Home Obat A-ZObat A Atenolol + Chlortalidone – Obat Apa – Fungsi – Dosis – Efek Samping

Atenolol + Chlortalidone – Obat Apa – Fungsi – Dosis – Efek Samping

by Nindya Ayu Izarina

 Apa itu Atenolol + Chlortalidone?

Chlortalidone termasuk kategori obat thiazide-related diuretic. Atenolol digunakan dengan atau tanpa kombinasi obat lain untuk menangani hipertensi atau tekanan darah tinggi. Menurunkan tekanan darah tinggi dapat membantu pencegahan penyakit stroke, sakit jantung dan penyakit ginjal. Pengobatan ini juga digunakan untuk mengatasi nyeri di dada atau angina dan meningkatkan keselamatan paska penyakit jantung.

Kombinasi obat ini digunakan untuk menangani hipertensi. retensi cairan, gagal jantung dan diabetes insipidus. Beberapa nama kombinasi obat ini adalah Tenoret 50 dan tenoretic 100. Atenolol termasuk ke dalam kategori obat yang disebut dengan beta blocker. Beta blocker bekerja dengan cara menghambat aktifitas beberapa kimia alami yang ada di dalam tubuh, seperti epinephrine yang berada di dalam jantung dan pembuluh darah. Yang pada nantinya akan menurunkan denyut nadi, tekanan darah dan peregangan pada jantung.

Diuretic adalah kategori obat yang meningkatkan jumlah urine yang keluar dari tubuh anda dari ginjal. Selain digunakan untuk penanganan tekanan darah tinggi, Chlortalidone juga berfungsi untuk mengeluarkan cairan berlebihan di dalam liver dan penyakit ginjal, dimana tubuh menampung cairan lebih dari yang dibutuhkan. Chlortalidone juga berfungsi menangani gagal jantung, dimana jantung pada kondisi ini tidak berfungsi seperti yang seharusnya.

Obat diuretic seperti Chlortalidone bekerja dengan mengganggu mekanisme bergeraknya garam dan air di jaringan khusus yang ada di dalam ginjal anda. Dampak yang diinginkan adalah bertambahnya jumlah urine anda. Keluarnya cairan dalam tubuh anda akan secara otomatis mengurangi tekanan darah anda dan meringankan beban yang harus dikerjakan oleh jantung. Chlortalidone cenderung bekerja dengan tidak terlalu agresif, jadi mungkin anda tidak akan merasakan buang air kecil secara berlebihan.

Chlortalidone juga dapat digunakan bersama dengan obat-obatan lain untuk menangani tekanan darah tinggi, untuk kondisi seperti ini biasanya dokter akan memberikan Chlortalidone berupa tablet. Kombinasi obat ini akan membantu anda mengurangi jumlah tablet yang anda harus minum setiap harinya. Selain mengobati tekanan darah tinggi dan diabetes, Chlortalidone juga dapat digunakan untuk meringankan bengkak di beberapa bagian tubuh anda, seperti bengkak pada sandi-sandi kaki dan juga nyeri di dada yang menyebabkan tidak bisa bernafas dengan lega.

Kontraindikasi dan Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengkonsumsi Obat Atenolol + Chlortalidone

Beberapa obat tidak sesuai digunakan oleh individu dengan kondisi medis tertentu dan terkadang obat-obatan lain ditambahkan untuk menambah perlindungan terhadap tubuh. Untuk alasan ini, sebelum anda meminum Chlortalidone sebaiknya dokter anda mengetahui apabila anda memiliki kondisi medis sebagai berikut :

  • Apabila anda sedang hamil, sedang program kehamilan atau sedang menyusui
  • Apabila anda memiliki penyakit ginjal atau penyakit liver
  • Apabila anda memiliki Gout (sejenis penyakit sendi), diabetes atau kondisi inflamatori seperti Lupus atau SLE (systemic lupus erythematosus). Kondisi ini mungkin akan lebih memburuk jika anda berinteraksi dengan Chlortalidone
  • Jika anda memiliki sodium yang rendah potasium yang rendah di dalam tubuh atau tingginya jumlah kalsium di dalam tubuh
  • Beberapa jenis penyakit yang berkaitan dengan masalah denyut jantung (seperti denyut jantung yang terlalu lemah atau hambatan atrioventricular pada second or third degree)
  • Masalah pada pernafasan, seperti asma, bronkitis kronis dan emphysema
  • Masalah pada sirkulasi darah seperti Raynaud’s disease dan peripheral vascular disease
  • Penyakit ginjal
  • Jika anda memiliki penyakit bernama Addison’s disease
  • Jika anda memiliki reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu
  • Jika anda sedang mengkonsumi obat-obatan lainnnya, seperti yang ada beli di toko farmasi tanpa resep dokter, obat herbal dan juga suplemen dan vitamin.

Prosedur Minum Obat Atenolol + Chlortalidone

Sebelum anda minum obat ini, sebaiknya membaca dengan seksama mengenai informasi yang tercetak di dalam bungkus obat tersebut. Dengan memahami hal tersebut, dapat menurunkan resiko kontraindikasi dan efek samping yang tidak diinginkan nantinya.

Dosis Minum Obat Atenolol + Chlortalidone

Minumlah Atenolol + Chlortalidone sesuai dengan anjuran dokter. Dosis yang diberikan untuk orang dewasa dengan kondisi hipertensi adalah atenolol 50 mg dan chlorthalidone 25 mg secara oral sekali dalam sehari. Karena obat ini diberikan untuk jangka panjang, maka akan ada dosis maintenance sebanyak atenolol 50 mg – 100 mg dan chlorthalidone 25 mg, secara oral dan sekali sehari.

Apa yang terjadi jika overdosis obat Atenolol + Chlortalidone?

Apabila terjadi overdosis Atenolol + Chlortalidone, segera datangi unit gawat darurat terdekat dan sebaiknya membawa obat-obatan, vitamin, herbal yang sedang dikonsumsi oleh pasien untuk memudahkan diagnosa dokter. Apabila ada dosis yang terlewat maka sesegera mungkin konsumsi dosis tersebut, namun jika sudah mendekati waktu konsumsi dosis selanjutnya maka jangan menambah jumlah dosis.

Bagaimana cara penyimpanan obat Atenolol + Chlortalidone?

  1. Simpan di tempat yang jauh dari jangkauan hewan dan anak-anak.
  2. Jangan terkena sinar matahari langsung dan jangan disimpan di tempat yang lembab seperti lemari kamar mandi.
  3. Tempatkan pada suhu ruangan.
  4. Jika tablet berubah warna maka segera kembalikan ke apotek yang memberi anda Atenolol + Chlortalidone.
  5. Sangat tidak dianjurkan untuk membuang obat yang sudah kadaluarsa atau tidak terpakai lagi di saluran pembuangan atau toilet karena untuk mengurangi resiko pencemaran lingkungan.
  6. Sisa obat apapun yang anda miliki sebaiknya diberikan kembali ke farmasi untuk dibantu pembuangannya secara tepat.

Efek Samping Obat Atenolol + Chlortalidone

Diuretic seperti Atenolol + Chlortalidone membantu tubuh anda mengeluarkan kelebihan cairan yang ada di dalam tubuh, jadi mungkin dalam waktu ke waktu anda akan merasa dehidrasi. Beritahukan kepada dokter apabila anda merasa selalu kehausan, mulut menjadi kering atau kulit yang terlihat dan terasa lebih kering daripada sebelumnya.

Apabila dokter memberi anda Atenolol + Chlortalidone untuk penanganan tekanan darah tinggi, biasanya obat ini ditujukan untuk jangka panjang. Atenolol + Chlortalidone tidak memberikan dampak badan merasa tidak enak atau ada perubahan secara signifikan, namun apabila ada kelalaian, tekanan darah tinggi dapat membahayakan jantung anda dan merusak pembuluh darah anda. Hal ini sangat berbahaya dan nantinya dapat menyebabkan sakit jantung, stroke, atau penyakit ginjal. Untuk meminimalisir hal tersebut, lebih baik secara kontinyu minum Atenolol + Chlortalidone

Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi pada umumnya :

  • Tidak nafsu makan – efek samping ini tidak serius dan untuk menanggulanginya sebaiknya minum Chlortalidone setelah selesai makan.
  • Dampak gastrointestinal seperti mual-mual – Hal ini disebabkan lambung yang belum terproteksi oleh makanan, sebaiknya makan sebelum minum Chlortalidone.
  • Sakit Kepala dan tidak dapat konsentrasi – hal ini bisa diminimalisir dengan berdiri secara pelan-pelan. Jangan mengendarai kendaraan bermotor atau bekerja menggunakan alat berat sampai anda merasa lebih baik.
  • Impotensi – Chlortalidone akan menimbulkan impotensi sementara, namun apabila hal ini mengganggu hidup anda, silahkan segera hubungi dokter yang bersangkutan.
  • Ruam pada kulit yang sangat gatal – Reaksi gatal-gatal ini disebabkan oleh adanya reaksi alergi terhadap Chlortalidone. Reaksi alergi dapat menjadi ringan dan darurat tergantung dari respon tubuh terhadap Chlortalidone. Adanya hipersensifitas juga dapat terjadi apabila alergi tidak ditangani dengan cepat dan benar. Reaksi alergi lain juga bisa berupa bengkak di wajah, mulut dan bibir atau kesulitan bernafas.
  • Perubahan pada hasil tes darah anda – dokter akan selalu memeriksa perubahan pada tes darah ada.
  • Gejala tidak seimbangnya elektrolit dalam tubuh – seperti mulut yang kering, kehausan terus menerus, merasa kelelahan, otot terasa nyeri, pingsan dan kejang-kejang.
  • Jaundice atau mata dan kulit menguning.

Makanan atau alkohol tidak boleh digunakan bersama dengan obat-obatan tertentu karena dapat menyebabkan dampak interaksi obat. Terutama pada alkohol dan tembakau, sangat dianjurkan untuk menghentikan konsumsi selama melakukan terapi Atenolol + Chlortalidone. Selain terjadinya reaksi interaksi, alkohol dan tembakau dapat meningkatkan resiko efek samping dan mengurangi absorpsi yang seharusnya terjadi di dalam tubuh.

Konsultasikan kepada dokter mengenai gaya hidup anda sebelum terapi dan bagaimana saran dokter agar pengobatan ini dapat dilaksanakan dengan efektif dari segi waktu dan tenaga. Begitu juga tentang penggunaan dan kebiasaan jenis makanan yang harus dihindari.

You may also like