Wednesday, September 18, 2019
Home Penyakit Herpes Herpes Zooster

Herpes Zooster

Herpes zoster merupakan jenis herpes di mana ini adalah kondisi penyakit infeksi pada saraf berikut juga kulit yang ada di sekitarnya. Virus adalah penyebab utama dari penyakit ini di mana virus tersebut diketahui sama seperti virus penyebab cacar air. Virus yang dimaksud adalah varisela zoster. Di mana virus ini pada umumnya menetap pada area tulang belakang atau juga bisa ada di bagian dasar tulang tengkorak tubuh.

Virus ini jangan sampai diabaikan atau disepelekan karena nyatanya virus tersebut setelah menyebabkan cacar air bisa kembali aktif walau cacar air telah sembuh dan dari situlah kemudian herpes zoster terjadi. Infeksi virus akut ini bisa bersembunyi di dalam tubuh, namun setiap penderitanya akan mengalami manifestasi klinis yang berbeda-beda.

Sistem kekebalan tubuhlah yang menjadi faktor penentu akan manifestasi klinis yang timbul sebagai akibat dari penyakit ini. Lepuhan biasanya akan timbul secara umumnya dan akan terasa begitu sakit di kulit. Untuk dapat menanganinya, maka perlu untuk kita ketahui penyebab pasti berikut juga faktor risiko serta gejala-gejalanya.

Penyebab

Kasus herpes zoster sebagian besar adalah mereka yang dulunya pernah mengalami cacar air pada waktu masih anak-anak. Cacar air memang bukanlah suatu kondisi yang sangat serius karena penderitanya berpeluang besar untuk sembuh, namun meski sudah sembuh pun, virus penyebab cacar air masih ada di dalam tubuh.

Walau cacar airnya sudah sembuh, virus yang masih bertahan di dalam tubuh bisa kembali aktif dan saat telah dewasa bisa kembali diserang oleh virus ini. Ini karena virus tersebut tak benar-benar hilang dan hanya tertidur sebelum aktif lagi. Hingga kini belum diketahui jelas mengapa virus tersebut mampu kembali aktif terutama saat kita sudah dewasa.

Hanya saja, diketahui berdasarkan pengamatan, virus kembali aktif kemungkinan bisa dipicu oleh turunnya fungsi sistem daya tahan tubuh. Meski memang penyakit herpes zoster lebih tak menular ketimbang cacar air, tetap ada kemungkinan penderitanya menyebarkan virus ini ke orang lain dan bagi yang belum pernah terkena cacar air akan dapat terkena cacar air dan bukannya herpes zoster langsung.

Selain dari virus varisela zoster sendiri, tentu masih ada beberapa faktor risiko yang patut diwaspadai karena mampu memperbesar risiko seseorang dalam terserang penyakit satu ini, seperti faktor-faktor berikut.

  • Faktor usia. Usia seseorang yang sudah mencapai 50 tahun atau di atas itu cenderung lebih mudah terkena herpes zoster, terutama bila sebelumnya dulu pernah terkena cacar air.
  • Lemahnya sistem kekebalan tubuh. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, daya tahan tubuh yang rendah mampu memudahkan penyakit apapun untuk menyerang. Hal ini berlaku pula untuk virus varisela yang masih ada di dalam tubuh bakal kembali aktif saat kekebalan tubuh menurun. Penurunan sistem kekebalan tubuh ini bisa dikarenakan tengah mengidap HIV/AIDS, penggunaan obat immunosupresan atau steroid jangka panjang ataupun karena sedang menempuh kemoterapi.
  • Memiliki luka atau penyakit.
  • Memiliki kondisi stres emosional.
  • Memiliki kondisi stres fisik yang cukup berat.
  • Baru saja menempuh transplantasi sumsum tulang.

Para pengidap herpes zoster dianjurkan untuk tak dekat-dekat atau melakukan kontak dengan bayi yang baru saja lahir, orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, dan juga para ibu hamil. Bukan hanya orang tua dengan usia 50 tahun ke atas saja yang perlu mewaspadai herpes zoster ini, melainkan juga orang-orang muda.

Gejala

Setelah melihat apa saja yang menjadi penyebab atau faktor peningkat risiko dari herpes zoster, penting pula untuk mengenali segala gejala dari penyakit ini. Pada umumnya, gejala utama herpes zoster adalah rasa sakit yang timbul pada kulit diikuti degan kemunculan warna kemerahan. Setelahnya, hal tersebut bisa berkembang menjadi luka lecet dan terasa gatal-gatal.

Herpes zoster bisa dikatakan mirip seperti cacar air di mana lepuhan baru timbul sesudah 1 minggu. Sesudah lepuhan muncul, terjadilah perubahan warna setelah beberapa hari di mana ini akan berubah menjadi kering, berwarna kekuningan dan akhirnya rata. Berikut adalah sejumlah ciri dari herpes zoster secara umum yang wajib diwaspadai.

  • Kulit memerah.
  • Kulit mengalami lepuhan yang disertai rasa nyeri.
  • Kulit mengalami sensasi terbakar.
  • Kulit wajah, punggung, perut dan dada adalah yang paling umum terserang herpes zoster.
  • Ada sensasi seperti ditusuk-tusuk pada nyeri yang terasa dan mampu berkembang lebih serius.

Namun selain dari keluhan-keluhan tersebut, pada sejumlah kasus herpes zoster, ada pula penderita yang menderita gejala awal seperti di bawah ini sebelum kulit mengalami kemerahan.

Herpes zoster bukan termasuk penyakit yang berakibat fatal karena setelah 14-28 hari penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya. Namun tetap saja disarankan bagi Anda untuk menghubungi dokter segera apabila gejala-gejala yang telah disebutkan tersebut mulai dirasakan, khususnya bila dulunya Anda pernah menderita cacar air. Ketika gejala awal muncul dan segera ke dokter, maka penanganan dini kiranya mampu mengurangi potensi timbulnya komplikasi.

Pengobatan

Setelah gejala-gejala muncul, biasanya perlu untuk menempuh metode diagnosa alias langkah pemeriksaan supaya jelas kondisi gejala tersebut benar akibat dari virus penyebab cacar air dan positif bahwa kondisi tersebut adalah herpes zoster. Diagnosa biasanya dilakukan melalui pemeriksaan bentuk ruam serta lokasi ruam tersebut pada kulit.

Dokter juga kemungkinan akan memeriksa rasa nyeri dan gejala lainnya yang dirasakan oleh penderita. Dokter pun pada umumnya bisa saja melakukan pengambilan sampel kulit ruam maupun cairan dari ruam dan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa apabila memang dokter membutuhkannya. Setelah didiagnosa, barulah dokter bisa memberikan solusi penanganan atau perawatan bagi pasien secara tepat.

Pengobatan Medis

Pada dasarnya, sama dengan cacar air, herpes zoster merupakan sebuah kondisi penyakit yang tak memerlukan langkah khusus dalam menyembuhkannya. Kalaupun dokter memberikan obat dan sebagainya, tujuan utama dari pemberian obat tersebut adalah sebagai penurun gejala hingga penyakit ini benar-benar sembuh dengan sendirinya.

  • Obat Antivirus – Valacyclovir dan acyclovir adalah dua contoh obat antivirus yang kemungkinan akan diberikan kepada pasien oleh dokter supaya mampu mengurangi risiko timbulnya komplikasi. Efektivitas dari obat antivirus tersebut adalah ketika dikonsumsi dalam waktu 3 hari sesudah munculnya ruam. Hanya saja, dapat juga pemberian obat bisa sampai sebelum seminggu pasca kemunculan ruam bila pasien mempunyai potensi komplikasi. Penggunaan obat antivirus yang benar adalah selama 7-10 hari.
  • Obat Pereda Rasa Sakit – Jenis obat ini juga ternyata bisa digunakan oleh para penderita herpes zoster karena nyeri yang dirasakan pada bagian kulit. Obat ini termasuk cukup sering dikonsumsi karena juga gampang untuk memperolehnya. Untuk dosis yang sesuai, pastikan untuk mengonsultasikan penggunaannya dengan dokter lebih dulu supaya tak berefek samping buruk bagi tubuh.
  • Obat Antikonvulsan – Pregabalin dan gabapentin merupakan obat antikonvulsan yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk meredakan gejala dari herpes zoster.
  • Obat Antidepresan – nortriptyline, imipramine, dan amitriptyline adalah contoh obat antidrepesan trisiklik yang bisa digunakan oleh penderita herpes zoster. Dosisnya akan ditingkatkan oleh dokter secara bertahap pada umumnya untuk bisa menghilangkan rasa nyeri. Rasa nyeri pun dapat teratasi nantinya dengan penggunaan yang sesuai anjuran dokter.

Khusus untuk obat antidepresan dan antikonvulsan, pada umumnya akan memerlukan waktu beberapa minggu sampai efektivitasnya dapat dialami dan dibuktikan oleh penderita. Asalkan menurut apa yang dokter anjurkan, maka obat biasanya bekerja dengan cukup baik.

Pengobatan Alami

Selain dengan pengobatan medis yang diberikan oleh dokter, penderita herpes zoster juga dapat memanfaatkan bahan-bahan alami untuk sembuh dari kondisi penyakit ini. Berikut adalah sejumlah cara perawatan alami yang bisa dicoba ketika herpes zoster menyerang.

  • Air Garam

Air garam bukan hanya menjadi obat batuk yang ampuh, bahkan untuk masalah kulit pun air garam bisa diandalkan oleh penderita herpes zoster. Karena garam sendiri adalah bahan yang mengandung pembasmi virus secara alami, Anda bisa menggunakannya sebagai obat alami dengan cara memasukkan 100 gram garam ke dalam bak mandi atau bathtub.

Setelah itu, berendamlah di sana selama ½ jam untuk meredakan atau menghilangkan ruam serta kemerahan yang bila dilakukan teratur akan membantu penyembuhan lebih cepat. Atau alternatifnya, Anda bisa menambahkan sesendok makan garam ke setengah cangkir air yang kemudian dicampur rata. Gunakan bola kapas dengan mencelupkannya pada air garam dan oles pada bagian kulit yang terkena.

  • Kunyit

Untuk jenis antibiotik yang bisa diandalkan, kunyit merupakan rempah yang tepat untuk digunakan sebagai obat bagi banyak kondisi gangguan kesehatan, seperti jerawat, penuaan dini, sakit gigi, depresi, luka terbuka, inflamasi, dan gangguan saat menstruasi. Namun tak lupa juga, kunyit dapat berguna dalam mengatasi masalah herpes zoster.

Tambahkan sesendok bubuk akar kunyit yang dipanggang ke dalam 250 ml susu hangat Aduklah hingga benar-benar merata sebelum akhirnya bisa dikonsumsi setiap sebelum tidur. Karena herpes zoster ada hubungan erat dengan kekebalan tubuh yang lemah, maka ini adalah cara meningkatkan daya tahan tubuh agar bisa meningkat secara alami dan penderita bisa lekas membaik.

  • Bayberry

Mungkin sebagian dari Anda pernah mendengar tentang bayberry di mana bayberry ini diketahui sebagai semak yang dapat dijumpai di bagian timur Amerika Serikat dan biasa tumbuh di Texas. Kulit akar sekaligus buah berinya adalah yang kerap dimanfaatkan sebagai obat. Bayberry dapat dijadikan sebagai ramuan ampuh dalam mengobati herpes zoster dan masalah kulit lainnya, terutama dalam bentuk salep.

  • Minyak Bawang Putih dan Minyak Zaitun

Minyak bawang putih juga menjadi pembasmi atau pelawan herpes yang bisa efektif karena minyak ini pun diyakini mampu menutrisi kulit yang rusak. Sementara untuk minyak zaitun, vitamin E di dalamnya akan mengurangi inflamasi kulit dan akan menjadi pereda gatal yang alami juga.

Cara penggunaannya adalah dengan menyediakan 10 siung bawang putih yang bisa dicampurkan dengan 5 tetes air dingin dan hancurkanlah hingga halus. Tambahkan pula minyak zaitun dan campurkan sampai rata dan barulah setelah itu bisa gunakan bola kapas untuk mengaplikasikan pada kulit yang terkena herpes zoster.

Tunggulah sekitar ½ jam sebelum kemudian ramuan yang telah diaplikasikan pada kulit bisa dibersihkan menggunakan air dingin. Sehari 2 kali adalah aturan penggunaan yang dianjurkan supaya hasil hilangnya gejala akan lebih cepat dan maksimal.

  • Minyak Pohon Teh

Minyak ini diketahui berkandungan antiviral dan antibakterial yang akan siap menyembuhkan kulit dari serangan virus varisela. Campurkanlah sesendok teh minyak kastor dengan 2 sendok makan minyak pohon teh, lalu bola kapas bisa dicelupkan ke dalam ramuan untuk diaplikasikan pada kulit yang terkena herpes zoster. Setelah 30 menit, barulah basuh menggunakan air dingin. Tambahkan beberapa tetes air rosemary ke dalam air dingin yang bisa dijadikan pembersih setelahnya. Sehari, Anda bisa melakukan cara perawatan ini 2-3 kali supaya lebih efektif.

  • Minyak Kelapa

Minyak ini pun menawarkan berbagai manfaat kesehatan, termasuk juga bagi kulit penderita herpes zoster. Cukup sediakan bola kapas yang bisa dicelup ke dalam minyak kelapa lalu oles perlahan pada kulit yang terkena. Biarkan dulu selama 1-2 jam sebelum akhirnya bisa dibersihkan. Atau, pakai di malam hari dan biarkan semalaman dan esok paginya baru dibersihkan. Lakukan rutin agar bisa mendapatkan hasil maksimal pada kesembuhan gejala di kulit Anda.

  • Cuka Apel

Cuka apel pun menjadi solusi alami untuk para penderita herpes zoster yang bisa diandalkan karena antimikrobial, anti-inflamasi serta sifat antiviralnya. Supaya ruam cepat hilang dan inflamasi cepat berkurang, ambil 1 sendok teh cuka apel yang murni dan konsumsilah sehari 2 kali. Bisa juga dengan mengambil 2 sendok makan cuka apel lalu dengan bola kapas Anda oles ramuan alami ini pada kulit yang terkena herpes zoster.

Cara lainnya yang perlu untuk diperhatikan selama perawatan agar gejala bisa juga dikurangi adalah dengan melakukan hal-hal seperti:

  • Memakai pakaian longgar.
  • Mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan katun karena katun adalah bahan lembut yang tak akan memperburuk kondisi kulit.
  • Menutupi bagian ruam supaya tetap kering dan bersih sehingga mengurangi juga risiko iritasi apalagi infeksi.
  • Tidak menggunakan bahan perekat apapun, termasuk juga plester supaya tak memicu iritasi.

Komplikasi

Apabila terlambat dalam menangani herpes zoster, herpes zoster bisa saja menjadi pemicu munculnya komplikasi yang parah, seperti halnya:

  • Kebutaan, di mana ini bisa terjadi ketika herpes zoster timbul menyerang area mata sehingga pada akhirnya saraf mata terkena peradangan, glaukoma, hingga berakibat kebutaan.
  • Infeksi bakteri pada lepuhan atau ruam, di mana hal ini dapat terjadi ketika kebersihan tak terjaga dengan baik.
  • Neuralgia pasca-herpes, di mana kondisi ini disebut juga dengan istilah postherpetic neuralgia yang rasa nyerinya begitu tak tertahankan dan bisa hingga berbulan-bulan hingga bertahun-tahun sesudah ruam sembuh. Walau komplikasi ini jarang, tetap ada kemungkinan dapat menyerang penderitanya bila penanganan terlambat atau kurang tepat.
  • Bercak putih, di mana hal ini muncul justru di bagian bekas ruam. Hal ini terjadi karena adanya pigmen kulit yang rusak dan tampak seperti bekas luka.
  • Gangguan saraf, di mana hal ini bisa saja berupa masalah pendengaran, gangguan keseimbangan tubuh hingga peradangan otak.

Untuk mencegah agar herpes zoster ini tak terjadi atau setidaknya risiko menjadi turun, vaksin herpes zoster adalah hal penting. Orang-orang berusia 50 tahun ke atas dapat menerima vaksin tersebut dan bisa juga diberikan kepada orang-orang yang sudah pernah mengalami herpes zoster supaya tak mudah kambuh.

No posts to display

Recommended