5 Cara Menjaga Kesehatan Mental – Penyebab dan Gejala

4655

Gangguan mental juga sering disebut dengan gangguan kejiwaan. Gangguan mental gangguan pola psikologis atau pola perilaku yang biasanya berkaitan erat dengan tingkat stres maupun kelainan mental yang berada di luar dari bagian perkembangan normal manusia. Gangguan mental biasanya akan memberikan dampak di segala aspek. Tidak hanya pada diri penderitanya saja, orang-orang di sekitar penderita gangguan mental biasanya juga akan terganggu dengan keberadaan penderita gangguan mental. Karena itu, penting kiranya kita menjaga kondisi jiwa agar terhindar dari gangguan mental.

Gejala Gangguan Mental

Jangan menyalahartikan gangguan mental dengan gila karena gangguan mental tidak berarti gila. Lalu apa saja gejala yang dialami oleh penderita gangguan mental? Gejala yang ditimbulkan akibat gejala mental bisa berbeda-beda pada setiap orang, biasanya bergantung pada jenjang usia tertentu.

1. Gejala Gangguan Mental pada Anak-anak

Meskipun anak-anak tergolong memiliki tingkatan stres yang relatif rendah, namun bukan berarti anak-anak tidak akan terkena gangguan mental. Beberapa hal bisa menyebabkan gangguan mental pada anak-anak, seperti faktor genetik, ditinggalkan orang tercinta seperti orang tua, perceraian orang tua, dan lain sebagainya. Adapun gejala yang ditunjukkan oleh anak-anak yang menderita gangguan mental adalah:

  • Kinerja anak di sekolah akan mengalami penurunan. Biasanya nilai-nilai juga akan mengalami penurunan. Tidak hanya itu, anak-anak biasanya juga akan mengalami penurunan aktifitas di sekolah, anak juga akan menarik diri dari pergaulan dengan teman-temannya.
  • Pada kasus tertentu, anak-anak akan merasa cemas, mereka tidak mau berpisah dengan kedua orang tua dan biasanya tidak mau mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah.
  • Anak-anak sering mengalami kegagalan dalam melakukan tugas tertentu. Anak-anak juga menjadi hiperaktif dan memiliki sedikit rentang perhatian.
  • Anak-anak juga akan melemparkan berbagi kesalahan kepada orang-orang di sekitarnya tanpa memiliki perasaan bersalah.
  • Anak-anak sering megalami mimpi buruk dan insomnia. (baca juga: dampak insomnia bagi kesehatan)
  • Anak-anak cenderung tidak mematuhi orang tua dalam segala hal dan dalam perintah apapun yang diminta oleh orang tua.

2. Gejala Gangguan Mental pada Remaja

Remaja sangat rentan pada masalah gangguan mental. Hal tersebut tidak lain karena masa remaja adalah masa transisi yang membuat mereka memiliki emosi yang relatif labil. Adapun beberapa gejala yang ditunjukkan oleh remaja yang mengalami gangguan mental adalah:

  • Remaja akan melakukan penyimpangan sosial seperti minum minuman beralkohol, suka merokok, dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Tindakan tersebut merupakan pelampiasan atas kejiwaan mereka yang masih labil. (baca juga: cara menghindari narkoba)
  • Remaja yang memiliki gangguan mental akan menarik diri dari pergaulan dan biasanya akan mengalami depresi berkepanjangan. (baca juga: cara mengatasi depresi pada anak)
  • Gangguan mental berupa pikiran negatif akan membuat mereka berpikir bahwa bunuh diri adalah tindakan tepat untuk menyelesaikan permasalahan. (baca juga: ciri-ciri depresi)
  • Bentuk gangguan mental bisa berupa penyimpangan terhadap norma-norma masyarakat yang diwujudkan dalam tindakan negatif, seperti vandalisme, mencuri, dan sering membolos dari sekolah.
  • Sering mengeluhkan kondisi fisiknya.

3. Gejala Gangguan Mental pada Orang Dewasa

Gejala gangguan mental pada orang dewasa bisa beraneka ragam. Gejala gangguan mental pada wanita biasanya lebih terlihat dibandingkan gejala gangguan mental pada pria. Berikut beberapa gejala gangguan mental pada orang dewasa:

  • Pada pria dewasa, gejala gangguan mental bisa saja tidak nampak pada lingkungan sosial. Sebagai contoh, seorang pria bersikap sangat baik dalam kehidupan sosial hingga mampu menarik lawan jenisnya. Namun saat pria tersebut sudah menikah, si pria justru sering menyakiti istrinya. (baca juga: cara menghilangkan stres)
  • Orang dewasa yang mengalami gangguan mental biasanya akan bergonta-ganti pekerjaan. Mereka sulit menyesuaikan diri di lingkungan sosial.
  • Biasanya gangguan mental akan diawali dengan delusi dan halusinasi, seperti mendengar suara-suara aneh padahal nyatanya tidak ada.
  • Mudah merasa cemas dan merasa khawatir secara berlebihan, bahkan jika penyebabnya masalah yang sangat kecil sekalipun.
  • Pada beberapa kasus, orang dewasa juga akan melakukan tindakan bunuh diri untuk menyelesaikan permasalahan mereka. (baca juga: penyebab stres)

Penyebab Gangguan Mental

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi gangguan mental pada seseorang, di antaranya:

  • Adanya perubahan reaksi kimia pada otak yang bernama neurotransmiter. Perubahan reaksi kimia tersebut menyebabkan perubahan mood dan menyebabkan gangguan mental.
  • Gangguan mental juga bisa dipicu oleh faktor genetik. Memiliki keluarga dengan riwayat gangguan mental juga bisa mempengaruhi diri seseorang. Kemunculan gangguan mental juga bisa terjadi karena persoalan hidup yang dialami oleh orang terdekat yang telah mengalami gangguan mental. (baca juga: penyebab lemah mental)
  • Virus, racun, minuman keras, dan obat-obatan yang menginfeksi tubuh juga bisa memicu gangguan mental. (baca juga: bahaya zat psikotropika)
  • Meskipun jarang, gangguan pada kinerja hormon juga bisa menyebabkan gangguan mental.
  • Pernah mengalami kejadian traumatis seperti menjadi korban bencana alam, menjadi korban pemerkosaan, dan lain sebagainya.
  • Otak mengalami kerusakan.
  • Merasa tidak memiliki teman dan merasa hidup seorang diri (kesepian).
  • Memiliki riwayat penyakit kronis.
  • Memiliki riwayat gangguan mental sebelumnya.

Cara Menjaga Kesehatan Mental

Agar terhindar dari gangguan mental, sudah tentu Anda harus melakukan tindakan pecegahan, salah satunya dengan menjaga kesehatan mental. Bagaimana caranya:

  1. Mengatur pola makan. Gangguan mental bisa jadi muncul karena adanya gangguan pada otak. Otak membutuhkan berbagai jenis nutrisi seperti asam amino, cairan, dan asam lemak. Cukupilah kebutuhan nutrisi agar kesehatan mental tetap terjaga. (baca juga: cara cepat gemuk dan sehat)
  2. Bersosialisasi dengan lingkungan. Salah satu penyebab gangguan mental adalah kurangnya sosialisasi dengan lingkungan sekitar. Bersosialisasilah dengan lingkungan agar perasaan menjadi lebih bahagia dan otak akan menjaga perspektif positif terhadap kehidupan.
  3. Istirahat cukup. Istirahatlah dengan cukup, caranya dengan tidur selama 6 sampai 8 jam per hari. Tidur akan membantu regenerasi sel otak sehingga terhindar dari berbagai gangguan. (baca juga: posisi tidur yang baik)
  4. Hindari stres. Stres merupakan penyebab utama gangguan mental. Untuk menjaga kesehatan mental, lakukanlah manajemen kerja dengan baik dan lakukan relaksasi secara berkala. (baca juga: makanan untuk menghilangkan stres)
  5. Lakukan hal-hal positif. Bila perlu, lakukanlah kegiatan yang bersifat menantang untuk menyegarkan pikiran Anda. Banyaklah membaca atau melakukan kegiatan yang dapat menambah wawasan agar otak lebih terasah secara berkala. Jika Anda menemukan masalah, bicaralah dengan orang-orang terdekat, seperti saudara atau sahabat dekat.

Macam-macam Gangguan Mental

Ada beberapa kondisi yang dapat dikategorikan sebagai gangguan mental, di antaranya:

  • Gangguan kecemasan: penderita gangguan mental akan merespon suatu permasalahan (meskipun masalah sepele) secara berlebihan seperti ketakutan, panik, berkeringat dingin, dan detak jantung normal menjadi lebih cepat.
  • Gangguan kepribadian: biasanya ditunjukkan dengan karakter yang ekstrim dan kaku, penderita gangguan mental akan bersikap anti sosial.
  • Gangguan afektif: gangguan afektif pada penderita gangguan mental biasanya terjadi dengan perubahan perasaan yang terlalu tiba-tiba dan signifikan. Penderita gangguan mental akan merasa senang berlebihan, dan tiba-tiba akan merasa sedih secara berlebihan pula.
  • Gangguan tidak mampu mengontrol keinginan: penderita gangguan mental tidak mampu menahan diri untuk melakukan perbuatan negatif atau yang membahayakan dirinya.
  • Gangguan mental akibat penggunaan zat psikoaktif: gangguan mental terjadi karena konsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang seperti narkotika. (baca juga: 89 bahaya narkoba dalam berbagai bidang sesuai jenisnya)
  • Gangguan psikosis: gangguan mental yang sering ditandai dengan delusi dan halusinasi.
  • Gangguan pola makan: penderita gangguan mental mengalami perubahan perilaku, kebiasaan, dan emosi yang berkaitan dengan berat badan dan makanan. Contoh gangguan mental ini adalah anoreksia. (baca juga: kebiasaan memuntahkan makanan setelah makan)
  • Gangguan obsesif-kompulsif: adanya gangguan pikiran yang terjadi secara terus-menerus.
  • Gangguan pasca-trauma: seperti gangguan mental yang disebabkan oleh bencana alam, pernah menjadi korban pemerkosaan, dan lain sebagainya.
  • Gangguan penyesuaian: terjadi ketika seseorang berada di pada kondisi yang tertekan.
  • Gangguan disosiatif: terjadi akibat trauma tertentu dan menyebabkan gangguan ingatan pada penderitanya.
  • Gangguan seksual dan gender: memberikan dampak pada penyimpangan perilaku seksual dan gangguan identitas gender. (baca juga: makanan untuk penderita neuropati)
  • Gangguan somatoform: sering merasakan nyeri sendi lutut pada bagian tertentu di tubuhnya, namun setelah melakukan pemeriksaan, dokter tidak menemukan adanya sesuatu yang salah.

Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental. Dapat disimpulkan bahwa kesehatan mental sangat bergantung dari pola hidup, pola makan, dan manajemen diri terhadap berbagai persoalan hidup.