Radang Telinga – Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

6454

Kondisi radang telinga ini juga dikenal dengan sebutan otitis media di mana ini merupakan sebuah infeksi yang menyerang bagian telinga. Tepat bagian tengah dari telingalah yang terkena infeksi di mana di sana ada sebuah ruang terletak di belakang gendang telinga. Ada 3 tulang kecil yang tugasnya adalah menangkap getaran, kemudian melanjutkannya sampai ke telinga yang ada di bagian dalam.

Radang telinga memang dapat menjangkiti semua orang, namun yang lebih mudah terserang rata-rata adalah anak-anak yang umurnya pun belum ada 10 tahun. Atau banyak juga bayi-bayi usia 6-15 bulan yang mengalami hal ini. Bahkan telah diperkirakan bahwa ada sekitar 25 persen anak yang sudah pernah menderita radang telinga sebelum mereka genap berusia 10 tahun.

(Baca juga: penyebab telinga berdarah)

Penyebab Radang Telinga

Radang telinga dibagi menjadi dua kondisi, yakni radang telinga akut dan kronis. Pada umumnya penyebab utama dari radang telinga adalah serangan bakteri dan juga virus, dan pneumokokus adalah salah satu contoh bakteri yang memberikan serangan pada bagian telinga. Tak hanya itu, jenis virus Haemophillus influenza serta Moraxella juga dapat menyerang.

Pada umumnya, kasus-kasus dari radang telinga timbul karena adanya infeksi bakteri dan virus dan kemudian menjadikan mukosa menimbun di bagian tengah. Alasan mengapa anak-anaklah yang lebih rentan terkena penyakit ini adalah karena saluran eustachius pada anak biasanya ukurannya lebih kecil ketimbang yang dimiliki para orang dewasa.

  • Radang Telinga Akut

Radang telinga pada tahap akut biasanya memang cukup cepat dialami oleh sebagian orang dan masa kondisi ini tidaklah bertahan lama karena bukan jangka panjang. Pada kasus tahap akut, radang telinga ini ada kaitannya dengan terjadinya penumpukan cairan di bagian tengah telinga. Akhirnya ada gejala-gejala infeksi telinga yang mengikutinya.

Serangan bakteri maupun virus adalah yang paling utama di sini dalam memicu penyakit radang telinga akut dan semua orang dapat berpotensi mengidapnya. Hanya saja, anak-anak dengan usia antara 3 bulan sampai 3 tahunlah yang terbukti paling mudah terserang. Sudah diketahui juga bila penyakit radang telinga merupakan kondisi komplikasi dari infeksi saluran pernapasan bagian atas atau yang dinamakan juga dengan common cold.

Virus atau bakteri yang tadinya ada di bagian tenggorokan kemudian dapat menembus area telinga bagian tengah. Tuba eustakius adalah daerah yang dilewati virus maupun bakteri tadi dan bahkan terkadang aliran darah pun menjadi jalur jalan mereka. Setelah mengetahui penyebabnya, kita juga perlu mengerti juga apa saja 3 kategori radang tenggorokan, yaitu radang telinga akut rekuren, radang telinga akut nonsupuratif, serta radang telinga akut supuratif di mana peradangan bagian tengah telinga dikarenakan oleh organisme piogenik.

(Baca juga: penyebab telinga berdengung)

  • Radang Telinga Kronis

Kondisi radang telinga pada tahap kronis adalah yang sudah dialami oleh penderita pada waktu yang sangat lama. Biasanya radang telinga telah masuk ke tahap kronis bila sudah terjadi selama menahun. Penyebabnya rata-rata dikarenakan sudah berulang kali terkena infeksi. Tapi tak menutup kemungkinan juga bahwa radang kronis ini terjadi setelah dulunya kita sempat mengidap radang telinga akut. Pengobatan yang tidak sempurna dapat menyebabkan radang telinga berlanjut hingga tahap kronis ini.

Faktor Risiko Lainnya

Ada sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan potensi seseorang untuk mengalami radang telinga. Berikut ini adalah faktor yang dimaksud:

  1. Bayi yang kurang terpenuhi kebutuhan ASI-nya.
  2. Seseorang yang bertempat tinggal di area dengan udara berkualitas buruk.
  3. Riwayat kesehatan keluarga di mana bila ada anggota keluarga yang pernah mengalami radang telinga, maka kita akan mudah menderita kondisi ini juga.
  4. Seseorang keturunan inuit yang berasal dari Kanada atau Alaska.
  5. Seseorang keturunan Amerika-India.

(Baca juga: bahaya kapas tertinggal di telinga)

Kronologis Terjadinya Radang Telinga

Penting untuk kita tahu bahwa telinga memiliki tiga bagian, yakni telinga paling dalam, bagian tengah, lalu area luar. Gendang telinga adalah yang menjadi pembatas dunia luar dengan telinga tengah di mana area telinga tengah ini bakal menjadi penghubung alat pendengaran bagian dalam dengan suara. Belum lagi adanya saluran eustachius yang membuat telinga tengah dan rongga hidung bagian belakang terhubung, tak ketinggalan juga dengan bagian atas tenggorokan.

Saluran tersebut memiliki tiga fungsi, yaitu:

  • Menjadi penyaring dan pengusir kuman yang berpotensi bisa masuk ke telinga bagian tengah.
  • Menjadi pengalir lendir atau cairan yang diproduksi oleh sel-sel pelapis telinga tengah menuju hidung bagian belakang.
  • Menjadi penyeimbang antara tekanan udara pada bagian dalam telinga dan yang membantu agar sesuai dengan tekanan udara yang berasal dari dunia luar.

Bakteri yang berhasil masuk ke dalam saluran eustachius akan memicu terjadinya infeksi dan akhirnya menimbulkan pembengkakan. Pembengkakan pada umumnya bakal muncul di area saluran tersebut, dan diikuti dengan penyumbatan pada saluran lalu sel-sel darah putih yang datang membasmi bakteri. Bakteri bakal dibunuh oleh sel-sel darah putih dengan cara mengorbankan diri sendiri, lalu timbul dan keluarlah nanah dari dalam telinga bagian tengah.

Di gendang telinga bagian belakang juga bakal terjadi penumpukan lendir dari sel-sel telinga bagian tengah dikarenakan adanya jaringan sekitar saluran eustachius yang membengkak. Pendengaran bakal mulai terganggu ketika semakin banyak nanah serta lendir yang memenuhi bagian telinga dalam. Pendengaran berkurang dan mengalami gangguan karena bagian tulang kecil penghubung antara organ pendengaran bagian dalam dan gendang telinga menjadi tak leluasa dalam bergerak.

Umumnya, ada sekitar 24 desibel atau bisikan halus yang bakal dialami saat penderita mengalami kehilangan pendengaran. Tapi saat cairan lendir maupun nanah semakin menumpuk banyak, gangguan pendengaran yang dapat terjadi bisa sampai 45 desibel atau suara pada normalnya. Dari timbulnya nanah dan cairan yang banyak itu jugalah, nyeri pun akan merongrong dan semakin parahnya lagi gendang telinga dapat menjadi robek karena tekanan dari terlalu banyaknya cairan.

(Baca juga: telinga berair)

Gejala Radang Telinga

Tentunya ada sejumlah gejala yang muncul akibat infeksi bakteri maupun virus yang disebutkan sebelumnya. Bisa dilihat berikut ini tanda apa saja yang merujuk pada kondisi radang telinga supaya kita dapat segera menanganinya sebelum menjadi kronis.

  1. Sering Menggaruk Telinga

Tentu saat telinga bagian dalam terkena serangan bakteri atau virus, maka rasa tak nyaman pun hadir. Menggaruk telinga terlalu sering memang bukan lantas mengartikan adanya peradangan di bagian telinga, tapi bila terjadi setiap hari dan frekuensinya cukup sering, Anda patut mencurigainya.

  1. Sering Menarik-narik Telinga

Bila Anda memiliki anak dan Anda cukup aneh memerhatikan tingkahnya yang terlalu sering menarik-narik telinga, Anda perlu curiga juga. Bisa jadi telinganya memang gatal biasa, namun bila menarik telinga terlalu sering apalagi juga sambil menggaruknya, maka kemungkinan telinga mengalami peradangan.

(Baca juga: penyebab telinga gatal)

  1. Sulit Tidur

Kesulitan tidur di malam hari atau semacam insomnia bisa juga ada kaitannya dengan masalah peradangan telinga. Saat telinga mengalami radang, rasanya bakal sangat mengganggu dan tidak nyaman sampai-sampai mengganggu dan mengurangi kualitas tidur Anda.

  1. Anak Rewel

Mungkin yang memiliki bayi atau balita sudah pasti sering menghadapi kerewelan mereka dan itu artinya rewel bukan selalu menjadi tanda adanya peradangan telinga. Tapi perhatikan juga gerak-geriknya seperti memegang-megang telinga atau tidak. Kerewelan dapat muncul juga saat terjadi sesuatu pada telinga mereka.

  1. Anak Mudah Marah

Sama dengan sikap rewel, anak yang mengidap radang telinga bakal lebih mudah emosi. Mereka akan lebih gampang marah pada hal-hal kecil di mana ini menjadi bagian dari adanya gangguan pada telinga.

  1. Tak Mau Makan

Anak akan susah makan ketika sedang mengidap suatu kondisi penyakit, begitu pula ketika tengah diganggu oleh bakteri dan virus pada bagian telinganya. Rasa gatal maupun sakit kemungkinan besar dirasakan oleh penderitanya sehingga menurunkan nafsu makan.

(Baca juga: cara mengatasi telinga bindeng)

  1. Tidak Merespon terhadap Suara yang Kecil

Penderita radang telinga bakal agak kesulitan dalam mendengar dan merespon suara-suara yang begitu pelan atau lirih. Intinya mereka tak akan dapat mendengar sehingga akhirnya tak mengeluarkan reaksi apapun sata timbul suara yang kecil.

  1. Demam

Mengalami demam juga merupakan salah satu tanda radang telinga. Demam memang merupakan gejala dari banyak penyakit, namun bila disertai juga dengan rasa tak nyaman di telinga dalam waktu yang terus-menerus, kemungkinan besar pasti disebabkan oleh adanya peradangan.

  1. Rasa Sakit di Telinga

Tentu peradangan tanpa rasa sakit mungkin belumlah lengkap. Bila mengalami rasa tak nyaman dan sakit di bagian telinga, khususnya rasa sakit yang berasal dari tengah, maka ini bisa jadi adalah radang telinga. Rasa sakit yang tak segera mendapat penanganan dapat menjadi lebih serius dan berujung pada kehilangan pendengaran sama sekali.

(Baca juga: cara mengobati telinga berdengung)

Cara Mengobati Radang Telinga

Percaya atau tidak, walau gejala radang telinga cukup mengkhawatirkan, sebagian besar kasus radang telinga justru bisa sembuh dengan sendirinya. Banyak kasus radang telinga yang bahkan tak perlu dibantu oleh penanganan medis. Dalam beberapa hari saja kondisi ini bakal pulih seiring waktu, hanya saja jangan lupa untuk segera ke dokter apabila kondisi sudah berada pada tahap berikut ini:

  • Adanya cairan yang keluar dari telinga atau bahkan berupa nanah.
  • Rasa sakit di bagian telinga terjadi secara terus-menerus.
  • Gejala-gejala yang dialami tidak ada tanda-tanda membaik dalam waktu 3 hari.
  • Ada keadaan medis bawaan, misalnya penyakit jantung turunan atau kistik fibrosis. Keduanya adalah kondisi yang justru membuat penderita radang telinga bakal berpotensi lebih tinggi dalam menderita komplikasi.

Pemberian obat bakal dilakukan untuk membuat rasa sakit menjadi berkurang, dan ada juga pengobatan khusus penurun demam bila penderita mengalaminya.

  • Obat Pereda Rasa Sakit – Untuk meredakan rasa sakit, ada parasetamol yang biasanya bakal diberikan kepada penderita. Obat lainnya yang bagus juga untuk mengurangi rasa sakit adalah ibuprofen.
  • Obat Antibiotik – Antibiotik juga kerap menjadi pilihan dokter untuk diberikan kepada pasiennya apabila memang radang telinga disebabkan oleh bakteri. Antibiotik biasanya menjadi obat yang diberikan kepada mereka yang mengalami gejala lanjutan di mana kondisi radang telinga menuju ke tahap kronis. Gejala yang sudah cukup parah biasanya bakal dapat disembuhkan dengan menggunakan antibiotik dan bukan pereda rasa sakit biasa. (Baca juga: bahaya antibiotik untuk anak dan usia lanjut)
  • Obat Penciut Pembuluh – Diketahui bahwa untuk mengobati radang telinga, obat penciut pembuluh dapat diandalkan dan bahkan rupanya bisa memberikan hasil yang cukup cepat. Contoh obat yang dapat digunakan antara lain adalah otrivin atau oksimetazolin. Namun Anda tetap bisa mengonsultasikannya dengan dokter, khususnya tentang bagaimana Anda harus mengonsumsinya dengan takaran yang benar.
  • Minyak Kacang – Ada lagi obat lain yang lebih alami dan tak kalah ampuh, yaitu minyak kacang yang bisa dipakai sebanyak 1-2 tetes saja. Pada keadaan mendesak, minyak kacang yang bisa Anda hangatkan lebih dulu dapat. Cara menghangatkannya adalah dengan menuangkan minyak ke 1 sendok makan, lalu letakkan sendok tepat di atas lilin atau kompor. Untuk rasa sakit di bagian telinga yang tak tertahankan, obat ini sangat efektif dalam menghilangkan rasa nyeri tersebut.

(Baca juga: bahaya telinga bernanah)

Cara Mencegah Radang Telinga

Ada beberapa cara yang dapat dipertimbangkan dan bahkan coba dilakukan dalam rangka pencegahan radang telinga. Demi mengurangi risiko terserang radang telinga, berikut ini adalah sejumlah langkah mudahnya:

  • Memberikan ASI pada Bayi – Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bayi yang kurang mendapatkan asupan ASI dapat lebih berisiko mengalami radang telinga. Memang para ibu mungkin merasa lebih mudah dan ringan ketika memberikan si kecil susu formula, tapi sebaiknya hindari dulu sebelum waktu yang benar-benar tepat. Pemberian ASI sebaiknya diutamakan apabila tak ingin si kecil menderita gangguan kesehatan telinga.
  • Vaksinasi Terbaru – Tugas orang tualah untuk mengetahui setiap jadwal vaksinasi sehingga yang paling baru dapat diberikan kepada anak Anda. Yang paling penting di sini dalam mencegah penyakit radang telinga berarti adalah pemberikan vaksin DTP/IPV/Hib serta vaksin pneumokokus. Vaksin-vaksin tersebutlah yang akan secara efektif mencegah anak dari peradangan telinga.
  • Menghindari Lingkungan Berpolusi – Penting juga untuk menjauhi lingkungan yang penuh dengan perokok dan asap pabrik maupun polusi kendaraan. Baik anak-anak maupun orang dewasa sebaiknya tidak terpapar terlalu sering terhadap segala bentuk polusi tersebut. Bahaya polusi udara bagi kesehatan cukup beragam, dan salah satunya adalah dapat menjadi faktor yang memperburuk kesehatan telinga.
  • Tidak Memberikan Dot pada Anak Usia 6-12 Bulan – Rupanya pemberian dot pada anak-anak yang sudah berusia antara 6 hingga 12 bulan atau 1 tahun itu tidak dianjurkan. Inilah salah satu cara pencegahan terbaik agar anak tak mengalami radang telinga.
  • Tidak Memberi Makan sewaktu Anak dalam Posisi Berbaring – Banyak orang tua yang tidak tahu seberapa bahayanya menyuapi anak ketika mereka sedang dalam posisi berbaring atau tiduran. Hal ini sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah radang telinga pada anak.
  • Menghindari Penderita Infeksi Lainnya – Baik itu anak-anak atau orang dewasa, dekat-dekat dengan seseorang yang sedang menderita infeksi tertentu bakal meningkatkan potensi tertular atau terserang kondisi penyakit yang sama. Yang paling perlu dihindari di sini adalah kontak langsung dengan mereka supaya infeksi tidak kemudian menyerang kita.
  • Menghindari Pemakaian Antibiotik Jangka Panjang Jenis-jenis antibiotik dan manfaatnya memang adalah obat yang kerap diandalkan untuk kebanyakan kondisi penyakit. Namun antibiotik dengan penggunaan jangka panjang dapat berbalik membahayakan tubuh penggunanya. Ini ada kaitannya erat dengan resistensi dari bakteri yang membuat radang telinga timbul.

(Baca juga: cara merawat telinga)

Itulah sejumlah info terkait radang telinga, mulai dari faktor penyebab, gejala, kronologi bagaimana radang ini bisa terjadi, pengobatan, hingga cara pencegahannya. Bila terjadi sesuatu yang mengganggu di bagian telinga dan tidak kunjung reda, segera ke dokter untuk memeriksakan kondisi telinga Anda.