Monday, May 27, 2019

Malaria

Malaria adalah termasuk dalam penyakit yang sangat mematikan dan dapat menyerang siapa saja. Malaria akan muncul bila seseorang mendapatkan gigitan dari nyamuk anopheles betina. Infeksi parasit yang disebarkan oleh nyamuk akan membuat penderitanya merasa sangat sakit, menggigil, komplikasi penyakit dan kematian. Penyakit ini perlu ditangani dengan cepat untuk mencegah berbagai resiko komplikasi. Hingga sekarang malaria masih menjadi penyakit yang menakutkan terutama di beberapa negara berkembang termasuk Indonesia. Pengobatan malaria masih bisa dilakukan pada awal infeksi parasit dan pada tahap akhir membutuhkan pengobatan yang lebih intensif.

Apa itu Malaria?

Malaria adalah jenis penyakit yang pertama kali ditemukan oleh seorang dokter dari Italia. Arti dari penyakit malaria banyak dikaitkan dengan penyakit yang berasal dari genangan air kotor. Namun semua istilah ini ternyata tidak benar.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada awal 1882 ditemukan fakta bahwa nyamuk anopheles betina adalah penyebar parasit yang menyebabkan malaria. Nyamuk betina akan menyebarkan telur-telur ke penderita sehingga sebuah parasit yang bernama plasmodium menyebabkan infeksi malaria. Setiap satu ekor nyamuk yang menggigit penderita malaria maka bisa menyebarkannya ke orang lain yang sudah digigit. Dengan cara ini maka penyebaran malaria bisa sangat besar dan mengancam jiwa manusia.

Potensi terbesar pertumbuhan nyamuk anopheles adalah di kawasan negara tropis karena nyamuk menyukai cuaca yang hangat dan memiliki banyak hutan. Namun sekarang berbagai cara bisa dilakukan untuk menyembuhkan malaria seperti pengobatan intensif.

Jenis Malaria

Malaria bisa dikelompokkan berdasarkan penyebaran jenis parasit yang disebarkan oleh nyamuk anopheles betina. Setiap jenis memiliki resiko dan tingkat keparahan yang berbeda. Bahkan beberapa jenis hanya menyerang hewan dan manusia. Berikut ini jenis malaria yang dikenal dalam dunia medis.

a. Plasmodium Vivax

Plasmodium vivax adalah salah satu jenis plasmodium yang menyebabkan malaria dalam tahap yang lebih kecil. Meskipun ini adalah tipe yang paling ringan namun membutuhkan pengobatan yang intensif hingga penderitanya benar-benar sembuh. Masa inkubasi dari plasmodium vivax adalah sekitar 12-18 hari. Fakta tentang plasmodium adalah sebagai berikut.

  1. Plasmodium vivax adalah tipe malaria yang menyebar luas ke seluruh dunia termasuk negara tropis dan sub tropis.
  2. Plasmodium vivax bisa menyerang organ hati, dan beberapa organ penting lain. Pengobatan yang tidak efektif bisa menyebabkan plasmodium bertahan dalam tubuh dan bisa menyerang meskipun tanpa gejala awal.

b. Plasmosidum Malaria

Plasmodium malaria bisa bertahan dalam tubuh selama beberapa tahun. Namun umumnya penyakit malaria ini tidak menunjukkan gejala yang parah hingga benar-benar telah menginfeksi organ tubuh. Masa inkubasi plamsmodium malaria adalah sekitar 18-40 hari. Beberapa penderita biasanya merasa sudah sembuh tapi ternyata sebenarnya dalam tubuh masih memiliki plasmodium ini. Jadi, penderita harus mendapatkan pengobatan hingga tuntas.

c. Plasmodium Ovale

Plasmodium ovale adalah jenis malaria yang bisa sembuh dan dalam waktu yang sangat lama juga bisa kambuh lagi. Ini adalah jenis malaria yang ringan dan biasanya tidak menyebabkan kematian. Parasit dari plasmodium ovale sangat menyukai tinggal dalam organ hati namun tidak menunjukkan gejala jika masih ringan. Plasmodium ovale membutuhkan waktu sekitar 12-18 hari hingga menunjukkan gejala awal. Jadi, plasmodium ovale bisa membuat penderitanya akan sembuh dan bisa muncul lagi dalam beberapa tahun.

d. Plasmodium Falciparum

Plasmodium falciparum adalah jenis penyakit malaria yang paling mematikan. Salah satu fakta yang paling mengerikan dari plasmodium falciparum adalah kejadian malaria di Afrika. Plasmodium ini menyukai daerah yang panas dan kering. Hingga sekarang ini adalah jenis malaria yang paling di takuti. Masa inkubasi yang dibutuhkan oleh plasmodium falciparum adalah sekitar 9 – 14 hari. Masa inkubasi ini lebih cepat dibandingkan jenis plasmodium lain.

e. Plasmodium Knowlesi

Plasmodium knowlesi adalah jenis plasmodium yang bisa menyerang binatang dan juga manusia. Penyebaran nyamuk anopheles dari hewan ke manusia bisa menjadi infeksi yang sangat serius dan harus segera diobati sebelum menginfeksi organ tubuh yang vital.

Penyebab Malaria

Penyebab malaria adalah infeksi plasmodium dari nyamuk anopheles. Nyamuk anopheles betina yang telah menggigit penderita malaria sebelumnya akan menyebarkan plasmodium ke tubuh orang yang baru digigit. Nyamuk anopheles betina membutuhkan waktu sekitar 7 hari untuk membentuk plasmodium yang berasal dari penderita malaria.

Infeksi malaria juga bisa disebarkan oleh manusia dengan cara transplantasi organ tubuh, transfusi darah, pemakaian jarum suntik dari orang yang menderita malaria dan malaria yang ditularkan ibu hamil ke janin. Namun malaria tidak dapat menular hanya dengan bersentuhan tangan atau kulit, udara, bersin dan gejala flu.

Gejala Malaria

Gejala malaria biasanya masih kurang diperhatikan terutama di beberapa daerah yang pernah mengalami endemi malaria. Orang yang pernah menderita malaria mungkin tidak akan merasakan gejala karena infeksi malaria telah membuat tubuh menjadi lebih kebal daripada orang yang belum terinfeksi. Namun meskipun tidak terjadi gejala tetap berbahaya untuk kesehatan. Gejala malaria dapat dilihat pada beberapa sebab seperti jenis parasit yang menyebabkan malaria, infeksi malaria yang pernah terjadi dan sistem kekebalan tubuh.

  1. Gejala Awal Malaria
    • Menggigil atau terkadang tubuh terasa panas dan kemudian dingin dalam waktu yang cepat.
    • Gangguan pencernaan seperti tidak ada nafsu makan, selalu ingin muntah, dan mual.
    • Tubuh penderita akan lebih mudah berkeringat meskipun tidak melalukan aktifitas atau tidak panas.
    • Tubuh akan lebih terasa lelah dan tidak bersemangat untuk beraktivitas.
  2. Gejala Umum. Selain beberapa gejala awal tersebut maka biasanya penderita juga menunjukkan gejala lain seperti:
    • Organ limfa yang membesar dan ditandai dengan gangguan pencernaan parah.
    • Nyeri sendi dan terkadang timbul sakit otot yang kuat.
    • Nyeri pada bagian tulang punggung dan disertai batuk kering yang sangat lama.
  3. Gejala Khusus. Gejala khusus biasanya akan muncul setelah gejala umum dalam jangka waktu lama dan penderita tidak mendapatka pengobatan yang efektif. Berikut ini beberapa gejala khusus yang sering ditemukan pada penderita malaria parah.
    • Penderita akan mengalami sakit punggung parah yang disebabkan karena sum-sum tulang belakang tidak berfungsi dengan baik.
    • Gangguan otak disertai sakit kepala hebat.
    • Sering kejang dan kesadaran penderita yang terus menurun.

Cara Diagnosa Medis Penderita Malaria

Diagnosa malaria biasanya dilakukan dengan melihat pada gejala atau keluhan penderita. Namun karena gejala malaria yang menyerupai dengan gangguan penyakit ringan lainnya, maka cara ini lebih sering ditinggalkan. Di daerah yang memiliki riwayat endemik malaria harus melakukan pemeriksaan dengan detail. Berikut ini beberapa pengujian yang dilakukan untuk menemukan infeksi plasmodium malaria.

  1. Pemeriksaan Fisik. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk melihat gejala yang muncul pada penderita seperti suhu badan, keringat, keluhan sakit kepala, mual dan gangguan pencernaan. Pada penderita malaria yang sudah berat mungkin bisa ditemukan beberapa gejala yang lebih berat seperti depresi, bingung, dan anemia.
  2. Pemeriksaan Darah. Ketika pemeriksaan fisik sudah menunjukkan gejala malaria, maka langkah penegakan diagnosis tidak bisa dilakukan begitu saja. Pengujian dengan mengambil sampel darah diperlukan untuk menguji kebenaran infeksi plasmodium. Dari sampel darah maka bisa ditemukan jenis plasmodium yang menginfeksi tubuh dan tes ini lebih akurat dibandingkan dengan pemeriksaan fisik saja.

Pengobatan Malaria

Pengobatan malaria bisa dilakukan dengan pemberikan obat oral yang bernama pil kina. Dunia medis telah mengakui bahwa pil kina adalah obat ampuh untuk membunuh infeksi plasmodium. Dalam dunia medis juga ditemukan beberapa jenis obat lain yang biasanya diberikan bersama pil kina seperti klorokuin dan quinidin.

Bahaya Malaria

Malaria adalah penyakit yang sangat berbahaya. Pada tingkat yang lebih parah maka bisa menyebabkan kematian. Berikut ini beberapa jenis bahaya penyakit malaria.

  1. Kehilangan kesadaran. Penderita malaria bisa kehilangan kesadaran karena plasmodium yang membuat aliran sel darah merah pada pembuluh darah tidak bekerja dengan baik. Plasmodium mengikat darah dan mempengaruhi fungsi otak sehingga penderita bisa kehilangan kesadaran hingga kematian.
  2. Penularan ke janin. Bagi ibu hamil yang memiliki riwayat malaria harus mendapatkan pengobatan secara efektif. Plasmodium bisa menyebar ke janin dan menyebabkan kematian.
  3. Kematian. Resiko paling besar dari infeksi malaria adalah kematian. Kematian biasanya akan terjadi setelah plasmodium menyebabkan beberapa infeksi seperti infeksi pada hati dan limfa.

Cara Mencegah Malaria

Malaria banyak ditemukan di beberapa negara tropis termasuk Indonesia. Namun penyebaran malaria bisa disebabkan dari perjalanan ke daerah endemik malaria maupun daerah baru. Berikut ini beberapa cara untuk menghindari malaria.

  1. Hindari gigitan nyamuk Anopheles penyebab malaria. Ketika Anda masuk ke daerah endemik malaria maka bisa memakai obat luar anti nyamuk dan memakai kelambu saat tidur.
  2. Menggunakan obat-obatan pencegah malaria. Beberapa negara barat bisa sudah mewajibkan bagi masyarakat yang ingin pergi ke negara dengan endemik atau riwayat malaria dengan vaksin. Vaksin ini tidak bisa mencegah masuknya parasit karena gigitan nyamuk tapi sangat efektif untuk mematikan perkembangan plasmodium dalam darah.

Penyakit malaria mungkin sudah banyak berkurang. Namun tidak ada salahnya jika kita terus waspada dengan mengenal tentang penyakit malaria dan mengetahui cara pencegahan sehingga memiliki resiko yang rendah.

Recommended