Bibir Kesemutan Gejala Apa? Ini 11 Alasan Dibaliknya Wajib Diwaspadai !

1092

Pada umumnya, kesemutan pasti terjadi di bagian tangan ataupun kaki dan kesemutan tersebut biasanya terjadi sebab adanya tekanan terlalu lama. Tapi, beberapa orang justru bisa mengalami hal yang berbeda, yakni kesemutan justru di bagian bibir. Jadi, bibir kesemutan gejala apa? Apakah ada kemungkinan penyakit yang berbahaya?

  1. Bibir Kering Pecah-pecah

Bibir yang mengalami kesemutan tidak selalu harus menjadi tanda adanya kondisi kesehatan serius pada tubuh, sebab bibir yang kering dan pecah-pecah pun bisa menyebabkan kesemutan. Ketika musim dan cuaca dingin datang, kondisi kulit yang kering dapat menjadi alasan mengapa bibir bisa mudah pecah-pecah karena kurangnya kelembaban.

Cara Mengatasi : Bibir yang pecah-pecah karena kering bukan hanya akan terasa sakit, tapi juga bisa sampai kesemutan sehingga tidak nyaman. Penggunaan lip balm sangatlah dianjurkan dalam hal ini supaya mampu menjaga dan meningkatkan kelembaban bibir sekaligus membuat bibir jauh lebih lembut. Menggunakan petroleum jelly juga baik, tapi pastikan di dalamnya tak ada bahan pemicu iritasi.

  1. Alergi

Ada berbagai bentuk dari reaksi alergi dan salah satunya adalah kesemutan. Alergi dapat terjadi karena banyak hal, seperti alergi debu, alergi obat, alergi bahan-bahan atau zat kimia, hingga alergi makanan tertentu. Selain gatal dan ruam, ternyata bibir kesemutan dapat menjadi reaksi alergi lainnya dan segeralah tangani kalau disertai pula dengan kondisi sesak nafas.

Cara Mengatasi : Untuk mengatasi masalah bibir kesemutan karena alergi, tentunya Anda perlu menghindari faktor penyebab alergi, yakni alergen. Jika Anda alergi makanan tertentu, jauhi makanan-makanan tersebut. Jika alergi obat, maka konsultasikan dengan dokter untuk mengganti obat tersebut. Jika alergi debu dan paparan zat kimia, pakailah masker atau alat pelindung lainnya. Berobatlah ke dokter ketika Anda tak bisa menanganinya secara mandiri.

  1. Cacar Air

Bibir kesemutan yang terjadi pada anak berpotensi disebabkan oleh cacar air. Saat menderita cacar air, ada kalanya bisa terjadi di area bibir yang akan memicu keluhan kesemutan, sensasi terbakar hingga adanya rasa gatal dan sakit pada ruam.

Cara Mengatasi : Penggunaan obat antivirus biasanya dapat menjadi obat pereda rasa sakit sekaligus mengobati bintik-bintik pada kulit agar cepat sembuh dan hilang. Dengan berkurangnya bintik-bintik berair, gejala seperti kesemutan pun pasti ikut hilang. Mengurangi stres juga merupakan cara agar cepat sembuh dari penyakit ini.

  1. Herpes Zoster

Virus penyebab cacar air yang masih berada di dalam tubuh walau tidak aktif pun di kemudian hari dapat aktif kembali sehingga memicu timbulnya herpes zoster. Bibir adalah salah satu bagian yang bisa terkena dan lagi-lagi keluhan yang terjadi adalah sensasi terbakar dan kesemutan.

Cara Mengatasi : Mengurangi stres, santai dan rileks, serta menggunakan obat antivirus jauh lebih dianjurkan supaya rasa sakit dan lepuhan pada kulit berangsur mereda dan hilang. Beberapa jenis obat lainnya yang umumnya dokter bakal berikan adalah obat antikonvulsan, obat antidepresan trisiklik, serta pereda rasa sakit.

  1. Kekurangan Nutrisi pada Tubuh

Bibir yang kesemutan dapat menjadi gejala tubuh kekurangan mineral dan vitamin tertentu. Saat tubuh kurang memperoleh asupan nutrisi, ada hambatan pada proses produksi sel darah merah di dalam tubuh sehingga kekurangan darah pun terjadi. Karena kekurangan darah, otomatis oksigen yang dibawa ke seluruh tubuh ikut berkurang.

Cara Mengatasi : Dalam mengatasinya, cobalah untuk mulai mengonsumsi makanan yang sehat, seperti buah dan sayur di mana keduanya adalah sumber mineral dan vitamin paling banyak. Biarkan tubuh mendapatkan nutrisi dari makanan yang tepat, sehingga gejala seperti kesemutan pada bibir cepat hilang dan tubuh tetap terjaga kebugarannya.

  1. Luka Infeksi

Luka infeksi pun mampu menyebabkan keluhan kesemutan di bagian bibir, apalagi jika disebabkan oleh infeksi virus Herpes simplex. Akan ada timbul lepuhan yang berukuran kecil-kecil pada area bibir yang disebut juga dengan herpes labialis. Penularan infeksi semacam ini biasanya adalah melalui berciuman bibir.

Cara Mengatasi : Pengobatan yang umumnya diberikan adalah obat antivirus berupa tablet ataupun salep tergantung dari kebutuhan dan kondisi pasien. Selama adanya luka infeksi ini, pastikan untuk tidak menggunakan pelembab bibir ataupun lipstik lebih dulu. Jaga pula keseimbangan pola makan sebagai cara meningkatkan daya tahan tubuh.

  1. Penyakit Stroke

Kesemutan pada bibir rupanya juga dapat menjadi tanda adanya penyakit stroke. Saat aliran darah menuju otak terhambat, tubuh akan mengalami kelemahan yang biasanya terjadi di salah satu sisi tubuh. Namun ketika sudah sampai pada tahap bibir kesemutan, sering sakit kepala, kehilangan keseimbangan hingga sulit bicara, segera tangani.

Cara Mengatasi : Gejala stroke pada dasarnya bisa diobati dengan obat-obatan herbal maupun pengobatan alternatif seperti akupuntur. Untuk memaksimalkan masa pemulihan dan mengurangi gejala, tentunya penderita sebaiknya mengikuti tips diet sehat dengan mengatur pola makan dan gaya hidup agar lebih sehat dan seimbang.

  1. Penyakit Lupus

Lupus atau radang kronis di mana penyebab utamanya adalah serangan pada jaringan atau sel tubuh oleh sistem imun mampu menyebabkan kesemutan pada bibir sebagai salah satu gejalanya. Ini karena Lupus mampu menyerang sumsum tulang belakang dan otak tepat saraf bekerja selain dari ginjal, paru-paru, sel darah, sendi dan kulit.

Cara Mengatasi : Pemberian obat anti-inflamasi nonsteroid pada umumnya sangat membantu dalam menangani gejala lupus, begitu juga dengan kortikosteroid, serta obat imunosupresan. Perlu juga bagi penderita penyakit Lupus untuk melindungi kulitnya dengan memakai tabir surya SPF 55, serta mengenakan topi, kacamata hitam, dan pakaian tertutup.

  1. Sindrom Raynaud

Sensasi kesemutan yang dirasakan pada bibir berpotensi gejala penyakit sindrom Raynaud di mana kondisi penyakit ini bisa dipicu oleh stres dan cuaca dingin sehingga tak memerlukan perawatan khusus, tapi juga dapat disebabkan oleh kondisi terselubung sehingga lebih serius. Pada kondisi yang lebih parah, bagian tubuh tertentu dapat membiru karena kurangnya aliran darah.

Cara Mengatasi : Untuk menangani kondisi sindrom ini, perlu bagi penderita untuk menjaga tubuh selalu hangat dan melakukan cara menghilangkan stres yang aman. Ada kalanya dokter mungkin memberi obat resep berupa calcium channel blockers supaya peredaran darah kembali meningkat. Tapi jika obat saja tak berpengaruh banyak, langkah operasi menjadi pilihan terbaik.

  1. Serangan Panik

Selain rasa gelisah berlebih, serangan panik juga memicu timbulnya gejala seperti sensasi tergelitik pada bibir, yang biasanya turut diikuti dengan detak jantung cepat, gemetaran, berkeringat lebih banyak, kram perut, mual, pusing, sakit di bagian dada, sesak nafas hingga kehilangan kesadaran.

Cara Mengatasi : Psikoterapi dan juga pemberian obat berupa antidepresan sangat dibutuhkan oleh para penderita serangan panik. Dengan obat-obat ini, depresi akan berkurang dan penderita pun tak perlu khawatir karena efek sampingnya tidaklah seberapa.

  1. Trauma Neuropati Kranial

Gangguan pada saraf kranial yang disebabkan oleh trauma atau cedera bisa memicu gejala berupa kesemutan di bagian bibir karena saraf bisa rusak akibat masalah gegar otak atau cedera otak lainnya. Bagian bibir dapat mengalami kesemutan karena saraf kranial meliputi saraf wajah.

Cara Mengatasi : Dalam hal ini, datanglah pada sang ahli, atau dokter spesialis saraf agar dapat ditangani secara tepat. Obat-obatan seperti antidepresan, antikonvulsan, opioid, serta obat oles khusus pereda rasa sakit biasanya bakal diberikan oleh dokter tergantung juga dari kondisi sang pasien.

Jadi, bibir kesemutan gejala apa? Itulah 11 kondisi yang dapat menjadi alasan dibalik kesemutan pada bibir Anda, mulai dari kondisi ringan hingga masalah kesehatan serius yang memerlukan penanganan medis secepatnya. Jika mengeluhkan bibir kesemutan beserta beberapa keluhan serius tak wajar lainnya, segera ke dokter untuk memeriksakan diri.