Bawang Putih Bisa Bantu Diet, Benar atau Tidak Sih?

Bawang putih tak hanya sekadar bumbu dapur biasa, pastinya hal ini sudah banyak orang yang tahu. Bagi para pengonsumsi bawang putih rutin, mereka akan memromosikannya sebagai makanan yang menyehatkan. Tak hanya menurunkan kolesterol tinggi, nyatanya bawang putih disebut sebagai superfood yang ampuh membantu menyukseskan program diet.

Benarkah bawang putih mampu membakar lemak?

Bawang putih disebut-sebut ampuh dalam membantu agar diet menurunkan berat badan berhasil, namun tentu saja hal ini bukan hanya mitos belaka. Menurut laporan dari Fox News, bumbu dapur satu ini mampu menuurnkan kadar lemak tak sehat di dalam darah dan tubuh sehingga tak hanya jantung lebih sehat dan kadar kolesterol normal, tapi berat badan juga bisa turun.

Penting untuk mengetahui bahwa bawang putih memiliki beberapa manfaat dan keuntungan bagi orang-orang yang tengah mencari cara menurunkan berat badan secara alami dan cepat.

  • Bersifat diuretik. Bagi yang belum tahu, bawang putih memiliki sifat diuretik di mana efek diuretik sendiri adalah proses peningkatan produksi dan pelepasan urine dari dalam tubuh sehingga dampaknya adalah sering buang air kecil. Kadar air dalam tubuh memang akan berkurang dan membuat berat badan cepat turun, hanya saja pastikan supaya tak sampai dehidrasi ya.
  • Meningkatkan metabolisme. Karena metabolisme prosesnya menjadi lebih cepat, sebagai hasilnya lemak tubuh akan terbakar lebih maksimal dan diubah menjadi tenaga sehingga tubuh kita jauh lebih berenergi nantinya.
  • Menurunkan darah tinggi. Darah tinggi umumnya berkaitan dengan obesitas dan juga risiko penyakit jantung. Bagi yang mencari cara menguruskan berat badan demi menghindari risiko darah tinggi dan penyakit jantung, bawang putih bisa dikonsumsi supaya pengerasan arteri dapat dihambat.

Jadi, pembakaran kalori sekaligus lemak oleh bawang putih sebenarnya tidak terjadi secara langsung. Hal ini lebih kepada peningkatan metabolisme yang kemudian berpengaruh pada proses pembakaran lemak yang optimal. Namun utamanya, bawang putih kerap dikonsumsi sebagai cara efektif dalam menurunkan risiko aterosklerosis karena mampu mengurangi kadar lemak dalam darah.

Cara mengonsumsi bawang putih pun bisa beragam, entah itu dimakan mentah, potongan bawang putih dicampur sesendok teh madu lalu dinikmati, dijadikan taburan salad, maupun dicampur dalam masakan. Apapun cara konsumsinya, asal tak berlebihan maka bawang putih menawarkan kesehatan yang luar biasa sekaligus mengurangi lemak dalam tubuh.

Walau manfaat dan keuntungannya begitu besar, ada sejumlah efek samping bawang putih yang perlu diketahui. Bau mulut, bau badan, dan bahkan mual hingga heartburn bisa terjadi lho akibat mengonsumsinya. Hindari mengonsumsi bawang putih bila sedang menggunakan obat pengencer darah karena bawang putih sendiri merupakan pengencer darah alami yang kalau dikonsumsi berbarengan dikhawatirkan memicu perdarahan.