8 Cara Mencegah Usus Bocor (perforasi)

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Usus bocor atau perforasi merupakan penyakit yang dapat terjadi di sepanjang usus. Seperti yang diketahui, secara umum usus terbagi menjadi usus halus dan usus besar. Usus halus kemudian terbagi lagi menjadi duodenum, jejenum dan ileum. Sedangkan usus besar terbagi ata colon (colon ascendens, colon transversal, colon descendens serta colon sigmoid) dan rektum. Kebocoran dapat terjadi disemua usus, namun yang paling sering mengalami perforasi adalah daerah usus besar. (Baca juga: Pencegahan usus buntu kambuh)

Penyebab usus bocor

Usus bocor atau perforasi usus tidak serta merta dapat terjadi dengan sendirinya. Usus bocor biasanya terjadi karena adanya radang yang lama, keganasan, atau penyakit lain yang terjadi di usus hingga menyebabkan usus tersebut bocor. Penyebab usus bocor yang tidak diduga juga biasanya akibat maag kronis dan akibat trauma (seperti tusukan benda tajam) pada perut. Penyebab usus bocor antara lain:

(Baca juga: Cara mencegah usus buntu)

• Keganasan pada usus
• Kolitis ulseratif
• Demam tifoid
• Peritonitis
• Ileus obstruksi
• Penyakit Hirschsprung
• Usus buntu (apendisitis)

Gejala usus bocor

Gejala kebocoran usus biasanya diawali dengna gejala dari penyakit penyebabnya. Setelah terjadi kebocoran atau perforasi, biasanya penderita mengalami gejala nyeri perut, mual hingga muntah, demam, serta biasanya terjadi BAB berdarah. Kecuali akibat trauma, penderita tidak memiliki riwayat penyakit penyebab, serta ada riwayat trauma pada perut atau luka tembus akibat kecelakaan atau perkelahian.

(Baca juga: Makanan penyebab penyakit usus buntu)

Pencegahan usus bocor

Dampak dari usus bocor (perforasi) paling berat dapat menyebabkan kematian dan sering terjadi. Ketika usus mengalami kebocoran, maka cenderung akan sulit diobati karena adanya infeksi. Maka yang sebaiknya kita lakukan adalah dengan mencegah atau mengobati penyakit penyebab atau menghindari faktor penyebab, seblum terjadi kebocoran usus.

(Baca juga: Cara mengobati usus buntu)

1. Cegah keganasan

Kanker usus dapat menyebabkan terjadinya kebocoran usus. Akibat usus yang telah mengalami kanker atau keganasan, maka struktur jaringan usus menjadi mudah rapuh.penyakit ini biasaanya terjadi pada usia lansia. Lebih parahnya lagi, ternyata kanker dapat bermetastasis (menyerang) organ lain yang sehat, dan organ sehat tersebut dapat menjadi kanker juga. Kanker terutama pada stadium lanjut, umumnya tidak dapat disembuhkan. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan mencegah terjadinya hal tersebut ketika kita masih sehat.

Walaupun faktor genetik penyebab kanker tidak dapat dihindari, namun beberapa pencegahan tetap masih bisa dilakukan dengan menjaga daya tahan tubuh (tumor biasanya sering terjadi akibat radang) dengan rutin berolahraga, mengkonsumsi makanan yang sehat (seperti buah dan sayur), menghindari penggunaan alkohol serta menghindari makanan-makanan yang bersifat karsinogen (seperti makanan yang dibakar, mengandung bahan pengawet dan zat kimia) serta asap rokok. (Baca juga: Gejala usus buntu)

2. Cegah kolitis ulseratif

Cara mencegah kolitis ulseratif adalah dengan mencegah terjadinya infeksi usus besar, agar terhindar dari usus bocor. Jika terjadi radang pada sekitar saluran cerna (mulai dari lambung hingga usus) segera obati dengan tuntas agar terhindar dari usus bocor. Selain itu, kita dapat mencega terjadinya infeksi pada saluran cerna dengan tetap menjaga kebersihan makanan, minuman dan alat makan. Biasakan mencuci tangan sebelum makan, serta jangan sembarangan menggunakan antibioti jika anda tidak sakit karena infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik sembarangan dapat menyebabkan resistensi atau kebalnya kuman terhadap efek antibiotik tersebut. (Baca juga: Penyebab usus buntu)

3. Cegah demam tifoid

Untuk mencegah demam tifoid yang dapat menyebabkan komplikasi ke saluran cerna termasuk kebocoran usus (perforasi), dapat dicegah dengan cara yang mirip terhadap pencegahan kolitis ulseratif. Hal ini dikarenakan bakteri penyebab tifoid (Salmonella Typhi dan Salmonella Parathypi) menginfeksi melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi bakteri tersebut. Jadi pencegahan terbaik adalah dengan menjaga kebersihan makanan, minuman serta alat makan. (Baca juga: Ciri-ciri tipes)

4. Cegah peritonitis

Sebenarnya peritonitis dapat terjadi karena disebabkan dari usus bocor. Tetapi sebaliknya, peritonitis juga dapat menyebabkan usus bocor jika peritonitis tersebut terjadi akibat infeksi dari organ lain di sekitar rongga perut. Akibat adanya infeksi dari organ lain, menyebabkan terjadinya peritonitis, lalu kemudian dari peritonitis menginfeksi usus yang sehat hingga mudah bocor (perforasi). Untuk menghindari perforasi, cara cepat yang dapat dilakukan adalah dengan mengobati infeksi pada organ yang mengalami infeksi awal sebelum terjadi peritonitis. (Baca juga: Bahaya tifus)

5. Obati ileus obstruksi dan penyakit Hirschsprung

Ileus obstruksi merupakan terjadinya sumbatan pada usus, yang lama kelamaan membuat makanan tertumpuk pada satu tempat sehingga menyebabkan usus mudah infeksi dan radang hingga dapat menyebabkan perforasi usus. Sebelum terjadi kebocoran, sebaiknya dilakukan penanganan sacepat mungkin saat masih terjadi obstruksi.
Penyakit Hirschsprung memiliki mekanisme penumpukan makanan mirip ileus obstruksi. Namun penumpukan makanan terjadi akibat tidak adanya saraf pada usus yang mengendalikan kerja usus dalam mengoah makanan. Akibatnyausus tidak akan bekerja dan makanan tertumpuk. Untuk mencegak perforasi, sebaiknya dilakukan penanganan cepat terhadap Hirschsprung dengan melakukan operasi medis. (Baca juga: Cara menjaga kesehatan lambung dan usus)

6. Obati usus buntu (apendisistis)

Usus buntu merupakan penyebab tersering terjadinya perforasi (usus bocor). Hal ini diakibatkan terjadinya infeksi dan radang yang begitu lama pada usus buntu. Ketika kebocoran terjadi maka dapat menyebabkan kematian. Oleh karenanya pencegahan terjadinya kebocoran usus adalah dengan mengobati penyakit dari usus buntu, yang biasanya dilakukan dengan operasi. (Baca juga: Bahaya menahan buang air besar)

7. Hindari Maag berulang

Maag berulang dapat menyebabkan radang yang jika lama kan menyebabkan kebocoran lambung hingga usus. Selain mengobati maag, cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari pemicu terjadinya maag, misalnya dengan mengatu pola makan. Hindari mengkonsumsi makanan yang peda atau asam, agar tetap menjaga asam lambung, termasuk menghindari kafein. Atur waktu makan menjadi porsi cukup namun sering. Agar tidak memberatkan lambung. (Baca juga: Ciri-ciri maag kronis)

8. Hindari trauma perut

Gunakan selalu pakaian yang dapat memberikan perlidungan lebih aman, terutama saat beraktivitas atau bekerja. Kobocoran usus dapat terjadi akibat trauma atau luka tembus yang terjadi pada perut. Hal ini biasanya sering terjadi akibat kecelakaan saat beraktivitas atau bekerja. Penyebab lainnya biasanya akibat konflik atau perkelahian dengan senjata api atau benda tajam. (Baca juga: Gejala maag kronis)

fbWhatsappTwitterLinkedIn