9 Penyebab Benjolan di Kepala Belakang – Diagnosa, Penanganan dan Bahaya

Kekhawatiran pasti otomatis bakal muncul ketika Anda mengalami adanya benjolan di belakang kepala atau bahkan di bagian tubuh lainnya. Ketika benjolan muncul, terutama di area kepala, Anda perlu mencari tahu berbagai kemungkinan yang ada akan pemicunya. Jangan menunggu sampai benjolan membesar dan kenali berbagai kondisi atau penyakit yang berpotensi menjadi penyebab.

(Baca juga: bahaya lipoma)

1. Lipoma

Ketika benjolan ditemukan di bagian belakang kepala, ada kemungkinan ini adalah suatu kondisi dari penyakit lipoma. Lipoma ini merupakan tumbuhnya benjolan lemak antara lapisan otot dan kulit di mana ketika ditekan secara perlahan dapat bergeser serta terasa lunak tapi tidak sakit.

Bahaya

Ada sejumlah bahaya yang ditimbulkan oleh lipoma ini, antara lain adalah:

  • Sulit bicara. Ini dikarenakan saraf yang ada di bagian saluran tenggorokan tempat lipoma tumbuh selama belasan hingga puluhan tahun tak mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Saraf yang ada kaitannya dengan pita suara akan rusak oleh lipoma ini.
  • Kelumpuhan. Kesehatan sistem saraf otak pun dapat terganggu oleh lipoma yang tak segera diobati dari awal, berikut juga saraf tulang. Sehingga bukan mustahil lipoma dapat menyebabkan kelumpuhan.
  • Penampilan terganggu. Pembesaran lipoma yang terus diabaikan akan menurunkan penampilan seseorang karena akan kelihatan menonjol ditambah juga benjolan tak simetris.

Penyebab

Penyebab pasti dari lipoma belumlah jelas diketahui, namun faktor genetika memegang peranan penting dalam meningkatkan potensi seseorang terkena lipoma. Orang dari segala usia dapat mengalami lipoma, tapi seseorang yang usianya antara 40-60 tahunlah yang paling sering terserang lipoma. Faktor penyakit tertentu juga turut mendukung, seperti halnya sindrom Gardner, sindrom Cowden, hingga adiposis dolorosa.

Diagnosa

Pemeriksaan fisik jelas adalah yang paling utama dilakukan oleh dokter kepada pasien, lalu dilanjutkan dengan mengambil sampel jaringan supaya dapat diperiksa di laboratorium. Setelah biopsi, pemeriksaan ultrasound dapat dilakukan agar bisa membedakan benjolan akibat lipoma dari benjolan akibat adanya kista. CT/MRI Scan pun dibutuhkan apabila lipoma yang timbul ukurannya cukup tak wajar.

Penanganan

Sedot lemak adalah yang paling dianjurkan dalam menangani lipoma ini dan dokter akan melakukannya menggunakan jarum. Terkadang dokter juga harus memakai selang besar supaya gumpalan lemak yang cukup banyak dapat disingkirkan. Suntik steroid menjadi alternatif untuk menyusutkan lipoma. Operasi pun cukup banyak dipilih karena lipoma tidak bakal tumbuh lagi setelah pengangkatan.

(Baca juga: benjolan di ketiak)

2. Cedera Kepala atau Trauma

Bagi Anda yang pernah mengalami cedera pada kepala, inilah kondisi yang diketahui sebagai trauma kepala ringan, entah itu karena kecelakaan, pukulan atau terjatuh. Goncangan keras pun menjadi masalah di kemudian hari dan bisa juga memicu gegar otak.

Bahaya

Berbagai bahaya dapat terjadi, dan komplikasi yang memiliki potensi besar untuk muncul dan dialami oleh penderitanya antara lain:

  • Sindrom cedera otak kedua di mana otak akan membengkak dan perkembangan komplikasi ini pun terbilang cepat.
  • Epilepsi di mana kondisi ini lebih berisiko 2 kali lipat terjadi pada seseorang dengan trauma kepala level ringan.
  • Sindrom pasca gegar otak yang akan menimbulkan rasa sakit kepala dan bahkan sulit untuk berpikir.
  • Vertigo dapat terjadi selama 1 minggu bahkan sampai berbulan-bulan ketika otak mengalami cedera.
  • Penumpukan gangguan fungsi otak yang bisa saja menjadi permanen bila tadinya cedera otak tak ditangani.

Diagnosa

Beberapa pertanyaan akan diajukan oleh dokter terkait cedera yang terjadi pada pasien, dan langkah ini bakal sekaligus memeriksa apakah pasien masih mampu mengingat dan berkonsentrasi dengan sempurna. Pemeriksaan keseimbangan, refleks dan koordinasi pasien juga bakal dilakukan dilanjutkan dengan MRI dan CT Scan.

Penanganan

Untuk mengobati cedera otak supaya tak menjadi pemicu munculnya benjolan pada kepala belakang, Anda perlu:

  • Menghindari konsumsi obat tidur atau penenang.
  • Tidak mengonsumsi obat terlarang maupun minuman beralkohol.
  • Menggunakan kompres dingin di kepala.
  • Menghindari olahraga.
  • Beristirahat yang cukup.
  • Mengurangi aktivitas berpikir dan berkonsentrasi.
  • Pakai paracetamol apabila dibutuhkan.
  • Hindari konsumsi obat anti-inflamasi non-steroid.

(Baca juga: benjolan di leherpenyebab benjolan di leher)

3. Kalsifikasi Tulang

Kondisi kalsifikasi tulang adalah ketika terjadi akumulasi kalsium garam pada jaringan tubuh dan ini juga dinamakan dengan pengapuran.

Penyebab

Ada sejumlah faktor yang turut meningkatkan risiko terkena kalsifikasi, yakni:

  • Kelainan genetik atau penyakit autoimun di mana sistem jaringan ikat dna kerangka akan terpengaruh.
  • Gangguan metabolisme kalsium, contohnya hiperkalsemia atau kelebihan kalsium dalam darah serta osteoporosis.
  • Infeksi ginjal, otak maupun payudara.

Diagnosa

Paling umum, dokter akan menyuruh pasien mengambil metode foto rontgen lebih dulu untuk menjadi pendeteksi kalsifikasi. Radiasi elektromagnetik adalah yang akan digunakan supaya gambar dari organ dapat direkam. Darah juga dapat diperiksa, khususnya bagi yang menderita penyakit batu ginjal.

Penanganan

Menurut penyebabnya, dokter baru bisa menentukan metode pengobatan, seperti misalnya dengan jalan pembedahan, pengobatan gelobang kejut, atau penyingkiran batu lewat sayatan kecil antara tulang rusuk dan pinggul.

Bahaya

Asalkan setelah seseorang memperoleh diagnosa bahwa ia mengalami kalsifikasi langsung kontrol ke dokter, ini tak akan berbahaya. Beberapa kasus kecil kalsifikasi pada arteri tak membahayakan, kecuali kalau mulai terjadi konstriksi di bagian katupnya. Pembedahan pun menjadi jalan yang harus ditempuh supaya bisa membuka dan mengganti katup.

(Baca juga: kelenjar di leher)

4. Folikulitis

Kondisi folikulitis ini adalah sebuah keadaan di mana adanya peradangan pada folikel rambut atau yang kita ketahui sebagai lubang kecil di mana pertumbuhan rambut bertempat di sana. Itulah mengapa benjolan bisa saja muncul di belakang kepala karena tak mungkin timbul di telapak tangan ataupun kaki.

Penyebab

Infeksi pada folikel adalah penyebab utama dari folikulitis ini dan pada kebanyakan kasus, infeksi ini berasal dari bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini pada umumnya terdapat pada hidung dan sebetulnya tak terlalu berbahaya bagi kesehatan. Tapi kalau ada kerusakan pada folikel, maka bakteri pun mampu masuk dengan mudah lalu menyebabkan infeksi. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kondisi ini antara lain:

  • Keringat yang terus keluar secara berlebihan.
  • Akibat pakaian yang terlalu ketat dan kainnya terus menggesek pada kulit.
  • Cukur rambut.
  • Dermatitis
  • Kulit lembab dan panas.

Jamur atau virus juga mampu menyebabkan infeksi selain dari bakteri, jadi memang sebaiknya harus menjaga kebersihan tubuh untuk mencegah penyebab-penyebab ini.

Diagnosa

Prosedur yang digunakan untuk mendiagnosa folikulitis adalah dengan melihat keadaan kulit pasien, terutama benjolannya langsung. Dokter juga akan menanyakan tentang riwayat kesehatan pasien lebi dulu supaya dapat mempertimbangkan keputusan diagnosanya. Bila ada nanah juga yang ikut muncul, nanah ini akan diambil sampelnya bila inflamasi berlanjut. Jenis bakteri pun nantinya dapat terdeteksi dan penanganan yang tepat segera diberikan.

Penanganan

Setelah jenis serta tingkat keseriusan dari kondisi telah ditentukan oleh dokter, barulah metode penanganan dapat diberikan pada pasien. Karena termasuk ringan, kondisi folikulitis ini dapat sembuh sendiri hanya dalam waktu 1 minggu atau sampai 10 hari saja. Krim pelembab yang dikhususkan untuk mengusir bakteri juga akan diberikan.

Dalam mempercepat pemulihan, penting juga untuk rajin membersihkan diri dengan sabun antibakteri. Untuk sementara, hindari dulu pakaian yang ketat serta hindari pula cukur rambut kalau sudah tahu bahwa daerah kulit sedang terkena infeksi. Pakai air hangat juga untuk mengompres bagian tersebut.

Namun ada juga yang tak sembuh meski lewat 10 hari atau sering kambuh. Obat antijamur, obat anti-inflamasi, serta obat antibiotik biasanya akan diberikan oleh dokter dalam menangani hal tersebut.

Bahaya

Sebetulnya folikulitis tak berbahaya dan sangat jarang menimbulkan komplikasi, tapi ketika tak segera ditangani maka bisa menjadi kambuh-kambuhan. Apabila sampai kambuh secara terus-menerus, komplikasi yang dapat dipicu antara lain:

  • Penyebaran infeksi.
  • Bisul yang berada di bawah lapisan kulit.
  • Bercak infeksi di kulit dan timbul rasa gatal yang sama sekali tak nyaman.
  • Kerusakan kulit, kebotakan permanen, dan kerusakan folikel.

(Baca juga: tanda-tanda bisul)

5. Pembesaran Kelenjar Getah Bening

Ini adalah sebuah kondisi di mana kelenjar getah bening mengalami pembengkakan dan biasanya benjolan akan terasa sangat keras apabila Anda menekannya.

Penyebab

Kelenjar getah bening yang bengkak dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus meski kondisi-kondisi di bawah ini pun memiliki potensi besar juga dalam menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening.

  • Campak
  • Kanker
  • Rheumatoid arthritis.
  • HIV AIDS
  • Penyakit Lupus.
  • Cytomegalovirus
  • Sifilis
  • Rubella
  • Tuberkulosis atau TBC.
  • Sarcoidosis

Diagnosa

Dalam mendiagnosa, pasien perlu menempuh beberapa prosedur, yaitu:

  • Tes darah secara lengkap.
  • CT Scan serta ditambah juga X-ray.
  • Biopsi atau pengambilan sampel jaringan untuk dokter teliti di laboratorium.

Penanganan

Pembengkakan kelenjar getah bening ini sebetulnya dapat sembuh dengan sendirinya, jika penyebabnya adalah demam kelenjar atau pilek. Cukup dengan istirahat banyak-banyak ditambah minum banyak air putih, Anda bisa sembuh dengan cepat. Namun apabila ada rasa tak nyaman karena nyeri, obat-obatan pereda rasa sakit dapat Anda beli di toko obat atau apotek terdekat.

(Baca juga: penyebab benjolan di mata)

6. Kista Ateroma

Jenis kista ateroma ini dapat timbul tak hanya di kepala belakang saja, tapi juga dapat berada di wajah, punggung dan bagian tubuh lainnya. Benjolan dari kelenjar keringat ini disebabkan oleh adanya penyumbatan di bagian muara kelenjar keringat dan oleh karena itu disebut dengan istilah kista sebacea atau kista epidermal.

Penyebab

Kista ateroma ini pemicunya adalah sumbatan tadi, namun sumbatan tersebut juga tak terjadi tanpa alasan. Ada beberapa faktor penyebab penyumbatan, yakni:

  • Jerawat
  • Trauma atau luka akibat benturan.
  • Infeksi

Penanganan

Untuk menangani kista ateroma ini, terapi khusus dapat dilakukan untuk mengambil benjolan tersebut, termasuk kulit beserta isinya. Tujuan tersebut jelas adalah demi membuat seluruh bagian kista terangkat secara total. Kista berpotensi kambuh saat dinding kista tertinggal ketika eksisi, jadi karena itulah seluruh dinding kista perlu mengalami pengangkatan.

7. Kanker pada Kepala

Benjolan pada kepala belakang dapat juga menjadi pertanda adanya kanker di mana ini adalah hasil dari pembentukan sel-sel ganas yang membelah secara tak terkontrol. Sel-sel itu bisa saja bersumber dari sel tulang rawan, sel tulang, atau sel darah putih tertentu, hingga sel-sel lainnya yang kemungkinan berubah mengganas.

Tergantung dari tempat dan jenis sel ganas tersebut, gejala kanker kepala memang cukup beragam antara 1 penderita dengan yang lain, tapi biasanya jenis lainnya tak menyebabkan rasa sakit. Bila Anda menyamakannya dengan tumor tulang, maka jelas berbeda karena tumor tulang tak terbilang ganas dan bahkan tidak menyebar, sementara kanker di kepala bisa terus tumbuh dan terus menyebar hingga akhirnya memicu kerusakan saraf yang ada di kepala.

(Baca juga: penyebab benjolan sakit di ketiak)

8. Tumor Tulang Kepala

Benjolan di bagian belakang kepala juga dapat disebabkan oleh adanya tumor akibat pembelahan sel tulang yang tak terkontrol sehingga akhirnya terjadilah pembentukan massa dan menjadi benjolan tersebut. Tumor tulang ini seperti yang sudah disebutkan, tidak ganas maupun tidak menyebar. Hanya saja, tetap Anda perlu memeriksakan diri karena tumor tulang kepala mampu memicu gangguan tengkorak dan menyebabkannya retak. Osteokondroma adalah yang paling umum di mana sumbernya adalah dari sel tulang rawan dan terjadi di umur 10-20 tahun.

9. Hygroma Kistik

Kepala belakang memiliki benjolan? Hygroma kistik dapat menjadi salah satu penyebabnya dan ini artinya benjolan tersebut berpotensi menjadi gejala dari malformasi saluran limfatik. Diketahui bahwa hygroma kistik ini adalah suatu kondisi yang mampu dialami seseorang sebagai kelainan congenital atau dapatan yang pada umumnya disebabkan oleh trauma.

(Baca juga: penyakit akibat benjolan di leher)

Itulah sedikit informasi tentang penyebab benjolan di kepala belakang dan sekilas juga mengenai bahayanya, metode diagnosa serta penanganan yang tepat bagi beberapa kondisi. Kiranya Anda lebih mencermati akan timbulnya benjolan pada kepala belakang Anda. Dan segeralah memeriksakan diri ketika Anda mencurigai adanya salah satu faktor di atas yang menjadi penyebab benjolan tersebut.