Epulis

Epulis adalah tumor jinak yang adanya diarea gusi (atas gingival) dimana pertumbuhan dan perkembangnnya dapat mempengaruhi kondisi kesehatan rongga mulut . Epulis dapat menyerang orang dewasa bahkan bayi yang baru saja dilahirkan dan relatif mudah disembuhkan ketika tanda tanda yang muncul masih dalam tahap gejala awal.

Baca juga:

Sifat-sifat Epulis ketika Mengalami Pertumbuhan di Atas Gingival (gusi)

1. Bersifat fibrous

Yaitu epulis yang berada pada gingival dekat bagian depan mulut yaitu diantara dua gigi yang sering dialami para ibu hamil, Pemakai tusuk gigi atau para pemakai gigi palsu. (Baca juga: cara mengobati luka bernanahbahaya hidrogen peroksida)

2. Hiperplastik

Hiperplastik merupakan kondisi munculnya peningkatan abnormal atau kerusakan pada jaringan yang ada didalam rongga mulut termasuk gusi atau tempat benih gigi berada. Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir akibat perubahan hormon pada ibu serpanjang kehamilannya. (Baca juga: jenis penyakit pada bibir penyebab sering sariawan)

3. Granulatif

Reaksi buruk yang muncul setelah tindakan pembedahan yang dilakukan untuk pengangkatan tumor. Kondisi ini biasanya terjadi pada penderita epulis pemakai gigi palsu yang menderita peradangan aadan infeksi disekitar gusinya. (Baca juga: bau mulutobat luka bernanah)

Berdasarkan etiologi awal munculnya, Kondisi epulis dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, Diantaranya:

1. Epulis kongenital

Epulis kongenital terdapat pada mukosa bayi yang baru saja dilahirkan yang berasal dari sel sel epitel calon benih gigi atau odontogenik yang karakteristiknya menyerupai benjolan yang ada pada alveolar ridge didala rongga mulut, Kondisi ini dapat menyumbat aliran udara disepanjang sistem pernafasan dan sekaligus memperlambat masuk dan menyebarnya nutrisi makanan dari makanan yang telah dikonsumsinya.

Ciri ciri umum :

  • Ukuran benjolan pada mulut berukuran antara 0,5 sampai 2 cm dan bahkan ada yang sampai 9 cm.
  • Benjolan memiliki struktur yang lunak, Bertangkai dan pada beberapa kasus epulis kongenital ada yang menyerupai lobus lobus mukosa alveolar.

(Baca juga: bau mulutobat luka bernanah)

2. Fibrometosa

Epulis fibrometosa terdapat pada mukosa mulut yang meliputi sisi gingival, Area pipi dan lidah yang muncul akibat iritasi jangka panjang yang sering menyerang orang dewasa.

Ciri ciri umum:

  • Bertangkai atau tidak bertangkai
  • berwarna pucat dan batasnya tegas
  • Struktur luar terlihat padat tetapi kenyal ketika disentuh
  • Tidak mudah mengalami pendarahan ataupun rasa sakit

(Baca juga: jenis-jenis penyakit gigi dan muluterosi gigi)


3. Granulomatosa

Epulis granulomatosa adalah jenis tumor yang tumbuh pada gusi dari jaringan granulasi karena adanya infeksi kronis yang muncul akibta pemakaian protesa yang kurang tepat oleh tukang gigi.

Ciri ciri umum:

  • Jaringan pada gingival tampak lunak kemerahan atauy kebiruan
  • Bentuk dari epulis yang telah terbentuk tak beraturan
  • Mudah mengalami luka dan pendarahan
  • Bertangkai dan rasa nyeri

(baca juga: dampak buruk asbes bagi kesehatan)

4. Gravidarum

Epulis gravidarum muncul akibat peningkatan reaksi granulamotik yang semakin berkembang cepat pada area gusi ketika ibu sedang hamil khususnya pada trimester pertama. Tumor tersebut terdapat pada jaringan mukosa mulut yang bisa muncul kembali pada kehamilan yang berikutnya. Perkembangan tumor jenis ini tumbuh cepat seiring meningkatnya hormon estrogen dan progesteron pada ibu hamil sampai masa persalinan tiba. Kondisi tersebut akan pulih dengan sendirinya setelah melahirkan.

Ciri ciri umum:

  • Gusi sangat merah, Lunak dan muncul pembengkakan
  • Timbul rasa nyeri dan mudah terjadi pendarahan
  • Adanya iritasi lokal berupa plak plak yang diiringi dengan pengapuran gusi

(baca juga: buah yang mengandung vitamin C super tinggi)

5. Angiomatus

Epulis angiomatus merupakan reaksi granulasi yang yang terlalu cepat karena pertumbuhan jaringan sekitar gingival yang sangat aktif yang muncul pada ibu hamil ditrimester II yang muncul akibat gangguan hormonal dan iritasi jangka panjang.

Ciri ciri umum:

  • Permukaan halus dan lunak
  • Warna kemerahan dan bengkak
  • Mudah luka atau iritasi
  • Bertangkai tetapi dapat pula tidak bertangkai

(baca juga: cara menghilangkan bau mulut setelah makan jengkol dan pete)

Penyebab

Munculnya epulis dapat cepat sembuh jika pada awal gejalanya segera diobati dan tidak perlu lagi mengatasinya dengan cara operasi khususnya pada epulis akibat pemakaian gigi palsu/implan gigi.

1. Perubahan hormon

Perubahan hormon pada kebanyakan ibu hamil cenderung mempengaruhi kualitas kesehatan rongga mulut yang meliputi gigi, Gusi dan lidah sehingga memicu munculnya pelunakan pada pembuluh darah gusi yang mempermudah terjadinya radang pada gusi termasuk adanya iritasi, Pembengkakan dan pendarahan pada gusi dan diantara dua gigi.

Baca juga:

2. Gangguan bakal benih gigi

Bayi yang telah mengalami kelainan pada mukosa mulut ketika baru dilahirkan maka sudah bisa dipastikan bayi akan mengalami gangguan pada bakal benih giginya dimana pertumbuhannya akan mengalami keterlambatan, Bentuk gigi yang tidak sempurna dan struktur gusi yang buruk (gejala epulis).

3. Implan gigi

Pemakaian gigi palsu, Tiruan atau implan gigi yang kurang tepat dapat menimbulkan luka dan iritasi kronis yang memicu kerusakan pada jaringan gusi, Kondisi tersebut terjadi akibat respon hiperplastik jaringan lunak pada gusi yang biasnya paling sering muncul disekitar lokasi pemakaian implan gigi.
Kasus munculnya epulis juga kerab datang pada pemakai gigi palsu yang malas menjaga kebersihan gigi palsunya serta rongga mulut yang terjadi dalam jangka panjang. (baca juga: cara menjaga kesehatan gigi )

4. Tusuk gigi

Berhati hatilah jika anda memiliki kebiasaan menggunakan tusuk gigi setelah selesai makan. Pemakaian tusuk gigi yang tidak tepat dan sembarangan dapat menyebabkan jarak interdental antara satu gigi dengan yang lainnya semakin bertambah dan akan semakin mengalami pergeseran apalagi jika ukuran tusuk gigi yang dipakai setiap hari berubah ubah, Maka resiko gigi menjadi jarang semakin besar.
Penggunaan tusuk gigi terus menerus atau jangka panjang terbukti dapat memicu munculnya luka dan menimbulkan benjolan pada gingival (gusi) yang awalnya tanpa rasa nyeri. Kondisi ini memperbesar resiko terjadinya kasus epulis. (baca juga: cara menjaga lidah agar tetap sehat)

5. Faktor keturunan

Munculnya kasus epulis jarang terjadi pada seseorang yang memiliki keturunan penyakit kanker, Namun jika dilihat dari karakteristik dari kanker yang bersifat mutasi gen maka salah satu atau kedua dari orangtua yang memiliki riwayat penyakit kanker maka akan menurunkan sifat kankernya pada generasi berikutnya sebanyak 50 % yaitu mempermudah munculnya epulis pada jaringan lunak mukosa rongga mulut. Dimana terbentuknya sel abnormal mudah sekali muncul akibat mutasi genetik . Hal itu disebabkan karena didalam tubuh telah terbentuk secara alami sel sel yang cenderung berubah menjadi abnormal, Bisanya akan muncul ketika seseorang ketergantungan pada makanan yang mengandung zat karsinogenik, Kebiasaan merokok, Kebiasaan minum minuman beralkohol atau aktivitas lain yang memungkinkan terbentuknya sel abnormal dalam DNA. (baca juga: bahaya minum alkohol 70 persen)

Gejala

  • Muncul tonjolan pada area gusi yang bisa muncul satu atau lebih
  • Berulserasi dan dapat membentuk seperti lobus lobus serta pembengkakan
  • Awalnya tonjolan akan tumbuh sangat kecil tetapi akan semakin membesar jika tidak segera diatasi secara medis (Baca Juga: Penyebab karang gigi)
  • Gejala muncul dan menetap selama lebih dari seminggu, Jika itu terjadi segera periksakan pada dokter yang terkait
  • Permukaan yang ditumbuhi tumor nampak kemerahan, Kebiruan bahkan ada yang keunguan
  • Mudah terjadi pendarahan ketika epulis terkena gesekan atau cedera terbentur (benturan ringan)
  • Epulsi dapat bertangkai ataupun tidak bertangkai. kondisi tersebut dipengaruhi oleh kondisi jaringan lunak rongga mulut. (baca juga: cara memutihkan gigi)
  • Adanya rasa nyeri jika telah terjadi cedera kendati hanya berupa gesekan dengan makanan yang sedang dikunyah
  • Ketika terjadi pembengkakan yang disertai pendarahan penderita yang semula telah mengalami penurunan daya tahan tubuh misalnya karena terkena flu, Maka akan mengalami peningkatan suhu tubuh. (Baca Juga: penyebab gigi berlubang)

Pengobatan

  • Pemberian jenis jenis antibiotik yang disesuaikan dengan kondisi gusi misalnya antibiotik profilaksis, Cefazolin atau clidamycin atau clidamycin yang dikombinasikan dengan garamycin
  • Pada kasus epulis yang telah mengalami pembesaran akibat pemakaian gigi palsu/implan, Terasa nyeri dan mudah mengalami peradangan maka akan Dilakukan tindakan pembedahan kecil (complete removal) atau disesuaikan dengan kondisi atau karakteristik tumor yang telah terbentuk pada jaringan gusi. Bahaya gigi palsu sama bahayanya dengan penanaman implan gigi jika memang ketika dipasang pada gusi bentuknya tidak sesuai dengan gusi itu sendiri.
  • Dilakukan perbaikan jaringan fibrosa agar kambuhnya lesi dapat dicegah semaksimal mungkin dengan rekomendasi menggunakan prosedur alat alat bedah khusus seperti pisau bedah listrik atau Pisau bedah laser yang meliputi pisau bedah laser karbon dioksida atau jenis laser dioda. (baca juga: Obat gusi bengkak)

Pencegahan

  • Memeriksakan kondisi rongga mulut untuk mengetahui kondisi gigi dan gusi secara teratur, Berkala dan konsisten, Terlebih pada orang orang yang memakai gigi palsu. Pemakaian gigi palsu seringkali menyebabkan seseorang malas untuk membersihkan rongga mulut atau gigi yang akan dipakainya sehingga meningkatkan resiko munculnya epulis yang pada awalnya tidak memberikan rasa nyeri yang berarti hingga akhirnya menimbulkan peradangan hebat. (Baca Juga: penyebab gigi ngilu)
  • Menghindari makanan yang dapat memicu kerusakan sel menjadi abnormal dan mempermudah tumbuhnya tumor pada jaringan rongga mulut termasuk pada gusi. Makanan yang mengandung zat karsinogenik sangat beresiko menyebabkan masalah epulis, Seperti makanan yang menggunakan pengawet buatan, Pewarna pakaian atau bahan kimia berbahaya lain. (Baca Juga: Bahaya gigi berlubang)
  • Menjaga kesehatan rongga mulut secara teratur dan konsisten dan sangat penting untuk diterapkan pemahaman tentang kesehatan gigi dan kasus epulis pada usia dini, Apalagi pada anak anak yang ketika bayi yang pernah mengalami epulis (saat lahir tetapi mengalami kesembuhan dengan sendirinya setelah beberapa minggu.)
  • Mengurangi makanan yang mengandung asam (cuka) atau gula juga baik bagi peningkatan kesehatan rongga mulut yang meliputi gigi dan gusi. Walaupun epulis tidak mudah muncul akibat makanan yang mengandung zat asam atau gula tetapi intensitas menggunakan asam cuka atau gula ketika mengkonsumsi makanan dalam jangka panjang memungkinkan untuk mempermudah rusaknya jaringan gigi yang nantinya mempermudah perkembangan epulis. (baca juga: cara mengobati sakit gigi)