumsi purin secara drastis atau dengan kata lain, diet bebas purin. Seperti yang kita tahu, sumber protein ada 2 jenis yaitu nabati dan hewani. Sumber protein hewani (jeroan, seafood, dan sebagainya) berbahaya untuk penderita gangguan asam urat. Maka disarankan untuk konsumsi protein nabati (keju, telur, susu) dalam takaran tidak berlebihan
  9. Mengurangi lemak. Lemak dapat menghambat proses ekskresi yaitu proses pengeluaran asam urat lewat air seni. Konsumsi lemak yang disarankan adalah 15% dari total kalori. Hindari gorengan, mentega, margarin, serta makanan yang bersantan
  10. Mengkonsumsi lebih banyak karbohidrat kompleks. Diantaranya adalah nasi, ubi, roti. Hal ini bermanfaat untuk membantu mengeluarkan asam urat dari dalam tubuh melalui air seni
  11. Perbanyak asupan air minum ( baca : Terapi Air Putih – Cara Kerja dan Manfaat )

Tips Jaga Kadar Asam Urat Tetap Stabil

  1. Sebaiknya mengkonsumsi makanan yang mengandung potasium tinggi seperti tomat, pisang, yogurt, kentang, dan lain sebagainya
  2. Tambah asupan karbohidrat kompleks seperti nasi putih, roti, singkong
  3. Perbanyak makan buah-buahan dengan kandungan vitamin C yang tinggi. Diantaranya adalah pepaya, jeruk, stroberi, dan sebagainya
  4. Dilarang meminum aspirin
  5. Perbanyak asupan buah dan sayur yang bermanfaat bagi penderita asam urat, diantaranya adalah belimbing wuluh, sawi hijau, labu kuning, tomat, serai, buah naga, jahe, sawi putih
  6. Asam urat cenderung tinggi bagi mereka yang memiliki bobot berlebih atau obesitas, oleh karena itu disarankan untuk berolahraga secara teratur dan cukup guna menurunkan berat badan ( baca : Cara Menurunkan Berat Badan dengan Olahraga Paling Cepat )
  7. Mengurangi asupan karbohidrat sederhana berjenis fruktosa seperti arum manis, sirup, permen, gula, dan lain sebagainya
  8. Jangan sampai bekerja terlampau keras dan kelelahan
  9. Asupan energi yang masuk harus sesuai dengan berat serta tinggi badan seseorang
  10. Melakukan hubungan suami istri dengan rutin untuk memperlancar urin sehingga kadar asam urat turun

Itulah cara menjaga kadar asam urat normal. Semoga informasi dari berbagai sumber tersebut bermanfaat.

Artikel terkait : Bahaya Kopi bagi Penderita Asam Urat Paling Menakutkan

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Monday 18th, April 2016 / 12:33 Oleh :
Kategori : Asam Urat