Monday, May 27, 2019

Akromegali

Akromegali merupakan sebuah keadaan tubuh memiliki hormon pertumbuhan terlalu banyak atau berlebihan yang akan membuat beberapa bagian tubuh seperti kaki, tangan dan juga wajah bertumbuh terlalu pesat sekaligus akan mempengaruhi tulang dan juga jantung. Salah satu masalah kelebihan hormon lainnya adalah gigantisme, namun berbeda dengan akromegali yang terjadi pada saat epifisis tulang sudah menutup atau dengan kata lain tulang sudah tidak lagi bisa bertambah panjang serta tinggi.

Ini menyebabkan tulang akan bertumbuh yang akan menyebabkan tulang menjadi terlalu tebal. Sementara pada gigantisme, hormon pertumbuhan tersebut terjadi saat seseorang masih berada dalam masa tumbuh sehingga membuat seseorang yang mengalami gigantisme akan lebih tinggi dari manusia pada umumnya.

Artikel terkait:

Penyebab Akromegali

Akromegali ini terjadi karena kelenjar pituitary atau hipofisis memproduksi hormon terlalu berlebihan. Pituitary ini merupakan kelenjar kecil yang ada di bagian dasar otak di belakang batang hidung yang bertugas untuk menghasilkan beberapa jenis hormon. Sedangkan GH atau Growth Hormone memiliki tugas untuk mengelola pertumbuhan fisik seseorang. Disaat disekresi ke dalam aliran darah, maka GH akan memicu organ hati untuk menghasilkan hormon yang dinamakan insulin-like growth factor I [IGF-I].

IGF-I ini akan merangsang pertumbuhan tulang beserta jaringan lainnya dan apabila kelenjar pituitary tersebut terlalu banyak menghasilkan GH, maka jumlah IGF-I juga akan berlebihan. Dengan IGF-I berlebihan tersebut, maka pertumbuhan abnormal jaringan lunak serta rangka akan terjadi dan menghasilkan akromegali tersebut.

  • Tumor Pituitary [Hipofisis]

Sebagian besar masalah akromegali pada orang dewasa ini terjadi karena tumor non-kanker kelenjar pituitary yang terjadi karena produksi GH terlalu berlebihan.

  • Tumor Nonpituitary

Sedangkan untuk beberapa kasus akromegali lainnya, tumor di beberapa bagian tubuh seperti pankreas, paru paru dan juga kelenjar adrenal juga bisa menjadi pemicu terjadinya akromegali tersebut.

Gejala Akromegali

Gejala yang bisa terlihat dengan jelas saat seseorang mengalami akromegali adalah ukuran tangan dan kaki yang mulai membesar serta terjadi pertambahan ukuran sepatu khususnya lebar sepatu. Selain itu, terjadi juga perubahan pada area hidung, bibir dan juga lidah yang akan semakin membesar, bengkak dan meluas. Sedangkan pada bagian gigi juga ikut membesar yang akan mendesak kemudian tampil lebih maju dan untuk alis akan terlihat lebih rendah yang disebabkan tulang rahang serta dahi mengalami pembesaran. Selain beberapa gejala ini, ada gejala lain yang juga ditimbulkan dari akromegali, yakni:

  • Penebalan pada area kulit
  • Tekanan darah yang semakin tinggi
  • Pertumbuhan rambut berubah menjadi kasar
  • Terjadi radang sendi yang kemungkinan disebabkan oleh arthritis
  • Suara terdengar lebih serak dan berat
  • Terjadi masalah saraf terjepit khususnya pada saraf yang keluar dari tulang belakang karena ukuran tulang yang mengalami pembesaran sehingga akar saraf keluar dari medula spinalis kemudian terjepit
  • Gairah seks yang semakin menurun
  • Lebih banyak berkeringat dan kulit lebih berminyak
  • Sering sakit kepala
  • Tidur dengan mendengkur dan sleep apnea atau terhentinya napas saat sedang tidur
  • Mengalami masalah pada penglihatan
  • Timbulnya masalah jerawat yang parah
  • Terjadi peningkatan tekanan saraf di bagian pergelangan tangan
  • Aroma tubuh menjadi tidak sedap karena kelenjar keringat yang semakin membesar
  • Bagian kaki dan lengan semakin lemah
  • Pada wanita terjadi galaktorea yakni produksi ASI yang abnormal dan terjadi pada sekitar 50 persen kasus akromegali
  • Diabetes
  • Pada wanita akan terjadi perubahan siklus menstruasi serta ukuran payudara
  • Sering kesemutan dan sakit pada bagian jari
  • Mengalami disfungsi ereksi untuk pria

Artikel terkait:

Diagnosis Akromegali

Untuk mendiagnosa penyakit akromegali ini, maka dokter umumnya akan menanyakan tentang gejala yang ditimbulkan beserta dengan riwayat medis dari penderita, setelah itu barulah pemeriksaan fisik akan dilakukan.

  • Pemeriksaan Darah

Pemeriksaan darah yang dilakukan saat diagnosa akromegali ini dilakukan untuk mengukur tingkatan insulin-like growth factor [IGF-I], growth hormone releasing hormone [GHRH] serta memeriksa hormon hipofisi yang lain.

  • Tes Toleransi Glukosa

Tes selanjutnya yang mungkin juga akan dilakukan adalah tes toleransi glukosa untuk memeriksa apakah hormon pertumbuhan mengalami penurunan, akan tetapi yang biasanya terjadi pada kasus akromegali adalah tidak ada penurunan kadar hormon.

Jika beberapa tes tersebut menunjukkan dugaan akromegali, maka akan ada pemeriksaan lanjutan yang akan dilakukan untuk menemukan tumor yang menjadi penyebab peningkatan hormon pertumbuhan tersebut, yakni CT Scan kepala serta MRI Scan.

Pengobatan Akromegali

Pengobatan yang dilakukan pada penderita akromegali bertujuan untuk menurunkan produksi dari hormon pertumbuhan sehingga bisa normal kembali, menghentikan sekaligus membalikkan gejala yang ditimbulkan karena hormon pertumbuhan berlebih, mengoreksi adanya kelainan hormon endokrin lain seperti tiroid, adrenal dan organ seks serta memperkecil ukuran dari tumor.

  1. Operasi

Tumor yang dianggap sebagai penyebab dari akromegali ini akan diangkat dan dalam beberapa kasus penyakit ini, cara operasi adalah pilihan terbaik untuk dilakukan dan lebih populer digunakan. Transnasal transsphenoidal surgery merupakan operasi yang dilakukan untuk menghilangkan sebagian tumor hipofisis dengan memakai metode transsphenoidal dan dalam operasi ini, dokter akan bekerja melalui hidung pasien untuk mengekstrak tumor putuitary tersebut.

  1. Radioterapi

Radiasi eksternal ini dilakukan untuk memperkecil ukuran dari tumor penyebab akromegali dan biasanya akan dilakukan saat sudah tidak ada lagi operasi yang bisa dilakukan serta pemberian beberapa jenis obat tidak menunjukkan respon yang positif. Namun, ketahui lebih dulu kemungkinan efek samping radioterapi.

  1. Penggunaan Obat-Obatan

Obat yang biasanya diberikan untuk menurunkan tongkat dari hormon pertumbuhan adalah cabergoline [dostinez] yang diberikan secara oral, pergolide [permax] yang diberikan secara oral, bromocriptine [parlodel] yang diberikan pra operasi dengan tujuan untuk mengecilkan ukuran tumor, octreotide [sandostatin] yang diberikan lewat injeksi serta Pegvisomant yang diberikan lewat injeksi apabila segala bentuk perawatan lainnya tidak menunjukkan hasil.

  1. Terapi Radiasi Konvensional

Ini merupakan salah satu jenis terapi yang dilakukan selama 4 sampai 6 minggu. Sementara efek yang dihasilkan dari radiasi akan mulai terasa sejak 10 tahun sesudah menjalani terapi jenis ini.

Artikel terkait:

  1. Proton Beam Therapy

Terapi jenis ini dilakukan dengan memberikan radiasi yang ditargetkan pada bagian tumor sehingga paparan radiasi tidak akan terlalu berdampak pada jaringan normal lainnya. Akan tetapi, sinar proton ini akan diberikan secara bertahap dengan lama waktu pengobatan yang tidak sampai selama terapi radiasi konvensional.

  1. Radiosurgery Stereotaktik

Radiosurgery Stereotaktik atau radiosurgery gamma knife akan diberikan dengan dosis yang tinggi pada sel tumor dengan dosis tunggal sekaligus tetap membatasi jumlah radiasi ke jaringan sekitarnya yang masih normal. Untuk jenis radiasi ini, akan berguna mengembalikan tingkat GH dalam keadaan normal dalam jangka waktu 3 sampai 5 tahun.

Radiosurgery stereotaktik ini namun tidak direkomendasikan untuk semua orang supaya menjalani pengobatan radiasi untuk akromegali dan dokter akan menentukan jenis terapi radiasi yang paling tepat untuk setiap pasien berdasarkan ukuran serta lokasi tumor, tingkatan faktor pertumbuhan serupa insulin-I [IGF-I] dan juga harus dilakukan pemantauan secara berkala oleh dokter agar memastikan kelenjar pituitari pasien bekerja dengan baik.

  1. Arginin

Arginin atau L-arginine bisa digunakan untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh seperti urea dan kreatinin sekaligus membantu penyembuhan luka, pertumbuhan rambut, memproduksi sperma, merelaksasi pembuluh darah dan juga mencegah infeksi. Arginin intervena ini bisa digunakan untuk mengevaluasi cadangan hormon pertumbuhan pada orang yang menderita akromegali. Hindari penggunaan arginin ini apabila anda memiliki riwayat stroke, penyakit hati, menyusui, ibu hamil ataupun ginjal.

  1. Agonis Dopamin

Agonis dopamin seperti obat cabergoline dan juga bromocriptine juga bisa diberikan pada beberapa pasien akromegali agar kadar GH serta IGF-I bisa diturunkan. Ukuran tumor penyebab dari akromegali ini bisa diperkecil dengan penggunaan analog agonis atau somatostatin dopamin ini.

  1. Pegvisomant

Antagonis hormon pertumbuhan yakni obat pegvisoment atau somavert juga bisa diberikan pada penderita akromegali yang akan berguna untuk mencegah efek GH di jaringan tubuh dan juga sebagai solusi untuk pasien yang belum bisa disembuhkan dengan beberapa pengobatan akromegali lainnya. Anda bisa melakukan pengobatan ini sendiri melalui suntikan subuktan. Obat ini akan berperan untuk membuat kadar IGF-I menjadi normal dan juga mencegah terjadinya gejala dari akromegali, namun bukan berarti bisa menurunkan kadar GH atau mengurangi ukuran dari tumor.

Komplikasi dan Pencegahan Akromegali

Apabila akromegali tidak segera mendapat penanganan yang baik, maka akan ada beberapa komplikasi yang membuat masalah kesehatan utama semakin meluas, yakni:

  • Gondok
  • Osteoarthritis
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Penyakit kardiovaskular seperti pembesaran pada organ jantung
  • Diabetes mellitus
  • Bertumbuhnya prekanker atau polip di lapisan usus besar
  • Sindrom terowongan karpal
  • Fibroid uterus atau tumor jinak di dalam rahim
  • Kompresi medula sipnalis

Sampai saat ini, masih belum ditemukan cara untuk mencegah terjadinya akromegali dan hanya pengobatan sedini mungkin yang bisa menyelamatkan penderita akromegali dari komplikasi yang semakin serius.

Artikel terkait:

Akromegali yang merupakan kelainan pada hormon pertumbuhan ini harus segera diobati untuk mencegah terjadinya komplikasi semakin berkembang atau bahkan lebih buruk yakni kematian dini. Lakukan segera pemeriksaan ke dokter apabila anda melihat gejala akromegali tersebut sehingga bisa segera ditangani dengan baik.

Recommended