Home Obat A-ZObat A Acarbose – Obat Apa – Kontraindikasi – Dosis – Efek Samping

Acarbose – Obat Apa – Kontraindikasi – Dosis – Efek Samping

by Rulita Sani Hoerunisa

Apa itu Acarbose?

Acarbose digunakan untuk perawatan penyakit diabetes tipe 2 yang bekerja dengan cara mengontrol gula darah pasien. Gula darah pasien dapat dikontrol dengan obat ini karena obat ini dapat menghambat proses pencernaan pada sistem tubuh pasien. Lebih tepatnya memperlambat dicernanya karbohidrat yang masuk. Obat ini biasanya diberikan pada pengidap diabetes sebagai obat tambahan. Bukan obat utama.

Obat utama diabetes diantaranya insulin, metformin, sulfonilurea. Dan acarbose ini baik bila dikonsumsi bersamaan dengan obat-obat tersebut karena dapat mengendalikan diabetes. Dan juga kombinasi yang dilakukan ini sangat baik jika penggunaan obat tunggal sudah tidak mempan bagi beberapa pasien.

Karena obat ini dapat digunakan untuk menurunkan kadar gula darah, maka pasien akan terhindar dari penyakit lain yang biasanya menghinggapi pasien diabetes. Resiko penyakit lain yang dimaksud adalah kerusakan ginjal, stroke hingga serangan jantung. Kadar gula darah sebenarnya bisa diturunkan dengan menjalani diet ataupun latihan fisik lainnya. Tapi biasanya hal tersebut tidak cukup ampuh sehingga dibutuhkan obat ini.

Antidiabetes merupakan obat yang berfungsi untuk mengobari pasien diabetes. Ia memiliki 5 Golongan yang diklasifikasikan menjadi Golongan :

  • Sulfonilurea merupakan antidiabetes yang bekerja dengan meningkatkan sensitifivas jaringan terhadap insulin. Sulfonilurea ini juga kembali digolongkan menjadi 3 jenis yakni : Sulfonilurea short acting, Sulfonilurea intermediate acting, Sulfonilurea long acting.
  • Biguanid merupakan salah satu bagian dari jenis obat yang laku dipasaran. Ia bekerja dengan cara meningkatkan penggunaan glukosa dan menghambat glukoneogenesis.
  • Glitazon merupakan salah satu antidiabetes yang bekerja dengan cara meningkatkan pengambilan glukosa dari darah yang berlebihan. Obat ini merupakan jenis obat yang dapat digunakan kapanpun meski tidak diperkenankan untuk pasien dengan penyakit ginjal dan jantung.
  • Meglitinid merupakan obat yang hampir mirip dengan sulfonilurea. Selain cara kerjanya, efek samping dari obat ini juga sama yaitu dapat mengakibatkan kegemukan atau obesitas.
  • Acarbose merupakan salah satu jenis atau golongan dari antidiabetes yang bekerja dengan menurunkan kadar gula darah. Pada dasarnya penggunaan obat ini terbilang aman meski kerap terjadi gangguan pencernaan seperti diare dll.

Termasuk ke dalam golongan antidiabetes, Acarbose ini sangat laku dipasaran. Beberapa merek dagang yang dijual dipasaran adalah Acrios, Eclid, Glubose dan Glucobay dan biasanya tersedia dalam bentuk tablet.

Kontraindikasi ACARBOSE dan info yang harus Didiskusikan dengan Dokter

Kontraindikasi merupakan keadaan dimana seseorang tidak dianjurkan atau tidak diperkenankan untuk mengkonsumsi sebuah obat. Hal ini secara gamblang menjelaskan tentang kondisi yang berkebalikan dengan indikasi sebuah obat. Pasien dan juga dokter harus mengetahui apa saja kontraindikasi dari sebuah obat sehingga dapat lebih bijak dalam memberikan penanganan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan konsultasi kesehatan dan memberitahukan dokter mengenai riwayat penyakit yang pernah diderita ataupun faktor lain seperti usia.

Obat ini dikontraindikasikan atau tidak dianjurkan bagi :

  • Wanita hamil atau sedang merencenakan kehamilan.
  • Perempuan menyusui
  • Pasien dengan gangguan ginjal, hati, lambung
  • Orang yang tengah menjalani diet diabetes
  • Orang yang memiliki berbagai penyakit usus kronis.
  • Anak usia dibawah 18 tahun.
  • Pasien yang memiliki hipersensitivitas atau reaksi berlebihan terhadap kandungan acarbose atau kandungan bahan lain yang ditandai dengan perasaan terbakar pada bagian tubuh ataupun kesemutan.

Prosedur Pemakaian Obat Acarbose

Hal pertama yang harus pasien ketahui adalah bahwa obat ini merupakan obat yang dikategorikan sebagai obat resep. Artinya hanya bisa dikonsumsi dan didapatkan dengan resep atau anjuran dokter. Sebelum mengkonsumsi obat ini pastikan pasien telah melakukan konsultasi dengan dokter mengenai berbagai hal seperti :

  • Alergi terhadap Acarbose atau jenis obat lainnya
  • Beritahu dokter jika pasien memiliki masalah pencernaan
  • Beritahu Dokter jika pasien memiliki radang usus, penyumbatan usus, luka pada usus, atau masalah usus lainnya juga masalah hati atau pun penyakit ginjal
  • Konsultasikan jika anda memiliki penyakit diabetes dan infeksi.

Bacalah informasi pemakaian produk yang tertera pada kemasan. Anda bisa menanyakan dengan lebih lanjut pada dokter untuk informasi yang lebih akurat dan valid. Hal-hal umum yang harus diperhatikan adalah :

  1. Minumlah obat sebelum makan
  2. Selama masa penggunaan acarbose, pasien tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi sukrosa (gula biasa)
  3. Minum obat secara teratur. Jika obat harus diminum sebanyak 3 kali dalam sehari maka konsumsi per 8 jam sekali. Jika dua kali sehari berarti per 12 jam.
  4. Untuk membantu pasien mengonsumsi obat pada jam yang sama buatlah alarm atau koordinasikan dengan orang terdekat di rumah.
  5. Penggunaan obat harus diiringi dengan pengaturan pola makan dan olahraga yang teratur untuk membantu mengendalikan gula darah.
  6. Obat hanya boleh dikonsumsi oleh pasien usia 18 tahun ke atas.
  7. Dapat diminum bersamaan dengan obat antidiabetes lainnya seperti insulin, dll. Jika hal ini dilakukan maka harus ada penyesuaian dosis kembali.
  8. Salahs atu efek penggunaan obat ini adalah rasa kantuk, pusing dan penglihatan buram. Maka dari itu hindari berkendara atau mengemudi setelah meminum obat untuk menghindari kecelakaan.
  9. Hindari pengomsumsian alkohol dan tembakau.

Dosis pemakaian Acarbose

Dosis merupakan takaran atau ukuran dalam dunia medis untuk obat yang dikonsumsi oleh pasien. Setiap pasien dengan penyakit yang sama dapat memiliki dosis yang berbeda. Hal tersebut terjadi karena pengaruh dari beberapa faktor seperti kondisi kesehatan, usia, riwayat penyakit dan pengobatan lain yang sedang dijalani.

Dosis harus dikonsumsi dengan baik dan benar sesuai dengan anjuran dan resep dokter. Karena kekurangan dosis dapat menyebabkan efek obat tidak berjalan secara optimal sedangkan kelebihan dosis dapat menyebabkan keracunan dan overdosis. Di pasaran terdapat acarbose bentuk tablet dengan berbagai varian dosis. Diantaranya 25 mg, 50 mg dan 100 mg.

  • Pada Pengobatan Awal

Pada masa awal pengobatan, acarbose diberikan sebanyak 50 – 150mg / hari. Dokter akan melihat reaksi pasien, jika responnya baik maka dosis akan ditingkatkan menjadi 150mg atau hari dalam kurun waktu 2 bulan.

  • Sesuai Berat Badan

Dosis maksimal yang dapat diberikan adalah 3 kali dalam sehari sebanyak 200mg tergantung berat badan pasien. Dosis yang diberikan akan berbeda jika penggunaan obat digunakan bersamaan dengan antidiabetes lainnya.

Jika ada dosis yang terupalan maka harus segera diminum. Itupun hanya jika waktu menuju pamakaian dosis berikutnya masih lama (sekitar 5 jam). Bila mendekati pada waktu dosis berikutnya sebaiknya dilewat saja dan lanjutkan sesuai jadwal untuk menghindari overdosis.

Apa yang terjadi jika Overdosis?

Overdosis merupakan kelebihan dosis kandungan atau obat yang masuk ke dalam sistem tubuh mahuk hidup. Overdosis ini dapat menyebabkan efek yang berbahaya mulai dari rekasi alergi, keracunan hingga kematian.

Untuk menghindari overdosis pada pasien hindarilah pemberian obat tanpa resep atau anjuran dokter meski ia memiliki penyakit yang sama. Karena dosisnya bisa saja berbeda. Banyak hal yang harus dikonsultasikan agar mendapatkan dosis yang tepat. Jika seseorang telah terindikasi keracunan atau overdosis maka segeralah bawa ia ke UGD (Unit Gawat Darurat) di rumah sakit terdekat agar segera mendapakan penanganan lebih lanjut dari dokter.

Cara Penyimpanan Obat Acarbose yang benar

Ketidaksesuaian penyimpanan obat dapat menyebabkan obat menjadi mudah rusak. Obat rusak berarti tingkat stabilitasnya menurun sehingga fungsi obat tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Untuk itu penyimpanan obat harus dilakukan dengan benar.

Bacalah informasi penyimpanan produk yang terdapat pada kemasan ataupun dapat menanyakan langsung pada apoteker untuk mendapatkan interuksi yang lebih valid dan detail. Beberapa merek obat memiliki aturan penyimpanan yang berbeda dengan beberapa perlakuan khusus. Namun sebenarnya tetap memiliki aturan yang umum. Aturan umum tersebut diantaranya :

  1. Simpan pada suhu ruangan stabil (25 derajat celcius)
  2. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan
  3. Cek masa kaduwarsa obat secara berkala kemudian pisahkan antara obat yang telah kadaluwarsa dengan obat yang masih layak pakai
  4. Jangan buang obat ke saluran pembuangan atau drainase kecuali sesuai dengan instruksi dokter
  5. Jangan simpan di toilet ataupun tempat lembab lainnya
  6. Hindarkan dari suhu panas ataupun cahaya sinar matahari langsung (direct sun)
  7. Jangan simpan obat terlalu lama di dalam mobil karena akan kepanasan. Dan panas dapat menyebabkan obat mengalami kerusakan yang lebih cepat.

Efek Samping Obat Acarbose

Penggunaan obat pasti memiliki efek samping yang merugikan pada tubuh penggunanya. Efek samping ini seringkali tidak dapat dihindari karena berbagai reaksi kandungan obat pada kondisi tubuh pasien.

Tidak setiap efek samping dapat terjadi pada pasien, tapi kemungkinannya tetap ada. Jadi kita harus mengetahui efek samping yang mungkin terjadi dari obat yang kita gunakan agar kita lebih waspada dan hati-hati ketika menggunakannya.

  • Perut kembung
  • Diare dan sakit perut
  • Gangguan pencernaan
  • Kram Perut
  • Mual dan muntah
  • Sembelit
  • Pendarahan yang tidak biasa pada hidung, mulut, vagina ataupun dubur.
  • Ruam pada kulit
  • Eritema atau kemerahan pada kulit
  • Eksantema atau infeksi akut pada kulit yang disebabkan oleh bakteri. Biasanya penyakit ini menyerang bayi dan mirip dengan campak.
  • Urtikaria atau kemerahan pada kuit yang memiliki rasa gatal luar biasa.
  • Hipoglikema atau kadar gula darah rendah
  • Peningkatan level serum transamin pada tubuh
  • Kadar gula darah yang berubah-ubah dan tidak dapat dikontrol
  • Pembengkakan pada bagian wajah dan lidah
  • Penyakit kuning
  • Hepatitis fulminan atau kerusakan jaringan hati yang parah.

Segeralah hubungi dokter jika pasien mengalami efek samping di atas agar dokter dapat menindaklanjutinya dengan cepat sebelum kondisi pasien lebih parah. Efek samping yang dituliskan di atas tidak berarti semua efek samping yang sering terjadi. Terbagi menjadi efek samping yang ringan, sedang hingga serius. Kemungkinannya pun terbagi menjadi efek samping yang umum, sering terjadi dan jarang terjadi dengan presentasenya masing-masing.

Itulah penjelasan lengkap mengenai Acarbose yang merupakan salah satu golongan antidiabetes yang dapat menurunkan kadar gula dalam darah bagi pasien pengidap penyakit diabetes. Meski setiap penyakit memiliki obatnya tapi alangkah lebih baiknya jika kita mulai menerapkan gaya hidup sehat, mengatur pola maka dan menjaga kebutuhan nutrisi tubuh setiap saat. Karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

You may also like