Home Penyakit dan KelainanGejala Penyakit Benjolan di Kepala – Penyakit, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan

Benjolan di Kepala – Penyakit, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan

by Ana Rohma

Munculnya benjolan pada bagian tubuh tak jarang membuat kebanyakan orang merasa khawatir, meskipun terkadang benjolan itu hanya sebuah bekas gigitan nyamuk sekalipun. Tetapi apabila tempat munculnya tidak pada lokasi yang tepat tentu akan memunculkan rasa tak percaya diri, seperti benjolan bekas gigitan nyamuk maupun serangga lainnya yang muncul di kening atau dahi. Bisa dibayangkan bagaimana rasa tidak percaya dirinya diri kita, apalagi benjolan tersebut tidak lekas hilang.

Begitu pula benjolan pada kepala merupakan suatu hal yang bisa dialami oleh siapapun dengan sebab-sebab tertentu. Tempat munculnya pun biasa di mana saja pada area kepala, seperti samping, depan, belakang, dan atas bahkan di dekat leher (kepala belakang bagian bawah) sekalipun. Dampak yang ditimbulkan oleh benjolan tersebut juga bermacam-macam, mulai dampak yang biasa-biasa saja hingga dampak yang serius sehingga memerlukan pengobatan dan perawatan khusus dari dokter.

Salah satu penyebab yang tidak begitu menimbulkan kekhawatiran ialah trauma kepala. Trauma kepala terkadang memang bisa menyebabkan timbulnya benjolan di kepala, tetapi biasanya hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena umumnya benjolan tersebut akan hilang dalam jangka waktu tertentu, sekitar 2 – 3 hari. Namun ada juga tentunya benjolan yang muncul bukan karena trauma kepala, namun disebabkan oleh penyebab-penyebab lain sehingga menimbulkan rasa kekhawatiran dan perasaan yang bertanya-tanya tentang apa sebenarnya yang menyebabkan munculnya benjolan tersebut.

Oleh karena itu, berikut beberapa penyebab adanya benjolan pada kepala yang bisa saja terjadi kepada siapapun beserta cara pencegahan dan pengobatannya, antara lain:

Cedera Kepala

Penyebab dan Gejala

Cedera kepala merupakan salah satu penyebab munculnya benjolan di daerah kepala. Cedera kepala ini bisa saja terjadi karena disebabkan oleh benturan yang terjadi pada kepala yang dialami seseorang. Tentunya benturan yang terjadi termasuk benturan yang fatal hingga mengakibatkan cedera pada kepala. Kemungkinan yang bisa terjadi dari cedera kepala ini selain benjolan, seperti gegar otak atau hematoma (pendarahan di dalam otak). Itu berarti nantinya bisa saja mengganggu dari kineja otak sendiri.

Gejala yang ditimbulkannya pun bermacam-macam, seperti pusing, mual, kebingungan, lebam maupun memar hingga menimbulkan warna kebiruan pada bagian kepala yang mengalami cedera dan memunculkan sebuah benjolan. Bahkan yang paling parah adalah depresi hingga lupa ingatan.

Pencegahan dan Pengobatan

Pencegahan agar tidak terjadi cedera kepala yang biasanya diawali oleh benturan keras tentunya adalah berhati-hati dan memakai pelindung kepala seperti helm, apabila diperlukan. Hal ini bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya cedera yang parah saat mengalami benturan atau semacamnya.

Sedangkan untuk penanganan atau pengobatan yang biasanya dilakukan adalah dengan meminta pertolongan medis. Cedera kepala seperti halnya gegar otak yang terjadi biasanya akan lebih dulu dilakukan tes menggunakan X-ray sebagai pemeriksa adanya patah tulang pada tengkorak kepala dan stabilitas tulang belakang.

Namun pada beberapa kasus, dokter biasanya akan langsung melakukan CT scan atau MRI untuk memeriksa sejauh mana kerusakan yang terjadi. Apabila memang parah, maka pembedahan atau operasi biasanya menjadi satu-satunya solusi yang akan ambil oleh dokter agar bisa meminimalisir bahkan menyembuhkan cedara kepala (gegar otak) yang terjadi. Di samping itu, pasca operasi pun tetap akan dilakukan pemantauan sehingga cedera kepala pasca operasi benar-benar sudah pulih atau tidak. Tetapi apabila cederanya tidak begitu parah, maka dokter biasanya hanya akan melakukan serangkai tes atau terapi, lalu memberikan resep obat yang bisa menyembuhkan cedera pada kepala tersebut.

(Baca juga : perkiraan biaya MRIPemeriksaan MRI)

Kanker pada Kepala (Kanker Otak)

Penyebab dan Gejala

Kanker pada kepala juga bisa menjadi penyebab dari penyakit benjolan di kepala, di mana benjolan itu termasuk benjolan ganas yang bisa merenggut nyawa orang yang menjadi penderitanya. Kanker kepala ini bisa terbentuk dari sel-sel ganas yang membelah secara tidak terkendali. Keberadaanya bisa di mana saja, meliputi sel tulang, sel tulang rawan, sel darah putih, dan sel-sel lainnya yang ada di dalam tubuh. Gejala yang ditimbulkannya bermacam-macam sesuai dengan lokasi tumbuhnya dan jenis sel ganas yang terbentuk.

Khusus pada kepala, gejalanya adalah benjolan akan cepat membesar dan menimbulkan rasa nyeri bahkan sakit yang kadang tak tertahankan. Meskipun ada beberapa jenis kanker yang tidak menimbulkan nyeri pada benjolan yang muncul, tetapi tidak menjamin bahwa itu tidak berbahaya. Kebanyakan kanker pada kepala ini menyerang bagian otak sehingga dikenal dengan istilah kanker otak.

Pencegahan dan Pengobatan

Adapun langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker kepala yang umumnya menyerang otak ini, diantaranya:

  • Hindari kepala dari mengalami benturan atau trauma lainnya. Sehingga diharapkan agar selalu memakai pengaman pada kepala saat diperlukan, seperti ketika berkendara dengan sepeda motor.
  • Perbanyaklah memakan makanan yang mengandung antioksidan karena akan membantu memperlancar peredaran darah (dari dan ke) otak sehingga mencegah terjadinya penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah. Contohnya buah-buahan seperti jeruk, kurma, anggur merah, strawberry, buah plum, dan kismis.
  • Jangan merokok, sebagaimana kita tahu bahwa bahaya merokok bisa menyebabkan kanker dan gangguan penyakit lainnya.
  • Perbanyak makan makanan kaya serat, dan sebaliknya hindarilah makan makanan yang berlemak.
  • Jauhi benda dengan kadar radiasi yang tinggi karena paparan radiasi akan memicu perkembangan sel abnormal. Contohnya ketika anda sedang menelepon gunakanlah handsfree atau headphone agar terdapat jarak antara ponsel dengan kepala (tempat terdapatnya otak). Meskipun memakai headphone terlalu sering juga tidak baik bagi kesehatan telinga. Oleh karena itu, pintar-pintarlah mengatur kapan harus memakai headphone dan kapan tidak.
  • Membiasakan gaya hidup sehat, yaitu tidur teratur, olahraga yang rutin sehingga sirkulasi peredaran darah di tubuh, khususnya kepala (otak) berjalan lancar, dan juga menjaga pola makan makanan 4 sehat 5 sempurna.

Sedangkan untuk pengobatan dan penanganan yang bisa dilakukan dengan 2 acara, yaitu melalui operasi atau tanpa operasi. Contoh penanganan kanker otak yang terbaru tanpa operasi ialah dengan menggunakan metode gamma knife. Metode ini dilakukan dengan cara memancarkan 200 sinar radiasi pada tumor. Di samping itu, metode ini juga lebih akurat, minim resiko dan biayanya juga tidak terlalu mahal seperti dengan operasi.

Meskipun pembedaan atau operasi merupakan cara paling umum yang digunakan untuk penanganan kanker otak ini. Karena metode pembedahan lebih ditujukan untuk melakukan pengangkatan sel kanker yang menyerang otak sehingga mampu meminimalkan hilangnya fungsi otak.

Tumor Tulang

Penyebab dan Gejala

Salah satu penyebab munculnya benjolan pada kepala yang lain ialah adanya tumor tulang, yang artinya tumor yang menyerang tulang pada bagian kepala, seperti tulang tengkorak kepala. Tumor jenis ini terjadi disebabkan oleh adanya pembelahan sel tulang yang tidak terkendali sehingga membentuk massa yang tampak seperti bertumpuk dan menyerupai benjolan di kepala. Meskipun pada umumnya tumor tulang tidaklah ganas dan tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain, tetapi satu hal perlu diwaspadai bahwa tumor tersebut bisa mengganggu tengkorak kepala atau terjadi keretakan pada tengkorak kepala. Jenis tumor yang biasanya sering muncul ini adalah osteokondroma yang berasal dari tulang rawan. Biasanya tumor ini menyerang orang pada rentang usia 10 – 20 tahun.

Gejala-gejala yang biasanya ditimbulkan akibat tumor ini, antara lain rasa nyeri pada benjolan sehingga terkadang menyebabkan sakit kepala akibat apa saraf yang tertekan, melemahkan tulang hingga mudah retak dan patah, penurunan berat badan, tidak nafsu makan, mudah lelah, dan lain sebagainya.

Pencegahan dan Pengobatan

Adapun cara pencegahan dari tumor tulang di kepala ini yang bisa dilakukan adalah mengenali dulu proses terjadinya tumor tersebut. Sedangkan untuk pencegahan secara aksi ialah menerapkan pola hidup dan makan yang sehat, seperti tidak merokok, hindari mengkonsumsi minuman beralkohol dan jangan lupa menghindari makanan dengan kandungan zat karsinogen, yang menjadi penyebab utama munculnya tumor pada tulang. Oleh karena itu, konsumsilah makanan sehat dengan cara mencari tahu apa saja makanan tersebut melalui konsultasi dokter.

(Baca juga : bahaya alkoholcara berhenti merokok)

Sedangkan untuk pengobatan dan penanganannya bisa dilakukan secara medis maupun cara-cara alternatif yang memakai cara dan bahan tradisional. Semua tergantung pada sejauh mana kondisi tumor yang telah menyerang tulang. Apabila melalui cara medis melalui dokter, biasanya yang akan dilakukan pertama adalah memeriksa tingkat keparahan tumor. Jika kondisinya masih tidak begitu parah, artinya masih belum menyebar, maka bisa dilakukan pengangkatan dengan tindakan kuretase. Namun apabila kondisinya sudah parah dan menyebar terlalu jauh, maka dokter bisa mengambil langkah kemotrapi dan radiasi ataupun operasi sebagai solusi terakhirnya.

Sedangkan bila dilakukan melalui pengobatan alternatif ialah dengan cara mengkonsumsi obat-obat tradisional, seperti sarang semut yang berasal dari Papua. Sarang semut terbilang ampuh dengan kandungan di dalamnya yang berupa senyawa aktif, seperti flavonoid, tanin, dan polifenol. Kombinasi tersebut banyak terbukti bisa mengobati tumor tulang. Namun sekali lagi semua tergantung seberapa parah tumor yang sudah diderita, semakin parah tumor yang diderita, maka melalui jalan medis lebih dianjurkan karena kelengkapan alat dan obat yang ada.

Lipoma

Penyebab dan Gejala

Lipoma yang muncul di kepala biasanya berupa benjolan lembut, hampir serupa dengan tekstur permen karet yang juga lentur. Lipoma sebenarnya merupakan tumor yang tidak berbahaya dan perkembangannya relatif lambat. Namun terdapat kemungkinan timbulnya rasa sakit apabila lipoma menekan bagian saraf yang ada di kepala. Apalagi tumor jenis ini bukan hanya dapat tumbuh di kepala saja, tetapi juga bisa tumbuh di bagian tubuh lainnya, baik secara tunggal (satu benjolan) maupun beberapa benjolan. Ukuran tumor lipoma ini berkisar maksimal 5 cm.

Gejala lain yang timbul selain benjolan dan rasa nyeri ketika menekan saraf ialah jika didorong memakai jari, benjolan yang disebabkan oleh lipoma biasanya akan berpindah.

Pencegahan dan Pengobatan

Pencegahan yang bisa dilakukan adalah hindarilah makanan, seperti toge, sawi putih, kangkung, dan cabai untuk sayuran. Lengkeng, nangka, durian, duku, nanas, dan anggur untuk buah-buahan. Kurangi konsumsi daging terutama sapi dan kambing dan bahaya junk food atau siap saji seperti seafood, softdrink, es, dan juga miniman beralkohol. Yang dimaksud menghindari di sini bukanlah larangan untuk mengkonsumsinya, namun konsumsilah tidak secara berlebihan apalagi bila anda memiliki gejala-gejala lipoma. Bila sudah ada dalam diri anda gejala tersebut, maka hindarilah sementara waktu hingga dilakukan pengobatan dan pulih. Sedangkan untuk minuman beralkohol tentu memang dilarang terlepas ada atau tidaknya gejala lipoma.

(Baca juga : bahaya minuman bersodabahaya minuman keras)

Adapun untuk pengobatan dan penanganan yang bisa dilakukan agar lipoma hilang dan sembuh, antara lain dengan melakukan operasi, penyuntikan steroid, metode liposuction maupun hemoephatic. Semua dilakukan berdasarkan bagaimana kondisi atau keadaan lipoma yang sedang diderita dengan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti ukuran benjolan lipoma, jumlah benjolan, adanya rasa sakit atau tidak pada lipoma, benjolan berbau atau tidak, mengganggu fungsi tubuh atau tidak (seperti pergerakan), dan apakah pernah memiliki riwayat lipoma sebelumnya, baik dari anda sendiri maupun pihak keluarga.

Folikulitis

Penyebab dan Gejala

Folikulitis merupakan peradangan yang terjadi pada folikel atau akar rambut yang menimbulkan benjolan-benjolan kecil di kulit kepala. Parahnya lagi, benjolan ini bisa terjadi dan menyebar di sekitar wajah. Penyebab peradangan ini dimungkinkan karena terjadinya infeksi pada folikel rambut termasuk iritasi yang disebabkan oleh bahan kimia. Kebanyakan penderita folikulitis adalah para penderita diabetes, obesitas maupun orang-orang yang bermasalah dengan sistem daya tahan tubuhnya (imunitas).

Gejala lain selain munculnya benjolan pada kulit kepala ialah munculnya rasa gatal yang bahkan terasa seperti terbakar dan apabila benjolan tersebut pecah bisa mengeluarkan nanah, darah atau malah keduanya secara bersamaan.

Pencegahan dan Pengobatan

Adapun cara pencegahan yang bisa dilakukan, diantaranya:

  • Hindari pakaian konstriktif atau ketat seperti jeans dan lainnya. Tetapi tentu saja yang dimaksud menghindari bukannya tidak boleh memakai, namun usahakanlah untuk tidak terlalu ketat.
  • Berkucur secara teratur dan hati-hati. (Baca juga : bahaya mencukur bulu kemaluan pada pria)
  • Apabila anda memakai bak mandi dengan air panas, maka lebih instenslah dalam menjaga kebersihannya serta direkomendasi untuk menggunakan klorin ketika akan membersihkannya.

Sedangkan untuk pengobatan dan penanganannya, folikulitis atau radang folikel rambut bisa dilakukan dengan cara memeriksakan kepada dokter. Dokter biasanya nanti akan memberikan obat antibiotik, baik berupa salep (krim) maupun pil sehingga anda harus memakai atau meminumnya secara teratur sesuai dengan resep yang diberikan.

Demikian beberapa penyakit yang bisa menimbulkan benjolan di kepala dengan berbagai penyebab, gejala, pencegahan, dan pengobatannya. Apapun jenis penyakit yang muncul sehingga menimbulkan masalah ini, Hal yang pasti harus anda lakukan ialah menjaga gaya hidup sehat dan makan yang sehat sehingga tubuh anda tidak mudah terserang berbagai macam penyakit termasuk penyakit yang berbahaya hingga menimbulkan kematian.

You may also like