Cara Mengatasi Bradikardi Setelah Diagnosa Dokter (#True Story / Pengalaman )

Kemarin adalah hari yang sangat mendebarkan dimana setelah melakukan holter EKG Jantung selama 24 Jam, hasil dari holter ini keluar juga. Nah, saya melakukan holter ini atas rekomendasi dari salah satu dokter jantung terbaik di Harapan Kita, Prof. Dr. dr. H. Idris Idham, Sp. JP(K), FIHA, FESC, FACC, FAsCC. Awalnya keluhan saya adalah detak jantung yang lemah dibandingkan dengan manusia dewasa lainnya. Nah disini saya tidak membahas detil apa itu bradikardi yah, karena sudah di ulas lengkap di sini (bradikardi):

Detak jantung saya saat bangun tidur sekitar 40-an yang mana detak jantung normal manusia dewasa pada saat beristirahat adalah 60-100 BPM (beep per minutes), setelah baca banyak referensi mengenai bahaya detak jantung kurang dari 60 per menit. Nah, karena merasa penasaran, akhirnya saya berkonsultasi ke dokter Idris di Rumah sakit Jantung Harapan Kita. Setelah konsultasi pertama, Prof Idris menyarankan Melakukan holter jantung / rekam jantung 24 Jam, tujuan Holter EKG ini adalah untuk mengetahui ritme detak jantung selama 24 jam penuh, apakah ada kelainan atau tidak. Selain itu beliau juga menyarankan untuk melakukan echo jantung.

Dua jenis tes kesehatan jantung ini diperlukan untuk menentukan apakah bradikardia yang saya alami bermasalah atau tidak.

Hasil Holter Jantung

Holter jantung di pasang 24 jam, jadi ketika anda pasang jam 8 pagi maka akan di buka kembali jam 8 pagi keesokan harinya. Setelah di buka hasil nya bisa di dapat sekitar 1-2 x 24 jam. Dari hasil holter jantung 24 jam ini, terlihat bahwa denyut jantung saja rata rata di bawah 60 BPM, kecuali saat melakukan aktivitas, seperti naik tangga atau olahraga kecil. Ow yah, jika anda mengikuti tes holter ini, tidak ada pantangan kecuali jangan mandi atau jangan berolaraga berlebihan, karena mungkin membuat tubuh gerah.

Setelah hasil ini, saya melanjutkan ke pemeriksaaan echo jantung, walaupun bukan tes utama untuk mendapati tanda jantung tersumbat tapi menurut prof, gejala bisa juga di dapat dari tes echo.

Hasil Echo Jantung

Hasil echo jantung memunjukan kinerja jantung masih 70%, dimana normalnya adalah 50-77 % artinya masih sangat baik. Selain itu, fungsi katup katup jantung juga normal.

Nah, setelah mendapatkan dua hasil ini, saya kembali konsultasi di poli Prof Idris, tentunya dengan membawa dua hasil tes tersebut. Nah, walaupun dari hasil holter saya di diagnosa bradikardia, namun berikut penjelasan dari Prof Idris.


Bagaimana Menangani dan Mengatasi Bradikardi

Sekilas berikut adalah beberapa pertanyaan saya ke prof Idris.

Dok, bagaimana dengan hasil tes tersebut ?

Semua hasil tes menunjukkan hasil yang positif, dan bagus, tidak ada kelainan yang nampak di jantung kamu. Kinerja jantung juga sangat bagus.

Lalu kenapa detak nya < 60% ?

Untuk atlet atau olahragawan yang melakukan aktivitas latihan rutin dan keras, detak < 60 memang sudah sangat lazim, bahkan ada yang 30-an saja atau 40-an. Nah, jika bukan olahragawan, kita harus paham, semua orang lahir dari keturunan dan proses yang berbeda beda, Si A detaknya 80, Si B tidak harus 80 toh …. bisa jadi 60  atau 50 -an. Artinya lazim.

Apakah berbahaya ?

Selama tidak ada keluhan seperti pingsan, ini tidak masalah. Karena ketika beraktivitas denyutnya naik, artinya normal. Kecuali detaknya tidak naik naik pada saat olahraga, artinya ada masalah, atau ketika kamu mengalami sesak dan sakit di sekitar dada.


Lalu, saya sering kesemutan kalau tangan di angkat keatas, apakah ini penyebabnya ?

Nah, sebagai manusia kita harus optimis, jangan masalah kecil saja di anggap jadi masalah. Yah kalau tangan kesemutan ketika di angkat, yah jangan di angkat donk.. (seloroh prof 🙂 ). Yang penting hidup harus optimis, tidak ada masalah sama sekali.

Kesimpulan : Cara Mengatasi Bradikardia

Walaupun detak kita < 60 per menit, dan di namakan bradikardi, itu sebenarnya tidak masalah. Misal detak 40-an atau 50-an. Sempat saya diinfokan, prof Idris, kecuali detak 30 mungkin jadi masalah, dan harus pasang pacu jantung, dan harus di ingat detak jantung cepat > 100 juga tidak baik misalnya sudah 150.

Selain itu untuk mengatasi bradikardi ini, sebaiknya kita juga melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang rutin, contohnya jogging, atau melakukan olahraga ringan lainnya,30 menit satu hari. Jangan melakukan aktivitas terlalu berat. Nah, ciri ciri jantung lemah  yang bagimana yang harus kita khawatirkan? kalau menurut saya, jika telah mengganggu aktivitas kita, seperti sangat-sangat capek, atau sering pingsan.

, ,

Follow Halosehat

ig-halosehatgroup

Oleh :
Kategori : Bradikardia