Sponsors Link

7 Penyebab Hipertiroid dan Pengobatannya

Sponsors Link

Hipertiroid merupakan gejala di dalam tubuh yang mengalami kelebihan jumlah hormon tiroid dalam tubuh. Kelebihan hormon tiroid ini akan mempengaruhi kerja organ tubuh menjadi lebih cepat. Kerja jantung akan berdegup lebih cepat, banyak keringat yang keluar, berat badan akan turun dengan cepat. Hal ini terjadi karena kelebihan hormon tiroid akan mempercepat metabolisme di dalam tubuh. Sedangkan kelenjar tiroid ini berfungsi dalam mengontrol metabolisme dalam tubuh serta mengolah makanan dalam tubuh menjadi sumber energi. ( Baca : Penyebab gondok )

ads

Kelenjar tiroid terletak di leher bagian depan. Kelenjar tiroid ini lebih sering terjadi pada kaum wanita. kelenjar tiroid ini kemungkinan bisa menyerang pada usia berapapun, tetapi kebanyakan akan lebih mudah menyerang pada usia sekitar 20 sampai 40 tahun. Akibat adanya penyakit hipertiroid ini akan muncul beberapa gejala pada tubuh manusia yaitu seperti terjadi pembengkakan pada leher akibat kelenjar tiroid yang membesar, denyut jantung yang semakin cepat dan tidak beraturan, kulit akan menjadi lembap dan hangat, otot mengalami kedutan, merasa gemetaran, muncul ruan pada kulit atau biduran, terjadi kerontokan yang tidak merata pada rambut, serta telapak tangan berwarna kemerahan. ( Baca : Gemetar saat lapar )

Selain gejala diatas juga masih ada beberapa gejala lain yang bisa terjadi pada tubuh seseorang yang mengalami hiperteroid yaitu seperti berat badan akan turun dengan tanpa alasan yang jelas, seseorang akan lebih hiperaktif serta merasa cemas, mudah marah serta emosional, akan mengalami insomnia, berkeringat secara berlebihan, dorongan aktifitas seksual menurun, kelemahan otot, kemandulan, lebih sering BAB (buang air besar) dan BAK (buang air kecil), serta terjadi perubahan siklus menstruasi yang tidak teratur. ( Baca : Badan gemuk jadi kurus )

Hipertiroid merupakan kondisi tubuh yang terlalu banyak kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid di dalam tubuh yang terlalu banyak bisa disebabkan oleh beberapa faktor yaitu sebagai berikut:

  1. Penyakit Graves

Penyakit graves ini merupakan penyakit yang lebih banyak terjadi karena faktor ketururnan yang bisa menyerang pada usia berapa pun, terutama lebih sering menyerang pada wanita usia 20 sampai 40 tahun. Hipertiroid yang dialami oleh manusia kebanyakan terjadi karena disebabkan adanya penyakit graves di dalam tubuh. Penyakit ini akan mengakibatkan produksi hormon tiroksin lebih banyak dan semakin banyak sehingga akan mengakibatkan hipertiroid. Penyakit graves ini juga dapat menyebabkan pandangan mata menjadi kabur serta gejalanya akan membuat bola mata yang akan terlihat seperti menonjol keluar.

Baca : Penyebab hormon prolaktinCara meningkatkan hormon progesteronCara meningkatkan hormon totesteron

  1. Tiroiditis

Tiroiditis merupakan penyakit peradangan yang terjadipada kelenjar tiroid yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Bakteri atau virus ini akan menyerang kelenjer tiroid yang ada di tenggorokan sehingga akan menyebabkan kebocoran pada hormon tiroksin. Kebocoran hormon tiroksin ini sehingga menjadi tidak terkontrol dan menyebabkan hipertiroid.

  1. Nodul Tiroid

Nodul tiroid ini merupakan gumpalan yang ada di dalam kelenjar tiroid, meskipun gumpalan ini tidak mempunyai sifat seperti tumor tetapi dapat menyebabkan jaringan tiroid menjadi tidak normal sehingga dapat menjadikan penyakit hipertiroid. Nodul tiroid ini mengakibatkan produksi hormon tiroksin menjadi meningkat sehingga akan menyebabkan terjadinya hipertiroid.

Sponsors Link

  1. Efek Samping Obat

Obat tertentu juga ada yang mempunyai efek samping meningkatkan produksi hormon tiroid. Makanan atau suplemen yang mengandung iodine merupakan makanan untuk memproduksi hormon tiroksin, jika kebanyakan mengkonsumsi makanan yang mengandung iodine maka akan menyebabkan hormon tiroksin terlalu banyak sehingga akan menjadikan penyakit hipertiroid di dalam tubuh.

Baca : Bahaya obat batuk  – Obat amandel bengkakObat sakit perut

  1. Kanker Tiroid

Kanker tiroid ini memang sangat jarang dan langka kejainnya tetapi jika kanker ini terjadi maka akan menghasilakan banyak hormon tiroksin yang akan menyebabkan terjadinya hipertiroid di dalam tubuh karena tubuh mengalami kebanyakan hormon tiroksin yang menyusun krlrnjar tiroid.

  1. Konsumsi Yodium yang Berlebihan

Yodium di dalam tubuh digunakan untuk membuat hormon tiroid melalui proses peleburan di dalam tubuh. Jika seseorang mengkonsumsi yodium atau makanan yang mengandung yodium dalam kadar yang berlebihan maka akan menyebabkan produksi hormon tiroid di dalam tubuh terlalu banyak sehingga akan timbul hipertiroid.

Baca : Kekurangan dan kelebihan yodiumBahaya akibat kekurangan yodiumGangguan akibat kekurangan yodium

  1. Produksi THS yang abnormal

Produksi THS yang tidak normal di dalam tubuh akan menyebabkan timbulnya tumor. Tumor ini akan menjadikan produksi THS yang berlebihan. THS diproduksi secara berlebihan maka akan mengakibatkan kelenjar tiroid mengeluarkan T3 dan T4 lebih banyak dari normalnya sehingga akan menyebabkan hipertiroid.

Diagnosa Hipertiroid

Jika anda mengalami beberapa gejala yang merupakan gejala dari penyakit hipertiroid maka segera lakukan pemeriksaan agar segera mengetahui apakah anda benar-benar terserang hipertiroid atau karena penyakit yang lainnya. Untuk mendiagnosis adanya hipertiroid maka dapat dilakukan cara dibawah ini yaitu:

  • Tes Fungsi Tiroid

Tes awal untuk mengetahui kadar atau tinggi rendahnya hormon tiroid dalam tubuh yaitu dengan menggunakan fungsi tiroid. Tes ini dilakukan dengan tes darah untuk mengetahui tingkat TSH (tyroid stimulatting hormone) serta tingak hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid di dalam tubuh.

ads
TSH ini akan berfungsi mengontrol dan mengendalikan produksi tiroksin dan triiodotironin di dalam tubuh. orang yang mengalami hipertiroid, kadar THS rendah sedangkan kadar trioksin dan triiodotironin tinggi. Hasil tese bermacam-macam dan ada juga yang menghasilkan TSH rendah tapi kadar trioksin normal. Jika terjadi kasus semacam ini maka tidak perlu adanya pengobatan karena akan sembuh dengan sendirinya selam waktu 2 bulan, tetapi perlu adanya penegcekan untuk mengetahui kadar TSh sudah normal atau belum. Keadaan ini dinamakan hipertiroid subklinis.

  • Tes Pencitraan Tiroid Isotop

Tes ini merupakan tes lanjutan dari tes awal setelah telah diketahui bahwa anda telah disimpulkan menderita hipertiroid. Tes ini dilakukan dengan memberikan obat kapsul atau cairan yang merupakan unsur radioaktif atau isotop untuk ditelan. Tes ini dilakukan untuk mengetahui penyebab dari terjadinya hipertiroid dalam tubuh. Jika isotop yang diberikan menunjukkan bahwa diserap oleh kelenjar tiroid rendah maka menunjukkan bahwa yang menyebabkan hipertiroid adalah tiroiditis, asupan iodine yang tinggi atau disebabkan kanker tiorid. Tetapi jika isotop yang diserap oleh kelenjar tiroid cukup banyak maka mengindikasikan bahwa yang menyebabkan hipertiroid adalah nodul tiroid atau penyakit graves.

Pengobatan Hipertiroid

Hipertiroid merupakan penyakit yang berbahaya untuk kesehatan tubuh sehingga harus segera diatasi dan diatangi pengobatannya ketika tubuh terserang penyakit ini. Setelah dilakukan diagnosis sehingga telah mengetahui penyebab dari penyakit hipertiroid yang ada di dalam tubuh maka langkah selanjutnya adalah mekaukan pengobatan. Melakukan pengobatan hipertiroid dengan berdasarkan faktor usia, gejala yang dialami serta kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Beberapa cara untuk mengatasi dan mengobati hipertiroid yaitu sebagai berikut:

  1. Thionamide

Thionamide merupakan jenis obat yang mempunyai fungsi menekan produksi hormon trioksin dan triiodotironin. Contoh obat yang termasuk ke dalam jenis thionamide yaitu seperti carbimazole dan propylthiouracil. Untuk bisa melihat hasil dari penggunaan obat ini maka perlu pengkonsumsian obat selama satu sampai dua bulan. Setelah ada perubahan maka konsumsilah dengan dosis yang diturunkan seiring dengan menurunnya kadar hormon trioksin dan triiodotironin di dalam tubuh.

  1. Radioterapi

Radioterapi merupakan pengobatan hipertiroid dengan menggunakan obat kapsul atau cair. Dengan menggunakan cara ini maka hipertiroid akan semakin menyusut dengan perlahan. Untuk pengobatan dengan cara ini tidak dianjurkan kepada ibu hamil serta orang yang mengalami gangguan mata. Setelah pengobatan dengan cara ini juga ada konsekuensinya yaitu jika seorang wanita maka tidak diperbolehkan untuk hamil dahulu selama 6 bulan setelah pengobatan dan untuk laki-laki tidak diperbolehkan menghamili terlebih dahulu selama 4 bulan setelah pengobatan.

Dosis pemberian obat dengancara ini yaitu dengan satu kali. Akan diberikan dosis yang lebih tinggi jika belum mengalami perubahan dengan jeda waktu sekitar 6 bulan hingga satu tahun. Pengobatan dengan cara ini akan memberikan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dari pengobatan thionamide karena pengobatan dengan ini mempunyai hasil yang sangat bagus.

  1. Beta-Blocker

Obat ini diberikan setelah produksi dari kelenjar tiroid bisa dikendalikan oleh thionamide. Beta blocker ini merupakan obat yang yang diberikan untuk mengatasi gejala yang timbul akibat hipertiroid seperti hiperaktif, detak jantung cepat serta tremor. Obat ini mempunyai efek samping tetapi tidak begitu berbahaya yaitu seperti insomnia, mual, menggigil, dan mudah merasa lelah.

Baca : Penyebab sering mual setelah makanKepala sering terasa berat pusing dan mual

  1. Operasi Tiroid

Operasi tiroid merupakan cara terkhir yang bisa dilakukan jika memang sudah tidak ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi atau menyembuhkan hipertiroid. Operasi ini dilakukan jika kondisi pasien seperti:

  • Telah melakukan pengobatan tetapi hipertiroid muncul kembali. ( Baca : Makanan yang cepat menyembuhkan luka operasi )
  • Terjadi pembengkakan yang parah pada kelenjar tiroid.
  • Kondisi sedang hamil atau menyusui sehingga tidak bisa dilakukan pengobatan dengan radioiodine atau tidak bisa dengan pengobatan thionamide
  • Pasien menderita penyakit mata parah.

Jika memutuskan untuk mengambil jalan operasi sebagai jalan penyembuhan maka disarankan untuk mengangkat seluruh kelenjar tiroid yang ada agar tidak kambuh kembali. Orang yang menjalani operasi ini maka akan mempunyai resiko harus mengkonsumsi obat semuru hidup agar kelenjar tiroidnya yang tidak berfungsi dapat ditangani.

Demikian beberapa penjelasan dari hipertiroid, karena hipertiroid berbahaya maka lakukanlah pencegahan dengan menggunakan pola hidup sehat agar anda dan keluarga anda selamat dari hipertiroid ini.

Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

,
Post Date: Sunday 24th, April 2016 / 12:39 Oleh :
Kategori : Hipertiroidisme