Sponsors Link

9 Gejala Sesak Nafas – Diagnosa dan Perawatan

ads

Kesulitan bernapas yang dialami seseorang juga dinamakan dengan istilah sesak nafas di mana gangguan ini akan otomatis membuat kualitas hidup menurun. Asupan udara yang kurang mencukupi memang menjadi masalah dan berimbas pada keseluruhan kesehatan tubuh kita. Ada berbagai penyebab sesak nafas pada manusia, dan berikut ini adalah faktor pemicu paling umum:

  • Alergi
  • Tuberkulosis atau TBC.
  • Sinusitis
  • Anemia
  • Asma
  • Pilek atau flu.
  • Gangguan janting seperti misalnya aritmia jantung, serangan jantung, serta gagal jantung.
  • Kanker paru-paru.
  • PPOK atau penyakit paru obstruktif kronik.
  • Paru-paru basah atau pneumonia.
  • Keracunan karbonmonoksida.
  • Patah tulang rusuk.
  • Tekanan darah rendah.

Sesak nafas sendiri memang biasanya juga dialami oleh seseorang dalam jangka panjang atau intinya tidak bisa cepat sembuh. Untuk mengetahui apakah Anda mengalami sesak nafas atau bukan, di bawah ini adalah sejumlah gejala sesak nafas yang kiranya bisa Anda perhatikan. Hal ini supaya memampukan Anda lebih wapada dan dapat memeriksakan diri secepat mungkin setelah mengalami gejala-gejala berikut ini.

(Baca juga: penyebab dada sesak)

  1. Batuk

Biasanya bila sesak nafas, seseorang juga bakal mengalami yang namanya batuk-batuk. Ini karena ada hubungannya dengan nafas pendek di mana memang proses bernafas lebih sulit dari biasanya. Ketika udara yang dihirup tidak dapat dalam-dalam, maka batuk pun terjadi. Batuk yang pada umumnya terjadi adalah batuk kering, yakni tanpa dahak, tapi tergantung juga penyakit pernapasan apa yang dialami.

Batuk ini otomatis dialami karena memang tujuan dari batuk ini sendiri adalah untuk menciptakan ruang pada rongga paru-paru. Setelah batuk, agaknya pernafasan menjadi lebih lega dan baik. Penderita sesak nafas di beberapa kasus juga menderita batuk berdahak di mana bila dahak atau cairan di dalma paru-paru tak dikeluarkan, maka organ vital ini bakal semakin terganggu kinerjanya dalam mengirim oksigen kembali keluar.

  1. Nyeri Dada

Karena ada kaitannya dengan kinerja paru-paru yang terganggu, maka dada pun terkadang juga bisa timbul rasa nyeri. Dada yang terasa sakit termasuk di dalam gejala sesak nafas karena memang rata-rata orang yang menderita sesak nafas bakal merasakan nyeri di bagian dada.

(Baca juga: cara mengatasi sesak nafas)

  1. Perasaan Nafas Berat

Ketika seseorang merasakan adanya rasa berat ketika proses bernafas, maka ini jugalah yang menjadi tanda bahwa sedang terjadi sesak nafas. Nafas berat ini juga dianggap sebagai sebuah keadaan di mana akan sulit bagi kita menarik napas seperti ada hambatan di dalam dada dan saluran pernapasan. Hal ini juga biasanya disertai rasa sakit dada dan juga kemudian diikuti juga batuk-batuk karena gagal mengambil nafas banyak.

Sponsors Link

  1. Tidak Nyaman pada saat Bernapas

Karena rasanya begitu berat, maka setiap kali penderita sesak nafas mengambil udara dengan menghirup akan selalu terasa tidak nyaman. Hal ini memang sebaiknya secepatnya diperiksakan bila sudah lebih dari seminggu tak ada perubahan apalagi tanda-tanda membaik.

(Baca juga: cara mencegah sesak napas)

  1. Kelelahan

Rasa lelah juga pada beberapa kasus sesak nafas juga dialami oleh penderitanya. Ini dapat disebabkan kekurangan darah atau anemia, gangguan jantung, atau juga tekanan darah rendah. Cepat lelah tanpa alasan yang jelas, terutama tanpa adanya pekerjaan atau aktivitas berat memang seharusnya membuat Anda curiga dan mewaspadainya.

  1. Tubuh Lemah

Selain merasa gampang lelah, tubuh pun bakal terasa sangat lemah walaupun tidak sedang sakit. Namun beberapa kasus di mana sesak nafas disebabkan oleh pilek atau kekurangan darah memang dapat memicu kelemahan pada tubuh sehingga tampa seperti tak bertenaga. Lemahnya tubuh juga bisa menandakan tubuh yang kekurangan udara.

(Baca juga: penyebab dada sakit)

  1. Jantung Berdebar

Cepat lelah dan jantung berdebar adalah dua hal yang biasanya selalu terjadi bersamaan meski tak semua kasus sesak nafas demikian. Sesak nafas yang memang disebabkan oleh gangguan jantung dapat menimbulkan gejala seperti ini. Jantung yang tiba-tiba berdetak lebih kencang walaupun tidak sedang gugup atau melakukan aktivitas berat memang harus diperiksakan.

sponsored links
  1. Mengi

Mengi adalah sebuah suara yang keluar menyertai proses pernapasan dan biasanya akan berbunyi ‘ngik..ngik..’ setiap kali penderitanya mengambil nafas. Pada umumnya, penderita asma, gangguan jantung dan juga infeksi paru-paru yang akan mengalami gejala seperti ini. Ketika mengi terjadi dan tak kunjung mereda berikut juga kondisi sesak nafas itu sendiri, pastikan segera memeriksakan diri.

Mengi yang diikuti juga dengan rasa nyeri pada bagian dada bukanlah hal yang baik. Kondisi seperti ini tak sebaiknya diabaikan atau dibiarkan supaya sembuh dengan sendirinya. Agar tidak menjadi penyakit kronis, memang ada baiknya ditangani sesegera mungkin dengan menempuh metode diagnosa.

  1. Muntah

Pada beberapa kasus sesak nafas, muntah juga terjadi dan dialami penderitanya. Ini biasanya ada kaitannya dengan penyakit semacam serangan jantung. Gangguan pencernaan apat terhubung juga dengan organ pernapasan kita, maka ketika gejala seperti ini terjadi, jangan tunda lagi untuk ke dokter.

(Baca juga: dada sesak sebelah kiri)

Metode Diagnosa Sesak Nafas

Setelah mengetahui sejumlah gejala dari kondisi sesak nafas, pergi ke dokter untuk memeriksakan diri adalah keputusan paling tepat. Hal ini tujuannya adalah untuk mengetahui apa penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat. Sesampainya di dokter, metode-metode diagnosa di bawah inilah yang biasanya bakal ditempuh oleh pasiennya:

  • Dokter bakal memberikan sejumlah pertanyaan terkait riwayat kesehatan pasien dan keluarga pasien. Kemungkinan besar sesak nafas yang dialami oleh pasien dikarenakan adanya anggota keluarga yang juga mengalami hal serupa. Faktor genetik memang cukup mendukung potensi seseorang mengalami sesak nafas.
  • Tes darah.
  • X-ray untuk memeriksa bagian rongga dada.
  • Pemeriksaan tes pernapasan spirometri di mana dari prosedur diagnosa inilah pasien akan mengetahui seberapa banyak dan seberapa cepat udara yang pasien dapat hembuskan. Tes ini jugalah yang biasanya digunakan oleh dokter dalam menganalisa apakah penderita sesak nafas terjangkit PPOK.
  • Tes alergi juga dibutuhkan karena dokter akan membantu pasien mengetahui detil apa penyebab sesak nafas. Biasanya sesak nafas memang paling sering dipicu oleh asma, dan asma sendiri juga disebabkan oleh adanya alergi.
  • CT scan kiranya pun perlu dilakukan karena dokter perlu memeriksa keadaan pasien apakah kondisi tulang, paru-paru serta jantung pasien baik-baik saja atau ada gangguan.

(Baca juga: ciri-ciri jantung lemah)

Perawatan Sesak Nafas

Untuk perawatan sendiri di rumah setelah terdiagnosa apa yang terjadi pada tubuh Anda ketika mengalami sesak nafas, ini adalah ide yang cukup baik. Di bawah ini adalah serangkaian hal atau langkah untuk merawat kondisi sesak nafas Anda agar tak menjadi buruk. Melakukan hal-hal ini sangat penting walaupun sudah mendapatkan penanganan serta pengobatan medis dari dokter.

  • Berhenti merokok. Tentu ini adalah langkah penting untuk dilakukan agar tidak lagi sesak nafas. Ingat selalu bahwa ada bahaya merokok bagi alat pernafasan yang bahkan mampu memicu kanker paru-paru.
  • Mengurangi berat badan bila obesitas. Berat badan yang terlalu berlebihan pun mampu menjadi penyebab dari sesak nafas. Maka ketika Anda menyadari bahwa tubuh mulai melar dan baju sudah mulai sesak, segera cari tips diet sehat. Gunakan cara menurunkan berat badan yang aman dan sehat dengan tujuan bukan hanya demi kurus tapi juga agar terjauh dari segala penyakit mematikan.
  • Menghindari polutan. Paparan terhadap polusi juga terkadang menjadi pemicu seseorang menderita gangguan pernapasan. Polutan juga adalah salah satu pemicu berbahaya kambuhnya asma serta penyakit-penyakit serius lainnya. Polutan yang dimaksud di sini juga termasuk alergen serta bahan-bahan kimia berbahaya. Tak hanya debu, tapi juga bulu binatang, asap dan jenis alergen lain yang membahayakan pernapasan.
  • Berkonsultasi ke dokter. Tentu saja mengecek kondisi kesehatan secara rutin merupakan bagian dari perawatan diri. Selalu ada potensi untuk sesak nafas menjadi lebih buruk dan Anda sendiri pun tak tahu kapan waktu tersebut tiba. Maka konsultasikan hal tersebut juga kepada dokter kepercayaan Anda untuk mendapatkan solusi terbaik.

(Baca juga: cara menjaga kesehatan organ pernapasan manusia)

Demikianlah informasi gejala sesak nafas yang penting untuk diketahui serta diwaspadai. Mengetahui metode diagnosa dan perawatan diri juga penting agar terhindar dari kondisi sesak nafas yang lebih parah.

 

Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Tuesday 02nd, August 2016 / 13:47 Oleh :
Kategori : Kesehatan Paru Paru