6 Posisi Tidur yang Baik untuk Kesehatan – Gangguan dan Cara Mengatasinya

Tidur merupakan salah satu aktifitas yang penting bagi manusia. Setidaknya, manusia harus tidur selama 6 sampai 8 jam per hari. Tidur penting dilakukan untuk mengistirahatkan otot dan juga merilekskan pikiran dari segala aktvitas. Tidur juga penting untuk menjaga kinerja beberapa jenis hormon dalam tubuh, salah satunya hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan merupakan salah satu hormon yang bekerja saat tubuh sedang tidur. Karena itu, pertumbuhan seseorang akan terganggu jika tidur/istirahat kurang. Lalu, apa manfaat tidur bagi tubuh kita?

Manfaat Tidur Bagi Tubuh :

1. Meningkatkan Memori, Sistem Imun, Kreatifitas, dan Konsentrasi

Saat tidur, neuron yang berada di korteks serebral otak mengalami perbaikan. Jika proses perbaikan tersebut dapat berjalan dengan optimal, daya ingat dan juga konsentrasi akan meningkat. Tidur yang cukup dan berkualitas, terutama pada malam hari, dapat membantu proses detoksifikasi dalam tubuh. Proses detoksifikasi tersebut terjadi di dalam hati. Proses detoksifikasi tersebut terjadi dengan pembentukan amino gluthathione yang berfungsi sebagai antioksidan untuk menetralisasi stres oksidatif dan damapak negatif radikal bebas. Mekanisme detoksifikasi tersebut berkaitan erat dengan produksi antioksidan untuk menetralkan racun dalam tubuh. Proses detoksifikasi oleh hati akan bekerja dengan optimal ketika kita melakukan tidur malam secara berkualitas.

baca juga: makanan untuk detoksifikasi tubuh

2. Memperbaiki Sistem Metabolisme

Tidur cukup pada malam hari akan memperbaiki sistem metabolisme tubuh. Dengan tidur, tubuh akan beristirahat dan proses pengeluaran energi akan berkurang. Energi yang dilepaskan oleh tubuh ketika tidur akan berkurang sebanyak 15% hingga 20%, termasuk pasokan oksigen ke dalam tubuh. Tidur yang cukup akan membantu proses pengeluaran energi dan juga proses pencernaan lebih stabil sehingga saat bangun tidur tubuh lebih terasa bugar. Keterlambatan tidur, walau hanya satu malam saja, dapat mengganggu proses metabolisme. Proses pengeluaran di siang hari seharusnya dapat dikurangi saat tidur malam, namun karena tidur malam tidak dilakukan, proses pengeluaran energi tidak mendapat istirahat atau pengurangan.

baca juga: penyebab akibat kurang tidur

3. Menjaga Kesehatan Kulit

Jangan heran jika kebanyakan orang yang kurang tidur atau terlalu banyak melakukan kerja lembur akan terlihat lebih tua dari usianya. Tanda-tanda penuaan dini seperti kulit keriput, kering, dan kusam merupakan akibat dari kurang tidur malam atau tidur yang tidak berkualitas. Tidur berkualitas pada malam hari akan membantu melancarkan aliran darah sehingga kulit akan nampak lebih lembab karena pasokan cairan ke kulit lebih lancar. Jika kebutuhan tidur tidak terpenuhi atau kurang, kulit akan lebih mudah kusam dan kering karena aliran darah di kulit tidak lancar.

baca juga: makanan sehat untuk kulit

4. Mengontrol Berat Badan

Obesitas merupakan gangguan berat badan yang salah satunya disebabkan karena kurang tidur atau tidur yang tidak berkualitas. Proses metabolisme terjadi lebih optimal saat tidur. Jika tidur di malam hari tidak berkualitas, proses metabolisme akan menurun dan tubuh akan mengalami kenaikan berat badan. Di lain pihak, kurang tidur atau tidur yang kurang berkualitas akan meningkatkan resiko stres. Kebanyakan orang yang stres akan menjadikan makanan sebagai pelampiasan sehingga pola makan mereka cenderung tidak terkontrol.

baca juga: 32 olahraga menurunkan berat badan super cepat

5. Membantu Proses Regenerasi Sel

Aktivitas pada siang hari menuntut pengeluaran energi oleh tubuh. Proses tersebut dapat menyebabkan rusaknya berbagai sel dalam jaringan tubuh. Saat tidur, tubuh akan beristirahat. Sedangkan sel-sel yang rusak akan mengalami perbaikan. Karena itu, perbaikilah kualitas tidur agar tubuh tetap sehat.

6. Mencegah Timbulnya Stres

Tidur yang cukup dan berkualitas dapat membantu otak dalam kondisi rileks. Rasa rileks tersebut bertujuan untuk menghindarkan diri dari stres. Tidur dapat melancarkan aliran darah, termasuk aliran darah ke otak sehingga otak menjadi lebih tenang. Saraf-saraf yang tegang karena aktifitas pada siang hari akan beristirahat sehingga pada saat bangun tubuh terasa lebih segar dan pikiran lebih tenang.

baca juga: cara menghindari stres

Itulah beberapa manfaat tidur bagi tubuh manusia. Tidur yang baik bukan hanya tidur yang terpenuhi secara kuantitas, tetapi secara kualitas juga harus diperhatikan. Meskipun secara kuantitas tidur kita sudah cukup, namun apabila tubuh tidak rileks dan posisi tidur tidak benar, maka tidur tersebut dapat dikatakan tidak berkualitas. Lalu bagaiman posisi tidur yang baik untuk kesehatan?

Tidur berkualitas dapat didukung dengan berbagai hal, salah satunya dengan posisi tidur yang benar. Posisi tidur yang benar dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks dan dapat menghindari berbagai resiko yang bisa timbul akibat posisi yang salah saat tidur. Setiap orang memiliki kebiasaan tertentu ketika tidur, entah itu dari segi posisi atau dari segi kebiasaan lain seperti mengorok atau menggertakkan gigi saat tidur. Lalu bagaimana posisi tidur yang direkomendasikan menurut kesehatan. Berikut ini posisi tidur yang baik untuk kesehatan :

1. Tidur dengan Posisi Miring

Jika Anda memiliki kebiasaan tidur dengan posisi tubung miring/menyamping maka miringlah ke arah kanan. Hindari posisi tubuh miring ke kiri. Posisi tubuh yang miring ke sebelah kiri berpotensi membebani jantung dengan berat badan. Padahal kerja jantung sudah cukup berat yakni memompa darah ke seluruh tubuh. Kebiasaan tidur dengan miring ke kiri dalam jangka waktu lama dapat berakibat buruk pada kesehatan jantung. Posisi tidur miring dapat dilakukan seperti posisi janin dalam kandungan. Posisi seperti itu dapat mengurangi ketegangan dan beban bagi punggung. Posisi tersebut juga dapat mempermudah pernapasan dan juga membantu membebaskan organ-organ dalam tubuh. Anda bisa menggunakan bantal yang agak keras di bawah kepala dan leher untuk mengurangi tekanan pada bagian tersebut. Anda juga bisa menyisipkan bantal atau guling di antara kedua kaki agar tumpuan badan tidak berpusat pada pinggul dan badan tidak pegal.

baca juga: cara menghilangkan ngorok saat tidur

2. Tidur dengan Posisi Terlentang

Bagi Anda yang memiliki kebiasaan tidur terlentang ternyata posisi tidur seperti ini juga memiliki manfaat bagi tubuh. Tidur terlentang dapat membantu menyeimbangkan posisi dan beban tubuh, menyelaraskan organ-organ dalam tubuh, juga dapat mencegah timbulnya sakit punggung dan leher. Tidur terlentang yang baik dapat didukung tanpa menggunakan bantal. Tanpa menggunakan bantal, tubuh justru berada dalam kondisi netral. Menggunakan bantal yang terlalu tebal saat tidur terlentang dapat menyebabkan kesulitan pernafasan juga menyebabkan perubahan struktur tulang leher (membuat tubuh terlihat bungkuk). Untuk menjaga keselarasan punggung, Anda dapat meletakkan bantal di bawah lutut. Tidur terlentang ternyata juga baik untuk menjaga kecantikan wajah, karena otot-otot wajah akan terhindar dari kerutan. Posisi tidur terlentang juga dapat menghindarkan payudara untuk mengendur.

Akan tetapi, poisisi tidur terlentang sama sekali tidak disarankan untuk Anda yang sering mendengkur saat tidur. Tidur terlentang akan membuat pangkal lidah turun ke bagian saluran pernafasan, akibatnya sirkulasi udara terhambat sehingga menimbulkan suara dengkuran yang semakin keras.

baca juga: bahaya mandi tanpa tidur

3. Tidur dengan Posisi Tengkurap

Posisi tidur tengkurap dapat menjadi pilihan bagi Anda yang sering mendengkur. Suara dengkuran dapat dikurangi dengan tidur tengkurap karea saluran udara atas akan terbuka sehingga sirkulasi udara lebih lancar. Akan tetapi, posisi tidur tengkurap sering disebut sebagai posisi tidur yang paling buruk. Posisi tengkurap dapat menyebabkan sakit punggung pada bagian bawah. Posisi terlentang saat tidur juga dapat menyebabkan tubuh kesemutan saat bangun karena beberapa bagian saraf mengalami tekanan saat tidur tengkurap. Kondisi keselarasan leher juga dapat terganggu karena posisi tidur tengkurap.

baca juga: berkeringat saat tidur

Posisi Tidur yang Baik untuk Wanita Hamil

Wanita hamil dianjurkan melakukan posisi tidur dengan cara tertentu karena beban tubuhnya bertambah. Ada beberapa penjelasan mengenai posisi tidur bagi ibu hamil yang harus diketahui, sehingga kesehatan kandungan tetap terjaga.


baca juga: bahaya menggunakan bra saat tidur

1. Tidur dengan Posisi Tengkurap

Meskipun tidur dengan posisi terngkurap bisa dianggap aman, namun posisi tidur seperti ini tidak dianjurkan. Pada masa awal usia kehamilan, payudara akan mengalami pembesaran sehingga cenderung lebih sensitif jika tidur secara tengkurap. Sebagian besar wanita hamil tidak akan merasa nyaman dengan posisi tidur tengkurap.

2. Tidur dengan Posisi Terlentang

Tidur dengan posisi terlentang sangat dianjurkan pada wanita hamil dengan usia kehamilan di bawah 16 minggu. Saat kehamilan masuk usia 16 minggu, seluruh berat rahim akan dibebankan ke bagian belakang, usus, dan juga vena besar. Tidur dengan posisi terlentang juga dapat meningkatkan resiko berbagai penyakit seperti wasir, sakit pinggang, gangguan pernafasan, serta gangguan pencernaan. Posisi tidur terlentang bagi ibu hamil pada usia kehamilan di atas 16 minggu juga berpotensi menurunkan tekanan darah sehingga ibu hamil sering merasa pusing.

3. Posisi Tidur Terbaik untuk Ibu Hamil

Saat usia kehamilan memasuki 16 minggu, sangat disarankan bagi wanita hamil untuk tidur dengan posisi menyamping. Posisi menyamping akan baik bagi kesehatan bayi karena bayi akan memperoleh aliran darah yang cukup dan nutrisi lebih maksimal dari plasenta. Vena besar yang berada di bagian belakang sebelah kanan spina akan mengembalikan darah dari tubuh di bagian bawah. Darah tersebut akan dibawa ke jantung. Posisi tidur menyamping jugaakan membantu kinerja ginjal pada ibu hamil. Ginjal akan bekerja lebih optimal dengan membuang sisa produk dan memfilter darah. Proses tersebut dapat mengurangi resiko terjadinya pembengkakan pada kaki dan tangan.

Bagi wanita hamil, posisi tidur menyamping ke kiri adalah posisi yang paling direkomendasikan. Posisi tersebut dianggap sebagai posisi yang paling nyaman. Selain itu, kinerja jantung juga lebih baik karena berat bayi dalam kandungan tidak akan menekan pembuluh vena besar. Vena besar memiliki tugas membawa kembali darah dari kaki menuju ke jantung. Posisi tidur miring ke kiri juga akan membantu sirkulasi darah untuk ditujukan ke ginjal, rahim, dan janin. Posisi tidur menyamping ke kiri biasanya direkomendasikan untuk ibu hamil karena posisi ini cenderung memberikan perlindungan untuk rahim.

Macam-macam Gangguan dan Masalah Tidur

Tidur yang tidak berkualitas bisa disebabkan oleh posisi yang tidak benar. Selain itu, berbagai gangguan dan permasalahan dapat hadir sehingga memperburuk kualitas tidur Anda. Tidur yang cukup dan berkualitas hendaknya selalu dilaksanakan agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari stres. Beberapa gangguan tidur dapat mengganggu kualitas tidur. Bahkan menurut survei epidemilogi, setiap tahunnya manusia mengalami gangguan dan permasalahn tidur sebanyak 35%. Gangguan tidur tersebut kebanyakan terjadi pada wanita, orang-orang dewasa, dan juga orang-orang dengan tingkat ekonomi rendah. Lalu apa saja gangguan dan masalah tidur yang dimaksud? Berikut ini penjelasannya.

  • Insomnia

Insomnia merupakan gangguan tidur yang bisa dikatakan paling sering didengar. Gangguan semacam ini adalah timbulnya masalah kesulitan untuk tidur. Pada malam hari, orang-orang pengidap insomnia hanya akan tidur sementara atau bahkan tidak tidur sama sekali. Pada beberapa kasus, ditemukan orang-orang yang sudah tertidur, namun ketika suatu waktu mereka terbangun dan terjaga mereka akan mengalami kesulitan untuk tidur kembali. Padahal kesempatan untuk mereka tidur masih ada. Insomnia bisa disebabkan oleh stres juga gangguan kesehatan seperti gangguan jantung dan kinerja kelenjar tiroid yang terganggu. Wanita yang telah manepouse juga lebih rentan terkena insomnia.

  • Narkolepsi

Narkolepsi merupakan gangguan tidur di mana gejalanya adalah penderita akan tertidur secara tiba-tiba. Saat penderita narkolepsi tertidur, mereka akan sangat sulit dibangunkan. Akan tetapi kebanyakan penderita narkolepsi justru mengalami kesulitan tidur di malam hari. Narkolepsi disebabkan oleh rapid eye movement (REM), di mana penderita narkolepsi akan tertidur secara mendadak bahkan bermimpi pada saat mereka tersadar. Narkolepsi juga bisa disebabkan oleh kerusakan genetik. Narkolepsi dapat dicegah dengan matode obat-obatan seperti dengan mengkonsumsi obat amfetamin, hidroklorida, atau dengan antidepresan.

  • Parasomnia

Kasus parasomnia lebih banyak muncul pada kalangan anak-anak. Sebanyak 10% kasus parasomnia ditemukan pada anak-anak, sedangkan pada oraang dewasa hanya sebesar 1%. Parasomnia oleh masyarakat awam sering disebut dengan “ngelindur”. Parasomnia merupakan gejala timbulnya gangguan yang menyertai tidur seperti tidur sambil berbicara atau tidur sambil berjalan. Pada umumnya, parasomnia akan muncul karena sebuah trauma masa lalu. Sebagai contoh, seorang anak (bayi) yang terlalu banyak tertawa ketika bermain di siang hari biasanya akan tertawa ketika tidur. Trauma tersebut muncul ketika tidur yang diwujudkan dalam sebuah mimpi. Parasomnia juga bisa berkaitan dengan gangguan tidur REM.

  • Teror Malam

Teror malam merupakan salah satu gangguan tidur yang paling menganggu. Penderita gangguan teror malam akan terbangun secara mendadak dan biasanya akan berteriak atau menjerit. Hal tersebut dapat terjadi karena si penderita biasanya mengalami mimpi buruk yang sangat berpengaruh pada psikisnya. Penderita gangguan teror malam juga bisa terjadi karena trauma masa lalu. Trauma tersebut biasanya merupakan hal buruk yang memberikan tekanan batin hingga terbawa ke alam bawah sadar. Akibatnya penderita akan sering mengalami mimpi buruk disertai dengan teriakan histeris. Pada beberapa kasus, orang-orang yang mengalami gangguan teror malam adalah orang-orang yang mengidap skizofrenia.

  • Mendengkur

Bagi seseorang yang memiliki kebiasaan mendengkur akan menganggap bahwa dengkurannya bukanlah suatu penghambat tidur berkualitas. Seseorang yang mendengkur saat tidur merasa nyaman-nyaman saja saat tidur. Namun bagi teman tidur si pendengkur, dengkuran adalah salah satu hal yang dapat menyebabkan kualitas tidur menjadi terganggua. Bagi Anda yang sering mendengkur, Anda bisa mengubah posisi tidur terlentang ke posisi menyamping atau tengkurap. Posisi tersebut dapat mencegah timbulnya dengkuran.

  • Hipersomnia

Hipersomnia adalah gangguan tidur di mana penderitanya akan merasakan kantuk yang berlebih sehingga akan tidur dalam kurun waktu yang cukup lama. Hipersomnia disebabkan oleh virus mononukleosis, ensafalitis, dan hidrosefalus. Virus-virus tersebut yang menyebabkan rasa kantuk berlebih pada diri seseorang. Hipersomnia juga dapat disebabkan oleh kerusakan sistem saraf, gangguan ginjal atau hati, juga karena gangguan metabolisme.

  • Apnea Tidur atau Sleep Apnea

Apnea tidur merupakan gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya akan mengalami kesulitan bernafas saat tidur. Banyak orang yang mengalami gangguan tidur semacam ini, hanya saja sebagian besar dari mereka tidak menyadarinya. Kebanyakn orang yang mengalami gangguan tidur semacam ini akan mengira hidungnya tersumbat atau mengira dirinya terserang flu, padahal yang terjadi sebenarnya adalah ia menderita apnea tidur. Pada kasus tertentu, gangguan tidur semacam ini dapat menimbulkan kematian, apalagi jika apnea tidur muncul bersamaan dengan dyspnea.

  • Sindrom Kepala Meledak

Penderita sindrom kepala meledak akan mendengar suara ledakan keras seprti ledakan bom atau suara simbal yang jatuh. Belum ada penelitian yang mampu menunjukkan penyebab dari munculnya sindrom ini. Namun, kebanyakan orang yang menderita sindrom kepala meledak tidak akan merasa sakit kepala atau pusing. Kebanyakan dokter juga menyatakan bahwa sindrom ini bukan merupakan tanda sebuah penyakit tertentu yang serius.

  • Tindihan

Tindihan merupakan gangguan tidur yang sering dialami banyak orang. Kebanyakan orang yang mengalami gangguan ini akan merasa tubuhnya tidak dapat bergerak, bahkan ada pula yang merasa tercekik. Beberapa menyatakan bahwa gangguan semacam ini membuat tubuh tidak dapat digerakkan bahkan ketika mereka sudah terjaa dari tidur. Dari segi medis, tindihan bisa terjadi karena aliran darah tidak lancar sehingga mengganggu kondisi organ. Akan tetapi, banyak juga masyarakat di berbagai belahan dunia yang mengaitkan tindihan dengan hal-hal bersifat gaib.

  • Gangguan Makan Nokturnal

Gangguan ini memang jarang didengar di Indonesia. Pengidap gangguan makan nokturnal akan melakukan aktivitas seperti makan, menyalakan kompor, memotong bahan makanan, bahkan menelan bahan makanan mentah. Aktivitas tersebut akan mereka lakukan di malam hari saat tidur. Penderita gangguan tersebut tidak akan ingat pada aktivitas yang telah mereka lakukan tersebut. Gangguan tidur semacam ini sangat berbahaya karena bisa mengancam nyawa si penderita maupun orang-orang di sekitarnya.

  • Seksomnia

Seksomnia merupakan gangguan tidur yang berkaitan dengan aktivitas seksual. Pada kasus yang terbilang ringan, penderita hanya akan mengerang. Pada tingkatan yang berbahaya, penderita akan mengalami masturbasi yang berbahay hingga diikuti dengan aktivitas seksual yang menyimpang seperti pemerkosaan. Gangguan tidur semacam ini dapat disebabkan oleh tingkat stres yang relatif tinggi, kecanduan alkohol, kurang tidur, dan pengaruh obat-obatan.

Cara Mengatasi Kesulitan Tidur

Kesulitan tidur merupakan gangguan tidur yang menurunkan kesehatan tubuh. Gangguan semacam ini harus diatasi agar tercipta tidur yang berkualitas. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kesulitan tidur.

  • Mengatur Dekorasi Kamar Tidur

Mengatur dekorasi kamar tidur bisa dimulai dengan memilih warna yang disukai untuk kamar tidur. Pengaturan dekorasi ini berpengaruh pada psikologis seseorang. Ketika kamar didekorasi sesuai keinginan, maka ia akan merasakan sensasi nyaman sehingga pikiran lebih rileks dan tidur lebih nyenyak.

  • Memilih Kasur yang Sesuai

Posisi tidur yang benar harus didukung dengan pemilihan kasur yang tepat. Kasur yang baik akan memberikan sensasi rileks pada tubuh Anda. Kasur yang baik akan memberikan posisi yang netral bagi tubuh Anda sehingga posisi tubuh tidak mengalami tekanan pada bagian tertentu. Pemilihan kasur yang sesuai sangat penting agar peredaran darah Anda juga lebih lancar.

  • Mengurangi Cahaya

Cahaya ternyata juga mempengaruhi kualitas tidur. Menggunakan cahaya yang redup atau tidak menggunakan cahaya sama sekali justru akan membuat tidur menjadi lebih nyenyak.

  • Pindahkan Jam dari Kamar Tidur

Jam akan membuat kondisi psikis lebih tertekan karena jam menunjukkan rantang waktu. Saat terjaga dan melihat jam, kemungkinan akan timbul stres karena mengetahui lamanya waktu terjaga. Selain itu, jam dinding yang menimbulkan bunyi “tik tok tik tok” juga dapat menganggu tidur, karena tidur yang nyenyak adalah dengan suasana tenang. Karena itu, ada baiknya Anda memindahkan jam dinding dari kamar tidur Anda.

artikel lainnya yang perlu anda baca:

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , ,
Post Date: Tuesday 22nd, March 2016 / 14:54 Oleh :
Kategori : Kebiasaan Baik