Home Tips KesehatanKesehatan Pencernaan Perbedaan Sakit Maag dan Batu Empedu : Gejala dan Pengobatan

Perbedaan Sakit Maag dan Batu Empedu : Gejala dan Pengobatan

by Roro Dyiah

Pernahkah Anda merasakan nyeri di perut? Terkadang, orang menyepelekan  rasa sakit perut yang mereka alami dan hanya menganggap sakit yang diderita diakibatkan oleh gejala masuk angin maupun maag akibat makanan pedas. Namun jangan salah, sakit perut tidak hanya mengenai masuk angin maupun sakit maag, bisa jadi itu merupakan salah satu gejala penyakit batu empedu. Hal ini dikarenakan gejala empedu ternyata memiliki kesamaan dengan gejala penyakit maag yang menimbulkan rasa nyeri di bagian perut.

Menurut Dr Rino Alvani Ghani, tak sedikit pasien yang mengeluh adanya gejala maag, padahal yang terjadi sebenarnya adalah pasien mengalami sakit batu empedu. Penderita pun kerap bolak-balik ke dokter dan diberi obat sakit maag namun sayangnya hal itu tak kunjung membaik. Maka dari itu, penting bagi kita untuk dapat membedakan antara penyakit batu empedu dan sakit maag. Mari kita simak dalam artiikel ini mengenai perbedaan keduanya.

baca juga: makanan yang dapat menyebabkan sakit maag

Penyebab

Penyakit Batu Empedu

Penyakit gejala batu empedu merupakan timbunan Kristal dalam saluran empedu. Kantong empedu merupakan kantong kecil yang terletak di bawah hati guna menyimpan empedu yang dihasilkan oleh sel-sel hati. Di dalam kantong empedu, terdapat cairan yang terdiri dari air, kolesterol, garam empedu, protein dan bilirubin (pigmen empedu). Cairan empedu membantu proses pencernaan lemak pada saat lemak masuk ke dalam saluran pencernaan. Adanya gangguan pada empedu itu disebabkan oleh jumlah kolesterol atau bilirubin berlebihan hingga menyebabkan pengkristalan yang membentuk batu. Selain itu, terdapt beberapa faktor lain yang memicu adanya gangguan pada empedu:

  • Kurangnya garam
  • Faktor 4F (Fourty, Female, Fatty dan Fertile)
  • Diet tinggi lemak
  • Faktor keturunan
  • Kelebihan berat badan
  • gejala Kencing manis
  • Sakit liver kronis

Meskipun demikian, dalam penelitian disebutkan bahwa terdapat perbedaan mengenai penyebab faktor pemicu batu empedu bagi orang Asia dan orang Barat yang dijelaskan sebagai berikut.

  1. Orang Asia

Pada orang Asia, penyakit batu empedu biasanya disebabkan oleh infeksi saluran pencernaan yang dicetuskan dari infeksi dari konsumsi makanan yang tidak bersih dan bebas kuman. Kuman penyebab infeksi saluran pencernaan tersebut, E. Coli, bergerak dan memasuki saluran empedu hingga ke kantungnya hingga membuat perubahan komposisi cairan dan keseimbangan dalam kantong empedu. Perubahan komposisi cairan ini kemudian membentuk inti dan lambat laun menebal lalu mengkristal. Batu empedu yang terbentuk dari infeksi biasanya berwarna cokelat kehitaman dan lebih keras dan mengandung kapur dan yang tersusun dari bilirubin dan garam-garam empedu.

baca juga: pengobatan batu empedu

2. Orang Barat

Pada orang Barat, penyakit batu empedu disebabkan karena konsumsi fast food yang mengandung tinggi lemak dan sedikit sekali serat. Konsumsi kolesterol tinggi ini jelas membuat kerja organ pencernaan tambah berat dan membuat kadar kolesterol berlebih sehingga mengendap pada saluran pencernaan dan juga di saluran atau kantung. Apabila hal ini terjadi secara terus-menerus maka kolesterol akan mengkristal dan menjadi batu empedu. Batu empedu yang terbentuk dari kolesterol biasanya berbentuk bulat dan berwarna putih.

baca juga: makanan yang baik untuk empedu

Penyakit Maag

Penyakit maag atau dyspepsia merupakan masalah kesehatan yang berawal dari terjadinya radang pada dinding lambung bagian dalam yang sering atau terus-menerus. Hal ini membuat lapisan dinding lambung terkikis dan membuat luka atau tukak lambung.

Terdapat dua penyebab utama sakit maag, yaitu:

  1. bakteri helicobacter pylori (H. pylori) yang dapat menyebabkan timbulnya luka lambung atau pada usus bagian atas
  2. penggunaan obat anti inflamasi non steroid (OAINS) dalam waktu lama dan panjang, contohnya ibuprofen atau aspirin,

baca juga: gejala sakit maag pada anak

Gejala

Penyakit Batu Empedu

Sebagian besar penyakit batu empedu tidak menunjukkan gejala sama sekali, hingga Anda merasa memilikinya pada saat Anda merasa nyeri pada bagian kanan atas perut hingga punggung atau bahu. Rasa nyeri juga dapat timbul ketika Anda menyantap makanan berlemak tinggi yang dapat merangsang kontraksi kantong empedu hingga empedu yang tersimpan masuk ke usus duabelas jari. Selain itu, penyakit batu empedu juga menimbulkan gejala seperti:

  • mual dan muntah
  • nyeri perut selama 15 menit hingga 24 jam, dan nyeri menyerang secara terus menerus selama 1 sampai 5 jam
  • rasa sakit ketika mengambil nafas normal atau nafas dalam
  • rasa sakit ketika tengah malam hingga membangunkan tidur Anda
  • masalah pencernaan lain termasuk kembung, gangguan pencernaan dan mulas dan perut bergas
  • flu, seperti menggigil, keringat dingin dan demam

baca juga: penyebab batu empedu

Penyakit Maag

Secara umum, penyakit maag memiliki gejala perih atau panas dari leher hingga bagian tengah perut atau nyeri di bagian ulu hati. Gejala lain yang muncul ketika sakit maag adalah antara lain:

  • sakit perut beberapa menit hingga jam
  • kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan
  • sering sendawa
  • perut kembung
  • sering merasa lapar
  • saakit saat buang air besar

baca juga: bahaya santan bagi penderita maag

Melihat gelaja-gejala yang muncul diantara penyakit batu empedu dan penyakit maag, sekilas terlihat mirip. Bahkan lokasi rasa sakit juga dirasa hampir sama. Mengingat, posisi kantong empedu dan lambung adalah berdekatan dan terletak di ulu hati. Sehingga apabila salah satu organ mengalami peradangan, maka rasanya hampir sama.

Namun, tak perlu khawatir, cara untuk membedakan penyakit batu empedu dengan penyakit maag menurut Dr. Rino Alvani Gani. Berikut merupakan penjelasannya.

  1. Frekuensi sakit maag biasanya bersifat pelan-pelan hingga akhirnya sakitnya terasa begitu hebat. Namun, penyakit rasa sakit batu empedu datang secara tiba-tiba dengan sangat dan kemudian hilang dengan tiba-tiba pula
  2. Apabila terjadi peradangan pada kantung dan saluran empedu, rasa nyeri yang timbul adalah di bawah tulang iga agak sedikit ke kanan. Sedangkan apabila terjadi peradangan pada lambung, rasa nyeri yang timbul adalah pada bagian ulu hati ke kiri
  3. Rasa sakit akibat batu empedu biasanya muncul setelah 2 sampai 4 jam menyantap makanan berlemak. Atau, dapat timbul tiba-tiba pada saat jam 9 malam hingga 6 pagi

baca juga: penanganan gastritis maag kronis

Penyembuhan

Penyakit Batu Empedu

Pengobatan batu empedu dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Apabila kantung empedu masih berfungsi dengan baik, jumlah batunyasatu dan tidak lebih 2 cm maka pasien akan diberi obat yang mengandung asam dan garam empedu, yaitu cheno deoxy uric acid (CDC) dan urso deoxy uric acid (UCDC). Harapanya, batu empedu dapat larut. Garam-garam empedu kemudian mengikis batu empedu secara perlahan dan bertahap hingga membentuk keseimbangan komposisi cairan dalam kantung empedu. Namun selain dengan pemberian obat, batu juga dapat ditembak dengan cara menggunakan sinar radiasi tertentu (ESWL).
  2. Apabila kantung empedu sudah tidak berfungsi dengan baik, namun batu empedu sudah sangat mengganggu maka batu empedu ini harus diambil dengan cara memotong empedu.Selain itu, kandung empedu kronis juga dapat dioperasi dengan cara laparoskopi atau biasa disebut dengan cholecyctectomy.

baca juga: gejala ada batu di empedu

Penyakit Maag

Penyakit maag ini tidak dapat disembuhkan secara sempurna. Penderita hanya dapat mengkonsumsi obat anti maag yang umumnya mengandung antasida guna menormalisasi asam lambung dan menghilangkan nyeri. Penderita juga dapat mencengah munculnya penyakit maag datang kembali dengan  makan teratur, makan secukupnya, mengurangi makanan yang bersifat asam atau terlalu pedas, cuci tangan sebelum makan dan tidak jajan sembarangan.

baca juga: bahaya jeruk nipis bagi penderita maag

Nah, demikian merupakan informasi yang dapat kami sajikan mengenai penyakit batu empedu yang memiliki gejala yang hampir sama dengan penyakit maag. Bagaimanapun juga, pola hidup sehat sangat membantu Anda dalam mencegah timbulnya penyakit-penyakit tersebut dalam hidup Anda.

You may also like