Home Merk Obat A-ZMerk Obat H Hexalgesic – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Cara Penggunaan

Hexalgesic – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Cara Penggunaan

by Robi Diansah

Hexalgesic termasuk ke dalam golongan obat keras DOWA (Daftar Obat Wajib Apotek), yaitu obat keras yang bisa didapatkan di apotek tanpa menggunakan resep dokter. Namun, pembeliannya hanya bisa dilakukan dengan jumlah maksimal tertentu dan penyerahannya harus dilakukan oleh apoteker, untuk Hexalgesic jumlah maksimal pembeliannya adalah 20 tablet.

Komposisi

Setiap tablet Hexalgesic mengandung asam mefenamat sebesar 500 mg sebagai senyawa aktifnya

Indikasi

Hexalgesic merupakan obat yang berfungsi sebagai analgetik (obat pereda nyeri), bisa digunakan untuk meredakan rasa nyeri yang ringan sampai sedang, seperti nyeri otot, sendi, sakit gigi, nyeri pasca operasi, dan dismenore (nyeri menstruasi yang dirasakan pada perut bagian bawah)

Mekanisme Kerja Obat

Asam mefenamat yang terkandung di dalam Hexalgesic termasuk ke dalam golongan obat antiinflamasi non steroid yang dapat meredakan rasa sakit serta inflamasi/radang dengan menghambat kerja enzim siklooksigenase (cyclooxygenase/COX). Enzim COX adalah suatu enzim yang berfungsi membuat prostaglandin (senyawa kimia di dalam tubuh yang berperan sebagai mediator rasa sakit dan radang). Dengan berkurangnya senyawa prostaglandin, maka rasa sakit dan radang yang dialami pasien pun dapat berkurang.

Dosis dan Cara Penggunaan

  • Dosis Hexalgesic yang dianjurkan untuk awal penggunaan adalah 1 tablet, kemudian dilanjutkan dengan ½ tablet setiap 6 jam jika rasa nyeri masih belum mereda
  • Sebaiknya Hexalgesic dikonsumsi sesudah makan untuk sebisa mungkin mengurangi efek samping pada saluran pencernaan yang sering terjadi
  • Telanlah tablet Hexalgesic dengan bantuan sedikit air dalam keadaan utuh (jangan digerus atau dihancurkan)

Kontraindikasi

Pasien dengan kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan Hexalgesic:

  1. Hipersensitif (alergi) terhadap asam medenamat
  2. Pendarahan pada saluran pencernaan
  3. Baru atau akan menjalani operasi bypass jantung
  4. Penyakit ginjal
  5. Kehamilan trimester ketiga
  6. Ibu menyusui

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Untuk penggunaan oleh ibu hamil trimester pertama dan kedua, asam mefenamat termasuk ke dalam kategori C, yaitu obat yang hanya boleh digunakan dalam kondisi dimana manfaat yang diperoleh dari pemberian obat melebihi risiko efek samping yang mungkin terjadi pada janin.
  • Sedangkan untuk ibu hamil trimester ketiga, penggunaan asam mefenamat dikontraindikasikan karena penggunaannya berpotensi memicu kelahiran prematur
  • Untuk ibu menyusui, penggunaan asam mefenamat dikontraindikasikan karena obat ini dapat diekskresikan (dikeluarkan) melalui ASI dan dikhawatirkan dapat menimbulkan efek samping negatif pada bayi yang disusui

Tidak semua pasien yang menggunakan Hexalgesic akan merasakan efek samping. Namun, jika Anda merasakan salah satu efek samping yang telah disebutkan di atas maupun efek samping lainnya yang Anda rasa cukup mengganggu setelah menggunakan Hexalgesic, konsultasikanlah hal tersebut dengan dokter agar efek samping yang terjadi dapat segera ditindaklanjuti.

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obat yang dapat menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan Hexalgesic:

  1. Obat-obat berikut dapat saling meningkatkan toksisitas jika digunakan secara bersamaan dengan Hexalgesic: asam aminolevulinat, deksametason, ketorolak, metil prednisolon, takrolimus
  2. Pasien yang menggunakan Hexalgesic secara bersamaan dengan obat pengencer darah berikut berisiko mengalami pendarahan akibat peningkatan efek obat pengencer darah: apixaban, alteplase, antithrombin, argatroban, clopidogrel, warfarin
  3. Hexalgesic yang digunakan secara bersamaan dengan obat antihipertensi (obat darah tinggi) berikut berpotensi menimbulkan penurunan fungsi ginjal: benazepril, captopril, enalapril, fosinopril, lisinopril, perindropil, ramipril
  4. Obat-obat antidiabetes berikut dapat mengalami peningkatan efek jika digunakan secraa bersamaan dengan Hexalgesic sehingga berisiko menimbulkan hipoglikemia (kadar glukosa dalam darah terlalu rendah): glibenklamid, glimepirid, glipizid, klorpropamid, tolbutamid
  5. Obat-obat berikut efeknya dapat menurun jika digunakan secara bersamaan dengan Hexalgesic: acebutolol, aliskiren fumarate, asenapine, atenolol, bisoprolol, candesartan, losartan, propranolol, valsartan

Jika Anda sedang atau akan menggunakan obat-obat lain secara bersamaan dengan Hexalgesic, tanyakanlah terlebih dahulu kepada dokter atau apoteker, apakah obat-obat tersebut aman untuk digunakan secara bersamaan. Jika ternyata ada risiko interaksi obat antara obat-obat tersebut dengan Hexalgesic, maka dokter atau apoteker akan menyarankan pemberian jeda waktu antara konsumsi Hexalgesic dengan obat lainnya atau mengganti salah satu obat dengan obat lain sebagai alternatif.

Perhatian

  1. Tanyakanlah cara penggunaan Hexalgesic dan hal-hal lain yang ingin Anda ketahui terkait penggunaan atau hal-hal lainnya dari obat ini kepada apoteker
  2. Dapat dilihat dari mekanisme kerjanya di atas, Hexalgesic adalah obat dapa meredakan rasa nyeri namun tanpa mengobati sumber rasa sakit, oleh karena itu jika sakit yang Anda alami tidak kunjung membaik dalam 2-3 hari, segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut
  3. Penggunaan Hexalgesic dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan pada saluran pencernaan, terutama pada pasien yang sudah pernah mengalami perdarahan saluran cerna dan pasien lanjut usia
  4. Pastikan Hexalgesic atau obat apapun yang akan Anda gunakan belum melewati tanggal kadaluwarsanya (tercantum pada kemasan)
  5. Sebelum menggunakan Hexalgesic atau obat apapun, perhatikanlah kondisi obatnya dan pastikan tidak ada perubahan warna atau bentuk pada tablet. Jangan pernah mengkonsumsi obat yang telah mengalami perubahan warna atau bentuk
  6. Simpanlah Hexalgesic di tempat yang terlindung dari cahaya, sejuk dan kering, serta jauhkanlah dari jangkauan anak-anak

You may also like