Home Diet & FitnessTips Olahraga 9 Cara Agar Nafas Panjang Saat Berlari dan Olahraga

9 Cara Agar Nafas Panjang Saat Berlari dan Olahraga

by Fatur R

Berlari merupakan olahraga yang mudah dilakukan oleh siapa saja dan tanpa membuang waktu yang sangat banyak. Selain dapat dilakukan oleh siapa saja, berlari juga merupakan olahraga yang sangat murah. Hanya dengan berlari kita dapat membakar 1000 kalori setiap sesi perjamnya. Selain merupakan olahraga yang banyak diminati , olahraga ini mempunyai manfaat yang sangat penting bagi tubuh manusia. Adapun manfaat olahraga bagi tubuh adalah sebagai berikut :

Manfaat olah raga bagi tubuh

  1. Menurunkan berat badan secara efektif

Hanya dengan berlari saja bisa menurunkan berat badan kita dengan mengurangi lemak lewat keringat yang keluar dari tubuh kita saat berlari. Apalagi dengan berolahraga secara teratur setiap minggu, maka berat badan akan turun secara efektif.

Baca juga : cara menurunkan berat badan dengan olahraga.

  1. Mencegah osteoporosis

Olahraga dapat mencegah osteoporosis, yaitu penyakit tulang yang menyebabkan tulang keropos. Biasanya osteoporosis terjadi seiring dengan bertambahnya usia yang merupakan faktor utama penyebab berkurangnya kinerja otot dan tulang. Dengan olahraga berlari dapat membantu melatih otot dan tulang kita sehingga otot dan tulang dapat terangsang lebih kuat.

Baca juga :

  1. Mencegah berbagai macam penyakit

Banyak penyakit yang akan menghampiri kita apabila kita malas untuk bergerak. Bergerak dengan berolahraga merupakan aktivitas yang penting bagi tubuh kita. Tentunya kita tidak mau jika penyakit-penyakit tersebut menghampiri tubuh kita. Berlari adalah salah satu olahraga yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit-penyakit menyerang tubuh kita dan menjaga kesehatan tubuh kita.

Artikel terkait :

  1. Menguatkan sistem kekebalan dalam tubuh

Orang yang berlari secara teratur ternyata memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dibandingkan dengan orang yang jarang melakukan aktivitas olahraga. Dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat akan mencegah dari berbagai penyakit disekitar kita. Berlari meningkatkan sistem kekebalan pada tubuh kita.

Baca juga : cara meningkatkan antibodi tubuh agar tidak mudah sakit – cara meningkatkan daya tahan tubuh.

  1. Menguatkan kinerja otak

Berlari secara teratur akan meningkatkan aliran oksigen dalam darah yang dibutuhkan otak. Semakin lancar asupan oksigen yang masuk ke dalam otak kita, semakin baik pula kinerja otak kita. Hal ini sangat baik untuk otak sehingga dapat menyerap apapun dengan cepat.

Cara agar nafas panjang ketika berlari

Namun kenyataanya banyak diantara kita dalam melakukan aktifitas ini cepat mengalami rasa lelah, terengah-engah dalam berlari bahkan ada yang sampai pingsan hanya karena berlari ratus meter. Banyak juga yang berasumsi bahwa berlari hanya membutuhkan kekuatan kaki dan lutut. Anggapan tersebut sangatlah salah. Berlari sebenarnya hanya membutuhkan cara bernafas yang benar agar kita dapat berlari dengan jarak yang jauh dan tidak kelelahan. Namun bagaimana cara agar dapat bernafas panjang ketika berlari ? Berikut adalah tips agar nafas menjadi panjang saat berlari :

  1. Menggunakan pernafasan perut bukan dada

Bernafas menggunakan perut dapat membuat nafas menjadi panjang dan berlari lebih efektif. Cobalah saat berlari dengan menggunakan pernasafan perut bukan dengan pernasafan dada. Cara membedakannya adalah jika pernafasan dada maka saat bernafas dada akan naik turun, sedangkan pernafasan perut maka saat bernafas otot diagrafma menjadi kembang kempis. Kita bisa melatih pernafasan perut dengan cara terlentang dan mencoba bernafas dengan perut yang dikembangkan dan dikempiskan. Setelah itu, pernafasan perut bisa kita terapkan saat berlari. Pernafasan perut juga dapat mengurangi resiko sesak nafas atau asma saat berlari.

Baca juga :

  1. Bernafas lewat mulut bukan hidung

Ketika kita berlari, otot membutuhkan asupan oksigen untuk meningkatkan kinerja otot sehingga tidak cepat lelah saat berlari. Dengan bernafas lewat mulut, oksigen yang masuk lebih banyak dari biasanya daripada menggunakan hidung. Begitu juga untuk pengeluaran karbondioksida, akan lebih efektif dan efesien jika bernafas menggunakan mulut. Dengan bernafas lewat mulut juga lebih membantu penyuplaian oksigen untuk otot sehingga kita bisa mempunyai nafas yang lebih panjang dari biasanya.

  1. Menggunakan nafas yang pendek dan dangkal

Jangan menggunakan nafas yang panjang dan dalam saat berlari karena akan membuat lebih cepat lelah. Dengan menggunakan nafas yang panjang dan dalam tentu akan membuat tubuh kita mengalami kesulitan dalam berlari sehingga kita tidak rileks dalam berlari dan akhirnya kita memutuskan untuk berhenti dan istirahat sejenak. Untuk itu gunakanlah nafas yang pendek dan dangkal agar ketika kita berlari lebih rileks dan santai serta bisa unggul dalam berlari dari yang lain.

  1. Dengarkan nafas dengan seksama

Dengan menggunakan telinga kita dapat mendengarkan nafas saat berlari. Apabila mulai terengah-engah dalam berlari mulailah mengurangi kecepatan saat berlari dan apabila sudah mulai stabil mulailah lagi meningkatkan kecepatan secara bertahap. Mendengarkan nafas dengan seksama sangatlah penting agar kita menentukan sampai mana kekuatan nafas kita saat berlari.

  1. Menyesuaikan irama dalam bernafas

Salah satu yang terpenting dalam berlari adalah menentukan ritme nafas dalam berlari. Ini juga merupakan cara yang efektif agar nafas kita menjadi panjang saat berlari. Ada pelari yang mengambil nafas saat dua kali melangkah, ada juga pelari yang mengambil nafas saat tiga kali melangkah. Ini boleh-boleh saja dan tidak diharuskan semua orang memiliki metode yang sama. Tergantung kondisi dan kemampuan masing-masing tubuh kita dalam berlari.

  1. Ambil nafas dalam dalam

Sebelum berlari, biasakan mengambil nafas dalam-dalam terlebih dahulu agar nafas ketika berlari tidak terengah-engah dan tidak mudah merasa lelah. Dengan mengambil nafas dalam-dalam, nafas akan tetap panjang dan tahan lama, hal ini juga bermanfaat agar ketika kita berlari kita akan merasa rileks dan tenang. Kondisi badan yang terburu-buru dan tidak tenang akan membuat nafas menjadi pendek.

  1. Percikkan air ke wajah

Sebenarnya cara ini adalah cara yang digunakan untuk membuat paru-paru terjaga dan denyut jantung menjadi melambat. Denyut jantung yang melambat ini akan membuat tubuh menjadi lebih rileks. Tubuh yang rileks dan tenang akan memudahkan kita untuk mengatur nafas agar mampu bernafas lebih panjang.

Baca juga : cara menjaga kesehatan paru-paru dengan hidup sehat

  1. Melakukan pemanasan terlebih dahulu

Melakukan pemanasan sebelum berlari merupakan hal yang sangat penting, dan berbahaya jika berolahraga tanpa melakukan pemanasan (Baca bahaya olahraga tanpa pemanasan). Hal ini adalah upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tubuh tidak mudah lelah ketika sedang berlari, dan harus menggunakan tehnik yang benar ketika sedang berlari. Pemanasan ini biasanya dilakukan dengan mengangkat tangan sambil mengatur nafas. Pemanasan juga bermanfaat untuk melenturkan otot-otot yang kaku agar tidak terjadi kesalahan gerak otot dalam berlari.

  1. Lari menggunakan teknik yang benar

Teknik yang benar saat berlari juga akan mempengaruhi bagaimana cara agar mampu mengatur nafas dengan baik. Hal ini juga tergantung dari jenis lari yang akan kita lakukan. Biasanya sebelum berlari harus melakukan lari-lari kecil terlebih dahulu untuk penyesuaian. Untuk jenis lari yang membutuhkan waktu lama dan jarak yang panjang seperti lari maraton, membutuhkan teknik yang lebih sulit daripada hanya berlari dengan jarak yang pendek. Selain itu dibutuhkan juga pakaian yang sesuai agar saat kita berlari menjadi nyaman dan tidak mengurangi manfaat dari olahraga itu sendiri.

Baca juga : bahaya lari menggunakan jaket di siang hari

Selain beberapa tips di atas, kondisi dan kemampuan tubuh kita juga berpengaruh saat berlari. Oleh karena itu kita harus menjaga kualitas tubuh kita agar manfaat berlari dapat kita peroleh seperti yang kita inginkan. Dan yang terpenting dalam berlari adalah kita harus terus konsisten dan teratur dalam menjalani olahraga ini. Buat apa olahraga yang mudah tapi kita belum tentu bisa melaksanakannya.

You may also like