Home Merk Obat A-ZMerk Obat A Ampicillin Indofarma – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

Ampicillin Indofarma – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

by Derina Asta Widara Sp

Amipicilin indofarma merupakan salah satu jenis obat yang biasa digunakan dapam perawatan untuk beberapa penyakit, diantaranya infeksi kulit karena bakteri, jenis obat ini juga termasuk jenis obat yang masuk ke dalam golongan penisilin yang cara kerjanya yaitu dengan mencegah pertumbuhan bakteri, obat antibiotik ini hanya digunakan dalam perawatan penyembuhan penyakit yang disebabkan oleh bakteri saja dan tidak untuk penyakit yang disebabkan oleh virus seperti pada penyakit pilek dan juga flu. Zat aktif yang terkandung di dalam antbiotik ini adalah ampisilina trihdrat  yang hampir sama dengan ampisilina anhidrat 125mg

Cara kerja obat

  • Obat ini termasuk golongan obat penisillin semisintetik yang berasal dari inti penisilina seperti asam amino dan antibotik spektrum
  • Obat ini sangat efektif pada kuman gram postif seperti diantaranya S. Pneumoniae, enterokokus dan juga stafilokokus yang tidak meghasilkan penisilin

Sekilas mengenai zat aktif yang terkandung di dalam obat ampicillin indofarma

Zat aktif yang terkandung di dalam obat ini adalah antibotik penicilin yang biasa digunakan untuk pengobatan infeksi yang dikarenakan oleh bakteri, penicilin sendiri merupakan antibiotik b -laktam yang biasanya memiliki jenis gram positif.

cara kerja obat ini dengan cara mencegah penghambatan dari  dinding sel bakteri dengan  penggabungan asam Nasetimurmat non esensial. Obat ini bekerja aktif hanya pada satuan patogen yang sedang aktif bekerja pada tubuh manusia. Obat ini juga biasa digunakan dalam penyembuhan penyakit selulitis, endokarditis, meningitis, gejala pneumonia, dan juga septisemia, sifilis

Hal-hal yang  perlu diperhatiakn sebelum menggunakan obat ini diantaranya

  • Untuk pasien yang sedang hamil dan akan menggunakan antibiotik ini sebaiknya melalui petunjuk yang diberikan oleh dokter
  • Jangan memberikan obat ini pada ibu yang sedang menyusui karena dikhawatirkan dapat mengganggu perkembangan bayi yang sedang disusuinya.
  • Bagi pasien yang memiliki riwayat penyakit gangguan fungsi hati sebaiknya berhati-hati dalam menggunakan obat ini
  • Untuk pasien yang memiliki gejala penyakit ginjal sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini
  • Obat ini tidak bisa digunakan bersamaan dengan alkohol, untuk itu hentikan pengkonsumsian alkohol saat pasien akan mengkonsumsi obat ini

Fungsi obat ampicilin indofarma

  • Menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh pertubuhan bakteri
  • Sebagai perawatan penyakit Endokarditis
  • Sebagai perawatan penyakit Selulitis
  • Untuk penyembuhan penyakit Meningitis
  • Penyakit kulit karena bakteri

Interaksi obat

Ada beberapa jenis obat yang penggunaannya apabila dilakukan bersamaan dengan jenis obat , vitamin dan produk herbal lain dapat menyebabkan pasien kebal terhadap efek obat yang sedang digunakan, atau obat sama sekali tidak dapat berfungsi dengan baik, untuk itu sebelum mengggunakan obat ini ada baiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter dan beritahu mengeni jenis obat-obatan, vitamin dan produk herbal yang sedang ada konsumsi agar dokter dapat mengatur dosis dan inetrkasi yang akan teradi, beberapa jenis obat yang dapat berinteraksi dengan ampicilin yaitu

  • Tetracyclines
  • Oral contraceptives
  • Methotrexate
  • Live vaccines
  • Allopurinol
  • Probnecid

Dosis ampicillin

  • Untuk penyakit infeksi bakteri pada dosis dewasa bisa diberikan dosis oral sebanyak 250 sampai dengan 500 mg diberikan setiap 6 jam sekali
  • Untuk penyakit endokarditis pada dosis dewasa bisa diberikan sebanyak ampicillin 2 g setiap 4 jam yang dikombinasikan dengan gentamisin atau juga streptomisin( apabila pada penggunaan gentasimin tidak mempan)
  • Untuk penyakit meningitis pada dosis dewasa bisa diberikan dosis 200mg/kg/ hari dosis dibagi setiap 4 jam dan dikombinasikan dengan antibiotik parenteral lainnya
  • Untuk intratekal atau intraventrial bisa diberikan sebanyak 10 sampai engan 50 mg/ hari
  • Untuk penyakit septicemia dosis dewasa bisa diberikan dosis sebanyak 150 sampai dengan 200 mg/kg/ hari
  • Untuk penyakit bakteri endokarditis bisa diberikan dosis sebnyak 2 g atau sebagai dosis tunggal diberikan setiap 30 sampai engan 60 menit
  • Untuk penyakit gastroenteritisbisa diberikan dosis sebanyak 500 mg dosis diberikan setiap 6 jam
  • Untuk penyakit infeksi intraabdominal bisa diberikan dosis sebanyak 500mg
  • Untuk penyakit infeksi kulit dan jaringan lunak bisa diberikan dosis sebanyak 200 sampai dengan 500mg diberikan setiap 6 jam sekali
  • Untuk peyakit faringitis bisa diberikan dosis parenteral sebanyak 250 sampai dengan 500 mg, dan untuk dosis oral bisa diberikan sebanyak 250 mg
  • Untuk penyakit gejala sinusitis bisa diberikan dosis parenteral sebanyak 250 sampai dengan 500 mg diberikan setiap 6 jam sekali dan dosis oral sebanyak 250 mg
  • Untuk penyakit pneumonia bisa diberikan sebanyak 250 sampai dengan 500 mg setiap 6 jam sekali
  • Untuk penyakit bronkitis asmatis bisa diberikan dosis sebanyak 250 mg sampai dengan 500 mg setiap 6 jam sekali
  • Untuk penyakit tanda-tanda infeksi saluran kemih bisa diberikan dosis sebanyak 500 mg diberikan setiap 6 jam sekali
  • Untuk penyakit pielonefritis bisa diberikan dosis sebanyak 500 mg setiap 6 jam sekali
  • Untk penyakit shigellosis bisa diberikan dosis sebanyak 500 mg diberikan setiap 6 jam sekali
  • Untuk penyakt demam tifoid bisa diberikan dosis sebanyak 500 mg ddiberikan setiap 6 jam sekali
  • Untuk penyakit gejala leptosspirosis bisa diberikan dosis sebenyak 500 sampai dengan 750 mg setiap 6 jam sekali
  • Untuk penyakit otitis media bisa diberikan dosis sebanyak 500 mg setiap 6 jam sekali

Efek samping

Setiap jenis obat apapun pasti memiliki efek samping yang akan diberikan nantinya apabila penggunaannya yang tidak sesuai dengan petunjuk maupun anjuran yang telah diberikan oleh dokter, data dibawah bukanlah data yang komperensif, efek samping yang dieebut disini memang memungkinkan akan tetapi sangat jarang terjadi, berikut efek samping dari penggunaan obat ampicilin:

Indeks kemanan pada ibu hamil

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh badan pengawas obat dan makanan obat ini termasuk ke dalam obat yang belum diketahui penggunaanya pada ibu hamil, namun penelitian pada reproduksi hewan menyatakan terdapat gangguan yang terjadi pada janin saat diberikannya obat ini, namun belum ada bukti konkirt penelitian terhadap manusia, untuk lebih lengkap sebaiknya pasien melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter agar lebih mendapatkan penjelasan secara detail mengenai penggunaan obat ini pada wanita yang sedang hamil.

Cara menyimpan obat yang baik dan benar

  • Sebaiknya simpan obat pada suhu ruang dan jauhkan dari paparan sinar matahari secra langsung, kemudiaan jauhkan juga obat ini dari jangkauan anak- anak dan hewan peliharaan
  • Jangan membuang obat sembarangan ke toilet atau sistem drainase lainnya karena akan mengkontaminasi lingkungan, untuk itu sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter maupun apoteker agar mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai cara membuang obat yang baik dan benar.

Kontraindikasi

  • Jangan memberikan obat ini pada pasien yang memiliki hipersensitivitas pada kandungan zat yang terkandung di dalam obat ampicillin seperti penicillin dan juga ampicillin trihydrate
  • Jangan memberikan obat ini pada pasien dengan riwayat gula darah tinggi (diabetes tipe 1)
  • Jangan memberikan obat ini pada pasien dengan penyakit gangguan fungsi hati dan penyakit ginjal kronis

You may also like