22 Gejala Migrain Penting untuk Diwaspadai

Jenis sakit kepala memang cukup beragam, namun migrain tentunya bukan suatu kondisi asing lagi bagi Anda karena meski belum pernah mengalaminya pasti sudah sering mendengarnya. Migrain juga dikenal dengan sebuah keadaan sakit kepala sebelah di mana kepala hanya mengalami denyut tak nyaman di satu sisi kepala. Di bawah inilah gejala-gejala migrain yang perlu Anda waspadai agar bisa segera mengatasinya.

(Baca juga: penyebab migrain)

1. Kurang Tidur

Migrain bisa menjadi faktor penyebab Anda mengalami susah tidur yang akhirnya menjadikan kualitas tidur sangat kurang. Ketika migrain, denyutan di sisi kepala itulah yang menjadikan Anda sulit untuk terlelap dan keesokannya pun saat bangun tidur tubuh menjadi terlalu lelah. Insomnia yang disebabkan migrain harus segera diadetasi dan migrain dengan gejala ketidakmampuan untuk tidur ini masih tergolong sangat awal sehingga masih bisa ditangani. Sebelum migrain bertambah parah dan menyebabkan gangguan kesehatan lainnya, pastikan bahwa Anda mencoba mengatasinya segera.

2. Vertigo

Bukankah vertigo merupakan jenis sakit kepala lain lagi? Vertigo memang adalah jenis sakit kepala yang biasanya terjadi dengan tanda-tanda penglihatan ganda pada penderitanya. Namun rupanya, ada tipe migrain yang menyebabkan vertigo sebagai gejalanya. Tipe migrain yang dimaksud adalah basilar type migraine di mana biasanya akan memicu rasa pusing, penglihatan ganda, atau bahkan sampai hilangnya penglihatan.

(Baca juga: mata kunang-kunang kepala pusing)

3. Satu Sisi Tubuh Menjadi Lemah

Ketika migrain datang, maka tubuh akan menjadi lemah salah satu sisinya dan fungsinya tak mampu berjalan secara normal. Hal tersebut menjadi tanda migrain yang cukup umum juga sehingga bila Anda merasakannya, segera cari cara untuk mengobati migrain dengan tepat. Rasakan apakah salah satu sisi tubuh Anda terasa melemah atau biasa saja. Ketika otot lemah hanya pada salah satu sisi tubuh, migrian kemudian bisa menyerang nantinya. Hanya saja, otot melemah di satu sisi tubuh bukan hanya menjadi tanda migrain, melainkan juga menjadi gejala stroke. Maka dari itu, demi keamanan Anda bisa langsung ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya dan supaya dapat teratasi segera.

4. Suasana Hati Berubah Drastis

Perubahan suasana hati bukan hanya bisa terjadi sebagai tanda pada jenis penyakit sakit jiwa saja, tapi ternyata migrain pun bisa menyebabkannya. Perubahan mood ini biasanya ditandai dengan perasaan yang tak enak dan menjadi mudah tersinggung. Setelah menjadi lekas marah, seseorang kemudian bisa berubah menjadi sangat senang. Migrain dan juga perubahan suasana hati diketahui ada hubungannya dengan faktor genetik dan hal ini cenderung terjadi pada seseorang yang mempunyai aura. Perubahan suasana hati memang tak selalu menjadi tanda migrain, itulah sebabnya Anda perlu ke dokter supaya memastikan penyebabnya agar tidak salah dalam mengatasi.

(Baca juga: sakit kepala sebelah kanan atas kening)

5. Hidung Tersumbat

Persis seperti gejala flu maupun sinusitis, gejala migrain salah satunya adalah hidung yang tersumbat dan hal ini terkadang tak disadari sebagai sebuah tanda migrain. Kebanyakan orang hanya mengira mereka akan terserang flu. Pada umumnya, orang-orang dengan masalah hidung tersumbat atau gejala sinus justru menderita migrain juga dan persentasenya 90 persen.

6. Mata Berair

Kondisi mata berair ini biasanya menyertai hidung tersumbat, mirip seperti ketika Anda hendak mengalami flu atau sinusitis. Seperti keterangan yang sebelumnya diulas, penderita gejala flu atau sinus memang lebih banyak yang juga mengalami migrain. Jadi karena risikonya lebih besar, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter sebelum migrain benar-benar menyerang serius.

(Baca juga: sakit kepala sebelah kiri)

7. Depresi

Seseorang akan mengalami depresi juga sebagai salah satu gejala migrain meski memang tidak selalu. Hanya bila ada faktor genetik saja maka seseorang tersebut akan mengalami depresi ketika migrain menyerang. Bahkan telah dilaporkan oleh peneliti Belanda bahwa migrain dan depresi rupanya berkaitan dengan genetik sehingga sangat besar potensinya.

Ada data-data yang telah tersedia di mana sudah terpresentasikan juga di tahun 2010 melalui pertemuan American Academy of Neurology yang diselenggarakan tahunan. Dalam data tersebut menyatakan bahwa depresi berat atau sedang saja bisa membuat potensi migrain episodik meningkat dan menjadi kronis.

8. Aura

Migrain bisa terjadi pada orang-orang yang memiliki aura tertentu dan biasanya adalah visual, seperti garis, noda, atau lampu berkedip. Misalnya, ada garis bergerigi kecil yang terlihat oleh kita dan ini berpotensi berkembang menjadi sejumlah lintasan dan bahkan mampu bergerak dan berbentuk melengkung. Tanda-tanda seperti ini mampu timbul sebagai awal dari migrain.

Berlangsungnya aura tersebut pada umumnya adalah sekitar 5 menit paling sebentar, tapi juga bisa sampai 1 jam. Sekitar 60 menit adalah durasi fase lompatan sebelum terjadinya serangan migrain. Ini tak berlaku pada semua orang karena sakit kepala atau migrain tak terjadi pada beberapa orang dengan aura tertentu menurut Dr. Calhoun yang merupakan seorang pendiri Carolina Headache Institute.

(Baca juga: cara mengobati sakit kepala sebelah kiri)

9. Mengalami Kondisi seperti Ngidam

Serangan migrain bisa terjadi kapanpun, namun selalu ada tanda-tandanya di mana salah satunya adalah keinginan yang besar dalam diri seseorang. Mirip seperti kondisi ngidam pada ibu-ibu hamil muda, mereka yang akan terserang migrain biasanya ingin makan makanan tertentu. Biasanya, coklat adalah makanan yang diidamkan.

10. Sulit Bicara

Rupanya, sebelum migrain datang menyerang, seseorang juga bisa mengalami yang namanya keadaan sulit berbicara. Ketika ia merasa kesulitan dalam mengungkapkan sesuatu lewat kata-kata, maka itu artinya ia akan mengalami migrain setelah itu. Contoh konkritnya adalah saat kata yang terucap tidaklah seperti yang hendak ia sampaikan.

Hanya saja, segera temui dokter dan minta bantuan petugas medis apabila kondisi kesulitan berbicara ini adalah pertama kalinya bagi Anda. Tidak selalu menjadi gejala migrain, Anda perlu memastikan lagi apakah memang sulit bicara memang terkait dengan masalah migrain atau malah justru salah satu dari gejala stroke.

(Baca juga: bahaya sering migrain)

11. Mual

Sebelum migrain menyerang, mual juga bisa diderita oleh seseorang sebagai gejalanya dan hal ini dinyatakan dalam sebuah survei yang dilaporkan oleh American Migraine Study II. Dalam survei tersebut ada 3700 partisipan yang mengalami migrain di mana mual dialami oleh 73 persen dari mereka. Mual tapi tidak muntah memang bisa menjadi tanda beberapa penyakit dan tidak selalu migrain.

Namun telah ditemukan oleh sebuah studi bahwa orang yang mual sebagai gejala migrain biasanya akan menderita sakit yang jauh lebih berat. Ketika mual tak kunjung sembuh dan Anda tak yakin apa yang menjadi penyebabnya, silakan langsung ke dokter untuk memeriksakannya supaya jelas dan bisa diatasi segera.

12. Muntah

Kondisi mual belum tentu selalu disertai dengan muntah karena pada hasil survei yang sama pada yang telah disebutkan sebelumnya, hanya 29 persen dari 3700 partisipan saja yang mengalami muntah. Jika memang mengalaminya, hendaknya Anda langsung ke dokter saja daripada menebak-nebak sendiri tentang penyakit apa yang akan menyerang.

13. Denyut dan Nyeri di Satu/Dua Sisi Kepala

Tanda klasik migrain adalah denyut dan rasa nyeri yang terjadi di satu sisi kepala, namun tak selalu demikian. Ada pula yang terjadi pada dua sisi kepala dan hal tersebut masih termasuk kondisi migrain. Jika denyut dan nyeri tak kunjung membaik, segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

(Baca juga: cara mengatasi migrain)

14. Nyeri pada Leher

Leher yang terasa begitu kaku dan tegang bukan hanya disebabkan oleh stres, tapi ini juga bisa menjadi gejala migrain. Biasanya setelah rasa nyeri ini, timbul kemudian sakit kepala dan akan terasa nyeri denyut di bagian belakang leher. Kondisi ini termasuk tanda awal migrain.

15. Nyeri pada Mata

Tak hanya di bagian leher atau sisi kepala saja, tapi rasa nyeri dan denyut juga bisa terjadi pada mata. Penyebaran rasa nyeri dan denyutnya bisa sampai belakang mata dan hal ini bisa juga dipicu oleh mata yang mengalami ketegangan. Meski bagian mata diperiksakan, ini tak akan menjadikan migrain lebih baik.

16. Sering Menguap

Sering menguap diketahui menjadi tanda bahwa Anda mengantuk, terlalu lelah, dehidrasi, atau kurang oksigen. Namun sering-sering menguap dapat juga menandakan akan adanya serangan migrain setelahnya. Pada sebuah studi menyatakan hasilnya bahwa 36 persen penderita migrain menyatakan bahwa sebelum migrain mereka kerap menguap.

(Baca juga: sakit kepala belakang)

17. Kurang Konsentrasi

Sesaat sebelum migrain menyerang, selain menguap lebih sering, seseorang juga menjadi sulit untuk berkonsentrasi atau fokus pada hal yang dikerjakannya. Memang tidak selalu bahwa kondisi ini menandakan migrain akan terjadi, tapi jika mengalami gejala-gejala lain yang sudah disebutkan sebelumnya, Anda wajib mewaspadai migrain.

18. Sakit Perut

Terkadang ada juga seseorang yang mengalami sakit perut hingga akhirnya diare sebelum migrain menyerang. Mungkin banyak orang mengira sakit perut hanyalah kondisi biasa atau justru menjadi gejala diare. Namun bila sakit perut dan diare ini disertai gejala lain yang telah disebutkan, hendaknya Anda waspada terhadap serangan migrain.

19. Sensitivitas Meningkat Terhadap Suara dan Cahaya

Sebelum migrain benar-benar menyerang, biasanya seseorang akan merasa lebih sensitif terhadap adanya suara maupun cahaya. Mereka tak merasa nyaman ketika berada di tempat-tempat bising dan pencahayaan yang terlalu terang. Pada gejala ini, seseorang akan lebih merasa nyaman ketika berada di tempat tenang, sepi dan juga gelap.

(Baca juga: obat sakit kepala sebelah)

20. Sangat Kepanasan atau Kedinginan

Gejala lainnya yang timbul sebelum serangan migrain adalah rasa sangat dingin atau rasa sangat panas pada tubuh penderita. Ketika tubuh tiba-tiba kedinginan tanpa alasan, ini bisa saja menjadi tanda migrain. Terkadang pada beberapa kasus juga ada yang tiba-tiba super berkeringat karena saking merasa kepanasan dan barulah setelah itu terserang migrain.

21. Sering Buang Air Kecil

Ketika akan terjadi migrain, selain dari sejumlah gejala yang telah diulas, seseorang juga akan mengalami yang namanya sering buang air kecil. Keadaan ini ada pada fase prodome migrain di mana seseorang akan mengalaminya paling sebentar 1 jam dari sebelum migrain menyerang atau paling lama 2 hari setelahnya.

22. Kesemutan atau Mati Rasa

Gejala lainnya yang juga perlu diwaspadai adalah kesemutan atau mati rasa yang cenderung terjadi pada sejumlah orang yang mempunyai aura sensorik. Rasa kesemutan atau justru mati rasa pada umumnya hanya terjadi di salah satu sisi tubuh. Hal ini kemudian mampu menjalar dari ujung jari lewat wajah dan lengan.

(Baca juga: penyebab migrain sebelah kanan)

Itulah gejala-gejala migrain yang patut dikenali dan diwaspadai, khususnya oleh Anda yang kiranya memiliki potensi migrain. Tak semua orang akan mengalami seluruh gejala tersebut dan tak selalu juga gejala tersebut terjadi di waktu yang sama. Namun ketika gejala-gejala tersebut menyerang, segeralah ke dokter untuk diperiksakan.