10 Bahaya Malaria Tropika Wajib Diwaspadai

Malaria tropika juga disebut dengan istilah malaria falciparum di mana kalau melihat pembahasan pada jenis-jenis malaria, jenis ini adalah yang paling berat. Karena tingkat keparahan gejalanya begitu luar biasa serius dibandingkan jenis malaria lainnya, maka penderita malaria jenis ini perlu mewaspadai setiap bahaya malaria tropika yang berpotensi terjadi.

Diketahui pula bahwa jenis malaria tak boleh diabaikan dan disepelekan karena ada banyak komplikasi yang benar-benar berbahaya. Bahkan di zaman dulu, jenis malaria ini adalah yang paling mematikan dan merenggut banyak jiwa ketika masa perang dunia. Keparahannya juga terbukti oleh adanya resistensi terhadap pengobatan yang diberikan kepada penderitanya.

Penyebab utama dari malaria tropika ini adalah gigitan nyamuk betina Anopheles yang memang paling banyak dijumpai pada wilayah tropis seperti Indonesia. Pada umumnya, nyamuk-nyamuk ini akan menggigit di waktu subuh dan senja atau malam hari. Jangan sepelekan gigitan nyamuk ini karena bahaya malaria tropika di bawah inilah yang dapat membuat seseorang benar-benar menderita.

(Baca juga: ciri-ciri malaria)

1. Anemia

Seperti kita tahu, anemia merupakan sebuah jenis penyakit yang terjadi saat eritrosit atau sel darah merah serta Hb alias hemoglobin di dalam darah tidaklah pada kadar yang normal. Keadaan kurang darah adalah inti dari penyakit ini dan meski kelihatannya ringan, anemia bisa menjadi serius. Inilah salah satu akibat atau bahaya komplikasi dari malaria tropika.

Hal ini berpotensi terjadi karena adanya Plasmodium falciparum yang disebarkan lewat gigitan nyamuk Anopheles mengganas di dalam tubuh penderita. Ketika sedikit saja terlambat penanganan jenis malaria ini, maka eritrosit atau sel darah merah yang begitu penting bagi tubuh dapat berkurang. Tak hanya berkurang, potensi kerusakan eritrosit juga dapat sampai 50 persen.

Ketika anemia dialami oleh seseorang, maka tanda-tanda yang paling umum antara lain seperti cepat lelah, gampang mengantuk, dinginnya kaki dan tangan, sering sakit kepala, pusing ketika berdiri, nyeri di bagian dada, turunnya daya ingat dan konsentrasi, hingga pada kondisi yang lebih parah. Tak jarang penderita anemia kemudian sering pingsan dan juga sesak nafas.

Sebelum bahaya satu ini terjadi, sebaiknya Anda sudah menangani malaria tropika secara tepat. Periksakan diri ke dokter sesegera Anda mengalami gejala malaria jenis tropika atau ketika komplikasi anemia ini terjadi. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan darah lengkap bakal sangat dibutuhkan untuk pengobatan lebih lanjut.

2. Penyumbatan Kapiler Otak

Seperti kita sadari betul, otak merupakan organ yang jelas penting bagi kelangsungan hidup manusia. Manusia membutuhkan otak dalam berpikir dan beraktivitas, namun kesehatan sistem saraf otak dapat terusak karena malaria tropika. Jenis malaria ini terbilang ganas karena memang mampu mengakibatkan komplikasi tak terduga pada level yang tinggi.

Penyumbatan pembuluh darah kapiler bisa terjadi dikarenakan adanya kerusakan eritrosit alias sel darah merah yang cukup banyak. Ketika parasit Plasmodium falciparum tak segera terdeteksi, hal ini kemudian berpengaruh pada sel darah merah yang menjadi rusak dan menghambat aliran darah menuju otak. Maka dari itu, tipe malaria ini tak bisa disepelekan begitu saja.

(Baca juga: cara mencegah demam berdarah)

3. Serangan Demam

Semua jenis malaria pasti akan membuat penderitanya mengalami demam, lalu apa yang menjadikan demam ini berbeda dan tergolong berbahaya? Malaria tropika sangat berpotensi menyebabkan serangan demam yang tak biasa, yakni demam yang sama sekali tidak menentu, sementara itu demam pada jenis malaria lain dapat diperhitungkan.

Pada malaria jenis tertiana, demam setiap 48 jam, kemudian malaria quartana pun demam terjadi setiap 72 jam, namun demam pada malaria tropika sama sekali tak dapat diduga karena tak bisa ditentukan. Ada saatnya demam terjadi secara berkelanjutan alias terus-menerus dengan suhu tubuh berada di 40 derajat Celsius lebih. Tapi ada kalanya juga demam terjadi secara berkala, yakni 3 hari sekali.

4. Pembesaran Hati/Hepatomegali

Hepatomegali ini juga termasuk bahaya dari malaria tropika yang perlu diwaspadai juga. Penyakit satu ini mampu diakibatkan oleh adanya organ hati yang membesar alias membengkak. Kalau pada umumnya pembesaran hati terjadi karena penyakit di bagian organ hati atau bisa juga dari luar organ hati.

Bila bahaya ini makin dibiarkan, maka fungsi hati dapat rusak sepenuhnya dan mampu memengaruhi peran organ tubuh lain. Ketika pembesaran hati ini terjadi, maka sebagai contoh tandanya adalah urine yang berubah warna menjadi kecoklatan atau kehitaman. Maka, perhatikan saat Anda buang air kecil apakah terjadi ciri-ciri tersebut.

(Baca juga: cara mencegah chikungunya)

5. Hemoglobinuria

Sebagai akibat dari malaria tropika, penderitanya juga berpotensi besar mengalami hemoglobinuria apabila penyakit malaria tak segera mendapatkan penanganan yang benar dan tepat. Keadaan hemoglobinuria sendiri adalah suatu kondisi proses ekskresi hemoglobin ke dalam urine. Terjadinya hal ini aalah disebabkan oleh proses hemolisis intravaskuler.

Hemolisis intravaskuler merupakan istilah yang digunakan untuk proses pemecahan sel darah merah atau eritrosit pada pembuluh darah. Pembebasan Hb-pun terjadi ke dalam plasma akibat dari hemolisis dan akhirnya berujung pada hemoglobinuria dan warna urine pun menjadi abnormal. Urine yang seharusnya kuning atau bening menjadi merah atau bahkan bisa kecoklatan hingga kehitaman.

6. Hiperbilirubinemia

Bahaya malaria tropika lainnya yang patut untuk diketahui dan diwaspadai adalah hiperbilirubinemia yang merupakan kondisi di mana di dalam darah kadar bilirubin menjadi sangat tinggi. Ketika bahaya ini terjadi, penderita berpotensi mengalami yang namanya posisi tubuh melengkung, sering muntah, sering mengantuk, mata sering berputar-putar ke arah atas dan kejang-kejang juga.

Sebetulnya kasus-kasus hiperbilirubinemia ini tak berbahaya, namun kadar bilirubin yang tinggi bisa menjadi penyebab rusaknya otak. Otak bisa menjadi rusak dan kehilangan fungsinya ketika ada penimbunan bilirubin di dalamnya. Malaria tropika bisa berefek sejauh ini apabila penanganan terlambat atau tak begitu tepat, maka waspadai jenis malaria ini.

(Baca juga: cara sederhana mengusir nyamuk)

7. Gagal Ginjal Akut

Malaria tropika bisa berimbas pada banyak organ tubuh vital kita lainnya, dan kali ini dampaknya bisa sampai ke ginjal. Gagal ginjal akut yang biasanya disebabkan oleh asupan makanan yang tak tepat, rendahnya volume darah, gangguan pembuluh darah, serta efek samping obat juga sebetulnya dapat terjadi sebagai komplikasi penyakit malaria.

Malaria jenis tropika masuk ke dalam kategori penyakit serius yang dapat menyebabkan komplikasi gagal ginjal akut. Gejala-gejala dari gagal ginjal akut yang perlu diwaspadai antara lain adalah cepat lelah, edema, sesak nafas, dehidrasi, linglung, produksi urine yang berkurang, hipertensi/tekanan darah tinggi, sakit perut, nyeri pada punggung serta nyeri di bagian dada.

Untuk memperoleh pengobatan yang tepat, maka tes darah lengkap berikut juga tes urine sangat perlu ditempuh oleh penderita malaria tropika yang sudah mengalami gejala gagal ginjal akut. Tes pencitraan pun biasanya tak terelakkan untuk ikut ditempuh, yakni lewat USG/CT Scan. Dokter juga akan memerlukan sampel jaringan ginjal melalui biopsi yang kemudian diuji.

8. Malaria Serebral

Malaria tropika bukanlah kondisi malaria biasa karena jenis malaria ini betul-betul mampu mengakibatkan malaria serebral. Malaria serebral adalah suatu kondisi di mana manifestasi klinis dari parasit bernama Plasmodium falciparum terlibat di dalamnya. Hal ini kemudian memberikan pengaruh perubahan di status mental penderitanya.

Gara-gara kondisi ini, penderita bakal mengalami koma yang semuanya berasal dari kondisi demam tinggi. Penyakit malaria serebral juga dikenal dengan penyakit otak akut dan demam tinggi adalah tanda-tandanya. Waspadai bahaya dari malaria jenis tropika satu ini karena bila sudah sampai pengaruhnya ke otak, kemungkinan penyembuhan juga makin sulit.


Pada faktanya, akibat malaria serebral ini, angka mortalitas bisa berada di antara 25-50 persen. Ketika komplikasi ini terjadi pada penderita malaria tropika dan tak segera menanganinya dalam waktu 24-72 jam, kematian adalah akibatnya. Pada kasus ini, gejala yang ditunjukkan adalah lemahnya kesadaran penderita, demam tak menentu, dan tubuh yang mengalami kejang-kejang.

(Baca juga: cara mencegah malaria)

9. Splenomegali

Splenomegali juga merupakan komplikasi yang tak boleh sampai dibiarkan di mana kondisi ini adalah terjaidnya pembesaran di bagian limpa. Gejala paling umum ketika seseorang mengalami splenomegali ini adalah anemia, tubuh yang kelelahan, perut terasa kenyang meski makan hanya sedikit (ini dikarenakan limpa membesar dan memberi tekanan pada perut), serta sakit ketika digunakan bernapas.

Bahkan pada kondisi splenomegali ini, penderita terancam untuk lebih mudah dan sering mengalami infeksi yang sebenarnya disebabkan oleh fungsi organ limpa yang sedang terkena gangguan. Bahkan penderita juga menjadi rentan terhadap perdarahan. Jelas untuk mengetahui kondisi, pemeriksaan fisik akan menjawab semuanya, diikuti juga dengan proses tes darah, dan tes penunjang lain kalau memang dibutuhkan.

10. Parasitemia

Malaria tropika bukan jenis malaria yang dengan mudah diatasi karena kecenderungan dan risiko resistennya terhadap obat. Bahkan bahaya lain yang mengancam adalah parasitemia; parasitemia ini merupakan kondisi penemuan parasit yang ada di dalam darah penderita. Pada kondisi normal, darah tak mengandung parasit, tapi malaria tropika dapat membuatnya demikian.

(Baca juga: penyebab malaria)

Demikianlah bahaya malaria tropika untuk diwaspadai karena jika tak ditangani, maka bahaya-bahaya tersebut mampu merenggut nyawa penderitanya. Konsultasikan kemungkinan-kemungkinan bahaya dari malaria tropika dengan dokter berikut penanganannya secara tepat supaya Anda terhindar dari keganasan jenis malaria satu ini.

, ,
Post Date: Wednesday 01st, March 2017 / 19:14 Oleh :
Kategori : Malaria