Grafamic – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

157

grafamicGrafamic termasuk ke dalam golongan obat keras DOWA (Daftar Obat Wajib Apotek), yaitu obat keras yang bisa didapatkan di apotek tanpa menggunakan resep dokter. Namun, pembeliannya hanya bisa dilakukan dengan jumlah maksimal tertentu, untuk Grafamic jumlah maksimal pembeliannya adalah 20 tablet.

Komposisi

Setiap kablet Grafamic mengandung 500 mg asam mefenamat sebagai senyawa aktifnya

Indikasi

Grafamic diindikasikan sebagai analgetik (obat pereda nyeri) yang dapat digunakan untuk meredakan rasa nyeri yang ringan sampai sedang, seperti nyeri otot, sendi, sakit gigi, nyeri pasca operasi, dan dismenore (nyeri saat menstruasi pada perut bagian bawah)

Mekanisme Kerja Obat

Asam mefenamat yang terkandung di dalam Grafamic termasuk ke dalam golongan obat antiinflamasi non steroid yang dapat meredakan rasa nyeri dan meredakan inflamasi/radang dengan menghambat enzim siklooksigenase (cyclooxygenase/COX). Enzim COX adalah enzim yang berfungsi membuat prostaglandin, yaitu senyawa kimia di dalam tubuh yang berperan sebagai mediator rasa nyeri dan radang. Dengan demikian, jika kerja enzim COX dihambat, maka produksi prostaglandin akan berkurang dan rasa nyeri dapat teratasi.

Dosis dan Cara Penggunaan

  • Dosis Grafamic yang dianjurkan untuk penggunaan awal adalah 500 mg, kemudian dilanjutkan dengan 250 mg setiap 6 jam jika rasa nyeri belum mereda
  • Sebaiknya Grafamic dikonsumsi sesudah makan untuk meminimalkan efek samping pada saluran pencernaan yang sering terjadi
  • Telanlah tablet Grafamic dengan bantuan sedikit air dalam keadaan utuh (jangan digerus atau dihancurkan)

Kontraindikasi

Pasien dengan kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan Grafamic:

  1. Hipersensitif (alergi) terhadap asam medenamat
  2. Pendarahan pada saluran pencernaan
  3. Baru atau akan menjalani operasi bypass jantung
  4. Penyakit ginjal
  5. Kehamilan trimester ketiga
  6. Ibu menyusui

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Asam mefenamat untuk penggunaan pada ibu hamil trimester termasuk ke dalam kategori C, yaitu obat yang hanya boleh digunakan dalam kondisi dimana manfaat yang diperoleh dari pemberian obat melebihi risiko efek samping yang mungkin terjadi pada janin.
  • Namun, asam mefenamat dikontraindikasikan bagi ibu hamil trimester ketiga karena berpotensi menimbulkan terjadinya kelahiran prematur
  • Asam mefenamat dikontraindikasikan bagi ibu menyusui karena obat ini dapat diekskresikan (dikeluarkan) melalui ASI sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan efek negatif pada bayi yang disusui

Efek Samping

Berikut adalah efek samping yang mungkin timbul setelah penggunaan Grafamic:

  1. Sakit perut
  2. Peningkatan nilai SGOT dan SGPT (indikator fungsi hati)
  3. Anoreksia
  4. Diare
  5. Mual
  6. Konstipasi (sembelit)
  7. Gastritis
  8. Perut kembung

Tidak semua pasien yang menggunakan Grafamic akan merasakan efek samping. Namun, jika Anda merasakan salah satu efek samping yang telah disebutkan di atas maupun efek samping lainnya yang Anda rasa cukup mengganggu, konsultasikanlah hal tersebut dengan dokter agar efek samping yang terjadi dapat segera ditindaklanjuti.

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obat yang dapat menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan Grafamic:

  1. Obat-obat berikut dapat saling meningkatkan toksisitas jika digunakan secara bersamaan dengan Grafamic: asam aminolevulinat, deksametason, ketorolak, metil prednisolon, takrolimus
  2. Pasien yang mengkonsumsi obat-obat pengencer darah berikut secara bersamaan dengan Grafamic berisiko mengalami pendarahan: apixaban, alteplase, antithrombin, argatroban, clopidogrel, warfarin
  3. Obat-obat antihipertensi (darah tinggi) berikut berisiko menimbulkan penurunan fungsi ginjal jika digunakan secara bersamaan dengan Grafamic: benazepril, captopril, enalapril, fosinopril, lisinopril, perindropil, ramipril
  4. Obat-obat berikut dapat mengalami peningkatan efek jika digunakan secraa bersamaan dengan Grafamic: glibenklamid, glimepirid, glipizid, klorpropamid, metotreksat, tolbutamid
  5. Obat-obat berikut dapat mengalami penurunan efek jika digunakan secraa bersamaan dengan Grafamic: acebutolol, aliskiren fumarate, asenapine, atenolol, bisoprolol, candesartan, losartan, propranolol, valsartan

Jika Anda sedang atau akan menggunakan obat lain selain Grafamic, tanyakanlah kepada dokter dan/atau apoteker apakah obat tersebut aman untuk digunakan secara bersamaan dengan Grafamic. Jika ternyata obat tersebut dapat menimbulkan efek samping yang merugikan bagi Anda, dokter atau apoteker mungkin akan menyarankan Anda untuk memberi jeda waktu antara konsusmsi Grafamic dengan konsumsi obat lainnya atau mengganti salah satu obat dengan obat lain sebagai alternatif.

Perhatian

  1. Tanyakanlah cara penggunaan Grafamic dan hal-hal lain yang harus diperhatikan terkait penggunaan obat ini kepada apoteker
  2. Grafamic adalah obat yang hanya akan meredakan rasa nyeri tanpa mengobati sumber rasa sakit tersebut, oleh karena itu jika sakit yang Anda alami tidak kunjung membaik dalam 2-3 hari, segeralah memeriksakan ke dokter
  3. Penggunaan Grafamic dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan pada saluran pencernaan, terutama bagi pasien yang sebelumnya pernah mengalami perdarahan saluran cerna dan pasien lanjut usia
  4. Pasien yang memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung atau stroke saat menggunakan Grafamic
  5. Pastikan Grafamic atau obat apapun yang akan Anda gunakan belum melewati tanggal kadaluwarsanya (tercantum pada kemasan)
  6. Sebelum menggunakan Grafamic atau obat apapun, perhatikanlah kondisi obatnya dan pastikan tidak ada perubahan warna atau bentuk pada tablet. Jangan mengkonsumsi obat yang telah mengalami perubahan warna atau bentuk, tanyakanlah kepada apoteker mengenai apa yang harus dilakukan jika hal ini terjadi
  7. Simpanlah Grafamic di tempat yang terlindung dari cahaya, sejuk dan kering, juga jauhkanlah dari jangkauan anak-anak