Begini 12 Cara Mengatasi Kram Betis Alami dan Termudah !

158

Beberapa dari kita pasti pernah mengalami kram di bagian betis di mana hal ini bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Jika Anda sedang hamil, maka ada kemungkinan kram di bagian kaki, termasuk betis akan cukup sering dirasakan. Namun, selain kehamilan pun ada berbagai alasan lain yang dapat membuat betis kram seperti:

  • Kekurangan mineral
  • Dehidrasi
  • Efek obat tertentu
  • Berdiri dalam waktu lama di atas permukaan lantai keras.
  • Kurang gerak
  • Infeksi virus
  • Hipertiroidisme
  • Peredaran darah tak lancar
  • Kegemukan/obesitas
  • Olahraga berlebihan
  • Penyakit ginjal kronis
  • Kekurangan elektrolit
  • Paparan suhu rendah terlalu lama

Tapi tak perlu khawatir, sebab apapun yang menjadi penyebabnya, ada berbagai cara mengatasi kram betis secara alami yang dapat Anda andalkan ketika kram menyerang betis sewaktu-waktu.

  1. Minum Banyak Air

Jika kram betis merupakan salah satu gejala dehidrasi atau kondisi tubuh sedang kekurangan banyak cairan, maka solusi yang paling tepat adalah memenuhi kebutuhan cairan secara idealnya. 8-12 gelas air putih sehari bisa Anda konsumsi secara rutin supaya tubuh tetap terhidrasi dengan baik dan kram bisa dihindari.

  1. Mengasup Makanan Berkalium

Ada banyak makanan yang mengandung kalium tinggi, jadi jika Anda mengalami kram betis karena kekurangan mineral kalium, beberapa sumber makanan ini bisa Anda konsumsi secara rutin agar bisa menghilangkan kekambuhan kram.

  • Kentang
  • Pisang
  • Blewah
  • Brokoli
  • Ubi jalar

Untuk makanan berkalium yang paling bisa mengatasi otot kram biasanya adalah pisang dan pastikan yang Anda konsumsi adalah pisang matang. Selain menangani kram, Anda bisa mengonsumsi pisang agar terhindar dari gangguan pencernaan sebab pisang dapat juga diandalkan dalam menjadi solusi sembelit.

  1. Rajin Peregangan

Kurang gerak adalah salah satu faktor yang meningkatkan risiko betis atau bagian kaki lainnya mudah dan sering kram. Jadi, tak ada salahnya untuk mulai rajin-rajin stretching atau melakukan peregangan ringan 5-10 menit setiap hari supaya otot tubuh bisa rileks dan tak gampang tegang sehingga tidak mudah kram.

  1. Menggerakkan Kaki

Saat kram betis saat itu terjadi, jangan panik dan gerakkanlah kaki secara perlahan agar kram, nyeri dan kejangnya bisa hilang secara alami. Telah disebutkan sebelumnya bahwa betis bisa jadi kram karena peredaran darah yang kurang lancar, maka dengan menggerak-gerakkannya, ini adalah cara melancarkan peredaran darah seketika kram menyerang.

  1. Mengompres Menggunakan Air Hangat

Ketika kram betis terjadi tiba-tiba, Anda perlu mengompres hangat bagian betis. Gunakan handuk bersih, celup ke dalam baskom berisi air hangat yang kemudian bisa Anda peras dan tempelkan ke area betis yang ototnya kram. Efek hangat dari kompresan ini siap untuk menjadikan otot lebih rileks dan kendur sehingga tak mudah tegang lagi.

  1. Minum Teh Kamomil

Atasilah kram di bagian betis dengan merilekskan otot betis dari dalam, bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan mengonsumsi teh kamomil yang biasanya juga dinikmati untuk meredakan stres. Tujuan konsumsi teh ini pun agar kadar asam amino alami pada tubuh Anda bisa naik dan normal kembali sehingga kesehatan otot dan tubuh secara menyeluruh terjaga baik.

  1. Hindari Berdiri Terlalu Lama

Berdiri cukup lama memang tak nyaman, apalagi kalau permukaan lantai tempat kita berdiri pun sangat keras. Hal ini bukan hanya meningkatkan rasa pegal di kaki, melainkan juga memperbesar potensi betis atau bagian kaki lainnya terkena kram. Jadi jika dapat dilakukan, hindarilah aktivitas berdiri terlalu lama apabila lantai pijakan pun kurang nyaman.

  1. Aktif Berolahraga

Selain melakukan peregangan, akan jauh lebih baik kalau Anda bisa rajin melakukan olahraga. Kurang olahraga sama dengan kurang gerak yang juga menjadikan potensi otot kram bisa lebih besar. Namun, jangan pula melakukan olahraga secara tiba-tiba tanpa pemanasan karena ada bahaya olahraga tanpa pemanasan yang harus diwaspadai.

Mulailah berolahraga dengan gerakan ringan, durasi yang tak terlalu lama, dan intensitas yang rendah lebih dulu, khususnya jika Anda tak pernah atau jarang sekali olahraga sebelumnya. Ini demi menghindari cedera dan kram yang bisa lebih parah. Tingkatkan durasi, intensitas dan gerakan secara bertahap untuk membuat otot terbiasa lebih dulu.

  1. Menggunakan Garam Epsom

Kekurangan mineral magnesium pun mampu menjadikan otot kaki, khususnya betis bisa jadi sering kram. Begitu juga saat tubuh membutuhkan sulfur, maka dari itu penting untuk mencoba menggunakan garam Epsom dengan cara menambahkannya pada bak mandi/bathtub Anda yang sudah diisi air hangat. Berendamlah seminggu selama 20 menit seminggu 2-3 kali secara rutin.

  1. Menggunakan Minyak Magnesium

Apakah Anda dapat dengan mudah memperoleh lotion, gel atau minyak magnesium? Anda bisa jadikan ini sebagai obat oles atau obat gosok untuk kemudian Anda pijatkan pada area betis yang mudah kram (tapi hindari pemijatan terlalu keras). Jadi selain berendam garam Epsom, dapatkan juga magnesium dari minyak, gel ataupun lotion tersebut.

  1. Menghindari Paparan Suhu Rendah

Sebelumnya telah disebutkan bahwa paparan suhu rendah yang terlalu sering dan lama bisa menjadi pemicu kram otot, termasuk kram pada betis. Jadi, pastikan untuk menghindari suhu rendah, bahkan suhu kamar tidur Anda sebaiknya dipastikan beraliran udara baik dengan suhu ruangan tak terlalu dingin. Jika memakai AC, aturlah agar suhu tak terlalu rendah dan Anda juga tak sering-sering mengenakan pakaian tipis di ruang AC.

  1. Berkonsultasi dengan Dokter

Anda bisa mengonsultasikan dengan dokter jika dugaan pemicu betis kram adalah karena penggunaan obat tertentu. Anda sendiri pun perlu lebih waspada terhadap obat-obat tertentu dan apapun kondisi kesehatan yang tengah dialami, pastikan untuk menggunakan obat dalam dosis yang tepat, obat yang sesuai dengan masalah kesehatan Anda, cara yang tepat, serta waktu yang tepat dalam mengonsumsi.

Mudah bukan cara mengatasi kram betis yang telah diuraikan tersebut? Anda bisa pilih untuk menangani secara alami baik dari dalam maupun dari luar. Namun ketika Anda menyadari bahwa cara dan bahan alami tak begitu mempan, segera ke dokter untuk pemeriksaan agar penyebabnya terdeteksi secara tepat.