4 Alasan Mengapa Tidur Cukup Diperlukan Selama Diet

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sudah menjaga pola dan asupan makan? Sudah pula melakukan olahraga secara teratur?

Tapi jika diet tidak diimbangi dengan istirahat atau tidur cukup, manfaat diet tidak akan maksimal.

Berikut ini adalah sejumlah alasan mengapa tidur cukup diperlukan selama diet agar berat badan turun sesuai yang diharapkan.

1. Lemak Menumpuk

Kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan kadar kortisol atau stres yang juga pada akhirnya menjadi salah satu alasan mengapa lemak mudah menimbun di dalam tubuh.

Penumpukan lemak di bagian perut lebih mudah terjadi ketika seseorang kehilangan kualitas tidurnya.

Ketika lemak pada perut terus terakumulasi tanpa mengatasinya, hal ini justru memicu pelepasan zat-zat inflamasi.

Zat-zat ini cukup berbahaya karena berpotensi menstimulasi timbulnya kortisol atau hormon stres.

Dalam beberapa hari saja, menurut hasil studi terpublikasi di Journal of Lipid Research tahun 2019 seseorang yang mengalami kurang tidur dapat menyimpan lemak lebih banyak dari makanan yang sehari-hari masuk ke dalam tubuh.

Kualitas tidur yang berkurang pun tidak dapat mendukung program diet yang sedang dijalani.

Sekalipun diet yang dilakukan melalui makanan sehat dan olahraga teratur tergolong seimbang, kurang tidur tidak akan membuat pelaku diet memperoleh manfaat diet.

Pembatasan kalori setiap hari perlu diseimbangkan dengan tidur cukup, karena jika tidak, massa otot-lah yang akan lebih banyak hilang daripada lemak.

2. Ketidakseimbangan Hormon Leptin dan Ghrelin

Di dalam tubuh manusia terdapat hormon yang disebut leptin dan ghrelin.

Leptin adalah hormon yang berfungsi meningkatkan rasa kenyang, seangkan ghrelin adalah hormon yang meningkatkan rasa lapar.

Ketika seseorang kurang tidur, kadar leptin dalam tubuh akan berkurang, padahal hormon ini membantu agar berat badan terjaga dengan baik.

Saat hormon peningkat rasa kenyang menurun, tentu nafsu makan sebagai akibatnya akan meningkat.

Hal ini kemudian menyebabkan makan berlebihan, seperti misalnya ngemil saat larut malam dan di waktu-waktu lain secara lebih sering.

Ditambah dengan kondisi hormon peningkat rasa lapar atau ghrelin yang juga justru meningkat.

Ghrelin yang melonjak tentu menyebabkan tubuh menginginkan asupan kalori lebih banyak.

Ketidakseimbangan kedua hormon ini masih juga ditambah dengan pelepasan hormon kortisol atau hormon stres menurut Dr. Cynthia Li, MD, seorang dokter dari kedokteran integratif dan fungsional yang ada di Berkeley, California.

3. Peningkatan Keinginan Terhadap Makanan Tak Sehat

Tidur atau istirahat cukup dibutuhkan oleh setiap orang agar rasa kenyang dan lapar tetap dalam kondisi normal dan tidak terjadi secara berlebihan.

Sayangnya, kurang tidur akan berpengaruh pula terhadap jenis makanan yang diinginkan.

Menurut sebuah hasil studi yang dipublikasikan di Sleep tahun 2016, bagian-bagian otak yang berkaitan dengan motivasi dan penghargaan lebih aktif saat seseorang kurang tidur.

Hal ini berkaitan dengan peningkatan keinginan untuk makan terus-menerus.

Bagian korteks prefrontal otak yang berfungsi utama mengontrol keputusan tubuh untuk tetap sehat dapat terpengaruh secara negatif oleh penurunan kualitas tidur.

Keinginan untuk makan makanan yang tidak sehat bisa tak terbendung karena ketidakmampuan tubuh dalam mengontrol keinginan tersebut.

4. Ritme Sirkadian Berantakan

Di dalam sistem pencernaan yang sehat, terdapat bakteri-bakteri baik yang umumnya mendukung proses pencernaan makanan, obat, minuman, maupun zat-zat lain yang masuk ke dalam tubuh

Ketika seseorang mengalami susah tidur dan kualitas tidurnya berkurang, ritme sirkadian menjadi kacau.

Ritme sirkadian sendiri adalah waktu internal tubuh yang mengatur waktu tidur secara alami).

Hal ini kemudian dapat mengganggu kesehatan pencernaan menurut sebuah hasil studi tahun 2019 yang dipublikasikan di Nature.

Risiko peradangan pada tubuh meningkat di mana hal ini justru lebih buruk lagi karena berdampak pada penurunan kualitas tidur yang lebih besar.

Demikianlah sejumlah alasan mengapa tidur cukup diperlukan selama diet; yakni agar lemak tidak menumpuk di perut, tidak makan makanan tak sehat, tidak mudah mengalami peradangan atau gangguan pencernaan, serta nafsu makan tidak berlebihan.

fbWhatsappTwitterLinkedIn