Gramyo – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Cara Penggunaan

8

Gramyo termasuk ke dalam golongan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter.

Komposisi

Gramyo merupakan obat berbentuk tablet salut selaput yang mengandung eperisone HCl setara dengan 50 mg eperisone

Indikasi

Gramyo diindikasikan untuk meredakan kejang, nyeri serta kekakuan otot

Mekanisme Kerja Obat

Otot merupakan bagian tubuh yang sangat penting dalam melakukan pergerakan tubuh. Otot dapat melakukan kontraksi dan relaksasi secara bergantian untuk menggerakkan tulang. Namun, terkadang berbagai kondisi dapat menyebabkan otot terus mengalami kontraksi dan akhirnya menimbulkan rasa sakit dan kekakuan pada otot. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan hal tersebut antara lain terlalu lelah, tidak melakukan pemanasan atau peregangan sebelum berolahraga atau pernah mengalami cedera pada bagian otot.

Kekakuan atau nyeri pada otot tentunya akan mengganggu aktivitas sehari-hari, membatasi pergerakan tubuh dan pada akhirnya akan menurunkan produktivitas seseorang. Oleh karena itu, jika kondisi ini terjadi secara terus menerus maka dibutuhkan pemberian obat yang dapat meredakan ketegangan otot atau disebut sebagai obat antispasmodik.

Eperisone merupakan salah satu obat yang bekerja sebagai antispasmodik dan analgetik dengan cara mempengaruhi salah satu bagian pada sumsum tulang belakang (sistem saraf pusat). Dengan bekerja pada bagian tersebut, eperisone akan menimbulkan efek berupa relaksasi otot, peningkatan aliran darah ke otot serta meredakan rasa nyeri.

Dosis dan Cara Penggunaan

  • Dosis Gramyo yang biasa diresepkan untuk pasien dewasa adalah 3 x 1 tablet dalam sehari
  • Dosis Gramyo bisa ditingkatkan atau diturunkan sesuai dengan kondisi pasien
  • Sebaiknya Gramyo dikonsumsi sesudah makan
  • Telanlah tablet tablet Gramyo dengan bantuan sedikit air (jangan digerus, dikunyah atau dihancurkan)

Kontraindikasi

Pasien-pasien dengan kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan Gramyo:

  • Hipersensitif (alergi) terhadap eperisone

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Belum ada data penelitian yang menunjukkan tingkat keamanan eperisone pada ibu hamil, sebaiknya obat ini hanya digunakan dalam kondisi dimana pemberian eperisone pada ibu hamil akan menghasilkan manfaat yang lebih besar dibandingkan risiko efek samping negatif yang mungkin terjadi pada janin
  • Pada pengujian menggunakan hewan percobaan, eperisone dapat diekskresikan (dikeluarkan) melalui air susu sehingga sebaiknya ibu menyusui menghindari penggunaan obat ini atau tidak mneyusui bayinya selama menggunakan eperisone untuk menghindari terjadinya efek samping gnegatif pada bayi yang disusui

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obat yang mungkin menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan Gramyo:

  1. Obat-obat berikut dapat meningkatkan efek eperisone jika digunakan secara bersamaan: alfentanil, axitinib, warfarin
  2. Obat-obat berikut dapat menurunkan efek eperisone jika digunakan secara bersamaan: adalimumab, parasetamol
  3. Eperisone dapat meningkatkan efek obat-obat berikut jika digunakan secara bersamaan: alprazolam, atorvastatin, cisapride, digoksin 
  4. Penggunaan obat-obat berikut bersamaan dengan eperisone berisiko menimbulkan hipoglikemia (kadar glukosa di dalam darah terlalu rendah): acarbose, glimepirid, gliklazid, insulin, metformin
  5. Penggunaan obat-obat berikut secara bersamaan dengan eperisone berisiko menimbulkan efek samping berupa gangguan irama jantung: acebutolol, alfuzosin, amoxapine, artemether, bisoprolol, levofloksasin
  6. Penggunaan obat-obat berikut secara bersamaan dengan eperisone berisiko menimbulkan terjadinya hiperkalemia (kadar kalium dalam darah yang melebihi batas normal): acemetacin, aliskiren fumarate, benazepril, candesartan, captopril, ibuprofen

Jika Anda sedang atau akan menggunakan obat-obat lain secara bersamaan dengan Gramyo, tanyakanlah terlebih dahulu kepada dokter atau apoteker, apakah obat-obat tersebut aman untuk digunakan secara bersamaan. Jika ternyata ada risiko interaksi obat antara obat-obat tersebut dengan Gramyo, maka dokter atau apoteker akan menyarankan pemberian jeda waktu antara konsumsi Gramyo dengan obat lainnya atau mengganti salah satu obat dengan obat lain sebagai alternatif.

Perhatian

  1. Jangan memulai atau mengulangi pengobatan dengan menggunakan Gramyo tanpa menggunakan resep dokter
  2. Jangan mengubah dosis Gramyo yang sudah diresepkan oleh dokter untuk Anda
  3. Usahakan untuk mengkonsumsi Gramyo pada waktu yang sama setiap harinya untuk memaksimalkan efek obat ini
  4. Diperlukan penurunan dosis untuk penggunaan Gramyo pada pasien lanjut usia
  5. Penggunaan Gramyo dapat menimbulkan efek samping berupa rasa kantuk, oleh karena itu hindari mengemudikan kendaraan setelah Anda mengkonsumsi obat ini
  6. Gramyo tidak diindikasikan untuk penggunaan pada anak-anak
  7. Pastikan Gramyo atau obat apapun yang akan Anda konsumsi masih dalam kondisi layak konsumsi, pastikan obat tersebut tidak mengalami perubahan bentuk atau warna. Jika terjadi perubahan bentuk atau warna pada Gramyo, tanyakanlah kepada apoteker mengenai apa yang harus dilakukan
  8. Selalu perhatikan tanggal kadaluwarsa Gramyo atau obat apaoun yang akan Anda konsumsi, pastikan obat tersebut belum melewati tanggal kadaluwarsa yang tercantum pada kemasannya
  9. Simpanlah Gramyo pada suhu ruangan, di tempat yang kering, terhindar dari sinar matahari langsung serta terhindar dari jangkauan anak-anak