Darah Rendah

Tekanan darah rendah meskipun bukan sebuah penyakit, namun tekanan  darah rendah bisa membahayakan jiwa. Darah rendah bisa terjadi pada siapa saja. Tekanan darah rendah tidak memiliki tanda yang spesifik. Tekanan darah rendah (hipotensi), tidak ditentukan oleh besarnya tekanan darah dalam pembuluh darah seperti pada hipertensi.

Apa Itu Tekanan Darah Rendah??

Tekanan darah rendah atau hipotensi, akan membuat jantung memiliki kekuatan yang lemah untuk mentransformasikan oksigen dan nutrisi ke otak dan organ-organ penting lainnya. Akibatnya, organ tersebut tidak mampu bekerja dengan baik sehinga terjadi ketidakstabilan tubuh.  Pada beberapa kasus, tekanan darah rendah bisa membahayakan jiwa. Tekanan darah rendah (hipotensi) adalah tekanan yang terjadi bila ukuran di bawah normal, atau di bawah angka 120/90 mm Hg.

Perbedaan Tekanan Darah Rendah dan Anemia

Meski sama-sama bertekanan darah rendah, namun hipotensi (atau tekanan darah rendah), berbeda dengan anemia.

  • Anemia

Penyakit anemia terkait dengan kekurangan zat haemoglobin dalam darah. Cara untuk mengatasi persoalan anemia adalah mengonsumsi makanan atau minuman yang dapat menaikkan haemoglobin dalam darah. Haemoglobin, merupakan protein yang mengandung Fe (zat besi) yang terdapat pada sel darah merah (erythrocit).

Sel darah merah berperanan penting sebagai pengangkut oksigen dalam tubuh. Bila sel darah merah berkurang akan terjadi kekurangan darah (anemia). Kekurangan haemoglobin akan menyebabkan anemia, infeksi atau perdarahan.

  • Tekanan Darah Rendah

Kalau tekanan darah memiliki tekanan darah di bawah rata-rata karena banyak faktor penyebab. Tekanan darah rendah akan membuat keseimbangan terganggu. Risiko penderita hilang keseimbangan dan jatuh terjerembab (bisa di kamar mandi saat bangun tengah malam¸ atau saat tengah bekerja).

Saat terbangun tengah malam, langsung saja bangun dari tidur, dan bergegas ke kamar mandi tanpa memberikan kesempatan oksigen untuk naik dan berkumpul dahulu di otak.  Akibatnya penderita bisa jatuh di kamar mandi, dan bisa berakibat fatal. Efek dari jatuhnya penderita merupakan hal yang berbahaya karena akan berdampak pada kesehatan lainnya.

Penyebab

Penyebab hipotensi atau tekanan darah rendah bisa bermacam-macam, seperti :

  • kehilangan cairan berlebih (dehidratasi)
  • diarhe
  • muntah
  • perdarahan
  • infeksi berat
  • gangguan pada jantung
  • efek penggunaan obat sehingga menurunkan tekanan darah (TD) seperti obat anti hipertensi, anti depresi, anti diuresis (perangsang buang air kecil)
  • faktor hormonal
  • hipoglikemia
  • hipotyroid

Pada beberapa kasus bisa juga karena herediter (keturunan). Tekanan darah rendah bisa juga menjadi rendah karena gangguan medis.

Ciri-ciri

Ciri-ciri penderita tekanan darah rendah bisa dikenali. Tekanan darah berhubungan dengan bertambahnya usia. Pada penderita usia muda, tekanan darah rendah tidak menimbulkan ciri-ciri yang spesifik.  Pada penderita tekanan darah rendah usia lanjut, bisa kehilangan kesadaran (gejala schok) akibat kurangnya oksigen yang mengalir ke otak.

Saat tekanan darah  mengalami penurunan maka aliran oksigen ke organ tubuh utama tidak dapat dikendalikan secara optimal. Tekanan darah yang menyebabkan schock terjadi akibat volume darah yang mengalir ke otak rendah sehingga terjadi pelemahan fungsi kerja jantung. Pada beberapa kasus bisa berakibat terjadi gagal jantung.

Ciri khas penderita darah rendah biasanya :

  • pusing
  • mata berkunang-kunang
  • kebingungan
  • kurang konsentrasi
  • kadangkala penderita berlanjut ke pingsan.

Bila oksigen tidak banyak terdapat di otak  maka akan timbul gejala sakit kepala berlanjut, bingung dan tidak dapat berkonsentrasi dan berpikir jernih. Mengenali gejala tekanan darah rendah akan mampu memberikan pertolongan dengan cepat. Ciri-ciri khas ini dapat dilihat dari kecenderungan fisik seseorang yang mengalami tekanan darah rendah.

Gejala

Meski tidak spesifik, namun penderita hipotensi atau tekanan darah rendah dapat dikenali. Biasanya menunjukkan beberapa ciri berikut:

1. Pusing Kepala

Penderita rata-rata akan mengeluh pusing di kepala, penglihatan akan kabur, dan mata berkunang-kunang. Pandangan kabur biasanya terjadi beberapa saat kemudian selalu berulang. Kadangkala bisa mengakibatkan pingsan. Hal ini terjadi karena darah tidak mampu membawa oksigen yang cukup ke otak. Darah terlalu lemah untuk dipompakan ke otak. Sakit kepala karena tekanan darah tidak stabil disebut dengan ortostatik.

2. Kabur dan Berkunang-kunang

Bedakan dengan kekaburan karena mata minus, yang biasanya terjadi dalam waktu lama. Kekaburan karena tekanan darah rendah terjadi seketika dan berulang beberapa kali (kabur kemudian tidak kabur). Kabur bisa terjadi saat berdiri terlalu lama, atau sesaat setelah berdiri dari duduk. Waspadai keseimbangan akan terganggu karena tekanan darah rendah ini.

3. Bingung, Kurang Konsentrasi, Mengantuk

Kurangnya asupan oksigen yang cukup ke otak akan membuat konsentrasi berkurang, penderita cenderung mengalami kebingungan, serta timbul rasa kantuk yang hebat tak tertahankan. Kurangnya suplai oksigen akan membuat penderita sering menguap. Darah yang berisi oksigen dan kaya nutrisi/energi terlalu lemah untuk dipompakan ke otak, suplai oksigen dalam otak berkurang. Kalau sedang bekerja (atau sekolah) tidak mampu berpikir cepat dan sulit mengerjakan tugas dengan sigap. Bahkan penderita tekanan darah rendah akan bisa mengalami depresi.

4. Tubuh Lemas, Mual dan tidak Bersemangat. Penderita akan merasa cepat lelah dan tidak bertenaga. Perut mual-mual yang berulang. Lemas karena tidak tersedia energi yang cukup untuk ke organ atau kulit. Bahkan sekadar menopang kedua kaki dan membawa kedua tangan saja tidak cukup kuat.

5. Dingin dan Pucat

Tubuh akan terasa dingin, wajah dan seluruh tubuh terlihat pucat, denyut nadi lemah (atau denyut tidak stabil) karena suplai darah ke otak sedikit sekali. Darah juga terganggu sampai ke jaringan tepi seperti mucosa (permukaan kulit). Pucat terjadi karena volume darah yang mengalir sedikit (kulit). Kulit akan menjadi dingin karena pembuluh darah tidak mengalir lancar, dan seluruh tubuh berkeringat karena pori-pori lebih dingin dari udara sekitar. Rasa dingin biasanya mulai dari kaki, tangan, telinga, atau di bibir yang Biasanya diiringi dengan peluh deras yang keluar.

6. Nafas Cepat dan Dangkal

Hal ini merupakan reaksi tubuh (paru-paru) untuk mengimbangi ketidakmampuan darah untuk mengikat oksigen yang akan diedarkan ke ke seluruh Frekuensi nafas cenderung cepat dan dangkal. Hal ini merupakan reaksi tubuh untuk mengimbangi ketidakmampuan darah untuk mengikat oksigen. Dia akan bekerja ekstra keras untuk memasok darah ke seluruh jaringan melalui pola nafas ini. Sesak  nafas terjadi karena ketika tekanan darah ke jantung melemah maka otot jantung dan otot intra-tulang dada terganggu. Sering timbul rasa nyeri di dada.

7. Denyut nadi Tak Beraturan

Denyut nadi lemah, denyut nadi tidak stabil, kadang cepat terkadang lemah. Hal ini karena suplai darah sedikit dalam tubuh. Saat jantung tidak dapat memompa darah dengan baik karena rendahnya tekanan darah, maka denyut jantung akan berdenyut tidak teratur. Kondisi ini disebut dengan aritmia.

8. Haus Berlebihan

Rasa itu dibarengi dengan haus yang berlebihan. Hal ini merupakan kompensasi tubuh untuk memacu masuknya cairan ke dalam tubuh. Air merupakan komponen penting untuk menyusun tekanan darah. Minum banyak merupakan kompensasi tubuh untuk memacu pergerakan sirkulasi cairan dalam tubuh. Air menjadi sangat penting untuk menormalisir tekanan darah.

Ciri-ciri tadi biasanya disertai dengan ciri lain  seperti  berkeringat yang berlebihan, berkemih yang banyak, kurang tidur, kurang istirahat, atau haid yang berlebihan (abnormal).

Pencegahan

Hipotensi atau tekanan darah rendah biasanya ada pada mereka yang berpola makan buruk. Cara menghindari tekanan darah rendah adalah dengan memperbaiki pola makan untuk mendapatkan kondisi tekanan darah yang stabil atau normal. Perbaiki pola makan sehari-hari dengan  makanan yang cukup kandungan gizi untuk menaikkan energi tubuh.

Sayuran

Tekanan darah rendah bisa diatasi dengan konsumsi sayuran hijau untuk menambah zat besi atau hb darah. Perbanyak memakan sayuran hijau untuk menambah zat besi atau haemoglobin darah. Sayuran yang disarankan untuk tekanan darah rendah adalah seperti :

  • Jenis kacang polong
  • kacang hijau
  • kacang panjang
  • kol
  • bayam
  • kacang merah
  • lobak
  • sawi
  • brokoli
  • kentang.

Sayur itu sangat bermanfaat untuk meningkatkan jumlah sel darah merah. Bayam kaya akan kalium, Fe dan  rendah sodium, yang dapat menaikkan tekanan darah rendah, serta menjaga agar aliran darah tetap lancar.

Buah-buahan

Buah-buahan bisa dikonsumsi untuk menaikkan tekanan darah rendah. Di antaranya :

  • Tomat
  • Mangga
  • Jambu biji
  • Apel
  • pisang
  • buah naga
  • kesemek
  • sukun
  • kiwi
  • anggur
  • alpukat
  • sirsak
  • delima
  • kurma
  • strawberry

Buah yang mengandung Vitamin A, zat besi, antioksidan, dan vitamin, rendah lemak dan tinggi serat yang bagus untuk menaikkan tekanan darah.

Daging

Bisa juga mengonsumsi makanan yang bisa menaikkan tekanan darah seperti :

  • daging
  • hati ayam
  • ikan-ikan laut

Kalau mengonsumsi daging merah untuk protein hewani (ayam, daging sapi), kupas bagian kulit ayamnya.  Hindari konsumsi daging berlebih karena berisiko penyakit cardiovaskuler.

Air Putih

Hal penting lainnya adalah minum air putih secukupnya. Air putih juga sangat diperlukan untuk memperkuat tekanan darah. Biasakan untuk mengonsumsi air putih setiap hari (sekitar 8 gelas air putih). Air putih akan melakukan detoksifikasi, dengan jalan membuang racun dalam tubuh. Air putih membantu memperlancar peredaran darah, sehingga tensi akan mudah meningkat.

Tidak Mandi dengan Air Panas

Selain itu penderita disarankan untuk tidak sering mandi air panas. Meskipun mandi air panas memberikan efek relaksasi namun hal ini akan tidak baik untuk penderita tekanan darah rendah. Hal ini bisa membuat tekanan darah semakin turun, badan lemas, pusing, dan tidak bertenaga. Hindari juga sauna atau spa sambil duduk.

Olahraga

Lakukan olahraga rutin setiap hari, meski hanya sekadar jogging atau jalan berkeliling kompleks.  Hal ini akan membantu melancarkan perputaran darah dalam tubuh.

Resiko Kesehatan

Risiko penderita tekanan darah rendah adalah pingsan tiba-tiba. Bermula dengan tidak bersemangat, pusing, mata berkunang-kunang, keringat dingin keluar, dan berlanjut ke pingsan. Bila terjadi demikian, istirahatkan penderita, hindarkan dari tempat panas atau terlalu ber-AC dingin, hindari dari keramaian dan orang-orang yang menonton di sekitarnya.

Bila sudah sadar, minumkan air putih untuk menormalkan agar darah tidak terlalu rendah. Bila perlu diberi makan agar perut terisi. Penderita tekanan darah rendah, usahakan selalu membawa obat-obatan untuk menaikkan tensi, agar pada saat dipelukan bisa langsung diberikan pertolongan. Atau setidaknya membawa camilan atau makanan penambah tensi yang bisa didapatkan secara instan.

Artikel Dalam Kategori Darah Rendah