Thursday, April 18, 2019

Bradikardia

Bradikardia merupakan istilah medis bagi kondisi jantung yang detaknya lebih lambat dibandingan detak normalnya. Detak jantung orang dewasa dapat dianggap normal apabila berdetak 60-100 kali setiap menitnya, terutama saat sedang beristirahat. Sementara itu, jantung pada penderita bradikardia detaknya tidak sampai 60 kali setiap menitnya dan hal ini meningkatkan potensi masalah medis.

Adanya gangguan pada sistem kelistrikan jantung juga terkadang ditandai dengan kondisi bradikardia ini, namun hal ini hanya dijumpai pada sejumlah kecil kasus. Walau awalnya kelihatan tak serius, tetaplah hati-hati karena bradikardia mampu menjadi penyakit serius apabila dibiarkan. Karena bradikardia mampu menjadi penyebab kematian bagi penderitanya, kenali penyebab dan gejalanya supaya mampu mengatasinya dengan tepat.

Baca juga:

Penyebab Bradikardia

Ketika ada sebuah gangguan pada impuls listrik yang menjadi pengendali tempo detak jantung, maka inilah kondisi penyebab bradikardia. Ada banyak faktor yang mampu memicu gangguan tersebut dan berikut ini merupakan hal-hal yang perlu diwaspadai karena bisa memicu gangguan impuls listrik dan memicu kemunculan bradikardia.

  • Hipotiroidisme
  • Tekanan darah tinggi alias hipertensi
  • Kerusakan jaringan jantung di mana hal ini sebagai akibat dari serangan jantung, usia atau penyakit tertentu.
  • Tidak seimbangnya elektrolit tubuh yang diperlukan sebagai penghasil impuls listrik.
  • Infeksi pada jaringan jantung
  • Kelainan jantung bawaan atau sejak lahir.
  • Penyakit lupus
  • Demam rematik
  • Gangguan pernapasan saat tidur yang berulang.
  • Obat-obatan
  • Blok jantung atau keadaan gangguan aliran listrik pengendali detak jantung
  • Noda sinus (sumber kelistrikan jantung) yang terganggu
  • Zat besi menimbun di organ tubuh.
  • Komplikasi ketika operasi/pembedahan jantung.

Bagaimana cara mengetahui detak jantung di bawah normal?

Lalu, bagaimana kita bisa tahu bahwa detak jantung kita sudah dalam kondisi lemah? Tanpa memakai alat khusus, Anda pun bisa mengetahui bagaimana menghitung detak jantung diri Anda sendiri. Merasakan sendiri adalah cara paling mudah.

Ceklah dengan cara merasakan denyut nadi yang ada di bagian leher atau pada pergelangan tangan menggunakan 2 jari. Saat denyut nadi sudah terasa, hitunglah denyutan tersebut selama 15 detik lamanya. Hasil denyutan itu bisa Anda kalikan dengan 4, lalu jumlah detak jantung pun sudah didapat per menitnya.

Sebagai alternatifnya, jika gejala sudah dirasakan dan Anda merasa bahwa kondisi keluhan tak beres, segera periksakan diri ke dokter. Biasanya untuk mengetahui kondisi pasti pasien, maka dokter akan melakukan pengukuran sinyal listrik pengendali ritem berikut detak jantung.

(Baca juga: penyebab gangguan ritme jantungcara melatih kesehatan jantung lemah jantung)

Gejala dan Komplikasi Bradikardia

Seperti kebanyakan penyakit atau gangguan kesehatan yang ada, seseorang baru bisa mengobati suatu penyakit ketika telah merasakan keluhan yang tak wajar pada tubuhnya. Gejala sendiri merupakan suatu keadaan yang penderita alami, dan pada bradikardia ini, pasien biasanya memiliki pasokan oksigen sedikit sehingga tak cukup untuk ke otak dan tubuh.

  • Cepat lelah, terutama sewaktu berkegiatan fisik.
  • Mudah bingung
  • Dada terasa sakit
  • Sulit untuk fokus dan konsentrasi
  • Sesak nafas
  • Tubuh mudah lemas
  • Gampang lupa atau ingatan terganggu
  • Sakit kepala
  • Jantung terasa berdebar-debar
  • Kehilangan kesadaran atau pingsan
  • Serangan jantung, ketika kasus sudah parah

Ketika bradikardia tak langsung ditangani ketika penderita sudah mulai merasakan gejala yang tak wajar seperti yang sudah disebutkan tersebut, maka beberapa masalah kesehatan berlanjut. Komplikasi akan selalu ada, terutama bila memang tak ada penanganan yang mampu secara efektif mengatasi dan mengurangi gejala. Berikut ini adalah bentuk komplikasi bradikardia yang berpotensi terjadi pada penderitanya:

  • Gagal jantung – Ketika bradikardia tak segera ditangani, maka gagal jantung dapat menjadi ancamannya. Kondisi ini adalah saat otot jantung juga ikut lemah tak hanya detak jantungnya saja. Gagal jantung kongestif merupakan istilahnya di mana penyakit jantung koroner biasanya adalah pemicu dari masalah jantung satu ini juga.
  • Angina pektoris – Penyakit yang juga kita kenal dengan istilah angin duduk ini juga dapat menjadi dampak atau komplikasi dari penanganan bradikardia yang kurang tepat atau terlambat. Karena detak jantung melambat, kerja jantung tak maksimal sehingga pasokan oksigen berkurang dan aliran darah menuju miokardium pun menurun berikut juga pasokan oksigen.
  • Tekanan darah tinggi – Tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa menjadi efek atau komplikasi dari penyakit bradikardia di mana hal ini bisa memicu jantung terbeban dan akhirnya harus bekerja secara lebih keras supaya darah dapat diedarkan lewat pembuluh darah. Bahkan kondisi ini harus diwaspadai dengan secepatnya mengatasi bradikardia.
  • Tekanan darah rendah – Rupanya detak jantung di bawah normal seperti kasus bradikardia pun menjadi hal yang menyebabkan munculnya kondisi tekanan darah rendah alias hipotensi. Tekanan darah yang termasuk dalam kategori rendah adalah yang berada di bawah 60 mmHg pada diastolik atau 90 mmHg pada sistolik. Kehilangan kesadaran dapat menjadi gejalanya berikut sakit kepala karena pasokan darah yang kurang pada otak.

(Baca juga: cara menormalkan detak jantung ciri-ciri jantung sehatterapi gagal jantung)

Diagnosa dan Pengobatan Bradikardia

Setelah terasa ada yang janggal pada kondisi tubuh Anda, seperti gejala-gejala yang telah disebutkan tersebut, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri dan menempuh serangkaian metode diagnosa yang memang diperlukan. Setelah dapat dideteksi, maka barulah dokter bisa memutuskan pengobatan seperti apa yang paling sesuai.

  • EKG/Elektrokardiogram – Pasien perlu menempuh metode pemeriksaan berupa elektrokardiogram di mana ini adalah suatu metode atau alat utama pendiagnosa bradikardia. Caranya adalah dokter akan menempelkan sejumlah sensor kecil pada tangan dan dada pasien. Guna dari sensor kecil tersebut adalah sebagai perekam sinyal-sinyal listrik yang alirannya melalui jantung. Kemungkinan besar, dokter pun turut mengawasi denyut jantung sewaktu pasien melakukan aktivitas olahraga.
  • Pemeriksaan Laboratorium dan Lainnya – Pasien kiranya bila perlu akan diminta oleh dokter untuk menempuh metode diagnosa atau pemeriksaan seperti tes darah yang kemudian hasilnya dibawa ke laboratorium untuk pengecekan. Hal ini bertujuan agar dokter dengan mudah bisa mengidentifikasi adanya penyakit lainnya seperti infeksi, hipotiroidisme atau tidak seimbangnya elektrolit tubuh pasien yang rata-rata bisa memicu bradikardia.

Pengobatan Medis

Setelah dilakukan pemeriksaan dan dokter mampu membuat hasil diagnosa, barulah dokter bisa membuktikan bahwa pasien memang positif terkena bradikardia dan bukannya penyakit lain. Baru setelah itu, pengobatan khusus untuk bradikardia dapat diberikan oleh dokter yang ditentukan oleh tingkat keparahan, penyebab serta jenis gangguan listrik pengganggu jantung.

Ada kalanya, gejala tak muncul dan sama sekali tak dialami oleh penderita bradikardia, dan jika demikian maka dokter pun tak akan memberikan pengobatan apapun kepada pasien. Berikut adalah kemungkinan pengobatan yang diberikan dokter menurut penyebab dari bradikardia itu sendiri.

  • Obat alternatif. Jika penyebab dari timbulnya bradikardia adalah karena obat tertentu, maka dokter biasanya memutuskan untuk memberikan alternatif obat atau obat lain yang menjadi pengganti terbaik. Biasanya, dosis akan kembali disesuaikan dengan keadaan tubuh si pasien supaya tidak menjadi berbahaya terhadap gejala atau keluhan yang sedang dihadapi.
  • Alat pacu jantung. Ada kemungkinan juga bahwa dokter bakal memasang alat pacu jantung tepat pada bagian bawah tulang selangka pasien. Mengapa harus dipasang alat ini? Fungsi utama dari alat ini adalah sebagai penghasil impuls listrik di mana memang dibutuhkan sebagai penjaga irama detak jantung.
  • Mengatasi penyebab. Ketika penyebab dari bradikardia diketahui adalah dari penyakit lainnya seperti gangguan kesehatan berupa sleep apnea dan hipotiroidisme, perawatan terhadap gangguan tersebut sangatlah diperlukan. Masalah penyebab perlu diatasi lebih dulu sampai tuntas barulah akan kelihatan dampak baik pada masalah bradikardia.

Pengobatan Herbal

Selain pengobatan medis, bradikardia dapat diatasi secara herbal. Berikut adalah beberapa herbal berkhasiat yang bisa digunakan sebagai obat efektif dan aman:

  • Minyak ikan – Dengan kandungan asam lemak omega-3 tinggi, sudah tak diragukan lagi kalau minyak ikan baik untuk kesehatan. Bagi kesehatan otak dan jantung, minyak ikan akan sangat luar biasa membantu, terutama untuk mengatasi masalah detak jantung sehingga sangat direkomendasikan.
  • Ginkgo biloba – Biasanya, ginkgo biloba ini menjadi bahan pengobatan Cina di mana sangat berkhasiat dan sangat bisa diandalkan sebagai tonik jantung. Aliran darah pun bisa jauh lebih lancar secara alami berkat bahan herbal satu ini. Kabar baiknya lagi, ginkgo biloba baik dalam menyediakan kekuatan bagi otot jantung dan meningkatkan kinerja ritme jantung.
  • Minyak canola – Untuk jantung yang sehat, minyak canola dapat membantu para pasien bradikardia. Untuk penderita kolesterol tinggi pun, minyak ini bisa diandalkan karena mampu menurunkan kadarnya yang tinggi tanpa efek samping berbahaya. Minyak ini aman untuk digunakan sebagai bahan memasak sehingga Anda bisa menyiapkan makanan dengan minyak alami ini.
  • Biji rami – Herbal atau obat alami lainnya untuk digunakan sebagai penyembuh bradikardia adalah biji rami, baik dalam bentuk biji atau minyaknya. Sudah terbukti ampuh mampu mengatasi detak jantung lambat dan di bawah normal, jadi boleh Anda coba untuk menjaga kesehatan fungsi, ritme dan detak jantung tanpa takut bahaya efek samping.

(Baca juga: perbedaan sakit jantung dan nyeri dada biasadetak jantung cepat dada sesak sebelah kiri)

Pencegahan Bradikardia

Jantung bisa dicegah untuk tidak sampai terkena bradikardia. Berikut ini adalah sejumlah cara agar mampu menjaga kesehatan jantung agar fungsinya dan detaknya tetap terjaga normal.

  • Olahraga sambil menjalani tips diet sehat.
  • Berhenti dari kebiasaan merokok.
  • Tidak mengonsumsi minuman keras terlalu berlebihan.
  • Menghindari stres.
  • Menghindari obat terlarang alias narkoba.
  • Mengecek kesehatan jantung serutin mungkin.
  • Mengendalikan berat badan agar tetap ideal.

Baca juga:

Kiranya dengan informasi tentang penyebab, gejala, hingga cara mengobati dan mencegah bradikardia, Anda akan lebih waspada dan mencegah kondisi ini agar tidak sampai pada komplikasi. Gaya hidup sehat adalah kunci untuk terjauh dari penyakit apapun, termasuk bradikardia ini.

Recommended