11 Cara Mencegah Demam Kuning

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Mayoritas masyakat lebih mengenal demam kuning ini dengan istilah jenis jenis hepatitis yang dapat dikenali dengan beragam gejala klinis tertentu. Menumpuknya bilirubin yang terdapat didalam darah dan jaringan tubuh merupakan penyebab terjadinya demam kuning. Bilirubin ini sendiri merupakan sekumpulan zat yang mempunyai warna kuning didalam darah. Ketika gejala klinis yang disebabkan oleh demam kuning berlangsung maka fungsi hati akan melemah.

Hal ini karena organ hati berkerja dengan sangat keras setiap kali gejala penyakit kuning terjadi. Meskipun demam kuning atau hepatitis bukan merupakan gangguan kesehatan yang mematikan namun gejala ini juga berpotensi membuat penderitanya meniggal dunia. Gejala serius yang dapat ditimbulkan yakni gangguan jantung, hati, jantung bahkan pendarahan.

Jika sebelumnya kita telah membahas mengenai apa itu demam kuning serta implikasinya pada kesehatan maka kali ini kita akan membahas bagaimana pencegahan demam kuning. Supaya kita terhindar dari gejala demam kuning, berikut cara mencegah demam kuning :

  1. Vaksin Demam Kuning

Demam kuning merupakan penyakit hemoragik dimana kemunculannya dipicu karena adanya infeksi terhadap virus tertentu. Beberapa spesies nyamuk seperti Aedes Aegypti berpotensi menyebarkan virus tersebut terhadap manusia. Untuk mencegah demam kuning, salah satu langkah preventifnya yakni dengan penggunaan vaksin demam kuning. Ketika anda melakukan perjalanan menuju daerah yang rawan demam kuning sebaiknya anda melakukan vaksinisasi terlebih dahulu.

Ketika penggunaan dosis tunggal telah diberikan, pada umumnya tubuh akan mendapatkan perlindungan selama 10 tahun. Namun penggunaan vaksin ini akan memicu efek samping berupa demam, otot yang terasa nyeri, pusing serta timbulnya rasa nyeri pada area tubuh yang diinjeksi. Bahkan gejala pasca injeksi vaksin demam kuning akan terlihat seperti gejala terjangkitnya

  1. Konsumsi Makanan yang Mengandung Capsicum

Ketika seseorang telah merasakan adanya gejala demam kuning sebaiknya perbanyaklah mengkonsumsi makanan yang mengandung capsicum. Dimana capsicum ini dapat meredakan gejala demam kuning serta membuat imun atau sistem kekebalan tubuh meningkat. Tentunya hal ini akan membuat tubuh lebih cepat menyelesaikan proses pemulihan. Capsicum ini dapat ditemuakan pada sayuran seperti cabe dan paprika. Untuk menjaga supaya kandungan senyawa capsaicin tetap utuh, sebaiknya kita memperhatikan cara pengolahan makanan tersebut. Dengan tidak memasaknya terlalu lama akan membuat sayuran terlindungi gizinya.

  1. Tingkatkan Produksi Sel Darah Merah

Seseorang yang terjangkit demam kuning atau hanya  merasakan gejala awal akan mengalami lonjakan tekanan darah. Hal ini akan menyebabkan tertekannnya pembuluh darah serta oksigen yang akan didistribusikan menuju jaringan atau organ tubuh lainnya menjadi berkurang. Jika kondisi ini terus berlanjut maka fungsi organ tubuh tidak akan berjalan dengan normal. Tubuh sangat membutuhkan asupan zat besi yang cukup untuk meningkatkan produksi sel darah merah. Untuk itu, mengkonsumsi makanan atau sayuran yang kaya akan zat besi selain baik untuk mengatasi gejala demam kuning namun dapat juga dijadikan langkah prevententif, pencegahan demam kuning itu sendiri.

  1. Hindari Konsumsi Minuman Beralkohol

Alkohol adalah zat yang tidak baik bagi kesehatan tubuh serta berpengaruh buruk bagi kinerja organ tubuh. karena itulah, dengan tidak mengkonsumsi minuman beralkohol bisa menghindarkan diri kita dari resiko terkena demam kuning. Bahaya lain yang mengancam karena mengkonsumsi alkohol yakni kerusakan fungsi hati yang dapat berujung pada kematian.

  1. Memperhatikan Kadar Kolesterol

Ada beberapa penyakit yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya. Bahkan suatu penyakit dapat menjadi penyebab timbulnya penyakit lain didalam tubuh manusia. Sama halnya penyakit obesitas atau kelebihan berat badan yang saling terkait dengan penyakit kuning. Dimana obesitas ini disebabkan oleh asupan makanan yang mengandung kadar lemak tinggi sehingga kadar kolesterol juga akan mengalami peningkatan. (baca : kadar kolesterol normal tubuhcara mencegah obesitas)

  1. Waspada Gigitan Nyamuk

Demam kuning dapat ditularkan melalui persebaran virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti dimana virus tersebut dapat masuk kedalam tubuh manusia melalui aliran darah. Meminimalisir bahkan menghindari gigitan nyamuk dapat menjadi upaya pencegahan yang efektif  karena penyakit demam kuning hampir secara keseluruhan ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Meskipun tidak semua gigitan nyamuk menyebabkan masuknya virus penyebab demam kuning namun mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati bukan? Cara mudah mendeteksi apakah nyamuk tersebut merupakan jenis nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus demam kuning atau bukan, kita bisa memantau apakah daerah atau tempat tersebut sedang marak penyebaran virus. Hal ini karena kemungkinan nyamuk yang berada didaerah atau tempat yang marak penyebaran virus otomatis juga telah terinfeksi virus tersebut. Berikut ini beberapa langkah menghindari gigitan nyamuk penyebab demam kuning :

  • Meminimalisir aktititas diluar ruangan terutama pada tempat yang terdapat banyak nyamuk
  • Menggunakan pakaian lengan panjang serta bahan yang tidak terlalu tipis ketika keluar ruangan
  • Menggunakan pendingin ruangan dengan suhu yang sesuai
  • Lakukan pemasangan kasa pada jendela atau fentilasi udara guna mencegah masuknya nyamuk kedalam rumah
  • Gunakan jaring atau tirai tipis pada ranjang tempat tidur guna mencegah gigitan nyamuk ketika beristirahat
  • Tambahkan pemakaian insektisida yang bisa dibalurkan secara tipis pada jaring, kelambu atau kasa yang digunakan untuk menutup jalan akses nyamuk.
  1. Kurangi Interaksi Langsung dengan Monyet

Monyet merupakan jenis primata yang cukup dekat dalam hal interaksi dengan manusia. hewan ini dapat dijinakkan kemudian dimanfaatkan sebagai media hiburan seperti topeng monyet. Namun terdapat ancaman bagi manusia apabila terlalu lama berinteraksi dengan hewan ini. Nyamuk adalah salah satu penyebar virus demam kuning apabila telah menggigit monyet yang terinveksi. Meskipun demikian virus demam kuning tidak  hanya dapat ditularkan dari monyet kepada manusia namun berlaku kebalikan.

  1. Penyemprotan Inteksida Secara Berkala

Nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi penyebar virus demam kuning pada manusia ini dapat ditekan dengan adanya penyemprotan cairan inteksida. Pihak pemerintah pada area atau wilayah yang rawan akan penyebaran virus demam kuning ini sebaiknya melakukan disinfeksi yangdilakukan secara serentak. Apabila seseorang telah terjangkit demam kuning, maka berpotensi menyebar kepada orang disekitarnya melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Untuk itu, disinfeksi serentak sangat perlu dilakukan dengan cara menyemprotkan cairan insektisida pada lingkungan tersebut.

  1. Isolasi Terhadap Penderita Demam Kuning

Isolasi ini bertujuan supaya penderita demam kuning tidak sampai tergigit nyamuk aedes aegypti dimana hal tersebut dapat berpotensi menyebarkan wabah kepada orang disekitarnya. Masa inkubasi penderita demam kuning ini kurang lebih mencapai lima hari setelah muncul gejala awal. Dalam masa inkubasi, penderita demam kuning harus terlindungi dari gigitan nyamuk.

Pada umumnya ruang istirahat penderita akan dipasang kelambu atau tirai anti nyamuk bahkan penyemprotan insektisida yang mempunyai efek residual. (baca : cara sederhana mengusir nyamuk)

  1. Gunakan Pakaian Panjang dengan Ketebalan Kain yang Melindungi

Ketika kita akan melalukan aktivitas diluar ruangan sebaiknya kita menggunakan pakaian panjang dengan ketebalan kain yang melindungi dimana kain tersebut tidak mudah ditembus nyamuk untuk menggigit. Memperhatikan jam atau waktu sebelum beraktivitas diluar ruangan dapat menjadi pertimbangan kita untuk terhindar dari gigitan nyamuk. Dimana fajar senja sampai masuk waktu fajar adalah waktu bagi nyamuk berkeliaran.

  1. Waspada Daerah Rawan Wabah Demam Kuning

Sebelum kita bepergian sebaiknya ketahui terlebih dahulu kerentanan penyebaran wabah pada daerah atau area yang akan kita kunjungi. Pada umumnya demam kuning marak tersebar dinegera-negara endemik. Upaya WHO yang melakukan vaksinisasi di dataran Afrika merupakan bukti konkrit bahwa negara tersebut termasuk negara atau kawasan yang rawan penyebaran virus demam kuning. Selain itu, para turis yang masuk ke negara lain juga berpotensi membawa virus dimana nantinya dapat tersebar dengan gigitan nyamuk didaerah yang baru. Biaya vaksinisasi atau imuniasasi terhadap virus demam kuning ini termasuk sangat terjangkau serta tidak mengganggu fungsi organ tubuh.

Pada umumnya, vaksinisasi digalakkan kepada masyarakat dunia yang tinggal atau bekerja dihutan. Hal ini karena hutan juga merupakan habitat dari nyamuk aedes aegypti. Di negara atau wilayah yang rentan penyebaran virus demam kuning akan melakukan kampanye vaksinisasi yang dilakukan dengan cara imunisasi. Untuk itu, sebelum melakukan perjalanan ke wilayah tersebut kita juga harus melakukan upaya prefentif atau pencegahan dengan melakukan vaksinisasi terlebih dahulu.

Semoga artikel mengenai cara mencegah demam kuning ini bisa bermanfaat.

baca juga artikel halo sehat lainnya

fbWhatsappTwitterLinkedIn