Sponsors Link

3 Bahaya Asam Lambung Naik dan Pengobatannya

Sponsors Link

Asam lambung naik atua dalam dunia medis dikenal dengan refluks gastroesofagus atau juga disebut sebagai penyakit GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease) merupakan gangguan pencernakan yang dialami hampir oleh setiap orang. Akan tetapi kebanyakan dari mereka tidak menyadari akan gangguan tersebut dan kebanyakan dari mereka mengabaikan hal tersebut. Ini merupakan suatu kelainan dimana asam lambung mengalami refluks atau mengalir balik ke daerah kerongkongan. Asam lambung merupakan cairan pencernaan yang terbentuk di dalam perut, khususnya oleh organ lambung.

ads

Asam lambung terdiri atas asam klorida (HCL) yang merupakan konstitue utama asam lambung yang dihasilkan oleh sel parietal (sel oxyntic) di kelenjar lambung dalam perut, Kalium Klorida (KCL), dan Natrium Klorida (NaCL). Asam lambung diproduksi oleh sel-sel yang melapisi lambung dan memegang peranan yang cukup penting dalam proses pencernaan makanan, yaitu mencerna makanan yang mengandung protein serta mengaktifkan enzim pencernaan guna memecah rantai panjang asam amino.


Gejala Asam Lambung Naik

Ph normal asam lambung adalah antara 1,5 hingga 3,5. Apabila gejala asam lambung naik, maka kondisi tersebut dapat membahayakan organ-organ pencernaan seperti lambung dan kerongkongan. Untuk itu, ada baiknya apabila kita selalu waspada akan hadirnya gejala-gejala yang dapat menandakan bahwa asam lambung kita naik. Gejala yang timbul pada orang yang mengalami gangguan asam lambung naik hampir sama saat maag. Hal yang membedakan adalah pada saat seseorang mengalami gangguan asam lambung naik maka akan timbul sensasi panas atau terbakar di daerah dada.

Adapun gejala-gejala asam lambung naik lainnya adalah :

  • Mulas – Ini merupakan salah satu gejala asam lambung naik yang ditandai dengan timbulnya rasa sakit atau rasa tidak nyaman pada bagian perut dan nantinya rasa sakit tersebut dapat menjalar ke perut bagian tengah, penyebab dada sakit hingga ke tenggorokan.
  • Regurgitasi – Ini merupakan gejala asam lambung naik yang ditandai dengan naiknya asam ke bagian tenggorokan atau mulut. Ini dapat menyebabkan timbulnya rasa asam atau pahit di mulut, sering bersendawa, serta muntah.
  • Dispepsia – Dalam beberapa kasus, seseorang yang mengalami asam lambung naik dapat mengalami sindrom dispepsia atau ketidaknyamanan pada bagian perut. Kondisi ini ditandai oleh beberapa gejala seperti, timbulnya rasa mual sesaat setelah makan, sering bersendawa, perut terasa penuh atau kembung dan timbulnya rasa nyeri dan tidak nyaman pada perut bagian atas.

Gejala-gejala tersebut di atas dapat menandakan bahwa telah terjadi peradangan pada kerongkongan penderita, yang nantinya dapat menimbulkan kerusakan pada lapisan kerongkongan, dan pada akhirnya dapat terjadi perdarahan.


Penyebab Asam lambung Naik

Reflux asam lambung terjadi karena terjadinya sekresi yang berlebihan pada lambung. Gejala yang ditimbulkan paling sering terjadi pada saat :

  • Setelah mengkonsumsi jenis makanan yang berat
  • Pada saat membungkuk atau pada saat mengangkat benda
  • Pada saat berbaribg, terutama terjadi di bagian punggung.

Mengkonsumsi beberapa jenis makanan tertentu dapat menyebabkan semakin memburuknya gejala yang dirasakan oleh penderita gangguan ini. Untuk itu sebaiknya cobalah untuk menghindari jenis makanan seperti jeruk, coklat, makanan yang berlemak dan bahaya makanan pedas, minuman yang mengandung bahaya kafein, bahaya alkohol, permen, serta tomat. Gangguan pencernakan asam lambung naik bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti :

  • Obesitas – Seseorang yang mengalami gangguan obesitas (kelebihan berat badan) dapat beresiko meningkatkan tekanan di daerah perutnya. Kondisi ini nantinya akan membuat otot LES melemah.
  • Pola makan yang buruk – Seseorang yang lebih suka mengkonsumsi makanan yang berlemak berada dalam resiko yang tinggi untuk terkena gangguan asam lambung naik. Ini disebabkan karena makanan yang berlemak akan membutuhkan waktu yang lebih lama dalam proses pencernaannya, sehingga akan dapat meningkatkan produksi asam lambung. Kondisi tersebut bisa beresiko naiknya asam lambung ke kerongkongan dan mulut.
  • Gaya hidup buruk – Kondisi asam lambung ini juga rentan terjadi pada mereka yang menjadi pecandu rokok, alkohol, kopi, serta coklat. Makanan tersebut dapat membuat otot LES menjadi melemah dan menjadi penyebab asam lambung naik.
  • Kehamilan – Peningkatan hormon serta bertambahnya tekanan dari janin yang ada dalam kandungan dapat memiju terjadinya reflux asam. Kondisi ini biasanya akan menimbulkan rasa mulas selama kehamilan. Lebih dari separuh wanita hamil mengalami hal ini, dan dalam kebanyakan kasus rasa mulas tersebut akan menghilang setelah proses persalinan.
  • Stress – Seseorang yang memiliki kehidupan dengan tingkat stress yang tinggi dapat meningkatkan resiko gangguan reflux asam lambung.


Seiring dengan berjalannya waktu, terjadinya peradangan pada tenggorokan penderita akan dapat menimbulkan beberapa bahaya asam lambung yang menimbulkan komplikasi yang lebih parah, seperti :

Sponsors Link

1. Penyempitan esofagus

Refluks asam lambung dapat mengakibatkan rusaknya sel-sel jaringan esofagus bagian bawah. Kondisi ini dapat memicu timbulnya jaringan parut yang nantinya dapat mempersempit jalur makanan sehingga menyebabkan penderita kesulitan pada saat menelan.

Kondisi kesulitan menelan juga terjadi pada kondisi :

2. Ulkus Kerongkongan (luka pada bagian esofagus)

Pada kondisi Refluks lambung yang parah, akan dapat menimbulkan terjadinya pengikisan pada kerongkongan dan menyebabkan pembentukan luka (ulkus) pada jaringan tersebut. Ulkus tersebut nantinya bisa mengalami perdarahan sehingga menimbulkan penderita kesulitan menelan.

Luka kerongkongan ini juga lebih mudah terjadi karena :

3. Eshopagus Barret

Apabila refluks asam lambung sudah begitu parah, hal tersebut dapat mengakibatkan kerusakan pada lapisan esophagus seperti terjadinya perubahan sel-sel yang melapisi esophagus secara abnormal. Kondisi ini bisa meningkatkan resiko penderita untuk lebih mengembangkan kanker tenggorokan.

Waspadai kanker tenggorokan ini yang bisa juga dipicu karena :

Pengobatan Asam Lambung

Asam lambung yang diproduksi dalam perut sebenarnya berfungsi untuk membantu proses memecah makanan serta untuk melindungi saluran pencernaan dari serangan infeksi. Namun, pada saat perut memproduksi asam lambung dalam jumlah yang berlebih, hal tersebut akan dapat menimbulkan berbagai gejala ketidaknyamanan serta masalah kesehatan, terutama pada bagian saluran pencernakan. Cara yang terbaik untuk mengatasi masalah tersebut antara lain adalah :

Sponsors Link

Non Medis

Perubahan gaya hidup merupakan tindakan non medis yang bisa dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadi refluks asam lambung. Adapun langkah yang bisa Anda tempuh adalah :

1. Mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang

Salah satu langkah dalam menurunkan tingkat asam lambung yang berlebih adalah dengan mengkonsumsi makanan seimbang serta menerapkan makanan untuk diet sehat. Seperti mengkonsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, serta susu rendah lemak. Hindari makanan yang banyak mengandung lemak trans, kolesterol, gula, maupun sodium (garam).

2. Mempertahankan berat tubuh ideal

Mempertahankan indeks massa tubuh yang sehat dapat membantu mengatasi masalah refluks asam lambung. Dengan mengatur pola makan serta melakukan kegiatan berolahraga secara teratur akan sangat membantu dalam mempertahankan berat tubuh ideal.

3. Memperhatikan asupan kalori

Mengkonsumsi makanan yang mengandung kalori akan meningkatkan resiko obesitas. Untuk itu, Anda perlu menghitung asupan kalori yang Anda butuhkan guna mempertahankan berat tubuh yang ideal. Anda bisa mengecek label kandungan nutrisi dari produk-produk yang Anda beli. Ini merupakan langkah yang sederhana namun efisien guna mempertahankan berat badan Anda pada posisi ideal.

Medis

1. Mengkonsumsi obat-obatan

Jenis obat-obatan yang dapat membantu mengatasi refluks asam lambung antara lain adalah :

  • Penggunaan Antasida seperti Maalok, Mylanta, Gelucyl, Gaviscon, Rolai, dan Tums dapat membantu menetralisir asam lambung
  • Blocker H-2 Reseptor seperti cimetidine, famotidine, nizatidin, serta ranitidin dapat membantu mengurangi produksi asam lambung.
  • Proton Pump Inhibitor seperti Lansoprazole dan omeprazole akan membantu memblokir produksi asam lambung serta menyembuhkan kerongkongan.

2. Operasi

Meskipun terjadinya gangguan refluks lambung atau  GERD bisa dikontrol melalui obat-obatan, namun pada kasus dimana obat-obatan tidak mampu mengatasi hal tersebut maka dokter bisa melakukan tindakan operasi, seperti :

  • Operasi untuk memperkuat sfingter esofagus bagian bawah (Nissen fundoplication)
  • Operasi untuk memperkuat sfingter esofagus bagian bawah (Linx)

Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Thursday 01st, October 2015 / 03:04 Oleh :
Kategori : Asam Lambung