Monday, July 22, 2019

Anoreksia

Anoreksia adalah gangguan makan yang kompleks yang membuat orang kehilangan berat badan lebih dari yang dianggap sehat untuk usia dan tubuh mereka. Gangguan makan ini bisa terjadi pada pria maupun wanita dari segala jenis usia, yang mana penyebabnya adalah obsesi untuk membuat berat badan menjadi lebih ideal sesuai dengan keinginan. Gangguan makan merupakan masalah emosional dan fisik serius yang dapat mengancam hidup bagi wanita dan pria sebagai konsekwensinya.

Seseorang yang memiliki gangguan anoreksia, obsesi untuk menurunkan berat badan menjadi lebih penting dari hal apa pun, ia bahkan sampai kehilangan kemampuan untuk melihat keadaan dirinya yang sesungguhnya.

Jenis Anoreksia :

1. Manorexia

Yaitu gangguan makanan yang terjadi pada kaum pria. Biasanya hal ini terjadi akibat adanya obsesi terhadap berat badan, mereka melakukan aktivitas olahraga dengan keras, serta selalu menghitung jumlah kalori dalam makanan yang dikonsumsi.

Sebuah tim penelitian di Harvard menyatakan bahwa dari 3.000 responden yang diamati, ditemukan bahwa 25% penderita anorexia atau bulimia dan 40% pengidap binge eating terdiri dari kaum pria.

Para pria pengidap gangguan makan cenderung enggan mengakui gangguan ini, karena adanya ketakutan oleh anggapan kurang jantan.

2. Bigorexia (dysmorphia otot)

Merupakan gangguan makan yang terjadi pada kaum pria yang disebabkan oleh obsesi untuk mendapatkan bentuk tubuh yang atletis atau tubuh yang berotot. Biasanya pria yang mengalami gangguan ini akan melakukan diet ekstrim serta menghabiskan waktunya untuk berolah raga yang sebenarnya justru akan berdampak buruk pada intensitas latihannya. Hal ini bisa menyebabkan gangguan psikologis, termasuk kecemasan dan depresi.

3. Wannarexia

Merupakan sebuah fenomena dimana seseorang sangat terobsesi untuk menjadi pengidap anoreksia. Mereka beranggapan bahwa memiliki anoreksia adalah sebuah keistimewaan dan akan mendapatkan banyak perhatian.

4. Nanorexia

Merupakan kebalikan dari anoreksia, yaitu Sebuah gangguan psikologis di mana para wanita penderita kegemukan percaya dan menganggap bahwa mereka langsing dan kurus yang bisa memakai pakaian yang sangat ketat atau kecil.

Penyebab Anoreksia

Penyebab anoreksia belum diketahui. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab gangguan ini adalah :

  • Gen dan hormon
  • Perilaku sosial untuk memperlihatkan tubuh ideal
  • Adanya rasa khawatir yang berlebihan mengenai berat badan
  • Memiliki pemikiran negative tentang dirinya sendiri
  • Memiliki masalah makan saat bayi atau anak usia dini
  • Memiliki ide-ide sosial atau budaya tertentu tentang kesehatan dan kecantikan
  • Mencoba untuk menjadi sempurna atau terlalu fokus pada aturan
  • Diet Ketat

Ciri-ciri Anoreksia

  • Penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat atau berat badan yang normal untuk usia mereka, asupan makanan yang tidak memadai menyebabkan berat badan turun secara drastis.
  • Memiliki ketakutan yang intens akan berat badan yang berlebih, sehingga menimbulkan perilaku gigih untuk mencegah kenaikan berat badan, yaitu dengan jalan melakukan diet ketat dan membatasi asupan makanan tertentu, seperti karbohidrat, lemak, serta kalori. (Baca : Makanan yang mengandung karbohidrat & Makanan yang mengandung kalori)
  • Memiliki citra tubuh yang menyimpang, ia akan terfokus pada tujuan untuk menurunkan berat badan. Terobsesi dengan berat badan, bentuk tubuh, atau ukuran pakaian. Ia memiliki ketidakmampuan untuk menghargai situasi yang terjadi pada dirinya sendiri. Ia selalu beranggapan bahwa dirinya gemuk sementara kenyataannya telah terjadi penurunan berat badan yang signifikan. Seseorang dengan anoreksia biasanya menghabiskan banyak waktu di depan cermin hanya untuk mencari dan mengoreksi kelemahan dari penampilannya
  • Mengurangi porsi makan atau melakukan diet, yaitu dengan mengkonsumsi makanan rendah kalori, serta membatasi jumlah makanan yang bisa mengakibatkan bertambahnya berat badan, seperti karbohidrat dan lemak. Ia memiliki obsesi yang tinggi untuk menghindari kalori, lemak, serta nutrisi lain yang sebenarnya sangat diperlukan tubuh.
  • Berpura-pura makan atau melakukan kebohongan tentang kebiasaan makan di hadapan orang lain
  • Melakukan olah raga setiap saat, tanpa memperhatikan cuaca, kesehatan, maupun rutinitas / kewajiban sehari-hari.
  • Pergi ke kamar mandi setelah makan
  • Menolak / menghindari makan bersama orang lain atau makan di tempat umum.
  • Mengkonsumsi pil atau obat pencahar, maupun obat-obatan untuk mengurangi nafsu makan.
  • Kulit berjerawat, kering, berwarna kekuningan, dan ditutupi oleh rambut-rambut halus.
  • Sering merasa kebingungan, menjadi lambat dalam berfikir, memburuknya sistem memori, dan mengalami depresi.
  • Mulut terlihat kering
  • Sangat sensitif terhadap cuaca dingin, sehingga sering menggunakan pakaian tebal
  • Mengalami osteoporosis atau hilangnya kekuatan tulang
  • Kekuatan otot menghilang
  • Kehilangan lemak tubuh

Fakta tentang anoreksia

  • Sekitar 90-95% penderita anoreksia nervosa adalah perempuan
  • Antara 5-20% individu yang mengalami anoreksia nervosa akan mengalami resiko kematian lebih cepat. Probabilitas kenaikan kematian dalam kisaran yang tergantung pada panjang kondisi.
  • Anorexia nervosa memiliki tingkat resiko kematian tertinggi dari setiap kondisi kesehatan mental.
  • Anorexia nervosa biasanya muncul pada awal hingga pertengahan usia remaja.

Diagnosa Anoreksia

Untuk mengetahui seseorang mengalami gangguan anoreksia, harus dilakukan ujian atau tes untuk menemukan penyebab penurunan berat badan, atau melihat adanya kerusakan organ tubuh akibat anoreksi tersebut. Tes akan dilakukan secara berulang dari waktu ke waktu untuk memantau kondisi anoreksia.

Tes-tes ini termasuk:

  • Tes albumin
  • Tes kepadatan tulang
  • Tes Darah / CBC (Complete Blood Count)
  • Elektrokardiogram (ECG atau EKG)
  • Elektrolit
  • Tes fungsi ginjal
  • Tes fungsi hati
  • Tes jumlah protein tubuh
  • Tes fungsi tiroid
  • Tes urine

Pengobatan Anoreksia

Langkah pengobatan anoreksia adalah untuk membantu menyadarkan penderita bahwa mereka memiliki penyakit, karena kebanyakan orang dengan anoreksia menyangkal bahwa mereka memiliki gangguan tersebut. Tujuan pengobatan sendiri adalah untuk mengembalikan berat badan dan pola makan pada kebiasaan normal. Pengobatan ini mungkin sulit dan memerlukan jangka waktu yang panjang untuk tinggal mengembalikan berat badan pada posisi normal.

Beberapa program pengobatan anoreksia, diantaranya adalah :

  • Peningkatan aktivitas sosial
  • Mengurangi jumlah aktivitas fisik
  • Penggunaan jadwal makan

Pengobatan dengan pertolongan medis akan sangat diperlukan jika :

  • Penderita telah kehilangan banyak berat badan (kehilangan 70% dari berat badan ideal mereka). Ia mungkin perlu diberi makan melalui vena atau infus.
  • Penderita yang terus mengalami penurunan berat badan biarpun telah menjalani perawatan
  • Terjadi komplikasi, misalnya gangguan pada jantung, mengalami kebingungan, atau memiliki kadar kalium yang rendah
  • Mengalami depresi berat, misalnya memiliki keinginan untuk bunuh diri

Jenis Pengobatan :

  • Terapi, hal ini bisa diterapkan untuk penderita anoreksia, misalnya adalah terapi perilaku kognitif, yaitu sejenis terapi bicara yang melibatkan kelompok, dan   Tujuan terapi ini adalah untuk mengubah pikiran atau perilaku pasien dan mendorong mereka untuk makan dengan cara yang sehat. Jenis terapi ini lebih berguna untuk mengobati pasien yang lebih muda yang tidak memiliki anoreksia untuk waktu yang lama.
  • Pemberian obat-obatan, seperti antidepresan, antipsikotik, dan stabilisator suasana hati yang dapat membantu pasien anoreksia untuk mengobati depresi atau kecemasan.

Bahaya Anoreksia

Gangguan anoreksia nervosa mengakibatkan seseorang menolak nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi secara normal, sehingga hal tersebut dapat  memperlambat semua proses metabolisme tubuh dalam rangka menghasilkan energi. Hal ini dapat memiliki konsekuensi kesehatan yang serius, seperti :

  • Fungsi jantung menjadi abnormal dikarenakan melemahnya otot-otot jantung. Hal ini bisa beresiko gagal jantung
  • Tekanan darah rendah
  • Mengakibatkan osteoporosis atau berkurangnya kepadatan tulang, seperti tulang menjadi kering dan rapuh.
  • Kehilangan masa otot yang mengakibatkan tubuh menjadi lemah
  • Mengalami dehidrasi akut diakibatkan kekurangan cairan dalam tubuh
  • Dapat mengakibatkan gagal ginjal
  • Mengalami pingsan, kelelahan otot, serta kelemahan pada seluruh organ tubuh
  • Gangguan pada rambut, seperti rambut menjadi kering dan mudah rontok
  • Mengalami lanugo atau pertumbuhan lapisan berbulu halus di seluruh tubuh, termasuk wajah. Hal ini merupakan reaksi tubuh dalam upaya untuk menjaga agar tubuh tetap hangat.
  • Terjadinya komplikasi. Hal ini biasanya mencakup :
    • Penurunan sel darah putih yang menyebabkan peningkatan risiko infeksi
    • Kadar kalium yang rendah dalam darah, yang dapat menyebabkan irama jantung yang berbahaya
    • Kurangnya protein, vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya dalam tubuh (malnutrisi)
    • Kejang karena kehilangan cairan atau natrium, diare atau muntah
    • Masalah kelenjar tiroid
    • Kerusakan gigi
  • Bisa mengakibatkan kematian

Pencegahan Anoreksia

Tidak ada cara untuk dapat mencegah anoreksia. Pengobatan dini dapat menjadi cara terbaik untuk mencegah gangguan. Mengetahui tanda-tanda awal dan mencari pengobatan segera dapat membantu mencegah komplikasi anoreksia.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan :

  • Membentuk pandangan yang sehat tentang diri sendiri
  • Melakukan perawatan tubuh
  • Menghindari komentar-komentar yang bisa memicu seseorang menjadi anoreksia
  • Pendekatan yang sehat pada jenis makanan dan olah raga

Demikian artikel tentang Anoreksia. Semoga bermanfaat

Baca Juga : Bulimia

Recommended