10 Makanan dan Minuman yang Berbahaya untuk Otak

3752

Otak merupakan organ penting yang terlindungi oleh tengkorak. Otak merupakan mempunyai peranan penting bagi manusia. Dari organ ini tersusun banyak sel-sel saraf dengan berbagai fungsi saraf untuk mengatur seluruh tubuh. Banyak fungsi vital diatur di otak termasuk seluruh sistem saraf. Selain itu, organ ini juga mempunyai fungsi besar dalam mengatur pemikiran serta fungsi belajar. Dari otak juga tempat mengatur mental dan perilaku seseorang. Oleh karenanya kita kita perlu menjaga dengan mencukupi nutrisi untuk otak.

(Baca juga: Jenis penyakit yang menyerang otak)

Jika terjadi penyakit pada organ ini, maka akan mengganggu fungsinya. Bukan hanya dari gangguan fungsi tubuh, penyakit pada otak juga dapat menyebabkan penurunan kognitif dan mental. Penyakit berat bahkan dapat menyebabkan kematian. Banyak penyakit yang juga bisa mengenai otak, penyakit tersebut dapat berasal dari kelainan sistemik, infeksi dan juga pola hidup termasuk dengan riwayat makanan dan minuman. Banyak yang menganggap remeh dampak mekanan dan minuman untuk otak, namun perlu diketahui makanan dan minuman apa saja yang bisa menyebabkan gangguan tersebut, terlebih lagi jika itu adalah makanan sehari-hari.

(Baca juga: Akibat kekurangan cairan otak)

1. Nasi Putih (Jumlah besar)

Nasi putih merupakan sumber karbohidrat serta makanan utama dari menu orang-orang Indonesia. Banyak orang yang tidak merasa kenyang jika tidak memakan nasi, walaupun tersedia banyak lauk. Karena kandungan nasi yang tinggi karbohidrat, maka jika mengkonsumsinya secara berlabih akan mengganggu kesehatan tubuh seperti terjadi kegemukan. Namun ternyata, mengkonsumsi nasi berlebih juga dapat mepengaruhi otak. Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Clinical Nutrition mengkonsumsi nasi putih berlebih dapat menyebabkan depresi. Hal ini disebabkan, nasi memiliki indeks glikemik yang tinggi sehingga menyebabkan peningkatan gula darah yang tinggi secara tiba-tiba. Hal tersebut menyebabkan mudah terjadinya depresi. Belum diketahui mekanisme terjadinya hal tersebut, namun ditemukan korelasi antara glikemik indeks yang tinggi dengan kejadian depresi. (Baca juga: Minuman penyebab pengerasan otak)

2. Gula dan produknya

Gula merupakan pemanis makanan dan minuman yang selalu digunakan. Sama seperti nasi, mengkonsumsi gula berlebihan akan memberikan timbunan kalori yang berlebih serta mempengaruhi otak. Dikatakan bahwa gula merupakan bahan penghasil energi untuk otak. Namun kelebihan mengkonsumsi gula juga memiliki dampak. Kelebihan mengkonsumsi gula bukan hanya menyebabkan terjadinya kegemukan. Namun mengkonsumsi gula secara berlebihan dalam waktu yang lama menyebabkan kalainan neurologis serta mengganggu fungsi memori. Selain itu, mengkonsumsi gula berlebih menyebabkan kemampuan belajar menurun. (Baca juga: Makanan penambah daya ingat)

3. Alkohol

Alkohol sering terdapat pada minuman yang berasal dari hasil fermentasi. Sangat banyak orang yang gemar meminum alkohol, bahkan menjadikannya minuman rutin. Penggunaan alkohol diketahui dapat menyebabkan kerusakan hati atau liver dalam jangka panjang. Ternyata kebiasaan tersebut juga dapat memberikan masalah pada otak. Penggunaan alkohol menyebabkan gangguan mental serta kemampuan untuk berpikir secara jernih. Selain itu, alkohol juga dapat menyebabkan gangguan pada fungsi memori. (Baca juga: Akibat kelebihan cairan otak)

4. Makanan cepat saji (Junk food)

Di era maju seperti sekarang, segala sesuatu harus dilakukan dan terpenuhi serba cepat, termasuk makanan. Bagi orang yang tidak memiliki waktu senggang, atau sedang tidak minat untuk memasak, maka makanan cepat saji selalu menjadi solusi.

Makanan cepat saji ternyata dapat mengubah proses kimiawi di otak sebagaimana studi yang dilakukan oleh University of Montreal. Akibat gangguan tersebut maka otak akan mudah depresi dan mudah mengalami cemas. Selain itu makanan cepat saji juga umumnya memiliki kandungan lemak yang tinggi. Makanan ini mempengaruhi produksi dopamin, yang mana dopamin berfungsi sebagai hormon senang. (Baca juga: Cara meningkatkan kinerja otak)

5. Makanan yang asin

Di asia termasuk Indonesia, memiliki makanan atau menu yang cenderung memiliki penggunaan garam yang tidak sedikit. Bahkan terdapat menu khusus yang menyajikan makanan yang terasa sangat asin, misalnya ikan garam. Mungkin kita tahu, salah satu dampak makanan yang asin atau tinggi natrium menyebabkan kenaikan tekanan darah tingi. Tetapi ada penelitian lain yang mengatakan bahwa mengkonsumsi makanan tinggi natrium dapat menyebabkan gangguan pada fungsi berpikir atau kecerdasan. (Baca juga: Pembuluh darah pecah di otak)

6. Nikotin

Indonesia merupakan salah satu produsen sekaligus pengguna rokok terbesar di dunia. Dalam kehidupan, tiap hari kita akan menemukan orang yang merokok, walaupun mereka tahu betapa bahayanya asap rokok bagi diri sendiri dan orang lain. Mungkin nikotin bukanlah makanan, namun nikotan biasa terdapat pada rokok yang umumnya dikonsumsi orang lain. Selain dapat menyebabkan kanker paru dan penyakit lain, nikotin juga berbahaya untuk otak. Nikotin dapat mengganggu sirkolasi darah ke otak (yang membawa oksigen dan glukosa), sehingga mengganggu fungsi nurotrsansmitter di otak yang berakibat fungsi otak ikut terganggu. (Baca juga: Bahaya Alzheimer)

7. Lemak

Lemak dan kolesterol kita ketahui memiliki dampak pada kesehatan, salah satunya untuk otak. Pola diet tinggi lemak menyebabkan banyaknya timbunan plak dalam pembuluh darah, sehingga menghambat aliran darah ke otak. Akibatnya otak akan terganggu sehingga membuat kerja otak lamban dan refleks terganggu. Hal lebih parah adalah ketika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah otak, dapat menyebabkan terjadinya stroke. (Baca juga: Perdarahan otak)

8. Tuna

Berdasarkan hasil penelitian dari University of South Florida, orang yang cenderung mengkonsumsi ikan tuna memiliki kadar merkuri yang tinggi dalam darah. Hal ini berdampak pada kemampuan fungsi kognitif. (Baca juga: Cara meningkatkan konsentrasi)

9. Suplemen zat besi dan tembaga

Penggunaan suplemen zat besi dan tembaga sebaiknya dikonsumsi jika mendapat anjuran dari dokter. Jika mengkonsumsi zat besi dan tembaga dalam jumlah berlebih, dapat menghambat proses pembuangan beta-amyloid. Beta-amyloid ini merupakan plak yang memiliki dampak menghambat komunikasi antar sel serta menyebabkan kematian sel saraf. (Baca juga: Jenis-jenis penyakit saraf)

10. Kafein

Sebenarnya bahaya kafein tidak memberikan dampak langsung. Namun dikatakan bahwa banyak orang meminum kafein untuk mengatasi depresi. Mungkin maksunya baik, namun hal ini cenderung akan membuat ketagihan. Beberapa orang yang memiliki riwayat meminum kafein yang rutin, cenderung akan merasa sakit kepala ketika dia tidak meminum kafein dalam sehari. Namun ada teori lain yang mengatakan, bahwa kafein juga memberikan dampak dalam menghambat pelepasan dopamin atau hormon senang. (Baca juga: Cara meningkatkan kecerdasan otak)

Nah setelah mengetahui makanan berbahaya untuk otak ini, sebaiknya anda kembali memprioritaskan asupan harian anda agar tidak berdampak buruk.