12 Bahaya Fogging untuk Diwaspadai

Fogging merupakan sebuah proses pembunuhan nyamuk dewasa melalui pengasapan. Fogging sendiri dikenal dalam dua jenis, yakni fogging massal serta fogging fokus. Fogging fokus prosesnya bakal dilaksanakan pada musim hujan dan yang menjadi target areanya adalah tempat di mana telah ditemukan kasus DBD. Sementara itu, fogging massal dilaksanakan sesudah serta sebelum musim hujan datang, yaitu tepatnya di lokasi-lokasi yang diketahui lebih gampang terkena wabah DBD.

(Baca juga: cara mencegah demam berdarah)

1. Kerusakan Ginjal

Fogging memang penting karena dengan pengasapan ini, nyamuk-nyamuk dewasa banyak yang dapat diberantas. Tapi sayangnya justru ginjal kita terkena pengaruh buruknya. Penyakit ginjal yang bakal timbul akibat fogging di mana asap terlalu sering dihirup adalah gagal ginjal.

(Baca juga: cara mencegah sakit ginjal bahaya gagal ginjal)

2. Mencemari Lingkungan

Fogging biasanya menggunakan perslin, fenithrothion, malation dan bahkan sumithion yang masih termasuk dalam golongan organophosporester insectisida. Namun yang paling sering digunakan adalah insektisida malation dan ini masih juga ditambah dengan minyak tanah atau solar. Pencemaran lingkungan dapat terjadi apabila fogging dilakukan dalam jangka waktu yang sebentar-sebentar. Pada akhirnya, manusia pun ikut terkena pencemarannya.

(Baca juga: bahaya gas cfc – bahaya polusi udara)

3. Nyamuk Kebal

Sayangnya fogging bukanlah solusi terbaik untuk mengatasi demam berdarah. Semakin sering fogging diadakan, nyamuk justru bukan semakin banyak yang mati, tapi malah semakin kebal dari asap tersebut. Harga fogging yang mahal bukan menjadi jaminan bahwa nyamuk mudah musnah karena cara ini tak begitu signifikan. Nyamuk resisten malah menjadi bahaya.

(Baca juga: ciri-ciri nyamuk dbd)

4. Bayi Menderita Gastrointestinal

Fogging memang bukan cara yang salah karena di banyak daerah, fogging ini sudah sering dilaksanakan. Tapi para ibu hamil wajib berhati-hati karena wanita hamil telah ditemukan ada yang melahirkan anak dengan masalah kelainan gastrointestinal. Ini dikarenakan sang ibu hamil terkena paparan malation sehingga potensi kelainan pada bayi menjadi lebih besar 2,5 kali .

(Baca juga: anak adhdadhd)


5. Anak Hiperaktif

Kandungan malation pada fogging juga tak baik untuk para ibu hamil di mana ini malah membuat sang bayi nantinya tumbuh menjadi anak hiperaktif. Peran malation di sini sungguh merugikan, jadi para ibu hamil tampaknya perlu bersembunyi sementara fogging dilakukan.

6. Gangguan Sperma

Para pria pun tak luput juga dari bahaya fogging dengan malation sebagai bahannya. Senyawa pada fogging tersebut benar-benar membayakan sampai-sampai dapat memengaruhi gerakan sperma. Gangguan reproduksi semacam ini perlu mendapatkan penanganan segera sebelum segala sesuatunya berubah lebih parah.

(Baca juga: makanan penambah sperma)

7. Diare

Asap dari fogging bukanlah asap sembarangan karena di dalamnya terdapat berbagai senyawa yang bisa meracuni tubuh manusia. Bahkan perut pun dapat dibuat asap ini menjadi sakit dan memicu diare. Ini ada hubungannya dengan sistem saraf yang terkena dampak buruk dari fogging. Perut sakit dan disertai muntah-muntah akan dialami sebelum akhirnya diare.

(Baca juga: kesehatan sistem saraf otak)

8. Gangguan Sistem Saraf

Pada jangka panjang, penggunaan dan pelaksanaan fogging di lingkungan tempat kita tinggal hanya akan membuat sistem saraf terganggu. Gejala-gejala dari terganggunya sistem saraf akibat fogging antara lain:

  • Mudah lupa.
  • Susah untuk fokus dan konsentrasi.
  • Kepribadian dan perilaku yang berubah.
  • Kelumpuhan
  • Hilangnya kesadaran sampai koma.

(Baca juga: jenis-jenis penyakit saraf)

9. Penyakit Kanker

Bila asap rokok saja bisa menyebabkan kanker paru-paru atau setidaknya infeksi paru-paru, maka asap fogging pun hampir sama efeknya. Asap dengan kandungan senyawa berbahaya dan tidak baik untuk manusia bisa menyebabkan kanker. Kanker ini adalah efek dari jangka panjang pelaksanaan fogging.

(Baca juga: bahaya kabut asap bagi kesehatan)

10. Kerusakan Paru-paru


Rusaknya paru-paru ternyata bukan hanya dari kebiasaan merokok saja, melainkan juga terpapar oleh asap fogging. Kerusakan paru-paru ini termasuk di dalam 28 gangguan yang disebabkan oleh malation serta solar. Karena digunakan sebagai bahan pengencer malation, solar ini kemudian menjadi racun dari hasil proses pembakaran. Gangguan paru-paru yang kemungkinan terjadi antara lain:

  • Iritasi serta lendir yang dihasilkan terlalu banyak di bagian saluran pernapasan.
  • Tersumbatnya bronchioli di mana seseorang bisa meninggal 3-5 minggu.
  • Radang paru-paru yang masih ada peluang untuk sembuh sesudah 6-8 minggu.

(Baca juga: bahaya menelan asap rokok)

11. Kelumpuhan pada Bayi

Para ibu hamil yang terpapar asap fogging, bakal menjadikan si jabang bayi nantinya lahir lumpuh. Ini kondisi yang sangat patut dicegah dan diwaspadai karena asap yang sang ibu hirup akan dihirup juga oleh si bayi.

(Baca juga: bahaya demam berdarah)

12. Kekebalan Tubuh Menurun

Proses pengasapan mampu menurunkan daya tahan tubuh seseorang yang menghirupnya. Keadaan ini jugalah yang kemudian berimbas pada hormon. Gangguan hormon pun turut berpotensi besar dikarenakan sistem daya tahan tubuh tak dalam keadaan normal.

(Baca juga: cara meningkatkan daya tahan tubuh)

Walaupun memang pembuat bahan fogging sendiri sudah melaksanakan yang namanya uji keamanan, bukan berarti risiko fatal tidak dapat terjadi. Kita perlu tahu risiko dan bahaya fogging sedari awal. Hindari paparan bahan fogging sebisa mungkin mulai dari sekarang.

, , ,
Post Date: Monday 04th, July 2016 / 18:32 Oleh :
Kategori : Kimia