19 Tips Cara Mencegah Mabuk Perjalanan Secara Ampuh

2580

Melakukan perjalanan jauh bersama keluarga atau bersama sahabat tentu akan sangat menyenangkan sekaligus memberikan kenangan yang berkesan bagi siapa saja. Anda akan memperoleh pengalaman baru ataupun pengalaman yang berkesan bersama dengan orang-orang yang berada di dekat Anda. Namun, apa jadinya jika perjalanan Anda justru terganggu karena mabuk perjalanan? Mabuk perjalanan merupakan adanya keluhan dan juga gejala yang muncul pada seseorang ketika orang tersebut menumpang pada sebuah kendaraan, baik kendaraan laut, darat, maupun udara.

Sebuah perjalanan yang seharusnya menyenangkan justru menjadi sangat mengganggu, terutama bagi Anda yang mengalami mabuk perjalanan. Sayangnya, hampir setiap orang yang pernah mengalami mabuk perjalanan biasanya akan terus mengalami hal yang sama setiap kali melakukan perjalanan. Jadi bisa dikatakan bahwa mabuk perjalanan adalah gangguan saat melakukan perjalanan yang bisa muncul pada orang yang sama karena mabuk perjalanan ini biasanya bersifat “langgananan”. Tentu hal tersebut sangat mengganggu setiap kali akan melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan. Bahkan seseorang yang sudah terlalu sering mengalami mabuk perjalanan akan merasakan takut dan juga khawatir bahkan sebelum melakukan perjalanan. Orang yang sudah sering mengalami mabuk perjalanan biasanya memiliki mindset dalam pikirannya bahwa ia akan mengalami mabuk perjalanan ketika ia berada di dalam kendaraan. (baca juga: cara menghilangkan mabuk perjalanan)

Beberapa gejala yang sering dialami ketika mabuk perjalanan adalah muncul keringat dingin, kepala sering pusing, mual, kemudian diikuti dengan muntah. Mabuk perjalanan biasanya sangat rentan bagi siapa saja yang melakukan perjalanan menggunakan kendaraan darat dan juga laut, seperti mobil, bus, dan juga kapal laut. Namun, seseorang yang bepergian menggunakan kendaraan udara yaitu pesawat terbang juga sangat mungkin untuk mengalami mabuk perjalanan. Meskipun kebanyakan kasus menunjukkan bahwa mabuk perjalanan udara akan muncul ketika selesai melakukan perjalanan atau yang biasa disebut dengan jetlag.

Mabuk perjalanan tentu bisa dialami oleh siapa saja. Namun, mabuk perjalanan akan lebih mudah muncul pada orang-orang yang memang sudah sering mengalami mabuk perjalanan. Selain menimbulkan ketidaknyamanan, mabuk perjalanan juga akan membuat kondisi tubuh menurun dan membuat perjalanan menjadi tidak lagi berkesan.

Penyebab Mabuk Perjalanan

Mabuk perjalanan biasanya akan dialami oleh orang-orang yang duduk di kursi belakang. Kenapa? Seseorang yang duduk di bagian kursi belakang biasanya akan mengalami gangguan pada sistem saraf sehingga kepalanya akan terasa pusing dan mengalami mabuk perjalanan. Mabuk perjalanan terjadi karena adanya rangsangan yang berlebihan pada sistem vestibular. Hal tersebut terjadi karena adanya pertentangan antara informasi yang disalurkan oleh organ keseimbangan kepada otak pada satu pihak dan juga informasi yang berasal dari indra lain pada lain pihak. Biasanya hal tersebut berkaitan dengan pertentangan antara mata dan juga perasa karena keduanya seharusnya melakukan kerja sama untuk mengatur organ keseimbangan (labirin).

Sebagai contoh, seseorang yang berada di dalam mobil di kursi belakang melakukan aktivitas membaca. Organ keseimbangan akan melakukan pencatatan terhadap gerakan, namun matanya tidak melakukan hal yang sama karena sedang berfokus pada objek yang dibaca. Pada kondisi itulah terjadi pertentangan yang mendorong labirin untuk melepaskan isyarat-isyarat pada sistem vestibular. Sinyal atau isyarat tersebut akan diteruskan ke area sistem muntah sehingga muncullah rasa mual dan juga kecenderungan untuk muntah. (baca juga: cara mencegah mabuk laut)

Secara teoretis, penjelasan di atas adalah proses terjadinya mabuk perjalanan pada seseorang. Adapun beberapa faktor yang dapat memicu mabuk perjalanan adalah sebagai berikut:

1. Pengiriman Pesan yang Berlawanan

Adanya pengiriman pesan yang berlawanan antara pesan dari telinga bagian dalam (pusat keseimbangan dalam tubuh) dengan pesan disampaikan oleh mata kepada otak. Karena hal tersebut maka terjadilah kekacauan (desinkronosis) pada sistem koordinasi saraf di otak. Kondisi semacam ini biasanya sangat rentan dialami oleh penumpang kendaraan yang berada di kursi belakang. Pandangan penumpang yang ada di kursi belakang biasanya akan terpusat pada jendela samping. Akibatnya, apa yang diperoleh oleh indera penglihatan menjadi tidak sama dengan apa yang dirasakan oleh tubuh. Dengan kata lain, tubuh tidak mendapatkan kesamaan antara penglihatan dan juga yang dirasakan tubuh. (baca juga: penyebab telinga berdengung)

2. Aroma yang Tajam

Bau atau aroma tajam yang berasal dari dalam kendaraan juga bisa memicu mabuk kendaraan. Aroma-aroma tertentu seperti asap rokok, aroma parfum yang terlalu tajam, pengharum kendaraan, bauk bahan bakar, dan juga berbagai aroma lain yang menyengat akan menyebabkan tubuh terasa tidak nyaman. Bau menyengat tersebut biasanya akan memicu rangsangan untuk muntah dan juga rasa pusing sehingga mabuk perjalanan tidak dapat dicegah. (baca juga: 9 efek samping bahaya makan buah durian bisa mematikan)

3. Kekurangan Oksigen

Kadar oksigen yang terlalu rendah di dalam kendaraan juga bisa menyebabkan mabuk perjalanan. Otak adalah pusat pengaturan berbagai sistem yang ada di dalam tubuh. Jendela kendaraan yang ditutup menyebabkan sirkulasi udara di dalam kendaraan tidak lancar sehingga menyebabkan ketersediaan oksigen di dalam kendaraan menjadi terbatas. Akibatnya, kebutuhan tubuh akan oksigen menjadi tidak terpenuhi dan juga suplai oksigen ke otak menjadi kurang. Hal tersebut akan menyebabkan rasa pusing dan memicu mual. Berbagai aktivitas negatif seperti merokok di dalam kendaraan juga bisa menyebabkan kadar oksigen di dalam kendaraan menurun, sementara jumlah karbondioksida mengalami peningkatan. Jadi, bukan aroma menyengat dari asap rokok saja yang mengganggu, tetapi juga kadar karbondioksida dari asap rokok yang menyebabkan mabuk perjalanan. (baca juga: penyebab tubuh kekurangan oksigen)

4. Guncangan dalam Kendaraan

Mabuk perjalanan akan sangat mungkin untuk muncul ketika kondisi jalan yang dilalui menimbulkan guncangan. Jalan bergelombang atau tidak rata akan membuat goncangan yang memicu kepala menjadi pusing dan perut menjadi mual. Selain itu, menempuh jalan yang terlalu sering berkelok-kelok juga bisa menyebabkan mabuk perjalanan. Jalan yang berkelok-kelok semakin memperbesar munculnya ketidakseimbangan pada sistem vestibular karena apa yang diperoleh dari sistem penglihatan dan yang dirasakan tidak bisa sama dan seimbang. (baca juga: cara meningkatkan fokus)

5. Membaca Saat Kendaraan Sedang Melaju

Membaca adalah salah satu aktivitas yang sebaiknya Anda hindari ketika berada di dalam kendaraan yang sedang melaju. Membaca akan menuntut fokus penglihatan kepada tulisan yang sedang dibaca. Sedangkan tubuh kita merasakan gerakan ke depan dari laju kendaraan. Kedua indera tersebut (penglihatan dan perasa) menjadi tidak seimbang karena memperoleh informasi yang berbeda. Akibatnya sistem vestibular menjadi tidak seimbang dan menyebabkan mabuk perjalanan. (baca juga: makanan yang dapat menyebabkan apendisitis)

Itulah beberapa hal yang dapat menyebabkan mabuk perjalanan. Hal tersebut bisa saja bukan menjadi masalah yang serius atau bahkan tidak menimbulkan dampak apapun bagi orang-orang yang jarang atau tidak pernah mengalami mabuk perjalanan. Namun, bagi orang-orang yang sering mengalami mabuk perjalanan, salah satu faktor saja dari kelima faktor di atas bisa menjadi pemicu yang efektif untuk menyebabkan mabuk perjalanan. Bahkan kondisi psikis seseorang yang sering mengalami mabuk perjalanan juga akan terganggu, bahkan ketika perjalanan belum dimulai. Hal tersebut terjadi karena perasaan takut dan juga khawatir yang dirasakan oleh orang yang sering mengalami mabuk perjalanan seolah-olah ia merasa bahwa ia pasti akan mengalami mabuk perjalanan saat mengikuti perjalanan menggunakan kendaraan.

Cara Mencegah Mabuk Perjalanan

Seseorang yang sering mengalami mabuk perjalanan bisa jadi akan mengalami hal yang sama setiap kali melakukan perjalanan, terutama perjalanan dengan menggunakan angkutan darat, seperti mobil dan bus. Namun, hal tersebut bukan berarti tidak bisa dicegah. Jika Anda atau orang-orang terdekat Anda sering mengalami mabuk perjalanan maka tidak ada salahnya bagi Anda untuk menyarankan hal-hal berikut:

1. Jangan Duduk di Kursi Belakang

Salah satu pemicu mengapa orang yang duduk di kursi belakang lebih mudah mengalami mabuk perjalanan adalah karena tidak adanya keseimbangan pada sistem vestibular. Karena itulah, ada baiknya Anda duduk di kursi depan untuk mencegah mabuk perjalanan. Dengan duduk di kursi depan, fokus mata di depan jalan akan membuat mata dan juga tubuh menginterpretasikan hal sama sehingga ketidakseimbangan sistem vestibular dapat dicegah. Dengan duduk di kursi depan, Anda tidak akan terlalu merasakan ketidaksesuaian antara apa yang sedang Anda lihat dan bagaimana cara tubuh Anda untuk menginterpretasikan gerakan dari kendaraan.

Para ahli mengungkapkan bahwa mabuk kendaraan muncul karena adanya ketidaksesuaian antara apa yang dilihat oleh mata dan bagaimana tubuh menginterpretasikan gerakan dari kendaraan. Karena itulah, duduk di kursi depan bisa meminimalisir kemungkinan mabuk perjalanan. Selain itu, Anda juga bisa memegang bagian kemudi untuk meningkatkan fokus pada jalan di depan sehingga bisa mengalihkan perhatian terhadap mabuk perjalanan. Namun, jika Anda tidak bisa memegang kemudi maka Anda bisa duduk di samping kemudi. (baca juga: kebiasaan memuntahkan makanan setelah makan)

2. Memfokuskan Penglihatan pada Cakrawala

Untuk mencegah mabuk kendaraan, fokuskanlah penglihatan Anda pada titik visual yang ada di depan mata. Hal tersebut akan menjaga telinga bagian dalam (pusat keseimbangan), mata, dan juga saraf berada dalam kondisi yang terkendali. Anda bisa melihat ke luar bagian depan jendela mobil untuk mencari titik stabil pada cakrawala yang berada di kejauhan. Anda bisa fokus terhadap titik cakrawala tersebut, terutama ketika kendaraan berada dalam pergerakan melalui jalan yang bergelombang dan juga berkelok-kelok. Usahakan agar Anda hanya melihat melalui jendela bagian depan mobil, bukan jendela samping. (baca juga: penyebab muntah darah)

3. Buka Jendela Mobil

salah satu hal yang dapat menyebabkan mabuk kendaraan adalah kapasitas oksigen yang terlalu rendah di dalam kendaraan. Untuk mengantisipasi hal tersebut sebaiknya Anda membuka kaca jendela mobil. Selain meningkatkan kapasitas oksigen di dalam kendaraan, sirkulasi udara di dalam mobil juga akan memberikan rasa nyaman pada tubuh sehingga otak terasa lebih tenang dan rileks. Sirkulasi udara tersebut juga akan membantu menghilangkan gangguan dari aroma makanan atau aroma menyengat lainnya yang dapat menyebabkan mabuk kendaraan. (baca juga: mual setelah olahraga)

4. Menstabilkan Posisi Kepala

Untuk menstabilkan pandangan kepada satu titik cakrawala pastikan Anda juga mengatur posisi kepala agar berada dalam kondisi stabil. Anda bisa menstabilkan posisi kepala dengan cara menyandarkan kepala pada sandaran kepala di bagian belakang. Bantal leher juga bisa menjadi solusi efektif untuk mengatur posisi kepala Anda berada dalam kondisi stabil sekaligus nyaman. (baca juga: mual setelah mengonsumsi kopi)

5. Sering Beristirahat

Sejauh apapun perjalanan yang Anda tempuh, istirahat adalah hal yang penting untuk dilakukan. Selain mencegah tubuh dari kelelahan, istirahat juga akan meminimalisir kemungkinan tubuh mengalami mabuk perjalanan. Anda bisa keluar sejenak dari kendaraan kemudian sekedar duduk di bangku pinggir jalan atau duduk di bawah pepohonan untuk merilekskan tubuh. Selain mencegah mabuk kendaraan, istirahat tersebut juga sangat penting bagi pengemudi kendaraan agar terhindar dari kelelahan. (baca juga: mual saat naik mobil)

6. Tidur

Meskipun sulit, namun Anda bisa berusaha untuk tidur agar terhindar dari mabuk perjalanan. Mabuk perjalanan muncul sebagai akibat dari perbedaan antara informasi visual dan juga sinyal yang dikirimkan oleh tubuh. Dengan cara tidur, Anda tidak akan menyadari perbedaan tersebut. Bahkan banyak orang yang berpendapat bahwa tidur merupakan metode yang paling efektif untuk mencegah mabuk perjalanan. Jika Anda sulit tidur, anda bisa mengkonsumsi obat tidur. Namun sebelum mengkonsumsi obat tidur Anda harus memastikan terlebih dahulu bahwa Anda tidak akan memegang bagian kemudi. (baca juga: sering mual setelah makan)

7. Jauhkan Konsentrasi terhadap Objek Visual di dalam Mobil

Buku, media baca elektronik, dan juga telepon genggam adalah beberapa benda yang sebaiknya Anda hindari ketika berada di dalam mobil ataupun kendaraan lain. Kemungkinan untuk mengalami mabuk perjalanan akan semakin meningkat ketika konsentrasi Anda berada pada suatu objek di dalam mobil. Jika ingin menghindari mabuk kendaraan, sebaiknya Anda memfokuskan penglihatan pada objek yang berada di luar kendaraan. (baca juga: kepala sering terasa berat, pusing dan mual)

8. Jangan Melalui Jalan yang Tidak Rata

Salah satu faktor yang memicu mabuk kendaraan adalah kondisi jalan yang tidak rata. Untuk menghindari mabuk perjalanan, pilihlah jalan yang mulus bebas hambatan. Hindari jalan yang memungkinkan Anda melewati lokasi perkotaan yang macet dan membuat Anda harus sering-sering menginjak rem. Selain memperhatikan kondisi jalan, anda sebaiknya juga memperhatikan rute perjalanan yang akan anda tempuh. Hindari jalan yang berbukit dan terlalu sering berkelok-kelok. Hindari pula melakukan perjalanan pada jam-jam sibuk sehingga anda bisa menghindari macet di perjalanan. (baca juga: tubuh menggigil tanpa demam)

9. Memakai Alat Transportasi yang Lain

Jika Anda sering mengalami mabuk perjalanan ketika bepergian menggunakan mobil, maka pertimbangkanlah untuk memakai alat transportasi lain seperti kereta atau pesawat. Begitu pula sebaliknya. Beberapa jenis kendaraan seperti kereta dan juga pesawat memberikan alternatif perjalanan yang tenang, bebas macet, dan juga bebas guncangan sehingga mabuk perjalanan dapat dicegah. Jika perjalanan yang Anda tempuh tidak begitu jauh, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan sepeda motor. (baca juga: sakit kepala belakang)

10. Hindari Makanan yang Berlemak dan juga Beralkohol

Makanan dengan kandungan lemak berlebih akan merangsang munculnya mual. Sementara itu, minuman beralkohol akan menyebabkan mabuk yang sekaligus memperparah kemungkinan mabuk perjalanan. Makanan yang berlemak dan juga minuman beralkohol akan meningkatkan resiko pusing, mual, dan juga muntah. Karena itu, hindarilah asupan makanan yang berlemak dan juga minuman beralkohol ketika akan melakukan perjalanan. (baca juga: akibat kekurangan lemak jenuh)

11. Makan dalam Porsi Kecil namun Sering

Mengkonsumsi makanan dalam porsi besar akan meningkatkan resiko untuk mengalami mabuk perjalanan. Untuk mencegah mabuk perjalanan, Anda bisa mengkonsumsi makanan dalam porsi kecil namun dalam tempo yang sering. Hindari makanan kecil dengan kandungan lemak yang tinggi. Untuk menghindari mabuk perjalanan, Anda bisa mengkonsumsi makanan kecil yang kaya akan kandungan protein. (baca juga: akibat kekurangan dan kelebihan protein)

12. Pilihlah Jenis Camilan yang Tepat

Untuk memilih jenis camilan, pilihlah camilan yang terbuat dari tepung untuk dikonsumsi di dalam kendaraan. Jenis camilan tersebut memiliki keutamaan untuk mengatasi perut yang terasa mual. Beberapa jenis camilan seperti roti kering, biskuit asin, dan juga pretzel merupakan camilan yang dapat membantu menyerap asam lambung sehingga mencegah terjadinya mual. Beberapa jenis camilan tersebut juga mencegah rasa lapar dan membuat pencernaan menjadi lebih sehat. Selain itu, beberapa jenis camilan tersebut tidak memiliki aroma yang menyengat sehingga tidak akan memperburuk kondisi seseorang yang mengalami mabuk perjalanan.

13. Jangan Sampai Dehidrasi

Dehidrasi merupakan kondisi yang akan memperburuk mabuk perjalanan. Anda bisa mengkonsumsi banyak air putih untuk mencegah mabuk perjalanan. Selain itu, minuman berperisa dan juga minuman yang kaya akan kandungan protein juga bisa menjadi alternatif untuk memberikan rasa rileks pada tubuh dan pikiran. (baca juga: bahaya dehidrasi)

14. Jahe

Mencegah mabuk perjalanan juga bisa Anda lakukan dengan mengkonsumsi jahe. Jika Anda tidak mungkin mengkonsumsi jahe secara langsung, Anda bisa mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung ekstrak jahe seperti teh jahe, permen jahe, kue jahe, dan sebagainya.

15. Permen Mint dan Permen Karet

Selain makanan atau minuman yang mengandung ekstrak jahe, permen mint juga bisa mencegah mabuk perjalanan. Permen mint akan merangsang produksi air liur sehingga asam lambung yang menyebabkan mual bisa dinetralkan. Permen karet juga bisa mencegah mabuk perjalanan. Mengunyah permen karet akan memberikan pengaruh positif yang serupa ketika mengkonsumsi permen mint. Permen karet dan permen mint juga akan memberikan rasa nyaman bagi tubuh. (baca juga: sakit kepala sebelah kanan atas kening)

16. Mengkonsumsi Obat Anti Mabuk

Jika beberapa metode di tidak cukup membantu untuk mencegah mabuk perjalanan, anda bisa mempertimbangkan untuk mengkonsumsi obat anti mabuk. Anda bisa memperoleh obat anti mabuk di toko-toko obat terdekat. Namun, jika Anda merasa mabuk kendaraan yang sering Anda alami berada dalam tingkatan yang parah maka Anda bisa mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter agar memperoleh obat yang sesuai.

ada baiknya Anda juga berkonsultasi dengan dokter jika Anda sering mengalami gejala mabuk kendaraan yang parah, seperti sakit kepala berlebih, kesulitan melihat atau mendengar, serta kesulitan berjalan sesudah melakukan perjalanan. Anda juga bisa mengkonsumsi obat anti mabuk seperti anthistamin 30 menit sebelum melakukan perjalanan menggunakan kendaraan. Namun, beberapa jenis obat anti mabuk sering menyebabkan kantuk. Karena itu, tidak ada salahnya bagi Anda untuk mencoba obat-obatan alami, seperti ekstrak jahe dan juga air perasan jeruk nipis yang dicampur dengan madu.

17. Hindari Aroma yang Menyengat

Hindarilah beberapa jenis aroma yang menyengat seperti parfum, makanan dengan bau menyengat, dan juga asap rokok di dalam kendaraan. Selain memungkinkan kapasitas oksigen yang semakin menurun di dalam mobil, aroma-aroma menyengat tersebut juga akan menyebabkan rangsangan mual semakin cepat muncul.

18. Gunakan Minyak Kayu Putih

Mencegah mabuk perjalanan juga bisa Anda lakukan dengan menggunakan minyak kayu putih. Oleskanlah minyak kayu putih pada perut dan juga area pusar Anda. Selain membuat perut menjadi lebih nyaman, minyak kayu putih juga akan membuat rangsangan untuk muntah dapat dicegah. Aroma minyak kayu putih juga berguna untuk aroma terapi agar otak menjadi lebih rileks. (baca juga: sakit kepala sebelah kiri)

19. Memijat Jari dan Telapak Tangan

Jika rasa mual tidak membaik, Anda bisa melakukan pijatan pada area jari dan juga telapak tangan. Pijatan tersebut akan membantu memperlancar aliran darah dan oksigen ke otak sehingga rasa pusing dapat dihindari. (baca juga: obat sakit kepala)

Itulah beberapa metode yang bisa Anda lakukan untuk mencegah mabuk perjalanan. Untuk langkah antisipasi, Anda juga bisa menyediakan kantong plastik di dalam kendaraan jika rasa mual dan muntah tidak tertahankan. Jika gejala mabuk perjalanan yang sering Anda rasakan tergolong sangat parah, maka tidak ada salahnya untuk melakukan konsultasi dengan dokter.