Waspadalah, 6 Kondisi Ini Bisa Terjadi Saat Kamu Kekurangan Serat

586

Sumber nutrisi bagi tubuh bukan hanya vitamin, protein dan karbohidrat lho. Serat adalah salah satu sumber gizi yang juga setiap tubuh manusia perlukan supaya berat badan terjaga stabil dan pencernaan juga selalu dalam kondisi baik. Untuk wanita, serat yang dibutuhkan adalah 25 gram per hari, sementara 38 gram adalah kebutuhan serat harian para pria; namun begini jadinya kalau sampai kekurangan serat.

  1. Sembelit

Sepertinya konstipasi, sembelit atau yang juga disebut dengan susah BAB sudah pasti jadi efek ketika tubuh mengalami defisiensi serat. Karena kurangnya serat, otomatis pergerakan dalam usus menjadi macet. Maka perbanyaklah asupan serat ketika sudah terasa sulit buang air besar.

Ketika kurang serat, feses yang dikeluarkan oleh tubuh juga dapat menjadi kering. Itulah kenapa sehari-hari kita perlu makanan yang mengandung serat tinggi agar feses jauh lebih lembut karena air ditarik oleh serat sehingga pergerakan dalam usus menjadi lebih lancar dan mulus.

  1. Berat Badan Sulit Turun

Pada setiap program atau tips diet sehat, selalu dianjurkan untuk mengonsumsi serat secara cukup karena serat memberi efek kenyang yang tahan lama. Ketika asupan serat kita kurang, perut jadi lebih gampang lapar sehingga memicu untuk konsumsi makanan-makanan yang mengandung kalori tinggi lebih banyak dan sering.

Rasa kenyang cepat dan tahan lama dari serat berasal dari kebutuhan proses mengunyah yang lebih lama dan banyak supaya perut bisa mencernanya menurut American Heart Association. Maka ketika kita memperbanyak makan makanan berserat, keinginan untuk mengasup makanan yang mengandung lemak jenuh dan kalori tinggi dapat menurun dengan sendirinya.

  1. Gampang Lapar

Karena serat memberikan efek kenyang, maka saat kekurangan asupannya tubuh jadi mudah lapar dan keinginan makan ini dan itu muncul. Menurut penelitian hasil publikasi pada Food and Nutrition Research, para pria yang rutin makan kacang polong dan kacang-kacangan lainnya membuktikan rasa kenyangnya lebih daripada para pria yang mengonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi.

  1. Gangguan Jantung

Kurang makan makanan berserat ternyata juga bisa sampai memicu gangguan kesehatan jantung. Menurut penelitian hasil publikasi dari The BMJ dilansir dari laman Kompas, memperbaiki asupan serat bagi para penderita serangan jantung ternyata mampu meningkatkan peluang hidup lebih lama karena diet tinggi serat sangat baik.

Seperti kita tahu, nasi merah dan oatmeal adalah jenis makanan yang mampu meminimalisir risiko obesitas, penyakit stroke, jenis-jenis penyakit jantung, hingga penyakit gula atau diabetes tipe 2. Tentu saja asupan tinggi serat perlu diimbangi dengan nutrisi lainnya seperti vitamin B, zat besi, serta zinc yang siap menjadi penurun kolesterol tinggi.

  1. Kurang Tenaga

Rasanya memang mengonsumsi nasi putih, pasta, roti putih, kudapan olahan, serta minuman manis dan bersoda mampu memuaskan perut. Namun, makanan-makanan yang mengandung karbohidrat sederhana dengan gula tinggi hanya akan membuat rasa lapar cepat datang dan bahkan membuat energi tubuh kita cepat berkurang.

Ini karena karbohidrat sederhana adalah pemicu gula darah yang melonjak tepat sehabis makan, lalu dari situ produksi insulin ikut meningkat oleh tubuh sebagai solusi bagi lonjakan gula darah tersebut. Sebagai efeknya, energi kita akan banyak yang hilang. Jadi, asupan serat tinggi bersama dengan lemak sehat dan protein mampu membuat pencernaan melambat sehingga proses pelepasan gula darah pada aliran darah juga melambat.

  1. Gula Darah Tak Stabil

Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang berserat rendah dan mengabaikan asupan serat itu sendiri bakal memicu risiko ketidakstabilan gula darah lebih sering. Jadi kalau ingin gula darah normal, makanlah makanan berserat agar juga kinerja metabolisme dapat ditingkatkan dan berat badan terkendali dengan baik.

Supaya tanda-tanda masalah kesehatan tersebut tidak terjadi, maka tambah asupan serat yang sedang kurang dengan mengonsumsi kacang-kacangan, bayam, brokoli, biji-bijian, serta buah berry. Dengan demikian, pencernaan jauh lebih lancar, selalu kenyang tanpa menaikkan berat badan, dan tubuh kita juga jadi terhindar dari jenis-jenis gangguan sistem pencernaan.