Kelainan Refraksi – Jenis, Gejala, Pencegahan, Pengobatan

1053

Kelainan refraksi adalah penurunan fungsi retina mata berupa peglihatan berkurang yang muncul karena cahaya jatuh tidak tepat mengenai saraf mata. Kelainan refraksi cenderung muncul menyerang anak anak dan dewasa akibat kebiasaan dan gaya hidup buruk jangka panjang yang dilakukan seiring berjalannya waktu, Dimana kondisi tersebut dapat mengancam kesehatan dan fungsi mata. (baca juga : jenis-jenis penyakit mata , penyebab mata berkedut)

Jenis jenis Kelainan Refraksi

1. Rabun jauh
Rabun jauh atau istilah medisnya adalah Miopia merupakan kondisi dimanan retina tidak mampu memfokuskan bayangan atau objek benda yang dilihat dari jarak yang jauh, Sehingga pandangan menjadi kabur (tidak jelas). Kondisi ini disebabkan bola mata memanjang sedangkan lensa mata mencembung, Akibatnya bayangan akan jatuh didepan mata yang menyebabkan pandangan jarak jauh tidak jelas. (Baca juga: Penyebab rabun jauh , Obat rabun jauh)

2. Rabun dekat

Rabun dekat atau istilah medisnya hipermetropia yaitu kondisi dimana retina mata kehilangan kemampuannya untuk menangkap bayangan atau objek benda dengan jarak dekat. Kondisi ini dikarenakan bola mata yang memendek dann kornea mata mengalami pencekungan., Akibatnya bayanagan akan jatuh dibelakang mata yang menyebabkan pandangan jarak dekat menjadi kabur. (Baca Juga: penyebab mata terasa panas, penyebab mata nyeri sebelah)

3. Astigmatisma

Astigmatisma adalah kondisi dimana bidang vertikal pada kornea mata terlalu mencembung dibandingkan bidang bidang horizontalnya sehingga cahaya yang jatuh pada kornea menjadi terbias pada 2 titik fokus secara bersamaan yang akhirnya titik fokus tidak tepat jatuh pada retin, Kondisi ini menyebabkan objek yang jauh dan yang dekat sama sama terlihat kabur (tidak jelas). (Baca Juga: Operasi Mata Juling , Penyebab Mata Berlemak)

4. Mata tua

Kondisi mata tua atau presbiopia adalah kondisi dimana mata mengalami kemunduran untuk dapat melihat huruf atau tulisan dalam jarak dekat. Kondisi ini muncul akibat proses alamiah dari usia seseorang. Usia diatas 40 tahun otot mata dan jaringan mata lainnya mulai mengalami penyusutan fungsi, Pencembunagn lensa dan keelastisannya secara bertahap. Kondisi ini akan dialami semua manusia didunia secara alamiah. (Baca juga: Obat Alergi Mata , mata kanan bergerak sendiri)

Gejala Kelainan Refraksi

  • Penglihatan tidak jelas yang akan terus bertambah parah secara bertahap seiring berjalannya waktu jika kondisi mata tidak segera diatasi dengan penanganan medis ataupun tradisional.
  • Penglihatan ganda (dobel) sehingga penderita seringkali kehilangan konsentrasi dan menderita stres ringan dimana apa yang telah dilihat menciptakan kelelahan mata.
  • Objek benda atau apa yang dilihat terlihat silau, Mata menjadi sensitif terhadap cahaya, Objek yang dilihat nampak berpencar sehingga menyebabkan otot mata menderita kelelahan dan mengantuk.
  • Tanpa disadari penderita kelainan refraksi akan sering memicingkan mata yang dalam jangka panajang akan menyebabkan muncuolnya kerutan atau garis halus disekitar sudut mata.
  • Mengalami sakit kepala ringan hingga berat. Sakit kepala yang muncul biasanya adalah sebuah tanda umum bahwa tingkat kerusakan penglihatan berangsur angsur mengalami peningkatan.
  • Mata akan mudah mengalami kelelahan, Berair dann kehilangan fokus. Pada waktu tertentu dimana kekuatan otot mata semakin berkurang maka kaburnya pandangan terhadap objek jauh dan dekat akan semakin bertambah.

(Baca Juga: Cara Menghilangkan Bau Badan dengan Daun Sirih , Bahaya Kapur Sirih)

Penanganan Kelainan Refraksi

1. Penggunaan kacamata khusus

Dokter akan memeriksa pasien untuk mengetahui sejauh mana kerusakan kornea /retina yang telah terbentuk agar bisa secepatnya dicarikan solusi tepat untuk pemberian kaca mata yang disesuaikan dengan kondisi mata. Apapun gejala mata minus akan diketahui setelah pemeriksaan secara detail selesai dilakukan. Penggunaan kaca mata adalah solusi terbaik pengobatan mata minus yang baisanya dianjurkan dokter sekaligus sebagai cara merawat mata agar minus tidak bertambah besar.

2. Penggunaan lensa kontak

Selain kaca mata, Penggunaan lensa kontak bisa dipilih sebagai alternatif atau solusi berikutnya. Dengan lensa kontak pandangan mata akan lebih lega, Lapang dan nyaman karena tidak ada ganjalan pada hidung dan telinga seperti penggunaan kaca mata.Namun resiko terbesarnya adalah jaringan mata akan rentan mengalami iritasi, Mudah infeksi dan kerusakan yang lebih parah jika penggunaan lensa mata berkaiatan dengan kebiasaan buruk sipemakainya, Misalnya perawatan lensa mata yang kurang steril, Paparan langsung oleh polutan udara yang berasal dari radikal bebas atau lensa kontak terbawa tidur (saat tidur lensa tidak di keluarkan terlebih dahulu).  (Baca juga: penyebab mata merah , Ciri Ciri Katarak)

3. Solusi operasi refraksi

Pada tahap yang lebih serius pada kelainan refraksi dokter akan menyarankan pembedahan kornea mata dengan cara menggantin lensa mata dengan penanaman lensa khusus yang diformulasikan untyuk retina agar memiliki respon lebih baik terhadap cahaya dan objek yang berada pada jarak dekat maupun jauh. (Baca juga:  makanan yang banyak mengandung vitamin E)

Pencegahan

Tips cara mencegah kelainan refraksi sejak usia dini gaar dikemudian hari terindar dari masalah rabuh jauh, Rabun dekat dan kasus Astigmatisma.

  • Hindari kebiasaan membaca sambil tidur atau terlalu dekat dengan objeck yang sedang di baca.
  • Hindari menonton televisi sambil tiduran, Menonton dari jarak kurang dari 2 meter dan dalam keadaan remang remang atau gelap. (Baca Juga: Obat Sakit Mata Bengkak)
  • Jangan terlalu lama berinteraksi didepan layar monitor komputer, Televisi atau handphone untuk mencegah seranagan layar biru dan gelombang elektromagnetik yang dapat merusak konea/retina mata. Sinar biru dari pearangkat elektromagnetik visual terbukti sebagai penyebab mata minus yang paling mudah menyerang anak anak.
  • Memakai perlindungan pada mata dengan penggunaan kaca mata anti radiasi agar mata terlindungi dari radiasi sinar ultraviolet yang terpancar melalui kaca, Aspal, Air laut, Untuk mencegah kerusakan kornea/retina karenan sinar biru pada komputers, Televisi dann handphone.(Baca Juga: penyebab mata merah)
  • Istirahatkan mata setiap 30 menit setelah berinteraksi dengan layar monitor televisi atau komputer sebelum anda kembali beraktivitas,Yaitu dengan cara tidulah dengan santai, Pejamkan mata sambil mengompres kedua mata yang terpejam denagn kantung teh atau air dingin.
  • Membiasakan diri untuk tidak hanya melihat objek yang jauh atau yang dekat saja. Tapi kombinasikan keduanya untuk rajin di lakukan secara konsisten, Misalnya melihat sesuatu yang berwarna hijau yang letaknya jauh misalnya perkebunan teh dan membiasakan diri pula melihat sesuatu yang dekat seperti benda benda yang bergerak.  (Baca juga: penyebab mata berkedut)

Pemeriksaan Kelainan Refraksi

Langkah awal pemeriksaan kelainan refraksi dapat digunakan dokter dan berlaku untuk semua usia, Diantaranya:

1. Menggunakan metode Retinoskopi

Dokter akan menggunakan alat retinoskopi untuk memeriksa kondisi mata saat sinar cahaya bergerak agar dapat diketahui analisa yang akurat apakah mata terserang masalah rabun jauh, Rabun dekat atau astigmatisma.  (Baca : mata kering, gejala katarak )

2. Menggunakan metode prisma

Metode prisma digunakan dokter untuk mengetahui respon cahaya pada mata anak anak usia dini. Jika reflek mata ternyata responnya baik dan simetris aka sudah bisa dipastikan kondisi penglihatnnya normal.  (Baca Juga:  Bahaya Mandi Saat Kurang Tidur)

3. VAT atau Visual Acuity Assessment Testing

Dokter akan memakai teknik snellen yaitu metode sederhana menggunakan huruf huruf paling kecil untuk mengetahui kemmapuan anak anak ketiika bola matanya berinteraksi dengan huruf huruf tersebut, Sehingga dokter dapat mengetahui reson pupil, Menganalisa kemampuan bola mata merespon gerakan objek (beda) dan agar dokter dapat mengetahui sejauh mana jarak dan kemampuan bola mata ketika menangkap cahaya. (Baca juga : Gejala mata lelah , Cara Mengobati Mata Lelah)

4. Metode refraksi sikloplegik

Metode refraksi sikloplegik adalah cara dokter untuk mengetahui dan menganalisa secara akurat bagaimana struktur mata yang sebenarnya ketika menerima cahaya dari lensanya. (baca juga: mata minus , bahaya lensa kontak untuk mata)

5. Teknik Photoscreening

Dokter dapat memilih pemeriksaan mata dengan cara Photoscreening yaitun memeriksa apakah seseorang menderita gejala strabismus, Masalah refraksi dimana cara ini mampu memperbaiki kondisi kelaianan refraksi pada anak anak yang berusia kurang dari 3 tahun. (Baca Juga: Cara Mengatasi Kurang Tidur)

Pengobatan Tradisional

Tips cara mengatasi kelainan refraksi agar gejalanya mudah disembuhkan dan jaringan matab dapat kembali membaik dalam jangka panjang.

1. Mentimun

Mentimun bersifat menengkan otot mata dari kelelahan yang jika dibiarkan dapat menjadi pendukung utama dalam perusakan fungsi mata. Untuk mengatasi mata lelah dan penglihatan yang mulai kabur akibat mata lelah dapat menggunakan khasiat dari buah mentimun. Parutlah mentimun lalu jadikan sebagai masker mata atau irislah mentimun tipis tipis lalu lekatkan pada mata terpejam secara rutin. Cara ini baik dilakukan ketika mata sudah terasac pedih, Berair dan lelah ketika terlalu lama berinteraksi didepan layar komputer atau Televisi. Mentimun adalah salah satu buah buhan dalam golongan sayuran yang ampuh dalam mengatasi gejala kelainan refraksi. Mentimun adalah upaya termudah sebagai cara menjaga kesehatan mata secara alami.

2. Jus bayam , Brokoli dan wortel

Daun bayam, Brokoli dan Wortel memiliki kandungan lutein dan vitamin A yang aktif dalam menjaga kesehatan dan memperbaiki jaringan mata yang lelah atau kabur penglihatannya. Daun bayam, Brokoli dan wortel dapat diblender dan tambahkan madu murni secukupnya untuk kemudian dijadiakn minuman rutin 2 kali sehari untuk mencegah munculnya kelainan refreksi dan mata rusak serta dapat mempertahankan ketajaman penglihatan hingga usia tua.  (baca juga : gangguan refraksi mata , kelainan pada mata)

3. Daun sirih

Daun sirih memiliki kandungan anti bakteri dan mampu membersihkan kotoran yang berasal dari polutan udara yang mengandung radikal bebas. Daun sirih juga mampu memper5baki jaringan retina agar penglihatan yang tajam dapat kembali secara berathap. Ambilah dua lembar daun sirih lalu remaslah berulangkali sampai airnya berwarna kehijauan, lalu seduhlah pada air hangat matang lalu saringlah untuk kemudian digunakan untuk merambang (merendam mata) mata yang terbuka. beberapa detik saling bergantian antara mata kiri dan kanan. Daun sirih terbukti efektif menyembuhkan gejala kelainan refreksi pada anak anak. (Baca Juga: Khasiat Kulit Manggis , Bahaya Makan Manggis dan Gula)

4. Daun ginkgo biloba

Daun ginkgo memiliki senyawa flavonoid dan nutrisi lain yang dapat bertindak sebagai antioksidan kuat yang mampu meningkatkan kualitas peglihatn mata dalam jarak jauh, Menyembuhkan kerusakan retina serta memperbaiki saraf saraf dan alirah darah pada pembuluh darah dimata. Daun ginkgo dapat direbus lalu saring airnya lalu tambahkan dengan sari buah blubbery yang sebelumnya telah diblender. Kemudian aduklah sampai merata untuk kemudian diminum 2 kali sehari secara rutin. Kedua bahan herbal ini mengandung lutein dan baik bagi pengobatan kelainan refraksi pada anak anak dan dewasa. (Baca Juga: Obat Mata Minus Herbal)