Sponsors Link

10 Obat Penyempitan Pembuluh Darah Alami Termujarab

Sponsors Link

Penyempitan pembuluh darah dapat berakibat fatal bagi penderitanya apabila tak secepatnya ditangani. Penyempitan yang terjadi pada pembuluh darah jantung lebih berisiko karena ini mampu memicu penyakit jantung koroner maupun serangan jantung. LDL tinggi dan HDL rendah adalah akibat dari menyempitnya pembuluh darah dikarenakan pengerasan plak di bagian tersebut.

ads

Plak-plak tersebut adalah lemak yang menumpuk di dalam darah, sehingga memang akhirnya mampu menyumbat aliran darah ke seluruh organ tubuh. Kebiasaan buruk seperti merokok secara aktif dan berlebih, makan jenis makanan dengan lemak jenuh tinggi, kurang olahraga, serta minum minuman keras adalah kebiasaan-kebiasaan yang mampu meningkatkan potensi kolesterol jahat pada darah. Untuk obat penyempitan pembuluh darah secara alami, ada beberapa bahan mudah untuk Anda pertimbangkan.

(Baca juga: penyempitan pembuluh darah jantung)

1. Daun Sirsak

Untuk kesehatan jantung, daun sirsak adalah salah satu yang paling baik karena memang memiliki manfaat dalam melancarkan sirkulasi darah. Tak hanya itu, kadar kolesterol serta gula dalam darah pun mampu dinetralisir secara alami. Tak ketinggalan pula, sifat anti kankernya akan membuat pembuluh darah bersih dari penimbunan plak.

Untuk kanker dan tumor pun, daun sirsak sangat berguna, dan tak hanya itu, daun sirsak sudah sangat sering dimanfaatkan oleh masyarakat Sunda untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Untuk hepatitis pun buah sirsak sangat terpercaya keefektifannya. Jadi, untuk mengatasi pembuluh darah menyempit, minumlah suplemen atau obat dengan kandungan daun sirsak. Atau, rebuslah daun sirsak agar airnya dapat diminum.

(Baca juga: pembuluh darah pecah di otak)

2. Kulit Manggis

Tampaknya sudah menjadi rahasia umum akan khasiat kulit manggis yang begitu banyaknya. Selain menjadi salah satu makanan untuk penderita ambeien, kulit manggis berguna untuk mengatasi dan mengobati penyempitan pembuluh darah. Kandungan xanthone pada kulitnya memang sangat baik dijadikan obat penyakit jantung koroner.

Manfaat dari xanthone pun diketahui juga dapat dijadikan sebagai antioksidan. Kandungan tinggi akan gamma mangostin dan alpha mangostin adalah yang terbaik, namun tak lupa juga ada sifat anti inflamasi, antidiabetes, dan anti kanker di dalamnya. Belum lagi sifat antivirus, anti jamur dan antibiotik yang sama tingginya.

Setelah diteliti oleh Purdue University yang berasal dari Amerika Serikat, diketahui bahwa xanthone bukan senyawa sembarangan karena antioksidannya dapat dijadikan penurun gejala kolesterol. Masalah kolesterol tinggi yang mampu menyebabkan jenis-jenis penyakit jantung bakal diatasi secara sempurna. Pembuluh darah yang menyempit pun bakal diperlebar supaya risiko penyakit kronis dan serius mampu berkurang.

Sponsors Link

3. Teh Hijau

Tak salah lagi, teh hijau dengan segala kandungan baiknya mampu berperan sebagai antioksidan yang akan mengatasi aterosklerosis. Pembuluh darah yang menjadi sempit akibat plak dapat ditangani dengan meminum teh hijau sehari 2-3 kali. Untuk menurunkan kolesterol yang berkadar tinggi pun teh hijau sanggup.

Tak hanya kolesterol jahat yang bakal diturunkan, kadar kolesterol baik pun akan ditingkatkan. Untuk mencegah penyempitan arteri serta pembuluh darah, Anda dapat menggunakan teh hijau sebagai solusi tepat yang aman dan alami. Dengan bahan inilah pembuluh darah yang tadinya menyempit dapat menjadi lebar kembali dengan mengurangi zat pemicu penyempitan.

(Baca juga: penyakit yang berhubungan dengan peredaran darah)

4. Bawang Putih

Walau tetap harus waspada terhadap bahaya bawang putih mentah, manfaatnya yang besar tetap jangan dilupakan. Bahkan bawang putih mentah yang ditaburi ke dalam masakan Anda pun bila dimakan khasiatnya justru jauh lebih besar. Sebagai pengganti bumbu berbasis natrium atau natrium itu sendiri, bawang putih akan secara lebih alami memperlebar pembuluh darah yang sempit.

Hipertensi adalah faktor risiko pada seseorang untuk menderita penyakit kardiovaskular, jadi pastikan mengonsumsi bawang putih secara teratur setiap hari. Kandungan antioksidan di dalam bawang putih cukup tinggi sehingga Anda bisa mengandalkannya. Kerusakan pembuluh darah pun dapat dicegah dengan mengonsumsinya terlepas dari efek samping bawang putih yang Anda juga perlu mengetahuinya.

5. Ginkgo Biloba

Untuk mengatasi penyempitan pembuluh darah, bahan ini sangat terpercaya juga karena memang tugasnya adalah sebagai peningkat sirkulasi darah. Bahkan bahan ini pun sudah termasuk kerap dimanfaatkan sebagai obat naturopato sehingga fungsi kognitif dapat meningkat. Masalah vaskular yang menjadi salah satu pemicu penyempitan pun bakal lebih ringan.

sponsored links

Karena bisa dengan mudah didapatkan, ginkgo biloba yang tersedia dalam bentuk teh, kapsul serta dapat dijumpai di toko makanan ini boleh dicoba. Tak perlu khawatir lagi soal pembuluh darah yang menyempit. Bahkan struktur pembuluh darah Anda pun bakal ditingkatkan secara sempurna hanya dengan mengonsumsi bahan ini secara rutin.

(Baca juga: cara menjaga kesehatan alat peredarah darah)

6. Jahe

Kalau kita tahu jahe sebagai obat batuk ampuh, maka Anda perlu tahu bahwa jahe pun sudah sering dimanfaatkan sebagai vasodilator. Vasodilator ini adalah pembuka jalan pembuluh darah dan melebarkannya supaya aliran darah semakin lancar. Bukan hanya berperan baik untuk mengobati penyempitan pembuluh darah, Anda pun akan menemukan sifat anti inflamasi dan anti virus yang baik untuk mengobati flu.

7. Seledri

Karena termasuk dalam makanan untuk menurunkan kolesterol dan asam urat, jadi tidak salah kalau Anda memilih bahan ini sebagai obat penyempitan pembuluh darah. Seledri juga mampu diandalkan sebagai vasodilator sehingga pembuluh darah yang terhambat dapat terbuka lebar. Sirkulasi darah pun menjadi lancar karena pembuluh telah dilebarkan. Anda pun akan menemukan adanya vitamin C dan vitamin B12 yang sangat berguna dalam meningkatkan sirkulasi darah secara alami di dalam seledri.

(Baca juga: penyebab darah kental)

8. Mahkota Dewa

Selain dari daun sirsak dan kulit manggis, ada satu lagi bahan yang bagus tak hanya sekadar untuk kanker tapi juga mengatasi penumpukan lemak pemicu penyumbatan pembuluh darah. Mahkota dewa sudah terkenal akan khasiatnya yang begitu mengagumkan, termasuk sebagai obat diabetes, obat asam urat, maupun tekanan darah tinggi serta penyakit ginjal. Sifat antioksidan di dalamnya sangat tinggi sehingga mengonsumsinya bakal mencegah pembentukan lemak jahat penghambat aliran darah.

9. Brokoli

Penyempitan pembuluh darah juga mampu ditangani dengan mengonsumsi secangkir brokoli setiap harinya. Hal ini sudah terbukti karena telah ada hasil penelitiannya oleh ilmuwan-ilmuwan dari Imperial College yang asalnya dari London. Kadar tinggi vitamin K di dalam brokoli rupanya sangat bagus dan efektif sebagai solusi dari arteri yang rusak oleh kalsium.

Masih ada juga kandungan suforaphane yang tinggi; suforaphane ini adalah protein yang tubuh manfaatkan dalam menghindari dan mencegah penumpukan lemak dan pembentukan plak. Seratnya pun sangat tinggi sehingga boleh juga diandalkan ketika Anda mencari pengobatan alami untuk hipertensi. Panggang atau kukuslah brokoli ini supaya khasiat yang terkandung tak hilang saat Anda mengonsumsinya.

(Baca juga: penyebab darah tinggi)

10. Bilberry

Kalau biasanya ramuan herbal ini diyakini efektif dalam mengobati diare, kali ini bilberry adalah obat untuk pembuluh darah yang menyempit. Di Eropa, bahan ini sudah banyak yang menggunakan, terutama para pasien penderita insufisiensi vena kronis saat terjadi kerusakan pembuluh darah kaki sehingga tak mampu mengirim darah ke jantung. Sirkulasi darah bakal dapat dilancarkan dengan bahkan ini karena di dalamnya ada kemampuan mengencerkan darah juga.

(Baca juga: makanan penyebab darah tinggi)

Itulah 10 obat penyempitan pembuluh darah alami yang jauh lebih aman ketimbang mengonsumsi obat-obatan kimia. Selamat mencoba dan kiranya berhasil dalam memperlebar kembali pembuluh darah yang sudah menyempit.

Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Friday 12th, August 2016 / 07:22 Oleh :
Kategori : Kesehatan Darah