Ini 6 Bahaya Mencabut Bulu Kemaluan, Anda Wajib Tahu !

441

Bulu kemaluan walau mungkin tak begitu mengganggu, terkadang beberapa orang ingin mencabutnya agar terjaga kebersihannya atau bahkan dengan alasan bahwa bila tak dicabut maka mereka akan risih sama seperti efek mencukur kumis wanita. Bulu kemaluan yang tak dicukur biasanya meningkatkan risiko akan perkembangan bakteri di area tersebut, namun jika dicabut adakah bahaya mencabut bulu kemaluan?

  1. Infeksi

Entah itu Anda mencabut bulu kemaluan atau bahkan mencukurnya dengan metode apapun, waxing atau penggunaan pisau cukur, hati-hatilah karena risiko infeksi cukup tinggi pada wanita. Maksud dan tujuan mencabut bulu adalah untuk membersihkan area kemaluan, bisa-bisa malah infeksi terjadi pada folikel rambut yang tertinggal saat Anda mencukurnya sehingga Anda perlu mempertimbangkan bahaya satu ini sama seperti bahaya mencukur bulu kemaluan pria.

  1. Iritasi

Penggunaan metode waxing sebagai cara mencabut bulu kemaluan ataupun mencukur menggunakan pisau cukur rupanya tak sepenuhnya aman sebab risiko iritasi sangatlah tinggi. Iritasi bisa menyebabkan kulit pada area tersebut kemerahan, perih, atau bahkan juga disertai dengan rasa gatal sehingga justru Anda tak merasa nyaman saat beraktivitas nantinya.

  1. Bakteri Patogen Berkembang

Risiko perkembangan bakteri patogen pun sangat besar terjadi apabila iritasi karena mencabut bulu kemaluan dialami oleh Anda bercampur dengan kelembaban dan kehangatan di lingkungan daerah kelamin. Bakteri patogen ini jika sampai diberi peluang untuk berkembang, maka penyakit pada area kemaluan bisa terjadi.

Penting untuk mengetahui apa saja jenis bakteri patogen yang bisa menyerang tubuh manusia dan berisiko tinggi menyebabkan berbagai macam penyakit baik itu pada area kemaluan atau bahkan di organ-organ lain tubuh kita:

  • Treponema pertenue
  • Mycobacterium leprae
  • Shigella dysenteriae
  • Salmonella typhosa
  • Treponema pallidum
  • Neiseria gonorrhoeae
  • Haemophilus influenza
  • Vibrio comma
  • Neiseria meningitis
  • Clostridium tetani
  • Mycobacterium tuberculosis
  • Diplococcus pneumoniae
  1. Meningkatkan Risiko Tertular PMS

Adanya bulu atau rambut di kemaluan pada dasarnya juga mampu menjadi faktor yang meminimalisir kontak kulit dengan pasangan dalam berhubungan intim yang menderita PMS atau penyakit menular seksual. Jadi ketika Anda mencabutnya secara kurang tepat, ada risiko terkena penyakit menular seksual karena tertular dari pasangan seksual, seperti misalnya risiko kutil kelamin.

  1. Luka

Risiko bahaya yang umum dapat terjadi pada kemaluan ketika bulu atau rambut di bagian tersebut dicabut atau dibersihkan adalah timbulnya luka mikroskopis sehingga akan timbul lecet-lecet pada kulit. Bahkan lebih serius dari itu, ada pula risiko tinggi Anda terkena luka bakar sebagai bentuk kerusakan ringan kulit.

  1. Bulu Tumbuh ke Dalam

Mencabut ataupun mencukur pada dasarnya juga meningkatkan ketebalan dan kecepatan pertumbuhan dari bulu kemaluan, seperti halnya pada bahaya akibat mencukur bulu ketiak. Kabar buruknya, saat Anda mencabuti atau mencukur bulu kemaluan lalu mengeringkannya, bulu atau rambut bisa tumbuh kembali tapi justru ke dalam.

Jadi bagi para wanita sebaiknya waspadailah akan adanya benjolan kecil pada vagina, ini kemungkinan merupakan efek dari pertumbuhan bulu atau rambut kemaluan yang sehabis dicabut/dicukur lalu tumbuh ke dalam. Meski hilang sendiri nantinya dan tak membahayakan, hal ini tentunya cukup mengkhawatirkan bagi Anda yang mengalami.

Jadi, apakah sebaiknya bulu kemaluan dibiarkan saja?

Tergantung dari kebutuhan personal saja, sebab tanpa mencukurnya pun tak akan menyebabkan masalah negatif, bahkan ketika rajin mencukur atau mencabut selama dengan metode yang benar juga akan baik-baik saja. Anda hanya perlu memiliki pengetahuan tentang risiko dan bahaya dari mencabut bulu kemaluan walau bahaya tersebut tak selalu terjadi.

Sedikit banyaknya rambut pada kemaluan tak berdampak buruk untuk kesehatan, namun ketika Anda melakukan pencabutan atau pencukuran untuk meningkatkan rasa nyaman, lakukanlah dengan benar dan dengan metode yang tepat. Bahkan ketika menggunakan alat, pastikan alat tersebut juga steril supaya area kemaluan juga terhindar dari berbagai penyakit akibat bakteri maupun virus.

Waxing adalah salah satu cara pembersihan bulu kemaluan yang kini tengah banyak ditempuh karena efektif. Namun waxing bulu kemaluan tetap memiliki risiko infeksi kulit karena bakteri dan juga iritasi pada area kemaluan. Lebih dari itu, perlu juga para wanita ketahui bahwa saat bulu kemaluan benar-benar hilang atau bersih, area kewanitaan jadi lebih lembab dan jadi lebih mudah terasa gatal.

Ketika melakukan pencukuran pun, langkahnya harus benar, yakni lawan arah dari arah rambut yang tumbuh dan bahkan tak ketinggalan setelahnya ekstrak lidah buaya atau minyak bayi bisa dioles ke bagian kemaluan sesudah dicukur. Tujuan dari penerapan minyak dan ekstrak tersebut adalah sebagai penurun risiko bahaya mencabut bulu kemaluan berupa radang dan juga iritasi karena kita tahu khasiat lidah buaya untuk kulit sekaligus baby oil yang aman bagi kulit.